
Setelah membayar ojolnya,Arin langsung bergegas masuk kedalam apotek yang kebetulan sedang banyak pelanggan karena memang ini adalah apotek yang lumayan besar.
"permisi,ada yang bisa saya bantu?",tanya seorang petugas apoteker kepada Arin.
"Saya ingin tau tentang kandungan serta fungsi obat ini". Kata Arin sambil menunjukan obat kepada petugas apoteker itu.
"Apakah ada masalah setelah menggunakan obat ini?" tanya petugasnya,karena jika dilihat dari wadahnya itu adalah vitamin seharusnya tidak terjadi masalah.
"Ehm,begini adik saya kemarin menggunakan obat ini tapi ia malah sakit,jadi saya hanya ingin memastikan saja". Jawab Arin.
"Baiklah,mohon ditunggu sebentar". Petugas itu lalu masuk kedalam membawa obat Arin dengan wajah heran,pemilik apotek yang saat itu sedang di sana melihat karyawan itu langsung menghampiri.
"Apa ada masalah?"tanya pemilik apotek kepada karyawannya.
"Begini pak,tadi ada pelanggan membawa obat katanya setelah menggunakan obat ini adiknya sakit,padahal kan ini vitamin,harusnya tidak ada masalah". Kata petugas itu sambil menunjukan obat yang ia bawa. Pemilik apotek langsung mengambilnya dan meneliti,memang dari botol itu hanya vitamin tapi saat ia lihat lebih teliti lagi isi dalam botol berbeda dari yang seharusnya,ia tau karena ia seorang dokter juga seorang pakar obat.
"Siapa yang membawa obat ini?"
"seorang wanita yang sedang duduk itu pak". Kata petugas itu sambil menunjuk seorang wanita.
Sang pemilik keluar menghampiri Arin."Permisi,apa ini obat yang mba bawa?" tanya pemilik apotek kepada Arin.
"Iya pak,itu obat milik adik saya". Jawabnya bohong.
"Begini,ini akan saya teliti lebih lanjut,apa anda bisa menunggu?saya akan mengabari anda jika hasilnya sudah keluar".
__ADS_1
"Baiklah pak kalau begitu".
"Ini kartu nama saya",kata pemilik apotek sambil memberikan kartu itu ke pada Arin.
"Terima kasih pak,besok saya akan menghubungi bapak,kalau begitu saya permisi".
Arin lalu melangkah keluar,tanpa ia sadari ada seorang pria yang memperhatikannya.
...*****...
Disisi lain,Bintang yang sedang didampingi oleh Desi sedang merasa khawatir.
"Kemana sih Arin,kenapa lama sekali,tadi bilang nggak akan lama,apa jangan - jangan terjadi sesuatu" ,batin Bintang. Memang tadi Arin sudah bilang kalau ia akan keluar sebentar pada Bintang. "Eh tunggu,kok aku jadi mikirin dia ya?",batin Bintang lagi.
Sampai di rumah Arin segera membersihkan diri lalu pergi ke kamar Bintang,tapi saat di tangga ia berpapasan dengan Desi.
"Apa tuan Bintang baik - baik saja?",tanya Arin
"Beliau baik - baik saja,sekarang sebaiknya kamu jangan ke kamar tuan Bintang dulu,karena sedang ada nyonya Santi dan tuan Dev". Kata Desi. Arin hanya mengangguk,ia berfikir akan menunggu di balkon atas sampai nyonya Santi dan tuan Dev keluar,tapi ketika melewati kamar Bintang,ia melihat pintu kamar itu sedikit terbuka,terlihat Santi dan Dev sedang berbicara serius.
"Sebaiknya aku nguping dulu aja kali ya,siapa tahu bermanfaat". Batin Arin. Lalu ia pun berdiri didepan pintu kamar untuk curi dengar.
"Sebaiknya kita segera menikahkan dia saja mah". Kata Devan sambil menunjuk Bintang.
"Iya tapi dengan siapa kamu tahu sendiri kan kondisinya seperti apa,siapa yang mau menikahi pria cacat seperti nya?". Kata Santi. "Lagi pula kita harus hati - hati mencari nya,kalau kita sampai salah pilih mencari istri untuknya bisa - bisa dia akan jadi bumerang buat kita kamu kan tahu sendiri isi wasiatnya bagaimana",timpalnya lagi.
