
Selamat pagi semua π€π€π€
Awali hari mu dengan senyuman πππ
Dan semoga apa yang kita lakukan selalu di beri kan kelancaran Amin
Baiklah lanjut
...πππππ...
Erick dan Malvin masih berada di ruang kerja nya Erick
Dan pembicara itu masih terus berlanjut
Karena Malvin hanya ingin sahabat sekaligus bos nya itu sadar jika ia sudah memiliki istri
Dan istri nya itu juga butuh perhatian kasih sayang dari Erick
Bukan hanya sekedar menyiap kan keperluan nya saja
Sedang kan Erick masih berada di ambang kebingungan
Bingung akan siapa Rere sebenar nya, bingung dengan hati nya bingung dengan pernikahan nya semua nya terasa sulit untuk Erick
Karena memang Erick tidak ber pengalaman di dalam bidang percintaan
Tapi mendengar Malvin menyuruh nya untuk melepas kan Elisha ia juga tidak mau
Entah lah Erick butuh waktu untuk semua itu
'' Erick pikir kan lah perasaan Elisha sejauh ini dia sudah mencoba yang terbaik untuk menjadi se orang istri jangan egois jangan hanya mementing kan perasaan mu saja jangan hanya berputar di area yang sama kamu juga tidak tau kan kedepan nya gimana, apakah kamu sudah siap untuk kehilangan Elisha di saat ia sudah merasa lelah dengan ini semua '' kata Malvin panjang lebar
'' Aku tau aku salah tapi aku tidak dapat membohongi diri ku sendiri jika saat ini hidup ku masih bertumpu pada Rere, karena dia sudah terlalu lama menjadi bagian dalam hidup ku dan cukup sulit untuk menghilangkan nya dan untuk Elisha sedari awal aku sudah bilang untuk tidak pernah menyukai ku karena aku takut aku tidak bisa membalas cinta nya '' kata Erick
'' Iya aku paham tapi se tidak nya kamu juga harus mikirin perasaan nya Elisha '' kata Malvin
'' Adi sini bukan hanya dua yang ter sakiti tapi juga aku, kau kan tahu se dari awal aku sudah menolak pernikahan ini karena aku takut menyakiti nya terlalu dalam dan aku pun juga sudah jujur pada ayah nya jika saat itu aku sudah memiliki kekasih tapi apa ayah nya masih ngotot ingin menikah kan aku dengan putri nya, dan saat itu aku berada di ambang kehancuran hanya tuan William yang bisa membantu perusahaan '' kata Erick panjang lebar
__ADS_1
Di sini kita tidak bisa menyalah kan Erick sepenuh nya sebab dari awal Erick sudah jujur pada ayah nya Elisha jika ia sudah memiliki kekasih hati dan untuk Elisha pun se dari awal sudah Erick peringat kan untuk tidak jatuh cinta pada nya karena Erick takut tidak dapat membalas nya dan itu akan menyakiti Elisha, dan Erick juga berjanji pada Elisha untuk tidak menyentuh nya sebab Erick tidak ingin Elisha di rugikan.
Tapi nama nya hati siapa yang tahu begitu pun juga dengan Elisha ia juga tidak ingin berada di posisi seperti sekarang karena itu jelas jelas akan menyakiti nya
Tapi hati tetap tidak bisa bohong karena selama ini Elisha tidak pernah pacaran atau pun dekat dengan laki laki mana pun.
Jadi wajar jika ia terpesona dengan pesona Erick yang notabene nya adalah suami nya.
Ya meski pun Erick terkesan dingin tapi jauh dari itu Erick sudah memenuhi semua kebutuhan nya.
Dari makan tempat tinggal baju dan lain nya semua Erick penuhi dan tanpa izin Elisha Erick juga mentransfer uang ke rekening Elisha setiap bulan.
Bahkan baju, tas sepatu, make up Erick rutin membeli kan nya.
Dan saat ini di mana ayah nya Elisha orang yang seharus nya bertanggung jawab atas semua masalah ini ?
Jawaban nya adalah William lebih memilih untuk tinggal di luar negeri dan untuk perusahaan ia serah kan ke Elisha.
William hanya berpesan untuk tetap berada di sisi Erick apapun yang terjadi dan untuk Erick William berpesan agar menjaga Elisha seperti ia menjaga nya dari kecil dengan penuh kasih sayang.
Malvin sebentar nya juga bingung karena ia tahu Erick tidak seberengsek itu tapi keadaan nya yang menuntut untuk itu
'' Karena aku sadar Elisha bisa menjadi istri yang baik dan ibu yang baik untuk anak anak ku kelak '' lanjut Erick
Mendengar itu Malvin menjadi lega se tidak nya Erick sudah bisa menata hidup nya dan akan menjalani pernikahan nya dengan se utuh nya bersama dengan Elisha
Sedang kan Elisha mematung di depan pintu
Tapi jauh di lubuk hati nya ia merasa bahagia mendengar ucapan Erick yang ingin menjadi kan ia istri satu satu nya
Tapi Elisha sadar Erick masih butuh waktu untuk itu
Elisha pergi dari sana dan langsung pergi ke kamar nya sendiri
Elisha masih memikir kan apa yang di bicara kan oleh Malvin dan suami nya.
Elisha termenung di dalam kamar nya
__ADS_1
Sebenar nya bukan cuma Erick yang butuh waktu tapi juga diri nya.
Elisha juga butuh waktu sendiri untuk menyelesaikan permasalah yang ada
Yaitu teka teki tentang ayah nya yang tiba tiba memberi kan perusahaan ke tangan nya bahkan sudah ia tandatangani dan sekarang perusahaan itu sudah resmi berada di tangan nya
Bahkan Elisha tidak merasa menandatangani berkas tersebut
Apalagi tentang keputusan sang ayah yang tiba-tiba ingin pergi ke luar negeri dengan alasan ingin ber keliling dunia
Dan itu sangat aneh menurut Elisha
Apalagi tentang keputusan sang ayah yang tiba-tiba ingin menikah kan Erick dengan nya padahal ia tau Erick sudah memiliki pujaan hati
Masalah Elisha tak kunjung selesai belum butik belum lagi tentang perusahaan
Tapi meskipun begitu Elisha tidak merasa kesulitan sebab dari awal kuliah Elisha sudah mulai terjun ke perusahaan dan itu pun karena paksaan dari William sang ayah
Elisha mencoba untuk berpikir tapi tidak menemukan jalan
Sampai akhir nya
'' Aku butuh waktu untuk mencari tahu keberadaan ayah dan apa tujuan nya apa ada sesuatu yang ayah sembunyi kan selama ini dari ku '' gumam Elisha
'' Sedang kan mas Erick juga butuh waktu untuk menenang kan hati dan pikiran nya karena ini juga tidak mudah untuk nya '' lanjut Elisha
BERSAMBUNG.....
Jangan lupa like koment vote dan klik favorit nya agar tidak ketinggalan cerita nya
Dan jangan lupa rate bintang 5 yes πππ
Gift author juga ya π π π
Untuk bab selanjut nya di mohon untuk ber sabar ππ
Jangan lupa mampir ke karya author yang lain nya oke πππ
__ADS_1
Bye bye semua ππ