GURUKU CINTA DALAM DIAMKU

GURUKU CINTA DALAM DIAMKU
chapter 4


__ADS_3

Happy Reading 🙏


Setelah sampai di kelas mereka merasa lega karena sang guru belum datang,mereka langsung duduk dibangku nya masing-masing.


"Alhamdulillah gurunya belum datang,beruntung banget" ucap Asyifa merasa lega dan senang.


"Kok seneng banget sihh Asyifa?" tanya Rara.


"iya gurunya galak soalnya" jawab Asyifa.


"Owh"


Guru itu pun masuk dan memulai pelajaran nya.Hingga tanpa mereka sadari bel pun berbunyi pertanda mereka harus segera pulang,mereka sangat gembira ketika mendengar bel itu berbunyi.


Di parkiran sekolah.


Saat Merra sampai di parkiran,Merra bertemu dengan keempat temannya.


"Hei Merra! masih ingat yang kubilang tadi kan?" tanya Rara kepada Merra.


"Memangnya apa yang kau bilang tadi Ra?" ucap Merra balik bertanya.


"Ish... masa gak inget sihhh,bapak ituuu bisa jadi jodohmu hihihi" ucap Rara sambil menekan kan kata jodoh.


"Ciee jodoh gak tuhh" ucap Asyifa ikut menggoda.


"Cieee Merra" sorak keempat temannya.


"Kalian ini seneng banget ya jodoh jodohin orang! " ucap Merra tak suka dengan ucapan temannya itu.


"Iya dong, sekalian ngisengin kamu kapan lagi kan bisa ngisengin kamu Merr" ucap Dani yang menimbulkan tawa di antara mereka kecuali Merra yang tetap dengan wajah dasarnya.


"Senyum dong Merra,masa calon istri Pak Saad datar gitu mukanya,entar kalau dia nyari yang lain gimana hayoo" goda Dani.


"Oiya,besok kan Pak Saad datang kan,ya walau gak masuk kelas kita sihh hihi" ucap Salwa ikut menggoda Merra.


"Udah deh aku mau pulang capek ni otak habis terkuras bye semua" ucap Merra dengan wajah datar sambil melambaikan tangannya dan meninggalkan keempat temannya.


Merra pun langsung melajukan motornya untuk pulang kerumah nya, setelah menempuh waktu yang lumayan lama ia sampai didepan rumahnya. Sampai didepan pintu Merra pun langsung masuk sambil mengucapkan salam.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum! Merra pulang" seru Merra.


Setelah Merra masuk dan mengucapkan salam datanglah wanita paruh baya menghampiri Merra tak lain dan tak bukan wanita paruh baya itu adalah mamak dari Merra.


"Wa'alaikumussalam,yuk masuk langsung cuci tangan,cuci kaki dan cuci muka setelah itu boleh masuk kamar ganti baju baru makan siang ya nak" ucap mamak Merra dengan nada lembut.


Merra hanya menganggukan kepala sebagai jawaban, Merra pun berjalan menuju kamar mandi sambil melakukan yang sesuai dengan yang mamaknya perintahkan.


Malam hari dikamar Merra.


Malam harinya saat Merra berada dikamar ia menatap ke arah langit-langit kamarnya sambil memikirkan sesuatu.


"Besok guru baru itu masuk huff... " ucap Merra sambil menghela nafas.


"Jika diingat-ingat guru baru itu memang tampan,dia juga memiliki tubuh yang cukup tinggi, pembawaannya tegas dan juga santai saat mengajar.Dia juga memiliki postur tubuh yang bagus kalau kujadikan objek gambar ku kelihatan nya bagus hmm.... " gumam Merra tanpa ia sadari ia jadi memikirkan guru barunya itu.


"Ishh apa yang sedang aku lakukan kenapa aku jadi memikirkan nya ya Allah,gak boleh kayak gini nihh. Ini pasti gara-gara Dani jika dia tidak terus-terusan menyebut guru baru itu aku tidak akan sampai kepikiran begini akhhh dasar!!! " ucap Merra kesal sambil menjambak rambutnya.


Ditempat lain seorang wanita yang duduk diatas ranjangnya dengan buku ditangannya tiba-tiba saja bersin.


Hatchuuu!!


Kembali lagi ke Merra.


"Hufft... sudahlah lebih baik aku langsung tidur saja aku sangat lelah dan juga dua minggu lagi aku akan menghadapi ujian akhir semester 1,aku juga harus memikirkan nilaiku, nilai itu juga penting tak boleh sampai ada nilai yang jelek" ucap Merra ia pun langsung mengambil guling dan menarik selimut nya sampai menutupi seluruh tubuh nya.


