
Siang ini setelah Arin memastikan Bintang untuk istirahat,ia segera turun ke bawah,ia berjalan menuju belakang rumah berharap agar bisa menenangkan pikirannya disana.Lalu ia duduk di atas rerumputan dibawah pohon yang tumbuh dengan rindangnya. Pikirannya saat ini sedang kacau,ia selalu teringat dengan tentang kejadian dimana Dev datang ke kamar Bintang,kini ia tak tau harus berbuat apa .
"Jika obat yang ada di dalam botol itu racun,maka selama ini aku sudah meracuni tuan Bintang." Gumam Arin. "Lalu apa yang harus aku lakukan?,bagaimanapun caranya aku harus selamatkan tuan Bintang karena bagaimanapun tanpa sengaja aku juga sudah memasukan racun itu kedalam tubuh tuan".Gumam Arin lagi.
Dari kejauhan tanpa Arin sadari ada sepasang mata yang sedang memperhatikannya,lalu ia pun menghampiri Arin.
"Apa tuan sedang istirahat?",tanyanya membuyarkan lamunan Arin,ia menoleh melihat Ani sang kepala pelayan duduk disampingnya.
"iya,tuan sedang istirahat".hening sejenak
"ehm,apa aku boleh bertanya?",tanya Arin ragu.
"apa yang akan kamu tanyakan?".jawab Ani dingin
"Kalau boleh tau,sejak kapan tuan Bintang sakit?".Akhirnya Arin beranikan diri untuk bertanya,sebenarnya selama ini ia begitu penasaran namun ia tak berani untuk bertanya. Wanita yang sudah tak muda lagi itu pun tersenyum menatap Arin.
"Tuan sudah hampir 5 bulan ini sakit dan itu terjadi secara tiba-tiba,saya juga tidak percaya bahwa tuan sekarang hanya bisa duduk di kursi roda".Ani menarik nafas,merasakan sesak di dada mengingat tuanya yang ia anggap seperti anak sendiri sedang tidak berdaya gurat kesedihan tampak dari wajah yang masih terlihat ayu itu.
"Tuan Bintang sudah saya anggap seperti anak sendiri,saya mengasuhnya sejak beliau berusia 7 tahun,dia anak yang baik,tampan dan juga pintar". Ani mulai bercerita,mengingat kenangan dulu bersama tuanya ia tersenyum.
"Tuan besar dan nyonya besar dulu sangat menyayanginya mereka keluarga yang penuh kasih sayang,tapi semua berubah ketika tuan dan nyonya mengalami kecelakaan".
"Lalu sejak kapan nyonya Santi dan Dev tinggal disini?",tanya Arin penasaran.
"Mereka tinggal disini setelah suami nyonya Santi meninggal dan perusahaanya mengalami kebangkrutan jadi nyonya besar membawa mereka kesini karena hanya nyonya Santi lah keluarga satu-satunya nyonya besar,waktu itu tuan Bintang dan tuan Dev masih duduk di bangku SMA,tuan Dev satu tahun lebih tua dari tuan Bintang".
"Apa selama ini nyonya Santi dan tuan Bintang berhubungan dengan baik?". Tanya Arin lagi yang mana membuat Ani langsung mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Kenapa aku merasa kamu sedang mencari informasi tentang tuan Bintang?",kata Ani menyelidik dan itu membuat Arin gugup.
"Bukan,bukan begitu". Arin langsung menyangkalnya,ia mencoba menetralkan rasa paniknya,ia menjadi salah tingkah.
"Udah aku hanya becanda,jangan gugup begitu". Kata Ani sambil tersenyum.
"Selama yang saya tahu hubungan mereka baik-baik saja,hanya terkadang nyonya Santi dan tuan Dev selalu seenaknya sendiri jika tuan dan nyonya besar tidak di rumah,apa lagi saat tuan dan nyonya besar sudah meninggal mereka tambah semena-mena terutama pada para pelayan dan itu membuat para pelayan banyak yang tidak betah".
"Apa tuan Bintang tau soal ini?".
