Great Pretender

Great Pretender
Bab 8


__ADS_3

Setelah selesai berkemas, Alex mengeluarkan sebuah potongan selimut dari saku celananya dan menaruhnya di tempat, dimana buku catatan seseorang yang pernah tinggal di kamar ini disembunyikan di dalam toilet.


Alex juga menaruh potongan selimut itu disana bersamaan dengan buku catatan itu.


Setelah selesai, Alex keluar dari kamarnya untuk segera bertemu dengan Alice, mentornya.


Di perjalanan untuk pergi ke ruangan tempat biasanya Alex mengembangkan pelatihannya dalam bidang komputer, Alex melihat sosok yang sangat didambakan olehnya.


Ya, itu adalah sosok wanita yang di kehidupan Alex sebelumnya, dia menjalin hubungan dengannya.


Karena wanita itu sedang sendirian, Alex mencoba mendekatinya terlebih dahulu untuk menyapanya.


"Ehem! Tasya!" seru Alex memberi salam kepada wanita itu.


"Uhm? Ada apa?" tanya Tasya, meskipun Tasya memberikan eksperesi kebingungan tapi dia juga menyimpan sesuatu yang disembunyikan olehnya dalam benaknya.


"Ternyata benar, Alex akan menemuiku! Apakah selanjutnya dia akan mengatakan hal itu?" pikir Tasya, dia lalu duduk di salah satu kursi taman yang tidak jauh darinya karena memang benar ada sebuah kursi di dekatnya.


Setelah duduk, dia tidak lupa untuk meminta Alex duduk terlebih dahulu.


"Uhm! Tasya, sebenarnya.. sebenarnya aku berasal dari masa depan!" seru Alex dengan mantap meskipun sebelumnya dia agak ragu.


"Ternyata benar yang dikatakan olehnya? Itu artinya aku harus..." batin Tasya berpikir.


"Maaf Alex! Aku akan pergi! Jangan mencoba untuk mempermainkan diriku, lagi!" seru Tasya dengan tegasnya.


Tasya langsung berdiri dan segera meninggalkan Alex seorang diri yang sedang terpaku menatap punggung Tasya yang mulai menjauh darinya.


"Hah?" bingung Alex.


"Ehem!" suara deheman seseorang menyadarkan Alex dari lamunannya, dia adalah, "Alex! Sudah waktunya kita untuk belajar!" ujar seorang wanita yang tidak lain adalah Alice.

__ADS_1


"Eh? Uhm, baiklah!" jawab Alex yang masih sedikit bingung.


"Eh? Sebenarnya apa yang baru saja terjadi? Bukankah aku belum mengatakan apapun? Dan apa itu tadi? Lagi? Kapan aku mempermainkan dirinya? Sebenarnya apa yang telah terjadi?" batin Alex kebingungan.


Tidak disadari olehnya, ternyata dia sudah berada di tempat ruang belajar Alex bersama Alice, di ruangan yang cukup besar hanya ada keheningan dan hanya terdapat dua sosok yaitu Alex dan Alice saja.


Alex mendudukkan dirinya, dia masih belum lekas sadar dari lamunannya sehingga Alex duduk di kursi, di meja tempat kerja Alice.


"Ehem! Alex!" tegas Alice, meskipun begitu Alice tidak marah dengan Alex.


"Eh? Aku salah tempat duduk ternyata!" ujar Alex dia merasa bersalah.


Alice mengerutkan keningnya, "Alex! Sebenarnya ada hal apa?" tanya Alice yang penasaran karena sikap Alex yang mendadak menjadi sedikit aneh.


"Oh! Uhm, aku tidak apa-apa!" jawabnya meskipun dia sedikit ragu nampaknya.


Pelajaran pun dimulai, Alice memberikan sebuah pelajaran kepada Alex tentanh ilmu retas yang ternyata bisa digunakan untuk diri sendiri, iya. Menyerang data diri sendiri untuk membasmi musuhnya, belum beberapa dari itu Alex berkata, "Ternyata ini cukup rumit juga!"


