Hanya Dipermainkan Lelaki Nafsu Eps 2

Hanya Dipermainkan Lelaki Nafsu Eps 2
Bab 32 Pertemuan Dengan Orang Tua Adam


__ADS_3

Selesai mereka kumpul dengan teman-teman nya, Ati dan Adam pun pergi ke sebuah rumah makan sederhana, karena dari tadi perut Adam berbunyi, Adam lupa sarapan saat di hotel karena dia buru- buru mau membelikan bunga mawar untuk Ati.


Sesampai di rumah makan, Adam makan sangat lahap.


"Pelan- pelan makannya, nanti keselek ?" Ati menasehati Adam.


"Iya aku lapar banget tadi aku lupa sarapan di hotel, buru- buru berangkat takut kesiangan." Adam tetap makan dengan lahap.


"Kenapa kamu nggak ngasih kabar, kalau datang ke sini?" Ati menatap Adam.


"Kalau aku kasih kabar datang ke sini, bukan kejutan sayang..." Adam tersenyum.


"Besok aku harus pulang karena banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan."


Tiba-tiba muka Ati berubah menjadi sedih. Ati langsung berhenti makan. Adam pun memperhatikan Ati.


"Kenapa berhenti makan sayang ?" Sambil menatap Ati.


"Kita baru aja ketemu, kamu sudah mau pulang" Ati menunduk dan air mata nya menetes.


"Maaf sayang, kerjaan aku sangat banyak, tidak mungkin aku berlama- lama disini, nanti kita ketemu lagi yaa.. ? Jangan sedih.. senyum dulu donk !" seraya memegang tangan Ati.


"Hmm iyaa.. nanti kamu jemput aku disini lagi ya.. janji.." Ati memberikan telunjuk nya ke Adam, dan Adam pun menyetujui nya.


Selesai mereka makan, Adam pun langsung mengantar Ati pulang. Dan sesampai di rumah Ati langsung memeluk Adam, Ati memeluk Adam dengan sangat enggan untuk melepas Adam pergi jauh dari nya.


"Kamu hati- hati nya, kabarin aku kalau sudah sampai, janji kamu jemput aku yaa.." Ati menatap Adam dengan sendu.


"Iya sayang aku pasti jemput kamu." Adam memberikan kecupan ke pipi Ati.


Ati malu sehingga merah pipi nya seperti buah tomat.


"Aku pulang dulu ya..? jam 7 malam aku harus berangkat.


"Iya sayang.." Ati melambaikan tangan ke Adam dan memberikan senyum termanis nya.


Adam pun bersiap untuk pulang.


Di kediaman rumah orang tua Adam, mamah nya Adam sangat senang menunggu ke datangan dan dia mengajak Sasa sekertaris Adam untuk menyambut nya. Mamah nya Adam memasak di dapur dan di bantu oleh Sasa.


"Kita masak apa tante ?" Tanya Sasa.


"Makanan ke sukaan Adam daging rica-rica, kamu bisa masak Sa ?".


"Bisa sedikit tante." Sasa tersenyum karena malu dia tidak terlalu bisa memasak.


"Kamu harus belajar masak sekarang ya.. biar bisa masakin Adam."


"Iya tante." Sasa tersenyum.

__ADS_1


Mereka berdua pun memasak di dapur bersama, Sasa senang karena mamahnya Adam menyukai nya dan mendukung hubungan nya dengan Adam. Tapi sasa bingung Adam tidak tertarik dengan nya. Sasa sudah berkali- kali menggoda Adam tapi tidak berhasil. Sasa pun berpikir apakah dia meminta bantuan mamah nya Adam.


"Sa, kamu kenapa ngelamun ?" Mamahnya Adam mengagetkan Sasa.


"Nggak papa mah, eh salah tante maksud nya." Sasa salah memanggil mamahnya Adam.


"Panggil saja mamah Sa, nggak papa kok." mamahnya Adam tersenyum ke Sasa.


"Iya mah," Sasa sangat senang.


Makanan pun sudah siap. Tiba- tiba telepon berdering.


"Halo Nak, kamu sudah sampai di bandara? apa mau di jemput sama pa Jono?" tanya mamahnya Adam.


"Nggak usah mah, aku naik taksi saja.


Setengah jam kemudian Adam sudah sampai di rumah, mamah dan Sasa langsung membuka kan pintu untuk menyambut kedatangan Adam.


