
malam itu suasana menjadi sedikit panas, tuan William tidak mendapati Karlina di dalam kamar yang sudah di tentukan oleh Jihan sementara itu uang pembayaran penuh pun harus dia kembalikan. Jika tidak maka dirinya atau pun Alexa harus menemani tuan William untuk tidur malam ini.
“Aku tidak mau tahu, kembalikan semua uangku. Jika tidak kamu atau putrimu yang satunya lagi harus menemani ku malam ini. Aku tidak keberatan dengan sisa orang lain walaupun yang telah kau janjikan adalah seorang perawan. Nyonya Bram, kamu tahu konsekuensi jika melanggar perjanjian denganku.”
Tuan William mengatakan itu sambil menepuk pundak Jihan di kamar yang sudah dia pesan sebelumnya, sial sungguh sial bukan hanya gagal mendapatkan uang dia juga harus berurusan dengan orang tua itu. Jihan kesal bukan main namun dia selalu berusaha untuk menjaga sikap di depan tuan Bram, bagaimanapun dia tidak ingin
ketahuan jika dia adalah ibu yang jahat. Selama ini jika orang-orang bertanya kenapa Karlina melakukan pekerjaan sebagai pengantar makanan dia selalu berkata bahwa itu karena karlina memiliki cita-cita yang tinggi dan ingin merasakan proses dari bawah.
Padahal kenyataannya tidak seperti itu, Karlina bekerja karena dia tidak mendapatkan sepeser pun uang
dari Bram atau pun Jihan. Bram adalah seorang pebisnisyang selalu memperhitungkan untung rugi, sementara jihan adalah orang yang gila uang dia pasti akan mengumpulkan sebanyak mungkin uang untuk berfoya-foya dan membeli barang-barang brand namun karena uang belanja yang di berikan Bram terbatas maka mau tidak mau Jihan harus mendapatkan uang sampingan.
"Tidak tuan saya sudah terlalu tua untuk menemani mu, sementara putri ku Alexa dia masih terlalu muda untuk menemani anda. maafkan saya tuan, saya tidak tahu jika akan terjadi seperti ini. Mungkin Karlina terlalu mabuk sehingga masuk ke dalam kamar yang salah."
Awalnya dia sudah senang karena hanya dengan memberikan Karlina kepada tuan William dia sudah
mendapatkan begitu banyak uang, namun siapa sangka dia justru tidak mendapatkan sepeser pun uang karena Karlina pergi entah kemana.
"Tua dan muda aku tidak peduli nyonya Jihan, aku hanya peduli dengan kerongkongan ku yang haus dan perutku yang lapar."
__ADS_1
tuan William membalas perkataan Jihan dengan menohok, walaupun dia sudah tua dia masih memiliki nafsu yang sangat membara sehingga baginya siapapun yang menemaninya sama saja sekalipun itu adalah pelacur.
Kini Jihan hanya terdiam di depan laki-laki bertubuh gendut itu, dia tidak berani banyak bicara karena takut tuan Will akan membuka mulut dan mengatakan semuanya kepada suaminya, walaupun mungkin saja bram tidak perduli dengan Karlina namun jika hal itu tersebar sudah pasti akan mencemarkan nama baiknya.
“Tuan aku sudah mengembalikan uangmu tanpa kurang sepeser pun, bolehkah sekarang aku pergi? Aku masih harus mencari Karlina. Jika dia menghilang tamat sudah riwayat ku."
"Nyonya kamu tidak perlu berpura-pura menjadi ibu yang baik. aku tahu kamu hanya ingin kabur dariku, tentang uang aku tidak peduli yang paling penting sekarang adalah (....)."
tuan William menaikkan sudut bibirnya, dengan tanggap pengawal nya menutup pintu kamar itu menyisakan jihan dan juga tuan Will di dalamnya.
"Tuan apa yang ingin kamu lakukan, aku sudah mengembalikan uangmu."
