
Sasa pun bersalaman dengan mamah dan papah Adam.
"Nama saya Sasa, om tante sekertaris baru Adam.
"Oh iyaa, Sasa nama yang cantik seperti orangnya.." Mama Adam menggoda Sasa.
"Kamu sudah punya pacar Sa.." Tanya papah nya Adam.
"Belum om," Sasa hanya tersenyum.
"Kenapa nggak pacaran sama Adam, dia masih jombo tuh.." Papah nya Adam menggoda Adam.
"Aku sudah punya pacar pah, di Pontianak adik kelas aku.." Adam cemberut karena di suruh pacaran dengan Sasa.
"Mana pacar kamu nggak pernah di kenalin ke papah sama mamah, papah sudah tua sakit- sakitan kamu cepat-cepat nikah, papah ingin ngeliat kamu nikah dan mau gendong cucu Dam." Papah nya Adam menjadi sedih.
"Cewek aku masih sekolah pah, setahun lagi lulus, papah jangan berpikir yang tidak- tidak, papah pasti sehat." Sambil memeluk Papah nya.
Mamah Adam berusaha mencairkan suasana,
"kalian sudah makan..?"
"Sudah mah."
Tiba-tiba telepon Kenzo berdering ternyata dokter kepercayaan keluarga Kenzo bisa merawat papah nya Adam.
"Om tante saya ada kabar baik, dokter kepercayaan keluarga saya bisa membantu menyembuhkan penyakit om, dia adalah dokter terbaik di negara X 2 hari lagi dia akan kesini.."
Mata Adam dan mamahnya Adam berbinar senang.
Kenzo dan Sasa pun berpamitan untuk pulang.
"Om tante kita pulang dulu ya." Sasa dan Kenzo pun bersalaman dengan dengan kedua orang tua Adam.
"Sering- sering ke sini Sa, tante butuh teman untuk ngobrol. "Mamah nya Adam memeluk Sasa.
"Iya tante saya akan sering mampir ke sini.
Adam hanya terdiam melihat ke akraban Sasa dan mamahnya, seharus nya Ati lah yang akrab dengan mamah nya.
Kenzo dan Sasa pun pulang.
"Mau langsung ku antar pulang Sa atau mau jalan dulu..?" Tanya Kenzo tanpa memandang Sasa, karena Kenzo lagi fokus menyetir.
"Hmm kemana ya..." Sambil berpikir. "Gi mana kita duduk- duduk di pinggir laut yokk..?
"Boleh.. boleh Sa yang dekat sini aja ya..?"
__ADS_1
"Ok...
Sesampai dipinggir laut mereka berdua duduk, Kenzo mulai memiliki perasaan dengan Sasa, tapi Sasa lebih menyukai Adam, pada pandangan pertama kali dia bertemu di mall.
"Indah banget ya pemandangan nya Sa..?"
"Iya Ken, hawa nya dinginnn.." Sasa menyilangkan tangan nya di dada nya.
Kenzo pun dengan sigap, melepaskan jaket nya, dan memberikan ke Sasa.
"Pakaian mu terlalu terbuka Sa, pakai ini jaket aku biar kamu nggak kedinginan, kamu mau teh hangat Sa...? biar aku pesan kan ?"
"Iya boleh, aku tunggu di sini aja ya.. ?" Kenzo sangat perhatian dengan Sasa, berbanding terbalik dengan sikap Adam yang cuek ke pada Sasa.
"Iya Sa..." Kenzo tersenyum ke Sasa.
Kenzo pun membawakan teh hangat buat Sasa.
"Ini Sa minum dulu..." Sambil menyerahkan ke Sasa.
"Makasih ya Ken." Sasa tersenyum ke Kenzo.
"Gi mana kerja dengan Adam Sa..?
"Hmm, nyenengin kok Ken, kenapa kamu nanya gitu?"
Sasa bingung untuk menjawab pertanyaan Kenzo.
"Hmmm nggak kok Ken, perasaan kamu saja."
"Kalau kamu nggak suka dengan Adam, berarti ada kesempatan donk mendekati kamu." Kenzo tertawa.
"Massa cowok setampan kamu belum punya cewek sih Ken, aku nggak percaya..??? seharunya kamu banyak cewek muka mu kaya cowok playboy" Sasa mendorong Kenzo dan memukul bahu nya.
