
Happy Reading 🙏
"Eughh wak tu nya aku ber aksi hehe" ucap Merra sambil menyeringai.
.
.
.
Merra mengingat perkataan Mas pelatihnya pun menjadi tenang hal itu membuat lelaki yang mencekik nya terkejut.Tangan kiri Merra memegang pergelangan tangan kanan lelaki itu.
Lalu Merra mengangkat tangan kanannya dengan cepat dan menjatuhkannya diatas siku lelaki itu lalu mendorong nya hingga badannya Merra bergerak membelakangi lelaki itu setelah itu dengan cepat Merra menyikut dagu lelaki itu dengan keras sampai lelaki itu mundur kebelakang meringis memegangi dagunya yang sakit.
Merra lalu mendekati lelaki itu dengan wajah yang masih menyeringai dan dengan tangan yang terkepal kuat,teman temannya tak ada yang berani mendekatinya karna aura yang dikeluarkan Merra sangat menakutkan.
Merra menarik kerah baju lelaki itu dan mendorong nya lalu meninju perut lelaki itu dan menendang keras dadanya sekaligus menaik kan kaki nya sedikit lebih tinggi untuk mengenai leher lelaki itu lalu ia tendang kembali,hal itu membuat lelaki itu kesulitan bernafas nafasnya ter engah engah dan berjalan mundur.
"Akhhh sialan kau, lihat saja akan ku balas perbuatan mu itu lain kali. Ayo kita pulang! " kedua lelaki itu pergi dengan sempoyongan dan memegang perut mereka masing masing.
"Hei kau kira aku akan diam saja setelah apa yang kalian lakukan pada pacarku dan temannya lihat saja nanti aku dan pacar ku akan kembali dan memberi kalian pelajaran" ucap wanita berpakaian minim.
"Mau ngajarin apa mbak? Matematika yaudah sini hayuk mbak banyak ni tugas matematika kami hahaha... " ujar Salwa tertawa terbahak-bahak.
"Tch... awas aja" lanjutnya lalu pergi menyusul pacarnya yang berjalan sempoyongan.
"Hufft....apa yang barusan ku lakukan? kenapa aku lelah banget? " tanya Merra yang saat ini sudah lemas dan lelah.
"Heh lu gak sadar apa abis ngehajar orang hah!! " sentak Salwa membuat Merra terkejut.
"Ah ya aku lupa, udah ah aku capek yuk balik lagi ke tempat tadi" ujar Merra kepada teman temannya dengan wajah yang kembali menjadi datar.
"Apa kamu baik-baik saja kak? " tanya Dani kepada wanita yang terduduk dibawah dengan rambut yang sudah tak karuan dan hijabnya yang sudah terlepas dari tempatnya.
"Saya gak apa apa kok dek" ucap wanita itu berbohong sebenarnya ia merasakan sakit dikepalanya karna rambut nya yang ditarik hingga rontok.
__ADS_1
"Gak apa apa dari mananya kak, jelas jelas lelaki itu menjambak rambut kakak sampai rontok begitu" ucap Salwa seraya menunjuk kebawah dimana diatas rerumputan itu terdapat helaian helaian rambut yang rontok kan.
"Kak ikut kami bentar yuk ke kursi sebelah sana" ucap dani sambil menunjuk salah satu kursi ditaman itu,ia membantu wanita itu berdiri dan membawanya ke kursi taman yang mereka tempati tadi.
Mereka lalu mendudukan diri di kursi taman, Merra pun yang kelelahan tak menghiraukan ia duduk dimana yang penting dia bisa beristirahat ia langsung terduduk diatas lantai semen ditaman itu karena ia sudah sangat kelelahan.
"Kakak tadi kenapa kok bisa sampai bertengkar seperti itu? " tanya Dani penasaran.
"Jadi begini dek sebenarnya lelaki yang ingin menampar kakak itu adalah pacar kakak, nah yang menjambak rambut kakak itu temannya sedang wanita tadi adalah selingkuhan pacar kakak. " jawab wanita itu menjelaskan yang lain mendengar nya hanya bisa mengangguk kan kepalanya.
"Kakak sebenarnya ingin menanyakan mengapa ia berselingkuh kenapa ia menghianati kakak hiks... tapi dia hiks... malah menuduh kakaklah yang berselingkuh hiks... padahal kakak gak pernah berselingkuh jangankan berselingkuh berpikiran untuk berselingkuh saja kakak tak pernah hiks...kakak juga udah ngasih semuanya ke dia hiks... " lanjut nya.
