GURUKU CINTA DALAM DIAMKU

GURUKU CINTA DALAM DIAMKU
chapter 1


__ADS_3

Happy Reading 🙏


Revisi


Terlihat seorang gadis berseragam putih abu-abu yang sedang duduk di bangkunya sambil mengobrol bersama temannya dia adalah Merra Humaira,ia adalah salah satu siswi di sekolah Madrasah Aliyah Nurul Jadid,usianya sekarang 15 tahun dan sekarang ia duduk dibangku kelas 1 SMA/Aliyah akhir semester 1,ia merupakan salah satu siswi yang tidak terlalu mencolok karna sifatnya yang irit dalam berbicara dan tidak suka mencampuri urusan orang lain.Salah satu dari mereka berkata


"Katanya nanti bakal ada guru baru loh untuk menggantikan guru lama! " ucap Salwa


"Ah... benarkah? " tanya Merra


"Iya beneran,tuh liat gurunya lagi duduk di bangku taman sekolah didepan kelas kita" ucap Salwa sambil menunjuk kearah bangku taman yang diduduki oleh seorang pria.


"Keliatannya masih muda sama seperti guru SMP ku,kalau diliat dari wajahnya kayaknya usianya sekitaran 20 an tahun" ucap Merra yakin


"Memangnya guru SMP mu ada yang masih muda? " tanya Salwa penasaran


"Iya ada,kalau masih nggak percaya tuh tanya sama si Rara"


Rara yang sejak tadi menyimak obrolan mereka hanya bisa menjawab dengan menganggukan kepala.


"Kalau gk percaya tanya!kalau gk percaya tanya! udah kayak Ucup aja lu! "

__ADS_1


Merra menanggapi omongan Salwa dengan sedikit mengembangkan senyumnya. Tanpa mereka sadari bel pertanda masuk pun berbunyi.


KRINGGG!!!


Seorang guru laki-laki masuk kedalam kelas dan duduk di bangku guru,sang guru pun berkata:


"Assalamu'alaikum anak anak bapak, " sapa sang guru


"Wa'alaikumussalam Pak" jawab seluruh siswa


"Pada hari ini bapak akan menyampaikan sesuatu kepada kalian semua bahwa bapak mulai hari ini hingga seterusnya tidak dapak mengajar lagi disekolah ini. "


"Loh kenapa bapak harus berhenti? " tanya salah satu siswa


"Wa'alaikumussalam Pak" jawab seluruh siswa.


Guru itu pun keluar dari kelas dan menghampiri guru baru itu,kedua guru itu tampak sedang berbicara entah apa yang mereka bicarakan sambil berjabat tangan dan tersenyum guru itu pun pergi meninggalkan sekolah.setelah itu,guru baru itu masuk ke kelas sambil menenteng tas hitamnya,guru baru itu pun memperkenalkan dirinya.


"Assalamu'alaikum semuanya" sapa guru baru itu.


"Wa'alaikumussalam Pak" jawab seluruh siswa.

__ADS_1


"Perkenalkan nama saya bapak Saad Syauqi Favian,usia bapak 25 tahun bapak tinggal di sekitar sini tidak jauh dari sekolah,bapak disini yang akan mengajar kan kalian yang menggantikan guru PPKn kalian yang berhenti tadi,nah sekarang mau langsung belajar atau mau gimana nih? " ucap Pak Saad panjang lebar sambil menampilkan senyumnya.


"Pak! Bolehkan kami manggil bapak pakai panggilan kakak agar bisa lebih akrab sama kayak kami memanggil kak Yedi.Lagian kan bapak sama kak Yedi sama sama belum menikah kan? " tanya salah satu siswi yang bernama Raisa


"Mohon maaf sebelumnya alangkah baik dan agar lebih sopan lebih bagus panggil bapak saja ya" ucap Pak Saad menjawab pertanyaan Nabila sambil tersenyum manis.


"iya Pak" jawab Raisa dengan wajah yang dibuat buat cemberut dan kesal.


"Rasain dasar tukang caper" ucap Merra dalam hatinya sambil tersenyum puas.


"Nah anak-anak kalau begitu bagaimana jika kita memulai pelajaran nya saja,kalian terakhir belajar sampai mana? " tanya Pak Saad


"Sampai pentingnya integrasi nasional Pak. " jawab Dani.


Dani adalah seorang siswi yang pintar dan rajin ia juga temannya Merra mereka berteman dari TK tapi sempat terpisahkan di bangku SD dan SMP hingga akhir nya bertemu lagi di SMA.Dani juga selalu mendapat kan juara kelas dan umum dan dikarenakan prestasinya itu tak banyak siswi yang menyukainya beberapa dari mereka menganggap bahwa Dani mendapat kan prestasinya karena selalu mendapat kan perhatian dari para guru,banyak yang mengira kalau ia menggunakan parasnya untuk mendapatkan nilai yang bagus.Kalau menurut Merra sih parasnya Dani lumayan cantik hanya saja Merra tidak terlalu memikirkan itu,karna menurut nya berteman dengan seseorang bukan harus yang parasnya bagus yang terpenting adalah sikapnya.Dani juga seorang yang baik dan ceria mereka juga sering terlihat bersama walau banyak sekali siswa yang memperhatikan mereka dengan tatapan sinis tapi, Merra tidak pernah peduli bahkan ketika Dani dihina Merra meminta Dani untuk membiarkan saja memperdulikan mereka hanya akan membuang buang waktu berhargamu yang tau diri kita adalah kita sendiri memangnya mereka tau apa?, biarkan saja mereka itu tidak penting,tentu saja Merra mengucapkan kalimat itu dengan wajah datarnya.


"Baiklah kalau begitu,Bapak akan membaca kan nya secara perlahan agar kalian semua dapat menulisnya ok? " ucap Pak Saad dengan senyumannya yang manis.


"ok Pak" jawab seluruh siswa.


"Baiklah mari kita lanjut ya semuanya dengar kan yaaa" ucap Pak Saad

__ADS_1


"iya Pak! "


"bersambung di chapter berikut nya ya hehe" Pak Saad 😂😅


__ADS_2