
Semenjak Adam bekerja sebagai direktur di perusahaan ayahnya, dia sangat sibuk, sampai tidak ada waktu buat Ati, tapi Ati berusaha untuk selalu percaya dengan Adam.
Ati pun sibuk dengan sekolahnya, karena dia ulangan belajar kelompok dengan teman- temannya, hari libur Ati hanya jalan-jalan berdua dengan Muna yang menemani Ati kemana-mana.
Hadi pun juga sering menghubungi Ati,tiap hari selalu nanyain kabar, Ati sangat senang Hadi berubah menjadi lebih perhatian, dulu masih pacaran dengan Ati, tidak ada perhatian sama sekali, kenapa disaat sudah tidak bersama dia berubah menjadi pribadi yang baik, sangat- sangat lah perhatian melebihi perhatian Adam sekarang.
Setiap hari Adam selalu bersama Sasa, saat makan siang Sasa mengajak Adam makan diluar. Sebenarnya Sasa menyukai Adam, dia berusaha mendekati Adam.
"Adam, ayo kita makan di luar ?" Sasa duduk di depan Adam, sambil memandang nya.
"Iya sebentar lagi Sa, aku selesai, kenapa kamu pandangin aku terus Sa, aku ganteng yaa ?" Adam tersenyum.
"Pede banget kamu Dam, sudah selesai belum aku sudah lapar ini." Sasa memegang perut nya yang terus berbunyi.
"Kalau kamu mau duluan aja makan nya, nanggung neh sedikit lagi, dari tadi perut mu bunyi terus tuh." Adam tetap mengerjakan pekerjaannya dengan serius tanpa melihat ke Sasa.
Sasa hanya tersenyum malu karena Adam mendengar suara perut nya yang bunyi dari tadi.
"Nggak papa aku tungguin kamu aja," Sasa pun berjalan- jalan melihat ruangan Adam.
Tiba-tiba telepon Adam pun berbunyi ternyata Ati menelepon Adam pun langsung mengangkat nya.
"Halo sayang... apa kabar, maaf yaa aku nggak jarang hubungin kamu ?" Adam tetap mengerjakan pekerjaan nya, dan sengaja teleponnya di loudspeaker.
"Iya sayang, nggak papa aku ngerti kok kamu sibuk, jangan lupa makan ya.. sudah waktu nya makan siang neh?"
"Iya sayang sebentar lagi aku makan, masih ada sedikit pekerjaan nanggung kalau di tinggal, kamu jangan telat makannya yaa ?"
Sasa pun mendengarkan pembicaraan Adam dan Ati, muka Sasa pun berubah jadi cemberut, Sasa merasa cemburu, tapi dia hanya diam.
"Iya sayang ku... bulan depan aku ujian."
"Semangat sayang belajar nya semoga lulus dan mendapatkan nilai yang memuaskan."
"Aamiinn... sudah dulu ya sayang, semangat kerja nya jaga kesehatan, love you..."
__ADS_1
"Love you too sayang." Adam tersenyum.
Sasa pun mendekati Adam, dia sangat penasaran apakah cewek yang nelepon tadi pacarnya Adam dan Sasa pun berani untuk bertanya.
"Itu cewek kamu Dam ?" tanya Sasa yang sangat penasaran.
"Iya dia cewek aku masih sekolah, dia tinggal di kota Pontianak." Tanpa memandang ke Sasa.
"Ohhh jauh yaa kok kamu mau pacaran jarak jauh ?" Emang kamu percaya, mana tau dia punya selingkuhan di sana Dam, atau mungkin dia hanya manfaatin kamu kan anak orang kaya." Sasa mencoba menghancurkan hubungan Adam dengan cara menjelek- jelekkan Ati.
"Jangan sembarangan kamu ngomong gitu Sa kamu saja nggak pernah bertemu, dia anak baik- baik nggak seperti yang kamu pikir,aku percaya sama dia.." Adam memandang Sasa dengan marah.
"Hmmm... iyaa Dam maaf yaa jangan marah donk aku hanya bercanda.." Sasa ketakutan, karena Adam marah.
"Maka nya kamu jangan ngomong sembarangan tentang cewek aku."
