
Happy Reading 🙏
"Alasan basi dasar pembohong! " ucap lelaki itu. Lalu lelaki itu mulai mengangkat satu tangannya, sebelum itu terjadi ada seseorang yang berteriak kearah mereka.
"BERHENTI!!! "
.
.
.
.
.
Seseorang itu adalah Dani, ia berteriak dan berlari mendekati lelaki itu. Di seberang teman teman Dani terkejut dan mereka baru saja menyadari kalau Dani sudah tidak berada di sekitar mereka.
"Dani" ucap keempat gadis itu terkejut.
"Apa yang ingin dia lakukan disana? apa dia sudah gila dasar Dani kenapa dia selalu ikut campur padahal itu bisa saja membuat nya berada dalam bahaya" gumam Merra terkejut dengan apa yang barusan Dani lakukan.
"Siapa kau? Berani sekali kau mencampuri urusan kami hah?!! " tanya lelaki itu(pacarnya si wanita yang terduduk dibawah). Asyifa, Salwa, Rara dan Merra pun ikut berlari dan menghampiri Dani dan berdiri di samping Dani.
"Jangan kasar sama cewek bang! " kata Dani tanpa rasa takut.
"Kau ini siapa sih? Dari tadi kau ikut campur saja! " tanya lelaki itu dengan geram.
"Aku memang bukan siapa-siapa dan kamu pun gak perlu tau siapa aku, tapi asal kau tau kau telah membuat kerusuhan ditaman ini dan merusak pemandangan orang lain dan yang paling parahnya lagi kau baru saja ingin menampar wanita yang jelas jelas tidak berdaya ini bahkan untuk berdiri saja pun dia kesusahan dasar tidak tau malu! " ucap Dani yang geram dengan kelakuan kedua lelaki dan satu perempuan berpakaian minim kepada wanita yang terduduk dibawah.
__ADS_1
Banyak orang yang melihat kearah mereka dan tak sedikit membicarakan mereka.
"Benar apa yang dikatakan gadis itu mereka benar benar mengganggu"
"Ringan tangan sekali lelaki itu sampai berani ingin memukul wanita tak berdaya"
Was Wes Woss
Begitulah omongan orang orang yang berada di taman itu mereka merasa tak nyaman dan risih dengan keberadaan lelaki itu.
"Dani sabar Dani sabar ya istigfar" ucap Asyifa menenangkan Dani.
"Kurang ajar kau! Apa kau tak tau sedang berbicara dengan siapa hah!! " ancam lelaki itu kepada Dani tapi Dani menanggapi dengan santai tanpa rasa takut.
"Aku tak peduli siapa kau, tapi yang jelas jika kalian memang memiliki masalah maka selesaikanlah dengan cara baik baik.Bukan malah mengganggu ketenangan orang begini! " ucap Dani menggebu gebu.
"Tch dasar sok bijak kau, perempuan seperti mu tau apa dasar j@l*ng kecil " ucap lelaki itu meremehkan.
"Hei berani sekali kau bilang teman kami seperti e..e apalah itu, apa mulutmu tak pernah disekolah kan hah! " teriak Asyifa yang sudah tak tahan dengan kelakuan lelaki itu.
"Bukankah itu kenyataan, para perempuan seperti kalian yang sok alim dan sok bijak itu sama saja jika sudah mencintai lelaki. Kalian akan rela memberikan apa pun kepada lelaki itu agar ia tahu kalau ia sangat mencintai lelaki itu hahaha.... Bahkan ia pun rela memberikan yang paling berharga yaitu mahkota kalian.Sama seperti dia"ucap lelaki yang mencengkram rambut sambil menunjuk wanita yang terduduk dibawah.
"Sudah cukup mereka tak ada sangkut pautnya dengan kita hiks.. " ucap wanita itu memohon.
"Yaaa awalnya mereka memang tak ada sangkut pautnya, tapi setelah mereka ikut campur dengan urusan kita maka mereka harus menerima akibat nya" ucap lelaki itu mencengkram dagu wanita itu dengan seringai diwajahnya. Dan berdiri beralih menatap Dani dan teman temannya.
