
...πππππ...
...Ok lanjut...
Erick sangat marah mengetahui siapa Rere sebenar nya
Dan hati nya juga sangat sakit saat mengetahui niat Rere mendekati diri nya
'' Kau wanita iblis bermuka malaikat Rere aku sudah di tipu mentah mentah oleh mu dan dengan bodoh nya aku menerima mu dan menjadi kan pernikahan ku sebagai taruhan nya '' kata Erick geram
Tapi rasa sakit nya tak sebanding dengan rasa penyesalan nya terhadap Elisha saat ini
Erick sadar selama ini Elisha sudah berusaha untuk menjadi istri yang baik dan menjadi kan dia sebagai kepala rumah tangga
Tapi karena ingin melindungi hati sang kekasih Erick bersikap dingin pada Elisha
Tapi selama ini Elisha tidak pernah mengeluh bahkan Elisha tidak menuntut apapun
Kartu yang ia berikan pun tidak pernah Elisha pakai
Berbeda dengan Rere yang selalu menghabis kan uang nya untuk ber foya foya
Erick juga memberikan kartu untuk Rere sebagai bentuk kasih sayang nya
Meski pun perusahaan nya saat ini mengalami keterpurukan tapi Erick masih punya uang untuk memanjakan orang terkasih nya
Memikir kan hal itu membuat kepala Erick ingin terasa pecah
Dan detik ini juga Erick memerintah kan Malvin untuk membekukan kartu yang di pegang oleh Rere
Dan sebagai ganti nya ia akan meminta uang uty kembali tapi dengan cara yang berbeda dan itu tidak akan baik untuk Rere
Dan untuk Elisha ia tidak tahu harus berbuat apa karena sedari awal pernikahan itu hanya di atas kertas
Dan Erick tidak tau harus berbuat apa
Meminta maaf pun ia tidak bisa karena ego nya terlaku tinggi, ia takut jika ia minta maaf maka harga diri nya akan di rendah kan
'' Dasar bodoh '' π‘π‘π‘
'' Akan ku buat kau menyesal karena telah menyakiti hati se orang perempuan '' author
Setelah itu ia keluar dari ruangan nya dengan keadaan menahan semoga gejolak yang berada di dalam tubuh nya
Bahkan semua karyawan nya se akan takut melihat aura yang Erick keluar
'' Ada apa dengan kak Erick ? ''
__ADS_1
'' Kelihatan nya dia sedang sangat marah ''
'' Mulai sekarang aku tidak akan mencari masalah dengan nya lagi '' ucap salah satu perempuan di sana
'' Emang nya kamu pernah mencari gara gara dengan oak Erick '' tanya temen nya
'' Bukan hanya aku tapi kita semua kalian lupa apa pura pura bodoh bahkan hampir seluruh karyawan perempuan yang ada di sini selalu mencari celah untuk menggoda nya '' jawab nya dengan sinis
'' Oh ya ampun mulai detik ini juga aku gak akan pernah mencoba merayu nya lagi '' kata karyawan lain nya
Saat melihat Erick dalam ke adaan seperti itu membuat nya sangat takut
Bagaimana tidak takut tatapan Erick menusuk dan sangat tajam se olah olah ingin memakan orang yang ads di depan nya
Dan hampir seluruh mata nya sudah memerah seperti orang kesurupan dan itu membuat yang melihat nya tarut
Dan bisik bisik tetangga tersebut di dengar oleh Malvin tapi itu tampak sangat menyenangkan bagi Malvin
'' Akhir nya dia marah juga sudah lama aku tidak melihat nya marah seperti orang kesurupan '' gumam Malvin
'' Tapi jika di biar kan terus menerus maka tak akan baik juga untuk ku sudah pasti aku yang akan menjadi korban kekesalan nya '' ucap Malvin lagi
Dan dengan langkah yang panjang ia menyusul Erick
Dan itu tak luput dari semua mata karyawan yang ada di sana
Karena setelah Erick maka Malvin lah target ke dua karyawan yang ada di sana
Tak jarang semua karyawan perempuan yang ads di sana kerap menggoda Malvin
Tapi kalian tau sendiri lah sifat Malvin tidak jauh berbeda dengan Erick tapi setidak nya Malvin tidak se cuek Erick
Dan itu membuat mereka tambah gencar untuk menggoda nya bahkan ada yang terang terangan menggoda memakai tubuh nya untung saja Malvin teguh pendirian jadi ia tidak berpengaruh dengan itu
Tapi jika terus menerus di goda seperti itu jangan salah kan Malvin jika ter pancing dan itu sudah hampir terjadi
Bukan hanya sesekali tapi sudah sering kali terjadi bahkan Malvin sudah menyicipi bola bola kenyal milik perempuan yang menggoda nya tersebut
Taki entah lah semua itu tidak pernah berlanjut ke tahan yang selanjut nya karena selalu ada gangguan dan itu membuat nya sangat frustasi.
