Hanya Dipermainkan Lelaki Nafsu Eps 2

Hanya Dipermainkan Lelaki Nafsu Eps 2
Bab 29 Pertemuan Sahabat Lama


__ADS_3

Sasa pun langsung mengetuk pintu, Adam yang dari tadi bekerja pun berhenti.


"Iya silahkan masuk."


Kenzo pun langsung mendekat,Adam yang tidak memperhatikan karena sibuk dengan laptop nya.


Kenzo secara tiba-tiba mengebrak kan meja, Adam pun kaget langsung berdiri dan marah. Sasa yang memperhatikan hanya diam.


"Heii apa-apaan ini... Adam yang marah juga mengebrakkan meja nya.


"Jangan marah donk, kamu lupa dengan aku Kenzo Dam sahabat lama kamu." Kenzo langsung menggandeng bahu Adam.


Adam langsung memperhatikan Kenzo seperti tidak percaya sahabat kecil nya yang datang, dan langsung memeluk Kenzo. Sasa hanya memperhatikan mereka berdua yang sama- sama sangat tampan.


"Kamu ke mana saja Ken, lama baru keliatan ?" Adam menepuk bahu Kenzo.


"Aku kuliah di Luar negri Dam, kamu juga kan sekolah di Pontianak jadi kita sama- sama jauh, kamu nggak pernah hubungin aku juga.


"Iya aku hubungin kamu tapi nomor kamu nggak aktif Ken.."


"Iya, aku ganti nomor Dam, mau hubungin kamu nggak punya nomor."


"Nanti malam kerumah ku yaa kita makan malam bersama, kamu nggak sibuk kan ?"


"Iya boleh aku lama nggak ketemu papa sama mamah kamu, mereka berdua sehat kan Dam?"


Adam pun terdiam, dia teringat papah nya yang sakit- sakitan keluar masuk rumah sakit tapi tidak kunjung sembuh, papah Adam mempunyai penyakit Jantung. Sehingga Adam lah yang menggantikan posisi nya di perusahaan papah nya.


"Kenapa kamu sedih Dam? kalau ada masalah cerita saja." Kenzo pun mengelus punggung sahabat nya.


"Iya papah aku sakit- sakitan Ken." Adam tertunduk.


"Sakit apa papah kamu Dam, yang sabar yaa nanti malam aku kerumah mau jenguk papah kamu.."


"Sakit jantung Ken.."


"Aku ada kenalan dokter yang bagus Dam spesialis Jantung tapi di luar negri dokter kepercayaan keluarga aku, kalau kamu mau nanti aku hubungin buat datang ke Indonesia.."


Mata Adam langsung berbinar senang, " yang betul Ken, tolong lah hubungin dokter nya secepatnya, aku nggak tega liat keadaan papah ku sekarang."

__ADS_1


"Baik lah Dam secepat nya pasti aku hubungin.


Tiba-tiba Kenzo mengajak Sasa untuk makan malam dirumah Adam, Sasa yang hanya diam dari tadi mendengarkan cerita mereka berdua.


"Kamu mau ikut nggak Sa, makan malam di rumah Adam? nanti aku jemput kamu..." Sambil memandang ke arah Sasa.


Sasa pun menganggukan kepala nya, baru kenal dengan Kenzo sudah di ajak makan malam bersama, hati Sasa sangat lah senang. Sasa dan Kenzo pun bertukar nomor telepon, untuk bertemu nanti malam. Kenzo pun berpamitan kepada Adam dan Sasa.


Kenzo adalah pengusaha muda yang sukses, dia juga sama seperti Adam melanjutkan usaha orang tua nya.


Sepulang kerja Sasa berjalan-jalan ke mall, untuk mencari baju. Berputar- putar belum mendapat kan baju yang cocok, hampir sejam Sasa mengelilingi mall tersebut. Tiba- tiba di sebuah butik dia melihat gaun berwarna merah terlihat elegan tapi seksi, Sasa pun langsung membeli nya dan menuju ke Salon langganan nya Sasa ingin berpenampilan yang cantik saat berhadapan dengan kedua orang tua Adam dan Kenzo.


