Hanya Dipermainkan Lelaki Nafsu Eps 2

Hanya Dipermainkan Lelaki Nafsu Eps 2
BAB 26 Pertemuan Kembali Hadi dan Ati


__ADS_3

Hadi pun sering menghubungi Ati, hari ini Ati akan menjenguk Hadi di Sel tahanan. Karena hari ini libur sekolah, pagi- pagi Ati sudah bersiap- siap untuk menjenguk Hadi, dan sudah sibuk di dapur, hari ini Ati akan membawakan nasi goreng spesial buat Hadi. Ati merasa sangat senang karena Hadi sering menghubungi nya, dia sangat bersemangat memasak untuk Hadi.


Handphone Ati berdering video call masuk dari Adam.


"Pagi sayang, kamu lagi ngapain?" maaf yaa aku nggak ngasih kabar kalo sudah sampai, jam 10 malam aku baru sampai mau hubungin kamu takut ganggu kamu tidur."


"Iya nggak papa sayang, aku lagi masak nasi goreng neh, kamu sudah sarapan ?"


"Mau donk, kangen aku masakan nasi goreng buatan kamu, sudah tadi sarapan roti."


"Kesini donk kalo kamu mau nasi goreng buatan aku.." Ati tersenyum kepada Adam, Ati tidak memberi tahu Adam, kalo hari ini Ati akan bertemu dengan Hadi.


"Iya nanti aku kerumah kamu,manis nya senyuman.., cantik banget kamu mau kemana ?"


Ati berpikir. "Hmm gombal deh.. aku mau jalan sama teman aku, boleh kan aku jalan ?" Ati terpaksa berbohong kepada Adam.


"Yaa boleh lah sayang." Ya udah aku mau istirahat dulu ya besok aku sudah harus kerja.."


"Iya sayang semangat yaa kerja nya.." Ati memberikan kecupan semangat kepada Adam.


"Iya sayang hati- hati di jalan," Adam pun membalas kecupannya.


Sambungan telepon pun ditutup.


"Maaf Dam, aku harus berbohong, aku cuma mau menjenguk ka Hadi, nggak ada niatan yang lain, kalo aku jujur, pasti kamu marah dan tidak mengizinkan aku.


Jantung Ati berdetak lebih kencang, ketika sampai di sel tahanan.


"Permisi mba, ada yang bisa saya bantu, anda mau bertemu dengan siapa? "


"Saya mau bertemu dengan Hadi."


"Bisa saya lihat KTP nya.."


"Iya ini mba." Ati pun menyerahkan KTP nya.


"Maaf mba, handphone dan tas nya silahkan di titip kepada ibu itu." Seraya menunjuk kearah temannya.


"Iya mba."

__ADS_1


Ati pun langsung masuk ke ruangan dan menunggu kedatangan Hadi. Beberapa menit kemudian Hadi datang. Hadi langsung duduk di samping Ati, dan Ati menyerahkan makanan yang dia bawa.


"Apa ini Ti, kamu bawa apa ?" wangi banget.."


"Buka donk ka.."


"Wahh nasi goreng, kamu yang masak sendiri Ti ?"


"Iyaa ka semoga kaka suka yaa.."


"Yaa pasti enak lah masakan Ati gitu lho." Sambil tersenyum memandang Ati.


"Hmm bisa aja muji nya," Ati pun tersenyum.


"Gi mana hubungan kamu sama Adam, baik- baik aja kan?"


"Iya baik kak, dia sekarang kerja di Surabaya melanjutkan usaha keluarga nya."


"Wahh.. jauh yaa, apa kamu nggak takut, pacaran jarak jauh banyak godaan nya lho..?"


"Hmm nggak kak, aku percaya sama dia bisa menjaga perasaan aku, dan cinta kita berdua, yang paling utama setiap hubungan kepercayaan dan komunikasi."


"Oh iya, semoga ya kalian bahagia selalu yaa Ti.." Hadi sebenarnya masih mengharap kan Ati, Hadi terus memandang Ati, tapi apalah daya, cinta dan sayang Ati sudah berpindah ke Adam, karena kesalahan nya sendiri, nasi sudah menjadi bubur.