__ADS_1
"Iya mamah bener juga,jaman sekarang yang bodoh pun akan mendadak jadi pintar kalau masalahnya dengan uang". Kata Dev sambil menganggukkan kepala.
"Bagaimana kalau kita nikahkan saja dia dengan Arin,Arin pasti tak akan berani buat macam - macam sama kita,dia juga terlihat polos". Kata Santi yang memang sudah memikirkan itu dari kemarin. Dev tampak tidak suka dengan keputusan mamahnya karena dia sendiri sebenarnya tertarik dengan Arin,tapi mengingat bahwa mamah nya pasti akan marah jika tahu akhirnya dengan terpaksa ia pun menyetujuinya .
"Baik lah terserah mamah,tapi bagaimana mamah akan membujuknya?",tanya Dev.
"Itu biar jadi urusan mamah kamu tenang aja,dia kan hanya gadis kampung yang bodoh pasti akan mudah untuk dibujuk dengan sedikit uang beres deh".
Arin yang mendengar itu pun menyeringai, "sayang sekali,gadis kampung jaman sekarang itu banyak yang pintar nyonya",gumamnya . Setelah curi dengar ia pun langsung berjalan menuju balkon sebelum ketahuan.
...*********...
Pagi menyapa,setelah selesai dengan ritual paginya,Arin langsung menghampiri Bintang di kamarnya, " selamat pagi tuan,apa anda tidur dengan nyenyak semalam?". Kata Arin sambil tersenyum. Ia lalu mengurus Bintang dengan sangat telaten namun semenjak kejadian dimana Dev datang ke kamar Bintang,ia tak lagi menyuntikan obat itu ke Bintang,ia hanya mengambilnya dan membuangnya agar nyonya Santi tak curiga,setelah selesai ia mengajak Bintang jalan - jalan di belakang rumah, "hari yang cerah tapi tak secerah isi dompet ku",gumamnya,Bintang yang mendengar itu pun tersenyum,walau tak terlihat oleh Arin. Sampai di bawah pohon yang rindang ia pun menghentikan jalanya,ia mengunci roda kursi roda Bintang lalu ia duduk. Di bawah pohon itu memang sengaja dikasih bangku karena dulu Bintang juga suka sekali duduk disitu. Arin Duduk sambil sesekali melihat kearah Bintang.
"Enak ya jadi tuan,punya rumah mewah,banyak pelayan,banyak duit,mau apa aja pasti dapat". Ucap Arin. Bintang hanya mendengarkan ocehan Arin sambil sesekali melihat wajah Arin yang entah kenapa membuat ia selalu ingin memandangnya.Arin yang merasa dipandang pun jadi heran, "kenapa tuan memandang aku terus?tuan udah capek ya ingin istirahat?baik lah aku akan membawa tuan ke kamar sekarang". Kata Arin.
Bintang hanya tersenyum.
Sampai di kamar Arin membaringkan Bintang lalu menyelimutinya ia juga mengelus kepala Bintang yang mana itu membuat Bintang merasa nyaman lalu memejamkan matanya. Melihat Bintang sudah tidur Arin pun keluar dari kamar Bintang. Merasa Arin sudah keluar,Bintang membuka matanya dan tersenyum.
Arin berjalan kearah dapur,ia merasa tenggorokannya kering lalu mengambil air minum. " Oh iya hampir lupa sama obat itu,apa hasilnya sudah keluar ya?coba aku hubungi aja deh,siapa tahu sudah keluar". Gumamnya. Arin lalu ke kamarnya mengambil handphone nya.Ia lalu menghubungi pemilik apotek.
...*********...
Setelah menghubungi pemilik apotek,perasaanya sangat marah tapi juga ada kelegaan,bagaimana tidak marah pemilik apotek bilang bahwa obat itu adalah obat yang berisi bakteri dan siapa yang terkena bakteri itu bisa mengalami kelumpuhan,jika dikonsumsi pada jangka panjang bisa mengalami kelumpuhan total bahkan dapat menyebabkan kematian. Tapi pemilik apotek juga berkata jika itu bisa disembuhkan jika bakteri belum sampai merusak saraf dan itu yang membuat Arin lega.
__ADS_1