"Tuan jangan tuan." ucap Jihan memohon, namun Tuan Will bukanlah orang yang welas asih dia tetap melancarkan aksinya kepada Jihan, dia menarik pakaian Jihan hingga kancing-kancing baju itu tercecer di lantai sementara Jihan sudah hampir menangis dia menutupi bagian sensitif nya hanya dengan kedua tangannya.
"Tak kusangka tubuhmu sangat terawat Jihan, pantas saja Bram sangat menempel padamu."
tuan William mendekatkan bibirnya kepada Jihan sementara Jihan sudah terpojok di sudut kamar. Walaupun Jihan berusaha meronta namun akhirnya laki-laki gendut itu berhasil juga menggagahinya. Jika saja Karlina ada di sana mungkin rasa takut yang akan Karlina rasakan sama dengan rasa takut yang Jihan rasakan.
air mata membanjiri pipinya namun sudah tidak ada yang bisa dia lakukan lagi, tubuh yang dia jaga untuk suaminya kini justru di gagah hi oleh orang lain, mungkin itu yang di nama kan senjata makan tuan.
__ADS_1
Sementara itu di sisi lain Karlina sedang bercumbu dengan seorang laki-laki asing, tubuh dan otaknya sudah tidak lagi bisa dia kontrol, dia tidak pernah berciuman namun dia berusaha keras untuk mencium laki-laki itu.
"Dengan kemampuan seperti ini kamu berani naik ke ranjangku. Wanita jangan salahkan aku." ucap laki-laki itu.
C!uman demi C!uman di daratkan di beberapa area sensitif Karlina, Laki-laki itu benar-benar terbawa suasana dan nafsu sehingga dia lupa jika dia sangat gila kebersihan. Kenapa wanita itu tidak membuatnya jijik siapa wanita itu dan dari mana asalnya.
Karlina sudah berada di atas kasur tanpa sehelai benangpun, tubuhnya yang polos benar-benar terlihat jelas di depan mata elang sang raja. Panasnya suasana malam itu membuat semuanya terbawa suasana, Karlina kehilangan mahkotanya di malam yang sendu itu bersama dengan pria asing.
******* demi ******* terdengar, jeritan kecil juga terdengar dari mulut mungil Karlina, dia begitu menikmati malam itu dibawah pengaruh obat yang diberikan oleh ibunya. Beruntung dia tidak mati karena obat tersebut, walaupun itu artinya mulai malam ini hidupnya akan berubah
Suatu kebetulan yang langka, dia berada di dalam kamar yang sangat indah bersama seseorang dengan topeng peraknya. Namun Karlina saat itu sedang berada dengan pengaruh obat sehingga dia tidak tahu siapa orang yang bersamanya menghabiskan malam.
"Daniel, siapkan kamar baru untukku. Aku ingin mandi, kamar ini begitu kotor." ucap tuan R saat menelfon asistennya, dia masih sempat menatap Karlina sekejap.
"Baik tuan." ucap Daniel tanpa bertanya kenapa, kenapa tiba-tiba kamar menjadi kotor astaga apakah ada debu yang tertinggal.
dia bergegas untuk memesan kamar baru buat tuan R meskipun tuan R sangat aneh namun Daniel berusaha keras untuk menyesuaikan diri dengan keanehan yang ada di dalam diri tuan R. malam itu sangat hening, tuan R menatap wajah yang tidak berdaya itu beserta dengan tanda merah yang ada di seprai tempat tidur tersebut gadis yang mengantarkan diri ke dalam pelukan nya adalah gadis yang masih perawan.
Tak lama kemudian Daniel mengkonfirmasi kepada tuan R jika kamar sudah di siapkan, dia juga menunggu tuan R di depan pintu kamar hotel. Sementara itu tuan R sedang merapikan bajunya, dia tidak lagi memikirkan Karlina namun ada sedikit rasa senang di dalam dirinya entah apa itu.
__ADS_1