Jam 7.00, Kenzo menelepon Sasa, ternyata Kenzo sudah di depan rumah,Sasa pun langsung keluar. Mata Kenzo tidak berkedip memandang Sasa yang terlihat sangat cantik dan seksi.


"Cantik banget kamu malam ini Sa," Sasa hanya tersenyum, Kenzo pun membuka kan pintu mobil.


"Ayo berangkat." Sasa pun langsung masuk kedalam mobil. Kenzo terus memandang Sasa, baju yang dia pakai memperlihatkan belahan dada dan kaki nya yang mulus. Kenzo yang melamun langsung di kaget kan Sasa.


"Ken.. Netes tuh air liur mu ngeliatan aku terus dari tadi." Sasa tertawa sambil memukul bahu Kenzo.


"Ehh iya mana ada air liur ku netes, habis nya kamu seksi betul sih pakai baju itu." Kenzo langsung melajukan mobil nya menuju rumah Adam.


"Ken, Sasa, ayo kita makan dulu.."


"Baik Dam.." Mereka berdua menjawab secara bersamaan.


"Papah sama mamah kamu mana Dam, kok nggak makan sama-sama."


"Mereka lagi kerumah sakit Ken papah aku kontrol, sebentar lagi pulang kok."


"Nah itu suara mobil, pasti papah sama mama aku, aku liat kedepan dulu ya.. ?"


"Aku ikut Dam." Sasa mengikuti mereka berdua berjalan kedepan.


Adam pun langsung membantu papah nya turun dari mobil, menaikkan ke kursi roda dan mendorong sampai ruang tamu. Sasa dan Kenzo pun langsung bersalaman dengan papah dan mamah Adam.


"Gi mana keadaan nya Om..?" Kenzo bersalaman dengan papah Adam.


"Sudah agak mendingan, kamu siapa ya.. om kaya pernah ngeliat kamu deh ?" Papah Adam memperhatikan Kenzo.

__ADS_1


"Om lupa, saya Kenzo sahabat Adam dari kecil, anak dari pak Pratama.


"Ohh pak Pratama, saya ingat dia dimana sekarang saya lama tidak bertemu dengan nya." Papah Adam tetep memperhatikan Kenzo.


"Papah saya sudah meninggal om 5 tahun yang lalu, sakit jantung, kita tidak menyadari penyakit papah, 2 hari mau operasi, papah meninggal." Muka Kenzo jadi sedih, tapi dia berusaha tersenyum.


Adam dan Sasa kaget mendengar cerita dari Kenzo.


"Turut berduka cita Ken, yang sabar yaa.." Adam menepuk bahu Kenzo.


Papah nya Adam pun langsung memeluk Kenzo.


"Saya turut berduka cita Kenzo, yang sabar kamu pasti jadi orang sukses seperti papah kamu" Papah Adam melepaskan pelukannya. "Mamah kamu Ken dimana sehat kan ?"


"Iya mamah sehat om, mamah tinggal di luar negri dengan adek nya, mamah nggak mau tinggal disini banyak kenangan nya dengan papah."


Mamah Adam datang dan membawakan beberapa minuman dan cemilan.


"Kalian cerita apa serius betul ?" Mamah Adam meletakkan makanan dan minuman di atas meja.


"Mamah ingat kan pa Pratama meninggal sakit yang sama seperti papah mah.." Papah nya Adam menjadi sedih, ketakutannya pun muncul.


Mamah Adam pun menenangkan.


"Papah pasti sembuh kok, kita akan cari dokter yang terbaik buat papah, jangan berpikir macam- macam pah." Mamahnya Adam mengelus punggung Papah Adam.


"Jadi ini anak alm. pak Pratama ya, sudah besar saya lama nggak ketemu mamah kamu Ken."


Kenzo pun langsung bersalaman dengan mamah nya Adam.


"Mamah diluar negri tante, nggak mau tinggal disini takut ke ingat alm. papah terus.


"Oh iya Ken, semoga mamah kamu sehat slalu yaa.. salam dari tante yaaa..."


"Iya tante nanti aku salamin ke mamah.


"Ini sekertaris yang baru di kantor ya Dam, kok kamu nggak kenalin ke papah sama mamah ?


Sasa tersenyum dan memperkenalkan dirinya kedua orang tua Adam.

__ADS_1


__ADS_2