"Apakah itu termasuk mahkota yang kakak jaga seperti yang dikatakan pacar kakak tadi? " tanya Dani wanita itu menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Apakah ini pertama kalinya kakak berpacaran? " tanya Dani kembali dan dijawab dengan anggukkan.
"Hufft... " Dani menarik dan mengeluarkan nafas nya.
"Kenapa kakak sampai berani melakukan itu? " Dani lanjut bertanya.
"Jika memang dia mencintai kakak ia tak akan mau mengambil mahkota berharga kakak tetapi ia akan datang kerumah kakak dan meminta izin kepada kedua orang tua kakak untuk memiliki kakak" ujar Dani.
"Lelaki baik tak akan mau merusak justru jika ia lelaki yang baik pasti akan menjaga.Kakak tau kan apa yang kakak lakukan itu disebut zina,dan zina itu hukumnya haram dalam agama dan dosanya besar ?" lanjut Dani wanita itu menggeleng tidak tau, Dani menghembuskan nafasnya.
"Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰۤى اِنَّهٗ كَا نَ فَا حِشَةً ۗ وَسَآءَ سَبِيْلًا
"Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 32)"ucap Merra sambil melantunkan ayat suci dengan suara nya yang merdu dan menenangkan hati. Seketika yang lainnya menatap kagum dan terkejut kearah Merra.
"Apa? kenapa melihatku begitu" lanjut Merra.
"Ini beneran Merra?yakin ini kamu? " tanya Salwa yang tampak tak percaya.
__ADS_1
"Menurutmu? " tanya Merra dengan wajah datarnya.
"Bukan! ini ustazah dadakan kayaknya" ceplos Salwa membuat yang lainnya menggelengkan kepala melihat tingkahnya.
"Kamu ini Salwa disaat begini masih aja ngelawak" ucap Rara menggelengkan kepala, Salwa hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Lalu sekarang kakak harus bagaimana? Apa kalau kakak bertaubat dan kembali kepada Allah,akan diampuni dek?" tanya nya.
Dani tersenyum "Allah itu maha pengampun dan pasti akan mengampuni hambanya yang ingin bertaubat kak, "ucap Dani tangannya mengambil hijab yang tergeletak ditanah dan memakaikannya kembali di kepala wanita itu.
"Benarkah itu dek? " tanya wanita itu sambil sesenggukan dan dijawab oleh Dani dengan senyuman serta anggukan kepala, hal itu membuat wanita itu tersenyum kembali.
"Oya Merra bukannya kamu juga pernah pacaran ya? " tanya Asyifa, hal itu membuat semua orang melihat kearah Merra dan menunggu jawabannya.
Awalnya Merra terdiam saat ia ditanya hal itu ia berfikir bahwa saat ini ia seperti menelan ludahnya sendiri karna baru saja ia membaca Ayat suci yang membahas tentang zina padahal pacaran itu termasuk kedalam zina.
"Kenapa ini, seakan akan sekarang aku menelan ludah ku sendiri aku harus jawab apa" gumam Merra.
"Hai Merra apa kau tidak apa apa? " tanya Asyifa.
"Nggak aku gak apa apa kok, iya aku memang pernah berpacaran tapi hanya sekitar kurang dari 2 bulan karena aku merasa was-was dan tak tenang hingga aku memutuskan hubungan ini dan aku tak mau berpacaran lagi, itulah sebabnya aku pernah berkata pada kalian bahwa aku tak mau berpacaran lagi karena aku merasa was-was dan tidak tenang" jawab Merra menjelaskan sesuai dengan apa yang ada dihatinya.
"Begitu ya, baiklah kami mengerti" ucap keempat.
"Eum dek kakak ingin pamit pergi, Terima kasih semuanya, Terima kasih udah nolongin kakak, kakak gak tau harus bales budi kayak gimana tapi kakak ingin kasih tau kalian semua kalau setelah ini kalian harus lebih berhati hati, karna kakak yakin kalau mereka pasti akan datang kembali dan akan mengganggu kalian" ujar wanita itu memperingatkan.
"Iya kak, akan kami ingat" jawab mereka berlima.
"kalau begitu kakak pamit ya, Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumussalam" jawab kelima gadis itu yang melihat punggung wanita itu semakin menjauh.
"Kita harus lebih berhati hati lagi takutnya kita akan diserang dan diganggu" ucap Rara mengingat kan.
"Kamu benar Rara kita memang harus lebih berhati hati mulai saat ini" ucap Dani membenarkan.
__ADS_1
Bersambung.....