
Happy Reading 🙏
Pagi hari dengan warna langit yang masih menggelap, suara alarm dari ponsel yang terletak diatas nakas menggema di sebuah kamar bernuansa biru dan abu abu.
Suaranya terdengar berulang-ulang kali guna membangunkan sang gadis yang masih tertidur lelap di atas ranjangnya. Gadis itu merasa terusik dengan suara alarm yang terus berbunyi.
Ia mulai mengerjap ngerjapkan matanya dan bangkit dari tidurnya gadis itu adalah Merra, ia terduduk sambil meregangkan otot-otot nya dan meraih ponselnya lalu mematikan alarm itu.
"Hoamm... udah pagi tapi masih ngantuk eumm. Ah iya ini hari pertama aku pakai ini hihi... " ucap Merra dengan wajah bangun tidurnya, ia menatap kearah benda berwarna hitam yang ia pegang.
Ia beranjak dari ranjang berlari kearah lamar mandi tak lupa ia menyambar handuk yang tergantung dibelakang pintu kamarnya.
Setelah selesai mandi dan melaksanakan ibadahnya ia memakai seragamnya dan meraih benda berwarna hitam itu dan memakainya, ia juga mengambil hijab berwarna putih persegi dengan ukuran jumbo yang sudah ia setrika dan dilipat menjadi segitiga setelah selesai ia keluar dari kamar membawa tasnya kearah meja makan tempat dimana ada kedua orang tuanya.
"Pagi semua, hari ini Merra gak sarapan Merra bawa bekal aja. Merra berangkat dulu Assalamu'alaikum" ucap Merra sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya dan mengambil kotak bekal yang berisi sandwich.
"Waalaikumssalam" jawab kedua orang tua Merra yang masih terheran dengan tingkah anaknya yang sedikit berubah mungkin tidak sedikit, penampilan Merra pun ikut berubah mulai dari hijabnya yang berganti dengan hijab yang lebih besar dan menggunakan handsock ditangannya.
Merra berlari menuju sepeda motor nya sambil memasukan bekal sandwich nya kedalam tas dan menaiki sepeda motor nya menuju sekolah.Di tengah perjalanan ternyata ada seorang wanita yang memperhatikan Merra.
"Maa Syaa Allah Merra, adem hati ini liat kamu berubah jadi lebih baik" ucap wanita dengan hijab besar dan wajahnya yang tertutup oleh cadar.
Setelah beberapa lama Merra mengendarai sepeda motor nya ia telah sampai disekolah lalu memarkirkan sepeda motor nya, ia pun berjalan menyusuri koridor sekolah banyak mata yang memperhatikan Merra.
Beberapa ada yang sampai melongo tak percaya dengan perubahan Merra yang saat ini. Mereka bahkan sampai mengucek ngucek mata dan bertanya tanya "Apakah ini benar benar Merra? Kenapa dia berbeda aku bahkan hampir tak mengenalnya"
Saat Merra melewati segerombolan laki-laki, Merra menundukkan kepalanya ia menjaga pandangannya dari yang bukan mahramnya.
"Hei ukhti dadakan! Hijrah kamu ya haha... Haduh perempuan kasar bin pecicilan kayak kamu ini gak pantas pake kain itu haha... " ucap laki-laki itu mencemooh Merra karna penampilan baru Merra. Merra tak menanggapi nya Merra hanya diam ia tak peduli dengan cemoohan itu ia melangkah kan kakinya pergi namun ia dihadang laki-laki itu.
__ADS_1
"Mau kemana kau, kami belum selesai dengan mu eh malah mau pergi. Kau jangan sok sok-an mau jadi kayak ustazah gak pantes tau gak. Lebih baik kau lepas saja kain itu kau jelek sekali memakai itu wajah cantik mu juga jadi tertutup yakan guys haha... "
"Menyingkirlah jangan mengganggu ku aku mau lewat mau ke kelas atau aku akan terlambat! " seru Merra menahan amarahnya.
Tangannya mengepal ia berusaha untuk menambah kesabarannya dan mengendalikan emosinya. Walau sebelumnya kesabaran Merra hanya setipis kertas namun saat ini Merra berusaha untuk lebih sabar lagi.
"Huh padahal kami hanya ingin bermain main"
"Pergilah aku tak mau diganggu menyingkir dari jalan yang mau kulewati! " ucap Merra, mood nya sudah berubah menjadi buruk wajahnya kembali datar rahangnya ngerasas.