Dan untuk memuas kan hasrat nya Malvin sering kali ber solo karir πππ
Kembali ke Erick
Saat ini Erick sedang berada di pusat pembelanjaan untuk menemui Rere
Erick sengaja ingin memanjakan Rere untuk yang terakhir kali nya baru setelah itu ia akan meminta kembali uang yang sudah Rere habis kan
__ADS_1
Semakin banyak uang yang Rere keluar kan maka semakin kejam pembalasan yang akan Erick berikan dan itu sudah mutlak tidak dapat di ganggu gugat.
Saat ini mereka ber dua sudah berada di dalam Mall bahkan tangan Rere sudah penuh dengan belanjaan nya dan barang itu semua nya bermerek
Melihat itu Erick hanya tersenyum sinis
'' Dasar wanita murahan '' batin Erick
'' Nikmati lah waktu bebas mu untuk yang terakhir kali nya karena setelah ini kau akan berada di dalam negara yang di buat oleh ku ''
'' Sayang aku ingin itu '' kata Rere dengan manja
'' Beli lah se suka mu '' kata Erick dingin
Mendengar itu Rere senang dan tanpa pikir panjang Rere memilih apa yang ia ingin kan bukan apa yang ia butuh kan
Karena apapun yang ia beli hari ini itu semua untuk mempercantik diri nya sendiri dengan begitu akan ada banyak laki laki hidung belang yang akan mendambakan tubuh nya
Dan itu sangat menguntungkan u tim Rere karena mereka semua adalah ATM berjalan nya
Sedang kan Malvin kehilangan jejak Erick karena sudah lelah akhir nya ia kembali ke kantor karena bagaimana pun pekerjaan nya sangat banyak karena sudah pasti Erick tidak akan kembali dan semua kerjaan nya harus ia yang handle
Dan itu sudah biasa bahkan Malvin lebih lebih sering datang ke perusahaan milik Erick se akan akan ia lah pemilik nya
Ingin protes tapi gaji yang Erick berikan tidak tanggung-tanggung lain hal nya dengan bonus bonus yang di berikan untuk nya
Dan mau tidak mau Malvin mengerjakan nya dengan suka rela
Ya meski pun di temani dengan berbagai umpatan kecil yang di tujukan untuk Erick sang bos sekaligus sahabat laknat nya tersebut
Sedang kan Erick memilih untuk menunggu Rere di sebuah kafe yang berada di dekat mall tersebut.
Dan untuk menghilangkan rasa bosan nya Erick mengecek beberapa email yang masuk dan menyelesaikan beberapa pekerjaan nya yang tertunda
Sudah hampir setengah jam tapi tidak ada tanda-tanda Rere akan datang hanya bunyi notifikasi di hand phone nya yang sering kali berbunyi
Dan itu semua adalah notifikasi dari bank siapa lagi ulah nya kalau bukan Rere
Erick tidak jadi membeku kan kartu yang Rere pegang karena Erick merubah rencana nya
'' Bersenag senang lah Rere selagi kau bebas dan bisa menghirup udara segar karena setelah ini hanya akan ada air mat di sisi hidup mu '' kata Erick dengan wajah yang mengerikan.
...πππππ...
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
...like, koment, vote, dan jangan lupa klik favorit agar bisa tau jika author sudah up...
__ADS_1