"Iya terima kasih Ti, sekali lagi kaka minta maaf sama kamu atas perbuatan kaka dulu," Hadi memegang tangan Ati, permintaan maaf dari Hadi sangat tulus.


"Iya ka, yang lalu biarlah berlalu, anggap lah itu pelajaran buat kita, jika kaka mendapatkan wanita tolong jaga dia ka, jangan pernah merusak nya karena orang tua nya menjaganya dengan kasih sayang, orang tua mana yang tidak sakit hati melihat anaknya hancur karena laki-laki.


Hadi hanya terdiam, dia sadar akan perbuatan nya dulu sering bermain wanita, gonta ganti pasangan, dia tidak bisa menjaga Ati dengan baik malah menghancurkan masa depannya. Sejam kemudian, waktu bertamu habis.


"Aku pulang dulu ya ka, sampai ketemu lagi."


"Iya Ti hati-hati kalo ada waktu datang lagi ya, aku boleh mencium kening kamu Ti..?"


"hmm boleh kak." Ati malu- malu menjawab nya.


Hadi pun mencium kening Ati. Jantung Ati dan Hadi berdetak lebih kencang, muka Ati menjadi Merah.


"Jangan lupa di makan nasi goreng nya yaa ka ?"

__ADS_1


"Iya pasti aku makan Ti, terima kasih banyak hati- hati di jalan ya..?


"Iyaa kak.


Jam 1 siang, Ati baru sampai rumah, sesampai dirumah ada bendera hijau yang bertuliskan innalillahirajiun, dia bingung siapa yang meninggal, Ati pun langsung berlari masuk kedalam rumah dan menangis ternyata nenek Ati yang selama ini menjaga dia ketika orang tua Ati keluar kota meninggal dunia, Ati langsung memeluk nenek nya yang terbaring dan tertutup kain, air mata nya mengalir sangat deras.


"Sabar Ti, jangan menangis ikhlaskan nenek," mama nya Ati pun memeluknya. "Tadi nenek jatuh dikamar mandi waktu kamu nggak ada di rumah, langsung dibawa kerumah sakit tapi nyawa nenek tidak tertolong, tante mu nelepon langsung mama sama papa pulang.


"Tadi pagi nenek sehat-sehat aja mah..."


"Iya Ti, maut rezeky kita sudah ditentukan yang di Maha Kuasa.. sudahh.. sudah ikhlas kan nenek biar nenek tenang di sana"


Nenek nya Ati, sudah dikuburkan, Ati dan kedua orang tua nya pun langsung kerumah, sesampai dirumah Muna datang.


"Maaf ya, aku baru datang turut berduka cita ya Ti, yang sabar.."


"Iya muna nggak papa." Ati pun langsung memeluk Muna. "Sudah Ti, jangan nangis kasian nenek kamu tangisin terus.. "ayo kita masuk Ti, duduk dulu, kamu sudah kasih kabar Adam Ti ?"


"Belum ada Mun, nanti saja aku ngabarin dia."


"Gi mana cerita nya nenek kamu Ti?"


"Bilang mama aku nenek jatuh dikamar mandi waktu aku jalan tadi, sudah dibawa kerumah sakit tapi terlambat.." Ati cerita sambil menangis, mata nya sudah bengkak.


"Maaf yaa.. aku nggak berniat buat kamu sedih Ti, cuma penasaran aja, kemaren.. kemaren sehat aja nenek kamu Ti, jadi aku kaget..."


"Iya nggak papa Mun." Ati menghapus kan air mata nya.


"Kamu habis dari mana Ti?"


"Aku habis jenguk kak Hadi di Sel..."


"Appaaa... kamu jenguk kak Hadi sama siapa ?"


"Sendiri aja Mun.."


"Ngapain kamu jenguk dia ? Adam tau Ti ?... Apa kamu masih ada perasaan dengan kak Hadi, kamu lupa dia hampir membunuh Adam Ti ?"


"Aku masih ingat semua Mun, dengan kejadian itu, aku cuma merasa kasian aja sama dia, semoga dia sadar dan tidak mengulangi perbuatannya."

__ADS_1


"Iyaa... semoga kak Hadi sadar Ti???


...BERSAMBUNG...


__ADS_2