
Setelah kepergian nenek, Ati sangat bersedih sejak kecil nenek nya lah yang merawat Ati, kedua orang tua Ati sangat lah sibuk bekerja diluar kota, sebulan sekali baru pulang, itu pun dirumah paling lama seminggu. Ati kurang dekat dengan kedua orang tua termasuk ayah nya yang sangat pendiam. Di saat dia melihat anak- anak yang bercanda, dicium, dipeluk dengan ayah nya, Ati sangat lah iri, dia tidak pernah merasakan yang nama nya di peluk atau pun dicium yang nama nya ayah apalagi semenjak Ati dewasa. Ati sangat lah merasa kekurangan kasih sayang dari ayah, sehingga dia mencari kasih sayang seorang lelaki.
Saat ini hanya Muna yang menghibur nya sahabat Ati dari kecil yang selalu ada disaat suka maupun duka, Muna berniat untuk menginap di rumah Ati.
"Ati, kamu nggak ngasih kabar Adam, video call dia gitu ?"
"Hmm, nggak Mun, takut ganggu dia mungkin sibuk."
"Chat dulu dia Ti?" Sambil menyerahkan handphone Ati.
"Chat apa Mun?" Ati merasa males untuk menchat Adam.
"Tanyain lagi ngapain gitu Ti."
"Iya ntar aku chat," Ati pun memchat Adam, tapi tidak ada balasan dari Adam.
Di kantor, Adam lagi sibuk dengan pekerjaan karena hari ini pertama kali bekerja menggantikan ayah nya, sampai dia lupa untuk menghubungi Ati. Hari ini ada rapat dengan beberapa klien ayah nya. Tiba- tiba sekertaris nya masuk Adam tidak mengetahui kalau Sasa adalah sekertaris nya. Adam yang sibuk didepan laptop nya.
"Permisi pak, ini berkas- berkas yang bapak butuhkan."
"Iya taruh di atas meja saya." Adam tidak melirik tapi dia berpikir seperti pernah mendengar suara nya, Adam pun menoleh.
"Sasa, kamu ngapain disini ?" jangan bilang kamu sekertaris saya." Sambil memandang Sasa, berasa tidak percaya.
"Iya saya sekertaris bapak, saya permisi dulu ya?" langsung mau pergi, dan Adam langsung memegang tangan Sasa.
"Jangan panggil saya bapak donk kaya tua betul dah, panggil saya Adam." Adam pun langsung melepaskan tangan Sasa.
"Nggak enak lah di tempat kerja panggil nama,"
"ya udah, kalo kita hanya berdua kamu panggil saya Adam yaa ?"
"Ok Dam, saya pergi dulu masih banyak kerjaan."
"Iyaa Sa. Adam pun langsung melanjut kan pengerjaan nya. Tiba- tiba handphone Adam berdering telepon dan Adam langsung mengangkatnya.
__ADS_1
"Halo sayang ada apa?, kamu kangen yaa ???
"Iya sayang aku kangen, kamu aku chat nggak dibalas.."
Ati sambil berbaring memeluk boneka dari Adam.
"Iya maaf sayang, aku lagi sibuk hari ini aja ada beberapa pertemuan dengan klien penting, kamu jangan lupa makan, belajar yang rajin, sekolah jangan bolos ya..?"
"Iya sayang, mana pernah aku bolos sekolah, kamu juga jangan sampai telat makannya, aku cuma mau ngasih kabar, kemaren nenek aku meninggal..." air mata Ati pun menetes.
"Aku turut berduka cita yaa yang sabar, jangan bersedih terus, maaf aku nggak bisa datang dan menghibur kamu, kalo kamu sedih peluk aja boneka dari aku ya sayang.."
"Iya makasih.. ini aku lagi peluk boneka dari kamu."
"Ohh iyaa ya udah aku mau lanjut kerja lagi yaa...
"Iya sayang.."
Hari ini Ati merasa tidak bersemangat karena di rumah hanya sendiri biasa nya nenek nya yang membangunkan nya tiap pagi, menyiapkan sarapan, hari ini Ati melakukan nya sendiri, ke dua orang tua nya sudah pergi keluar kota lagi, hanya 3 hari berada di rumah. Ati sangatlah sedih orang tua yang jauh dan tidak peduli dengannya.