"Iyaa.. iyaa Dam maaf.." Sasa memegang tangan Adam.
Adam pun langsung melepas tangan Sasa.
"Kamu makan saja duluan, aku nanti pesan makan online." Adam melanjutkan pekerjaannya.
"Maaf Sa, boleh kamu keluar dulu, nggak selesai- selesai dari tadi pekerjaan aku, kamu makan saja di luar sama teman kamu, aku butuh sendiri." Adam menunjuk pintu keluar.
Sasa pun langsung keluar dengan rasa bersalah. Tapi Sasa berniat untuk menghancurkan hubungan nya Adam, karena Sasa juga menyukai Adam.
"Aku pasti bisa memiliki kamu seutuh nya Dam." Sasa berjalan ke kantin sendiri, sambil mengutak- ngatik handphone nya sendiri mencari akun instagram Adam.
"Nah ketemu," Sasa berteriak sehingga orang yang berada di kantin memandangnya, Sasa hanya tertunduk malu dan menutup mulut nya, dia lupa kalau banyak orang.
"Yaa ampunnn Saaa bisa-bisa nya kamu teriak," Sambil memukul-mukul mulut nya sendiri dengan pelan.
"Ohhh ini cewek nya Adam, jelek, anak kampung gini kok mau sih Adam sama dia, cantikan juga aku kalii.." dengan pede nya Sasa memuji dirinya sendiri sambil tertawa.
Tiba- tiba datang seorang cowok, duduk di sebelahnya Sasa dan mengajak Sasa mengobrol.
__ADS_1
"Hai, sendirian... boleh aku temanin" tanya cowok tersebut.
Sasa yang terdiam sambil memandang ke cowok tersebut karena sangatlah tampan, hidung nya mancung, tinggi dan muka nya ada bulu-bulu halus alias brewok, Sasa pun terpesona dengan ketampanan nya.
"Iya boleh, silahkan duduk, kamu kerja disini?" Tanpa berkedip memandang cowok tersebut.
"Nggak, aku kesini mau bertemu dengan atasan di sini, ehh kita belum kenalan, nama aku Kenzo, nama kamu ?" mau bersalaman dengan Sasa pun langsung menjabat tangan Kenzo.
"Nama aku Sasa senang berkenalan dengan kamu." Nama nya cakep banget secakep orang nya," seraya berucap didalam hati.
"Kamu nggak makan, nanti keburu jam istirahat habis lho." tanya Kenzo.
"Ohh iya aku pesan makanan dulu, kamu mau sekalian aku pesan in?"
"Ohh boleh, aku pesanin minuman saja yaa... Kopi susu.." sambil melihat menu yang ada.
"Minum saja nggak mau makan, enak lho disini makanan nya.. ?" Sasa mencoba menawarkan.
"Nggak aku mau minum saja." Menolak dengan lembut.
"Ohh yaudah aku pesanin dulu ya...!" Sasa pun pergi memesankan makanan dan minuman.
Beberapa menit kemudian pesanan datang. Sasa juga memesankan Kenzo, sedikit kue.
"Kenzo, ini ada kue makan yaa, aku pesanin tadi.." sembari memberikan kue ke Kenzo.
"Iya makasih ya Sa, nanti bisa anter aku bertemu dengan Adam?"
"Bolehh donk, aku kan sekertaris nya dia." Sasa merasa bangga, memperkenalkan dia sebagai sekertaris Adam.
"Ohh kamu sekertaris nya pas donk kita ketemu." Sambil menyeruput kopi nya.
"Iya ayo kita ke atas sudah selesai neh makannya, aku bayar dulu yaa." Sasa berdiri mau ke kasir, tapi langsung di tahan Kenzo.
"Biar aku saja yang bayar, massa cewek yang bayarin." Kenzo pun langsung ke kasir tanpa menunggu jawaban Sasa.
__ADS_1
Mereka berdua pun langsung pergi ke atas menaiki lift berdua untuk bertemu dengan Adam, Kenzo adalah sahabat Adam sejak kecil, dia ingin memberikan kejutan kepada Adam karena sudah lama tidak bertemu.
Jam segini kebangun jadi nulis novel deh... like dan vote nya yaa terima kasih