Harga Untuk Satu Malam

Harga Untuk Satu Malam
Salah Kamar


__ADS_3

Karlina masih bersama dengan ibunya, mereka berdua pergi ke sebuah perjamuan bisnis, perjamuan itu tidak ramai dan tentu saja ada tuan William di sana. Karlina menikuti ibunya menyapa rekan bisnis mereka berdua datang untuk mewakili keluarga dan perusahaan mereka.


Di saat yang bersamaan seorang pria tua botak dengan setelan jas hitamnya perutnya buncit dan tubuhnya pendek memanggil Jihan, tentu saja Jihan tahu siapa itu. Ya orang itu adalah tuan William, seorang laki-laki yang memiliki janji dengan Jihan.


“Tunggu disini sebentar ibu akan menyapa teman bisnis ayahmu. Jangan pergi jauh-jauh karena aku tidak akan menolong kamu jika terjadi sesuatu.”


Karlina hanya mengangguk dia begitu menurut tidak ingin membuat ibunya susah karena hari ini adalah pertama kalinya ibunya membawanya ke pesta bisnis tentu saja hal itu membuat dirinya sedikit senang dan berharap ini adalah awal yang baik untuk hubungannya dengan ibunya namun yang tidak di sangka oleh Karlina ternyata hari ini adalah hari yang mengubah hidupnya.


“Kenapa kamu merahasiakan ini dariku Jihan, kamu tidak pernah bilang jika putri angkat mu sangat cantik. Tidak sabar aku ingin bersamanya.”


Tuan William berbisik, senyum di bibirnya yang berkumis merekah. Begitu juga Jihan yang mendengar itu tersenyum dengan senang.


“Bagus jika tuan suka. Tuan baju yang dia pakai berharga ribuan dolar jangan sampai rusak tuan.”


“Tenang saja aku akan membayarnya beserta dengan bajunya.”


Haha haha gelak tawa mereka terdengar dengan jelas di telinga Karlina, sebenarnya apa yang di bahas ibunya dengan laki-laki itu


kenapa seru sekali. Rasanya ada yang tidak beres namun sudah terlambat baginya untuk lari sekarang yang bisa dia lakukan hanya menunggu untuk mengetahui apa yang ibunya bicarakan.


“Karlina, ini adalah tuan William. Kamu bisa memanggilnya tuan Will barusan dia bilang jika investasinya sangat berhasil bahkan tidak ada yang gagal, mungkin kamu bisa belajar darinya bagaimana bisa menjadi seorang pengusaha yang sukses.”


Dengan genitnya tuan will mengajak karlina berjabat tangan karlina enggan untuk menolak sehingga dia menerima jabatan tangan tuan Will.


“Karlina ayo bersulang terlebih dahulu dengan tuan Will.”

__ADS_1


Jihan berucap sambil menyodorkan gelas berisi anggur merah, ingin rasanya karlina menolak namun ibunya sudah mendesaknya terlebih dahulu.


“Tidak apa-apa anggur ini kadar alkoholnya rendah.” Ucap Jihan.


Mendengar hal itu Karlina pun mengambil gelas berisi anggur kemudian meneguknya sambil bersulang dengan tuan william. Awalnya dia merasa baik-baik saja namun semakin lama di rasa kepalanya menjadi pusing.


“Ibu kepalaku sakit.”


"Kamu ini lemah banget, padahal itu anggur kadar alkoholnya sangat rendah. Bagaimana kamu bisa bertahan di luar negeri dengan kemampuan minum seperti ini." ucap Jihan berpura-pura panik.


"Ibu masih ada urusan dengan tuan Will, ibu akan menyuruh pelayan mengantarmu ke kamar. Tunggu ibu disana jangan kemana-mana." Lanjut Jihan sambil berjalan menemui seorang pelayan wanita yang sedang bekerja saat itu.


"Tolong antarkan dia ke kamar ini. Dan pastikan dia sampai di kamar ini dengan aman." ucap Jihan sambil mengeluarkan kartu kamar.