"Seperti nggak ada yang peduli dengan ku, mereka lebih mementingkan kerjaan, uang... dan uang yang hanya mereka pikirkan, tidak sadar aku disini butuh perhatian dan kasih sayang bukan hanya uang mereka saja..." Ati sangat lah bersedih, dia tidak berhenti menangis, tiba-tiba handphone nya berdering, Hadi video call.
Ati pun cepat-cepat menghapus air mata nya, tapi Hadi tahu kalau Ati habis menangis.
"Kenapa mata mu merah, habis nangis ya...?"
"Nggak, mata ku kelilipan neh.." mengucek- ngucek mata nya.
"Kamu nggak usah bohong sama aku Ti, cerita aja kalau ada masalah, aku siap kok mendengarkan cerita kamu? curhat aja anggap aja aku kaka kamu yang selalu ada di saat kamu sedih."
"Nenek aku meninggal ka beberapa hari yang lalu, sedangkan mama dan ayah aku disini cuma 3 hari saja, mereka berdua lebih mementingkan kerjaan dari pada aku disini sendirian, kesepian, butuh banget tuh kasih sayang, perhatian dari mereka.." Ati tidak bisa menahan air matanya.
"Sabar Ti jangan nangis, mungkin ada pekerjaan yang sangat penting sehingga tidak bisa ditinggal. Hadi mencoba menenangkan Ati.
"Penting mana sih aku sama pekerjaan mereka, aku ini sebenarnya anak mereka apa bukan, seakan aku tidak ada, di peduliin dan diperhatiin saja nggak." Ati mengeluarkan semua isi hati nya kepada Hadi.
__ADS_1
"Jangan berpikir begitu Ti, mereka sangat menyayangi kamu, mereka berjuang bekerja untuk kamu, membahagiakan kamu, supaya kamu sekolah setinggi mungkin mencapai cita-cita yang kamu mau, sudah jangan berpikir macam- macam Ti tentang kedua orang tua kamu, do'akan mereka sehat selalu, rejeki lancar.."
Ati pun berpikir, disisi lain yang dikatakan Hadi benar, tidak seharus nya dia berpikir yang tidak baik tentang kedua orang tua nya.
"Iya ka, terima kasih sarannya, aku pasti mendo'akan mereka berdua.
"Senyum dulu donk." Hadi menggoda Ati.
Ati pun tersenyum.
"Nah gitu kan manis kalau tersenyum, jangan menangis terus nanti cantik nya luntur.
"Bisa saja kaka neh," muka Ati menjadi merah karena di puji Hadi.
"Kapan- kapan kamu jengukin kaka yaa? kangen deh sama masakan kamu."
"Iya nanti ka, pasti aku jengukin kaka, mau di masakin apa lagi ?"
Hadi berpikir, "mie goreng kamu bisa Ti ?"
"Yaa... bisa donk Ka, masak apa aja aku bisa," Ati tersenyum.
"Wahh.. istri idaman banget bisa masak, cantik, manis lagi..." Hadi mencoba menggoda sehingga membuat Ati tersenyum.
"Gombal banget deh kaka ini.."
"Emang kenyataan kok ngapain aku bohong Ti."
Tiba- tiba pengawas sel tahanan datang.
"Ti, sudah dulu ya ada pengawas masuk, nanti ketahuan handphone kaka di sita, nanti kaka telepon lagi."
"Iya kak..."
Ati merasa senang, hati nya berasa tenang sudah cerita kepada Hadi, mengeluarkan isi hatinya. Tapi disisi lain Ati memikirkan Adam, kenapa disaat Ati sedih Adam tidak ada, malah dia sibuk dengan pekerjaannya. Tapi Ati berusaha untuk tidak berpikir macam-macam tentang Adam.
__ADS_1
Next maaf baru Up gays, sibuk karena ada pekerjaan lain, like, komen dan vote nya yaa... terima kasihh 🥰