Sebenarnya Alex mengerti bahkan sebelum Alice memberitahunya bagaimana pun juga di kehidupan sebelumnya Alex memang sudah mengerti, perbedaannya sekarang Alex tidak mengakui bahwa dirinya tidak mengerti Padaido kehidupannya sebelumnya hanya sepintas Alice menjelaskan maka Alex dapat mengerti dengan mudah.


Sebenarnya apa yang dipikirkan oleh Alex?


Ketika Alex mengernyitkan dahinya, Alice tetap sabar untuk mengajari Alex bagaimana pun juga Alex adalah seorang appresiatornya saat ini.


"Alex! Waktumu habis!" seru pengawas yang tidak lain adalah Edward, "Bagaimana? Apakah Alex sudah memiliki kualifikasi yang ku katakan?" tanya Edward lanjutnya kepada Alice.


"Uhm! Belum Pak! Alex masih dalam tahap pembelajaran!" jawab Alice yang menghormati Edward.


Alex berlalu dari ruangan itu dan pergi mengikuti Edward karena sudah waktunya Alex untuk kembali'ke ruang bawah tanah.


"Sebelum kesana, ambillah makananmu terlebih dahulu!" ujar Edward kepada Alex yang memberikan arahan kepada Alex.

__ADS_1


Alex menerima arahan itu, dia dengan segera pergi ke kantin dan langsung membawa makanan nya pergi ke ruang bawah tanah.


Meskipun sebelumnya Alex mengobrol tentang sesuatu dengan James dan Charles tapi obrolannya harus diputus karena Edward sudah menunggu Alex di depan pintu kantin.


Alex berjalan dengan membawa nampan yang di atasnya ada sebuah makanan yang beragam, dengan adanya sayuran dan daging ayam Alex menatap lezat karena dia cukup lapar.


Setelah pintu ruang bawah tanah tertutup, Alex menyantap makanannya dengan sambil berjalan menuruni anak tangga itu.


"Ternyata! Ternyata bukan hanya Aku saja yang mengalami perputaran waktu?" gumam Alex dan setelah sampai di bawah, makanannya sudah habis tak tersisa.


Langsung Alex mengambil sekop dan mendorong batu besar yang menyembunyikan lubang yang Alex sembunyikan sebelumnya.


Setelah turun ke bawah terowongan itu, Alex kembali menggali dengan semangat untuk membuat jalan keluar dari lembaga tersebut.


Tidak terasa sudah dua minggu lebih Alex disana, di bawah tanah seorang diri dia terus menggali dan menjalankan hukumannya untuk membersihkan tanah dari bebatuan, selain itu Alex juga diberikan perintah untuk menghancurkan bebatuan yang ada di dalam ruang bawah tanah.


Ketika sudah tergali sepenuhnya, kira-kira Alex sudah menggali lebih dari seratus meter ke belakang gedung lembaga karena jaraknya lebih dekat daripada ke samping lembaga ini.


Saat galian terakhir terbuka, menampakkan sosok cahaya rembulan karena memang hari ini adalah tengah malam hari.


Alex mengukur jarak dari dirinya berjalan hingga sampai tembok, ketika Alex melihat ada sebuah batu yang agak hancur di dekat tembok itu, Alex langsung kembali menggali lubang disana.


Menggali ke bawah pagar besar tersebut, setelah tergali dengan begitu rapih. Ternyata ada sosok plastik yang membuat Alex tersenyum, iya itu adalah ponsel milik Alex yang dia simpan disana tepat di hari saat Alex, James dan Charles menguburnya.


Alex membuka ponsel tersebut dan menyalakannya, sebelum itu Alex mengeluarkan sebuah benda kecil yang ternyata sudah disimpan oleh Alex selama dua minggu ini dibelakang giginya.


Itu adalah sebuah memory card ponsel yang ternyata di dalamnya terdapat sebuah data yang dia curi ketika dia meretas sistem komputer di lembaga ini.


Ketika Alex menyalakan ponsel tersebut, ternyata ada sinyal yang cukup untuk bisa membuat Alex mendapatkan akses internet.


"Hmph! Benar saja, sesuai dugaan ku! Di dalam lembaga ini, ada alat untuk menyadap sinyal tertentu! Ternyata, di luar sini aku benar-benar bisa mendapatkan sinyal yang cukup!" batin Alex.

__ADS_1


__ADS_2