Tiba-tiba handphone Adam berdering ternyata video call dari Ati, Adam pun langsung mengangkat telepon tersebut.


"Dari siapa Dam?..." tanya mamah nya karena penasaran.


"Haii sayang... sudah sampai rumah ?.. tanya Ati.


Sasa mendengar Ati memanggil sayang, merasa sangat cemburu, tapi dia tetap bersikap tenang.


"Hmmm kepedean deh.." Ati menjulur kan lidah nya untuk mengolok Adam.


"Nggak ngaku neh.." Mereka berdua bercanda melalui telepon tidak menyadari kalau di tatap oleh Sasa.


"Ohh iya Ti, ini ada mamah aku kenalin.." Seraya memperlihatkan mamah nya.


"Iya salam kenal tante saya Ati.." Ati memperkenalkan diri nya sambil memperlihatkan senyum nya.


"Iya panggil aja saya tante Lina, salam kenal juga kapan- kapan jalan ke sini ya.. ?" mamah nya Adam pun tersenyum.


Muka Sasa pun cemberut melihat sikap mamah nya Adam terlihat baik dengan Ati.


"Iya Tante.."


Mamahnya Adam pun langsung mengembalikan handpone Adam.


"Aku ada rencana mau kuliah di Surabaya didaerah B..


"Yang benar itu dekat dengan rumah aku sayang berarti kita sering ketemu dong nanti aku carikan kosan yang dekat dengan tempat kuliah kamu ya..."Adam merasa senang karena akan dekat dengan Ati.


Sasa pun mendengar itu langsung bertambah cemberut.


"Bahaya ini kalau dia disini tambah dekat mereka berdua, apalagi sampai dekat dengan tante Lina.." Sasa berbicara sangat pelan dan dia berpikir bagaimana cara untuk menyingkirkan Ati, ada niat jahat terbersit di pikiran nya.

__ADS_1


"Sudah dulu ya sayang, kamu istirahat bersihin badan dulu jangan lupa makan, aku mau tidur dulu dah ngantuk.." Ati menguap huahhh...


" Iya sayang kabarin ya kalau kamu dah disini nanti aku jemput, love u.. " Sambil memberikan kecupan.


" Iya sayang dahhh love u too.." membalas kecupan dari Adam.


"Sana Dam ke atas bersihkan badan mu dulu, baru makan sudah siap tuh makanan kesukaan kamu..


" Iya mah.." Adam mengecup pipi mamahnya dan langsung berlari ke atas kekamar nya.


"Tante kakamar dulu ya Sa.. mau panggil papah nya Adam, kamu tunggu saja di ruang makan ya.


"Iya tante " Sasa pun langsung menuju ke ruang makan dan dia memikirkan bagaimana cara mendekati Adam.


"Apa aku harus tidur dengan nya, sehingga aku hamil dan yang pasti dia akan tanggung jawab dong, tapi bagaimana cara nya yaa, " Sasa tersenyum sinis, memikirkan pikiran jahat nya.


Tiba- tiba mamah dan papah Adam keluar.


Sasa.. Sa.. kamu kenapa ngelamun, apa yang kamu pikiran sambil senyum- senyum sendiri lagi?" tanya mamahnya Adam.


"Nggak papa tante.. " Sasa tersenyum kaku.


"Mana Adam Sa.. belum turun dari tadi ya.. ?"


"Iya belum tante.."


"Ya udah kamu naik ke atas tolong panggilan Adam ya..?"


"Baik tante," Sasa tersenyum senang.


Saat mau mengetuk pintu kamar Adam pun membukakan pintu nya dan Sasa terjatuh kedalam pelukan Adam, Sasa senang jantung nya berdetak kencang mereka berdua berpandang, Adam pun Sadar .


"maaf Sa, aku tidak sengaja..


"Iya nggak papa Dam, ayo kita turun, tante sama om sudah nungguin.."


" Iya ayo kamu nggak papa kan ?"


"Nggak papa Dam, aku tadi masak kesukaan kamu lho sama mama kamu, tapi aku masih belajar sih.."


"Ohh iya Sa, memang nya kamu nggak bisa masak..? Tanya Adam.


"Aku masih belajar Dam.." Sasa pun tersenyum malu.


Maaf besti baru up, kadang- kadang males buat up, nggak ada ide, mood moodan juga nulis nya hehehe


kasih semangat donk semua biar aku rajin nulis lagi..


Terima kasih semua..

__ADS_1


__ADS_2