HADIAH DARI TUHAN

HADIAH DARI TUHAN
BAB 8


__ADS_3

Setelah menerima telepon,Arin langsung menuju ke kamar Bintang. Ia melihat Bintang yang masih tertidur dengan lelap,Arin tersenyum dan mengusap lembut kepala Bintang.


Ada rasa kasihan dan sedih melihat apa yang terjadi pada hidup tuanya.


"Sebisa mungkin aku akan mencari cara untuk bisa menyembuhkan tuan,aku akan selalu berdoa untuk kesembuhan tuan", gumam Arin.


...******...


Arin membuka mata tenggorokannya terasa kering,ia mengambil handphonenya ia melihat jam yang sudah menunjukan pukul satu dini hari.


Arin beranjak dari kamarnya menuju dapur mengambil air minum,ia mengambil gelas lalu menuangkan air yang ada dimeja kedalam gelasnya.


Sedangkan di ruang tamu tampak Devan yang baru pulang sedang berjalan dengan sempoyongan,saat hendak menaiki tangga ia melihat lampu di dapur masih menyala lalu ia berjalan kearah dapur.


Saat sampai di dapur ia begitu terpaku ketika melihat Arin yang sedang meminum air. Terlihat Arin yang saat itu sedang menggunakan baju daster tanpa lengan dan panjangnya hanya menutupi lutut dengan rambut panjang yang terurai begitu terlihat **** dimata Devan,ia sampai susah menelan air liurnya dadanya pun berdebar cepat.


"Ada apa dengan jantung ku?,kenapa dia terlihat cantik sekali!". Gumamnya lalu berjalan menuju kearah Arin.


Arin yang belum menyadari kehadiran Devan,masih asik menikmati minumnya "ahh, akhirnya basah juga tenggorokan ku",gumamnya. Lalu ia membalikan badan ingin segera tidur kembali,tapi ia begitu terkejut karena Devan ternyata ada dibelakangnya dan Arin hampir menabraknya.


"Eh tuan maaf saya tidak tahu jika ada tuan disini". Ucap Arin.


Devan tak menjawab perkataan Arin,ia malah semakin maju mendekat kearah Arin,sontak Arin langsung berjalan mundur hingga ia menabrak meja yang ada di belakangnya,saat jarak mereka sudah begitu dekat,Devan membungkukkan badan mendekatkan wajahnya ke sisi telinga kanan Arin.


"Kamu cantik". Bisik Devan sambil tersenyum lalu ia membalikan badan meninggalkan Arin.


"Sial,sepertinya aku harus banyak hati-hati dengan tuan Devan". Batin Arin sambil meremas ujung bajunya.


...***********...


"Uhhh,kenapa panas sekali sih,padahal tadi didalam adem banget",gumam Arin yang baru saja keluar dari mini market.


Hari ini setelah mengurus Bintang Arin disuruh Santi ke mini market untuk membeli beberapa camilan.


Saat Arin sedang memesan ojol,terlihat seorang pria yang baru saja keluar dari mini market,pria itu begitu terburu - buru hingga tak memperhatikan jalannya dan menabrak Arin hingga handphone Arin terjatuh. Arin langsung mengambil hp nya.

__ADS_1


"yah,retak handphone ku,hiks hiks hiks",terlihat layar hp Arin yang retak,ia mencoba menghidupkan ya. "hah,untung masih nyala",ia terlihat lega,seenggaknya hpnya masih berfungsi.


"Maaf,saya tidak sengaja,apa anda baik - baik saja?",tanya pria yang menabraknya.


"saya baik - baik saja tapi hp saya tidak baik - baik saja",jawab Arin yang masih melihat kearah hpnya.


"Anda tidak perlu khawatir,saya akan ganti hpnya",kata pria itu.


"Beneran ..." Arin tak melanjutkan kata - katanya saat ia menoleh ternyata pria yang menabraknya si pemilik apotek.


"Kamu bukanya yang waktu itu di apotek ya?",tanya pria itu.


"eh ternyata bapak , gak nyangka bisa bertemu disini ",jawab Arin sambil tersenyum.


"Jangan panggil bapak panggil Kenzo saja,nama ku Kenzo". Ia menyebut namanya sambil mengulurkan tangan ke Arin.


"Arina,panggil saja Arin".Arin juga mengulurkan tangannya.


...**********...


"Akhirnya selesai juga". Gumamnya,ia lalu mencuci tangannya lalu menuju ke kamar Bintang,terlihat Bintang sedang berbaring di ranjang.Ia tersenyum menghampiri Bintang.