"Sakit Sa.." Mengelus-ngelus bahu nya.
"Sembarangan kamu ngatain aku playboy aku ini cowok baik-baik cowok setia Sa. Banyak sih yang berusaha dekatin aku, tapi aku pilih- pilih Sa, nanti dia cuma manfaatin aku saja."
"Masaa sihh.." Sasa mencoba menggoda Kenzo.
"Ayo kita pulang sudah malam.." Kenzo berdiri dan menarik tangan Sasa. Mereka berdua pun berjalan ke mobil Kenzo berani menggandeng bahu, Sasa hanya diam.
Sesampai didepan rumah Sasa, Kenzo turun dan membuka kan pintu untuk Sasa.
"Terima kasih ya Ken." Sasa memberikan senyuman termanis nya.
"Iya Sa, kapan- kapan kita jalan lagi yaa..?
__ADS_1
"Ok Ken, pulang sana sudah malam..! Sasa mendorong Kenzo kemobil, tiba- tiba kaki Sasa tersandung dan mereka berdua jatuh berpelukan di mobil. Kenzo yang reflek memeluk Sasa.
Sasa pun langsung melepas pelukan Kenzo.
"Maaf Ken.." Muka Sasa menjadi merah, karena malu.
"Iya kamu nggak papa Sa..?" Sambil memegang muka Sasa dan tangan nya memeriksa ada yang luka apa tidak.
"Nggak papa aku Ken, harus nya aku yang bertanya kamu tidak papa, maaf aku mendorong kamu Ken?"
"Iya nggak papa Sa, aku pulang dulu ya sudah malam sampai ketemu lagi.. daaahhh..." Kenzo melambaikan tangan saat memasuki mobil.
"Daahhh.. hati-hati Kenzo." Sasa pun melambaikan tangan nya juga.
Setelah kepergian Kenzo, Sasa pun langsung masuk ke dalam kamar nya. Tiba- tiba Sasa teringat Kenzo, dia yang sangat perhatian, dia berpikir sejenak apakah tetap mengejar Adam yang sudah memiliki pacar, atau lebih memilih Kenzo yang perhatian kepada nya. Sasa menjadi bingung.
Setiap mau tidur Adam selalu video call dengan Ati untuk mengurangi rasa rindu nya. Adam pun berniat untuk memberitahu keadaan papah nya.
"Lagi ngapain sayang... kamu belum ngantuk kan ?" Tanya Adam.
"Iya belum, tumben jam segini kamu baru telepon, iya tadi ada teman- teman aku kerumah, sahabat aku dari kecil datang, aku sudah lamaaa banget nggak ketemu dia terakhir ketemu umur 12 tahun.
"Ohh lama banget yaa.." Ati terus memandang Adam dan tersenyum
"Iya papah aku sakit jantung Ti, jadi harus keluar masuk rumah sakit, beberapa hari yang lalu drob banget, aku sampai bingung harus gi mana, untung ada Kenzo yang nawarin kalo dia punya kenalan dokter spesial jantung yang bagus.." Adam cerita ke Ati.
"Semoga papah kamu cepat sembuh ya, sehat slalu salam saja buat papah sama mamah yaa sayang.."
"Iya sayang terima kasih." Sebenarnya Adam tidak pernah cerita kalau sudah punya pacar dia belum sempat untuk memperkenalkan Ati kepada kedua orang tua nya walaupun lewat video call.
Ati menguap," huuuaahhh"
"Dah ngantuk yaa sayang tidur dah istirahat..."
"Iya sayang, ohh iya aku mau ngasih tau kalau bulan depan perpisahan, kamu bisa kan datang..?" Ati sangat berharap Adam akan datang.
"Aku usahain ya sayang, semoga aku bisa datang.."
"Iya sayang.. Love you" Ati memberikan kecupan dan memberikan senyum termanis nya.
"Love you too sayang," Adam pun membalas kecupan Ati.
Adam pun langsung membuka laptop nya memeriksa jadwal bulan depan apakah bisa datang ke perpisahan sekolah Ati.
Next maaf yaa up.. nya cuma bisa sebab setiap hari nya soal nya sambil kerja jadi nya nyicil nulis nya 😁
Like koment dan vote nya terima kasihh
__ADS_1