"Karena kalian sudah berani ikut campur maka bersiaplah untuk mendapatkan Akibat dari perbuatan kalian" lanjut nya ia pun mengangkat tangannya yang ingin menampar wajah mulus Dani, saat tangan itu hampir menyentuh kulit pipi Dani tiba tiba.
SAT....!!!
__ADS_1
Merra mencekal kuat tangan lelaki itu terlihat dari wajahnya Merra amat sangat marah ia mengeraskan rahangnya. Lelaki itu meringis kesakitan ketika tangannya dicekal dengan sangat kuat.
"eughh lepaskan tanganku dasar j@l*ng kecil! " ucap lelaki itu.
"J@l*ng kau bilang? dasar lelaki b*r3ngs*k berani beraninya tanganmu ini ingin menampar wajah temanku dan memerintah kan ku untuk melepaskan tanganmu? dasar b*r3ngs*k!! " seru Merra yang membuat keempat temannya merinding, sebab mereka tak pernah melihat Merra ikut campur dengan urusan orang bahkan mereka tak pernah melihat Merra marah ataupun mengamuk.
"Kau sudah berani membangunkan singa yang tidur, kalau kau ingin tanganmu dilepaskan maka... LEPASKAN DULU TANGAN TEMANMU DARI RAMBUT WANITA ITU TERLEBIH DAHULU, BARU AKU AKAN MELEPASKAN TANGANMU DASAR B*R3NGS*K!!! " ucap Merra dengan tatapan tajam seperti elang yang menatap mangsanya dan membuat lelaki itu merinding.
"He.. hei le.. lepaskan tangan mu itu dari wanita menjijikkan itu" titahnya kepada teman lelakinya. Temannya itu pun langsung menurut dan melepaskan tangannya dari rambut wanita itu. Merra pun juga melepas cekalannya tetapi bukan Merra namannya kalau hanya akan membiarkan nya begitu saja, tanpa aba aba Merra langsung memberi sebuah bonus tak terduga yaitu sebuah bogem mentah diwajah lelaki itu.
BUAKK!!!
"Arghhh wajahkuu" ringis lelaki itu hingga terpental. Teman lelakinya pun tak Terima dan langsung mendekat ke arah Merra, Merra pun tak diam ia langsung memasang kuda kuda pasangan untuk bertarung.Hingga akhirnya terjadilah adegan baku hantam diantara keduanya.
Lelaki itu berusaha meninju wajah Merra tetapi Merra menangkis nya karna Merra dapat dengan mudah membaca pergerakan lawannya. Merra pun membalas dengan memberi pukulan tepat mengenai perut lelaki itu sampai lelaki itu mundur lalu Merra menendang T dan mengenai dagu lawannya membuat lelaki itu jatuh kebelakang.
Lelaki yang baru saja tersadar setelah diberi bonus bogem mentah oleh Merra pun tak Terima melihat temannya juga ikut dihajar oleh Merra.
Lelaki itu pun datang menghampiri Merra dan berusaha memukul Merra tapi pukulan itu dapat ditangkis dengan mudahnya oleh Merra, Merra pun memberikan serangan yang sama seperti lelaki sebelumnya tetapi lelaki itu masih tetap bertahan.
"Boleh tahan" gumam Merra dengan menampakkan seringai diwajahnya.
Lelaki itu menghampiri Merra kembali dia datang dengan cepat berusaha kembali untuk memukul Merra tetapi Merra pun berusaha menangkis nya kembali dengan cepat tangan lelaki itu merubah arah tangannya sontak Merra terkejut dan membuat celah di badannya.
Lelaki itu berhasil mencekik Merra dari depan tetapi tak membuat Merra goyah. Keempat temannya Merra berteriak histeris melihat Merra yang saat ini dicekik oleh lelaki itu.
Merra berusaha untuk tenang dan menutup kedua matanya ia mengingat perkataan Mas pelatih nya "Apabila kalian dalam keadaan dicekik seseorang maka usahakan lah untuk tenang karena jika kalian terus terusan meronta ronta ingin dilepaskan malah cengkraman nya akan semakin kuat dan akan semakin mencekik kalian, maka lakukanlah ini ketika kalian dalam keadaan dicekik seseorang"setelah itu Merra membuka kembali kedua matanya.
"Eughh wak tu nya aku ber aksi hehe" ucap Merra sambil menyeringai.
__ADS_1
Bersambung....