"Maaf ya sedikit lama,apa tuan ingin jalan - jalan?". Arin lalu keluar kamar memanggil pelayan lain untuk membantunya memindahkan Bintang ke kursi roda,tapi saat ia hendak membuka pintu Santi sudah membuka duluan.


"Arin mau kemana?"


"Mau minta bantuan untuk memindahkan tuan Bintang ke kursi roda karena saya akan membawanya jalan - jalan ke belakang rumah".


"Jangan keluar dulu,ada yang hendak saya bicarakan sama kamu,mari kita duduk di sofa". Ajak Santi.


Lalu Arin pun mengikuti Santi yang sudah dahulu duduk di sofa.


"Begini Arin,apa kamu punya suami?",Santi pura - pura bertanya seperti itu padahal dia sudah tahu bahwa Arin janda dari orang yang membawa Arin.


"Saya sudah bercerai nyonya,sejak anak saya berusia 3 tahun".

__ADS_1


"Oh,terus sekarang anak kamu siapa yang jaga?",dengan bahasa yang dibuat selembut mungkin dan dengan mimik Wajah yang dibuat sesedih mungkin berharap agar rencananya berhasil.


"Dia bersama ibu saya nyonya".


"Apa kamu tidak berniat untuk menikah lagi?"


"saya memang ada niatan untuk menikah tapi bukan dalam waktu dekat nya".


"Kenapa?"


"Karena saya masih punya tanggungan hutang yang sangat banyak,mungkin setelah saya bisa melunasinya saya akan mencari calon yang tepat untuk saya." Ada kebohongan dalam jawaban Arin.


"memangnya berapa hutang yang kamu punya?". Tanya Santi penasaran.


"Sekitar satu milyar". Santi langsung melotot mendengar jumlah hutang Arin,untuk apa uang sebanyak itu karena setahunya hidup di kampung kan tidak semahal hidup di desa.


"Sebenarnya itu hutang mantan suami saya,dia berhutang dengan banyak rentenir dan yang terakhir dia berhutang menggunakan sertifikat rumah saya,uang itu ia gunakan untuk berjudi ". Jawab Arin dengan wajah yang dibuat sendu,sebagian ceritanya memang benar hanya dia sedikit melebihkan saja karena ia berfikir mungkin Santi akan melancarkan niat jahatnya sekarang.


Santi berfikir sejenak,tampak ia lama berfikir hingga ia berucap "Arin,maukah kamu menikah dengan Bintang?".Sontak Arin terkejut dengan permintaan nyonya Santi lebih tepatnya ia pura - pura terkejut,agar nyonya Santi tidak curiga bahwa ia telah mengetahui rencana jahat Santi.


"Tapi nyonya...."


"Saya tahu kamu pasti ragu dengan keadaanya Bintang",Santi memotong perkataan Arin ia diam sejenak. " Tapi kamu tak perlu khawatir,saya akan membayar lunas hutang kamu sebagai maharnya dan saya juga akan kasih kamu jatah bulanan,tugas mu hanya mengurus Bintang" . Jelas Santi panjang lebar,uang satu milyar bukan lah hal besar untuknya ala lagi setelah ia menikahkan Bintang dan Arin,maka uang bukan lagi masalah.


"Tapi tuan Bintang kan tidak mencintai saya,apakah tuan Bintang tak memiliki kekasih?"


"Cinta akan tumbuh dengan sendirinya,Bintang juga ditinggal oleh kekasihnya jadi kamu tidak perlu khawatir,kamu mau kan menikah dengannya lagi pula kan kamu jadi bisa melunasi hutang mu itu,kalau pekerjaan mu begini mungkin sampai mati pun kamu tidak akan pernah bisa membayar hutang mu itu?". Bujuk Santi dengan wajah penuh harap. Arin tampak berfikir.


"Baiklah saya mau menikah dengan tuan Bintang,tapi saya punya syarat nyonya harus mentransfer uang itu sehari sebelum menikah",terang Arin.


"Baiklah saya akan turuti syarat dari kamu,kalian akan menikah seminggu lagi dan karena Bintang keadaanya seperti itu jadi kalian akan menikah secara sederhana",ucap Santi,ia kini tersenyum dengan penuh kemenangan,rencana untuk menguasai seluruh harta Bintang akan segera terwujud.


...**********...


Hay reader kira - kira apa rencana Arin selanjutnya ya?yuk ikutin terus ceritanya....

__ADS_1


__ADS_2