"Hei kalian para akhi jangan ganggu ukhti disana, gak sopan kalian! " seru Dani yang baru saja datang, sudah dari kejauhan di memperhatikan hanya saja ia tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini bahkan hatinya bertanya tanya "Apa benar itu Merra? ".
" Haduh kalian ini sudah pergi sana kalian sangat mengganggu!"usir Dani
"Kau yang mengganggu, tiba-tiba datang dan mengusir kami! " jawab laki-laki itu tak terima.
"Hei kau duluan yang mengganggu, kau tadi mengganggu Merra kan? sudah tau Merra kalau marah dia itu menyeramkan masih saja kalian ganggu. Dan satu lagi memangnya kenapa kalau dia menggunakan ini apa salahnya, dia hanya menjalankan sebuah sunah bukankah itu bagus?" ucap Dani sambil menunjuk kain hitam yang dipakai Merra.
"Ihh aku gak setua itu sampai di panggil emak emak kurang ajar kaliann!!! " teriak Dani
"Sudah sudah ke kelas yuk" ajak Merra dibalas anggukan oleh Dani
"Merra sejak kapan kamu memakai cadar ini? " tanya Dani.
Kain hitam atau benda berwarna hitam itu adalah sebuah cadar hitam yang saat ini terpasang diwajah Merra menutupi hidung sampai da danya. Hingga tampilan nya terlihat berbeda daripada sebelum nya.
Semua hampir berubah mulai dari caranya berpakaian, berjalan yang awalnya seperti anak tomboy dan sikapnya yang awalnya dingin sedikit demi sedikit mencair.
"Baru baru saja, belum lama kok" jawab Merra.
__ADS_1
"Benarkah? Kamu sekarang terlihat sangat cantik dan anggun, kamu cocok memakai cadar itu, dan kamu jadi lebih terjaga mulai sekarang" ucap Dani memuji Merra akan tetapi Merra hanya menanggapi dengan senyuman dibalik cadar nya.
"Memang wajahmu tak terlihat karna tertutup cadar mu tetapi aura kecantikan mu terpancar saat ini. Aku saja sampai kagum melihat perubahan mu ini, dan aku sangat yakin kalau Rara, Asyifa dan Salwa pasti akan terkejut setelah melihatmu" lanjut Dani, dan tanpa mereka sadari ada seseorang yang memperhatikan mereka berdua dengan wajah tersenyum kearah kedua wanita itu lalu seseorang itu pun pergi entah kemana.
Merra dan Dani masuk kedalam kelas,tetapi banyak sekali siswa-siswi yang memandang heran dengan Merra.
"Merra ini beneran kamu? " tanya Asyifa, Merra menganggukkan kepala sebagai jawaban.
"Maa Syaa Allah, Merra kita jadi kalem walau kadang masih menampakkan wajahnya yang datar sih hihi" ujar Rara.
"Ni anak lagi kesurupan apaan berubah gini abis kena musibah apa gimana (yang lainnya melihat Salwa hanya bisa menepuk jidatnya masing masing) ha tulah maka nya jangan suka ngehajar orang kan dah kena, sekarang tobat kan emm" ujar Salwa blak-blakan, teman lainnya yang sudah tau watak Salwa hanya bisa menghela nafas.
"Ya Allah gini amat punya temen ngomong sak penak e dewe {ngomong seenaknya sendiri}.Salwa,teman kita berubah jadi lebih baik lah kok malah di suudzonin gimana sih"ujar Dani seraya menggeleng kan kepalanya sedangkan si Salwa malah cengengesan sambil garuk garuk Kepala.
KRINGG!!!
Bel pun berbunyi menandakan bahwa tak ada lagi siswa yang diluar sekolah semua siswa harus sudah didalam sekolah saat itu juga.
Seluruh siswa berbaris dilapangan dibawah sinar matahari yang terik dan melaksanakan apel pagi dan bersholawat bersama-sama seperti biasanya setelah itu pun mereka pun kembali ke kelas mereka masing masing.
"Hari ini hari rabu kan? Berarti Pak Saad masuk dong? " tanya Salwa.
"Iya hari ini jadwalnya pelajaran Pak Saad, dan itu di kelas kita" jawab Dani yang baru saja duduk di bangkunya.
"Wah wah asik ni" ujar Salwa dengan senyum yang sulit diartikan dan menatap kearah Merra begitu pun dengan yang lainnya seperti Dani, Rara dan Asyifa yang juga melihat kearah Merra dengan senyum yang terbit diwajah mereka.
Author: "Mau iseng lagi nih kayaknya" 🤦♀
Salwa: "Hehe tau aja sih Mak Author" 😁
__ADS_1
Bersambung...