
Adam bernyanyi sambil bermain gitar..
Kau begitu sempurna
Dimataku kau begitu indah
Kau membuat diriku akan slalu memujamu
Disetiap langkahku
Kukan slalu memikirkan dirimu
Tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu
Janganlah kau tinggalkan diriku
Takkan mampu menghadapi semuaa
Hanya bersamamu ku akan bisa
Kau adalah da-rahkuu
Kau adalah jantungkuu
Kau adalah hidupkuu
Lengkapi diriku
Oh sayangku, kau begitu
Sempurna... Sempurna...
Kau genggam tanganku
Saat diriku lemah dan terjatuh
Kau bisikkan kata dan hapus semua sesalkuu
Janganlah kau tinggalkan dirikuu
Takkan mampu menghadapi semuaa
Hanya bersamamu ku akan bisa
Kau adalah darahkuu
__ADS_1
Kau adalah jantungkuu
Kau adalah hidupkuu
Lengkapi dirikuu
Oh sayangku, kau begituu
Sempurna... Sempurna...
Mereka bernyanyi bersama-sama Adam terus memandang Ati, Ati hanya sesekali melirik Adam sambil tersenyum.
Muna dan Roby pun menikmati lagunya sampai Muna bersandar di bahu, Roby hanya diam saja malah tambah senang.
Sampai matahari terbenam mereka masih duduk berempat di pantai..
Tiba- tiba adam mendekati Ati dan memegang tangannya, tapi Ati hanya diam saja, jantung Ati berdetak lebih kencang.
Ati merasa saat dekat Adam dia merasa selalu diperhatiin sedangkan sama Hadi dia merasa tertekan, saat ada maunya saja Hadi baru perhatian.
Mereka berempat makan dipinggir pantai, tiba- tiba Adam menyuapi Ati, ati pun secara reflek buka mulut.
" ciiee ada yang suap- suapan.." ( Muna mengejek Ati)
" sini Mun aku suapin"( roby pun mau menyuapi Muna juga ).
"Iyaa boleh beb.. hehehe becanda rob.."
" kalo betulan juga nggak papa kok beb "😊
" masaaaa.."
" iyaa bebb..."
" hedehh kalian panggil bebeb dihadapan kita berdua, jadian dah kalian..." ( adam berbicara dengan Muna & roby).
" Kamu jadian juga donk Dam tembak dah Ati nanti ke duluan orang..."
Roby dan Adam tidak tahu kalo mereka sudah punya pacar masing- masing..
Ati dan Muna hanya diam saja mereka berdua memang ada perasaan dengan Adam dan Roby.
" Ayo kita pulang.." ( Roby mengajak mereka semua )
" iya ayo sudah malam."
__ADS_1
Setengah jam perjalanan sampailah mereka mengantar Ati dan Muna.
" Makasih ya Dam sudah nganter pulang.."
" Iya sama-sama Ti..."
" Hati-Hati yaa dam.."
" iyaa cantikk"( Ati tersenyum).
Roby pun sampai juga mengantar Muna kerumah.
" aku pulang dulu ya mun.."
" iya Rob, makasih ya hati-hati.."
" iya sama-sama.."
Ati menchat Muna.
" Mun, kamu sudah sampai rumah ?"
" iya sudah Ti, kenapa?"
" nggak papa Mun, aku tiap dekat dengan Adam jantung ku rasa mau lepas lho Mun.."
" kamu suka kali sama Adam.."
" entahlah Mun, kalo dekat sama ka Hadi aku nggak gini lho, Roby kayanya suka sama kamu juga Mun.."
" iyaa kaya nya Ti, tapi perasaan ku masih biasa aja sama Roby..."
" misalnya kamu ditembak Roby gi mana Mun.."
" hmm nggak tau Ti, aku bingung"
" kok kamu bingung sih.. kamu sayang banget kah sama kak Jani ya.."
" nggak sayang.. sayang banget sih tapi takut aja aku buat selingkuh.. kamu Ti, misalnya ditembak Adam gi mana kamu terima kah ?"
" misalnya dia nembak aku putusin dulu kak Hadi, aku jengkel sama kak Hadi cuma manfaatin aku aja hubungin jarang, cewe mana mau begitu saat dibutuhin baru di hubungin."
"Emang aku cewek apaaan.."
" iya juga sih Ti, aku juga nggak mau digituin.."
__ADS_1