Pagi harinya Merra bersiap-siap berangkat kesekolah dengan motor matic nya. setelah sampai disekolah ia memarkirkan motornya lalu berjalan menuju ke kelasnya.


Saat ia ingin ke kelas ia melihat dari kejauhan dilihatnya guru baru itu,didepan guru baru itu ada dua siswa laki-laki yang berdiri sambil menundukan kepalanya.


"Keliatannya mereka berdua mendapat teguran dari guru baru itu " ucap Merra membatin.


"Bang! kalian itu udah besar loh Bang, masa iya harus dikasih tau lagi kalau buang sampah itu harus pada tempatnya bukan dibuang secara sembarangan kayak tadi.Nah kalau misalnya adik-adik kelas lewat terus melihat apa yang baru aja kalian tadi lakukan dan akhirnya mereka melakukan hal yang sama seperti kalian tadi dengan membuang sampah secara sembarangan, sama aja kalian ngajarin hal buruk ke adik-adik kelas kalian.Bang kalian ini udah besar loh Bang udah SMA setidaknya ada sedikit kesadaran sebagai manusia Bang,jaga lingkungan sekolah kita biar gak kotor biar kita merasa nyaman.Jangan diulangin lagi ya,paham Bang! " tegur Pak Saad kepada kedua siswa laki-laki itu.


"Iya Pak kami paham" jawab kedua siswa itu lemas.


"Wah padahal guru baru itu lebih tua dari siswa tapi dia masih menggunakan bahasa yang sopan saat sedang menegur. Mungkin kalau guru lain sudah pasti bakal dimarahi habis-habisan. sungguh menarik" gumam Merra sambil menyunggingkan senyum Diwajahnya.


"Ehh apa yang barusan aku katakan, ahh sudahlah lupakan" ucap Merra lanjut berjalan.

__ADS_1


Setelah itu, Pak Saad pun pergi meninggalkan kedua siswa laki-laki itu tetapi arah jalannya mengarah kepada Merra sehingga mereka pun berpapasan.


"Selamat pagi pak,saya duluan ke kelas karna sebentar lagi bel masuk akan berbunyi,saya permisi Pak" sapa Merra dengan sopan tapi tetap dengan wajah datar.


"Selamat pagi juga.Ah baiklah kalau begitu, Hati-hati dijalan ya" ucap Pak Saad dengan senyuman yang terukir diwajahnya.


"Ah iya Pak permisi saya duluan" ucap Merra yang setelah itu langsung melangkah kan kakinya meninggalkan guru baru itu.


Seketika Pak Saad tersenyum setelah kepergian Merra,ia melihat punggung Merra yang semakin menjauh dari pandangannya.


"Hati-hati? dia kira ini dimana dasar aneh" gumam Merra.


Saat Merra hampir sampai didepan kelas nya, ia bertemu dengan keempat temannya yang juga baru saja ingin masuk kedalam kelas.


"Hai Merra selamat pagi! " sapa keempat temannya kepada Merra.


"Ah iya selamat pagi, kenapa tidak masuk sebentar lagi bel akan berbunyi kenapa masih disini? " tanya Merra.


"Bagaimana kami bisa masuk ke dalam kelas kalau diluar baru saja ada tontonan yang menarik ya kan guys!" ucap Dani.


"Maksudnya? " tanya Merra yang masih belum mengerti dengan arah pembicaraan temannya itu.


"Masa gak paham juga sihh Merr" ucap Asyifa meledek.


"Cieee yang memperhatikan seseorang dari jauh sambil senyum-senyum sendiri, eh pas ketemu langsung ngobrol hihi" ucap Dani menggoda Merra.


"Maksud kalian aku merhatiin Pak Saad si guru baru? " tanya Merra.


"Iya emang siapa lagi cieee Merra" ucap Asyifa gantian menggoda Merra.


"Kami hanya bertegur sapa saja tak lebih,jadi jangan berfikir yang aneh-aneh" ucap Merra meyakinkan temannya.


"Benarkah cuma bertegur sapa? Yakin nihh? sampai senyum-senyum sendiri tadi kami liat dari sini. katanya kemarin gk mau tapi sekarang kok merhatiin terus sih, apa kah ada bunga-bunga cinta yang baru saja tumbuh nihh" sekarang giliran salwa yang meledek Merra.


"Tch... Terserah kalian, bunga-bunga cinta? omong kosong" ucap Merra sambil melenggang pergi meninggalkan teman-teman nya yang masih berada didepan pintu kelas.


"Ish kalau udah ngerasain cinta baru tau rasa kamu Merra! aku do'a in kamu bakal bucin sebucin-bucinnya sama bapak itu Merra! " ucap Dani sambil berteriak hingga suaranya menggelegar didalam kelas dan mengagetkan para penghuni nya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2