Karlina samar-samar melihat Jihan mengeluarkan kartu, dia tidak melihat apakah itu kartu bank atau kartu kamar karena hanya samar-samar melihatnya, namun kenapa ibunya memilih wanita itu kenapa bukan pelayan yang dekat saja. Seakan-akan ibunya sudah mempersiapkan semuanya.


Benar-benar keanehan yang nyata seumur hidup Karlina dia tidak pernah mendengar Jihan menyebut dirinya sendiri dengan kata ibu di depan Karlina, biasanya dia hanya akan mengatakan aku hendak ini dan itu namun kenapa kali ini sungguh berbeda namun Karlina masih mencoba untuk positif thinking.


Karlina di papah oleh seorang pelayan wanita, tidak ada yang bisa dia pikirkan kecuali tubuhnya yang terasa semakin panas.


"Nona ini kamarmu, selamat beristirahat." ucap pelayan tersebut setelah mengantarkan Karlina ke kamar nomor 1122.


Sementara itu tuan R dan asistennya Daniel sudah selesai makan, mereka hendak kembali ke hotel karena esok masih ada perjalanan bisnis yang harus mereka lakukan. Jam juga sudah tidak pagi lagi, bahkan senja hampir saja datang entah berapa banyak waktu yang terbuang di hari ini namun tuan R sepertinya ingin segera beristirahat.


"Ada perjamuan bisnis di hotel ini tuan, apakah ingin melihat sebentar?"

__ADS_1


Daniel bertanya sambil membantu tuan nya melakukan banyak hal seperti halnya membuka pintu.


"Tidak."


Hanya itu yang keluar dari mulut tuan R, si laki-laki misterius yang memiliki ambisi khusus. Bagaimana bisa dia tidak bergeming dengan hal seperti itu. Identitas nya pun sangat rahasia, hanya beberapa orang saja yang tau identitas tuan R yang sebenarnya.


Daniel mengantarkan tuan R ke kamarnya, kemudian dia membuka pintu kamar itu. Namun Daniel hanya membuka saja tidak ikut masuk ke dalam ruangan itu setelah itu dia pun pamit untuk kembali ke kamarnya.


"Akhirnya bisa istirahat lebih awal dari biasanya." ucap Daniel sambil meregangkan tangannya.


Karlina yang sudah setengah tidak sadarkan diri, tergeletak di atas ranjang besar itu. Tuan R yang baru saja melonggarkan dasinya kaget mendapati wanita aneh ada di atas ranjangnya.


"Pergi kamu." teriak tuan R memenuhi seluruh ruangan.


Namun tidak ada tanggapan dari wanita yang berada di atas kasur, karena penasaran tuan R mendekat sebelum menelfon Daniel. Mungkin saja ada mayat di sana untuk menjebak nya. Namun saat dia menatap bibir Karlina yang pink dan juga tubuhnya yang indah, ada perasaan sedikit tidak rela untuk memanggil Daniel bagaimana jika gadis semanis itu jatuh ke pelukan Daniel.


Astaga, apa yang di pikirkan tuan R dia benar-benar tidak terkendali. Dia yang dikenal impoten atau penyuka lawan jenis justru tertarik pada tubuh mungil di depannya. Tuan R mengirimkan pesan kepada Daniel yang isinya adalah 'Terima kasih untuk hadiahnya!' walaupun Daniel tidak tahu apa hadiah yang di maksud oleh tuan R , namun dia tidak berani bertanya lebih jauh lagi.


"Tuan, jangan mendekat! mungkin aku salah kamar, harusnya aku masuk kamar ibuku." ucap Karlina lirih dan tersendat sendat, nafasnya sudah tidak beraturan obat perangsang yang di masukkan terlalu kuat.


Tuan R tidak menghiraukan Karlina dia bergegas melepas dasinya kemudian pergi ke kamar mandi. Namun belum sempat dia melangkah tangan Karlina sudah menariknya ke atas kasur, Karlina sudah mulai tidak bisa mengendalikan dirinya. Saat melihat tuan R dia merasa seluruh tubuhnya berontak untuk melakukan hal itu, dia ingin menc*um bibir tebal tuan R.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2