"Tuan Bintang selalu sibuk dan beliau sangat percaya pada nyonya Santi ,jadi apapun yang di katakan nyonya Santi tuan Bintang pasti percaya"..
"jadi tidak ada yang tau apa yang sebenarnya terjadi pada tuan Bintang". Batin Arin
"Apa selama ini tuan Bintang tidak pernah dirawat oleh dokter? Karena selama saya bekerja disini saya belum pernah melihat ada dokter untuk mengontrol kesehatan tuan Bintang". Tanya Arin.
"sebenarnya ada dokter Evan,tapi kata nyonya Santi saat ini beliau sedang diluar negeri dan akan ada suster dari dokter Evan yang mengantar obat biasanya untuk persediaan satu bulan,tapi untuk bulan ini juga saya belum lihat suster itu padahal obatnya harusnya sudah habis".Ani baru ingat kalau suster dari dokter Evan belum juga mengantar obat.
"Arin,saya harap kamu betah kerja disini dan tolong jaga tuan Bintang dengan baik".
Arin mengangguk "ya,itu memang sudah tugas saya dan saya juga akan berusaha untuk betah kerja disini karena cari kerjaan itu susah". Kata Arin sambil tersenyum dan itu membuat Ani tertawa sambil menggelengkan kepalanya.
"Kalau begitu saya permisi mau keatas dulu untuk memeriksa tuan Bintang". Arin pamit lalu ia berjalan menuju lantai dua tempat kamar Bintan.
...*********...
Malamnya dikamar Arin sedang memikirkan perbincangannya dengan Ani,ia yakin bahwa selama ini tidak ada yang tau kebusukan dari nyonya Santi.
__ADS_1
"Orang baik memang terkadang dimanfaatkan,dibodohi dan akhirnya di khianati,miris",gumam Arin sambil tersenyum sinis.
Tiba-tiba ia mengingat kembali masa lalunya,masa lalu yang begitu menyesakan dadanya,dimana suami yang saat itu sangat ia cintai dan sangat ia percaya tega pergi meninggalkannya dengan putrinya. Tentunya setelah sang suami menjual tanah milik Arin tanpa sepengetahuannya. Saat itu Arin benar - benar terpukul bahkan hampir saja mentalnya tak kuat untuk merima kenyataan itu,jika saja tidak ada Sena sang putri,mungkin ia akan melakukan hal bodoh.Mengingat semua itu ia merasa sesak di dadanya nafasnya terasa berat,Arin memegang dadanya "mungkin dulu aku memang bodoh karena cinta,hingga mau diperlakukan seperti budak olehnya". Gumam Arin sambil tersenyum sinis.
...******...
Hari ini Arin rencananya akan izin keluar. Setelah selesai memberi sarapan Bintang ia menemui pelayan Desi agar membantunya untuk menjaga tuan Bintang,setelah itu ia menemui nyonya Santi untuk meminta izin. Arin yang sudah sampai didepan pintu kamar Santi pun langsung mengetuknya.
tok
tok
tok
Mendengar pintu kamarnya diketuk,Santi yang sedang duduk didepan meja rias pun memberi perintah untuk masuk.Arin yang telah mendengar pun langsung membuka pintu.
Ceklek
suara pintu yang terbuka membuat Santi yang sedang berias pun menoleh.
"Ada apa Arin?". Tanya Santi dengan suara yang dibuat selembut mungkin untuk menutupi kebusukannya.
"Begini nyonya,saya ingin meminta izin untuk keluar sebentar",jawab Arin dengan sopan.
"Memangnya mau kemana?".
"Saya mau minimarket nyonya".
__ADS_1
"Baik lah,tapi jangan lama - lama ya? dan suruh pelayan lain untuk menjaga Bintang sementara sampai kamu pulang". Kata Santi
"Baik nyonya dan saya sudah meminta mba Desi untuk sementara sampai saya pulang,kalau begitu saya pergi dulu nyonya". Pamit Arin yang diberi anggukan oleh Santi sebagai jawaban.