Harga Untuk Satu Malam

Harga Untuk Satu Malam
Silahkan Saja


__ADS_3

Mereka memutuskan untuk langsung pulang ke rumah demi mencari jalan keluar setelah itu, di dalam rumah Bram dn Jihan nampak sedang


bertengkar hebat mereka seperti saling menyalahkan satu sama lain, Bram mulai jijik dengan Jihan karena tubuhnya telah di rudapaksa oleh tuan Will. Bagaimana jika laki-laki tua itu memiliki penyakit menular karena seringnya berganti-ganti wanita.


“Jika kamu mau menyalahkan ini, seharusnya kamu menyalahkan Karlina. Harusnya dia yang menemani tuan Will demi melancarkan bisnismu.” Ucap Jihan gemetar.


“Lancang sekali mulutmu bagaimana bisa salah  Karlina, siapa yang memberikan mu keberanian untuk transaksi seperti itu dengan tuan William. Jika kamu tertangkap sebagai mucikari, maka aku juga akan terseret. apakah otakmu sudah tidak dapat di gunakan. Berapa banyak wanita yang sudah di gauli oleh si botak tua itu? Kamu tau itu kan? Sekarang bahkan kau juga ikut menikmati perut buncitnya."


Bram berteriak dengan keras, dia menyadarkan Jihan jika tubuhnya sangat kotor dan mungkin sudah tidak bisa di bersihkan lagi.


Mendengar hal itu Jihan tidak lagi bisa berkata -kata dia bener-benar kehabisan kata-kata untuk berbicara dengan suaminya.


Sementara itu kini Alexa dan Karlina sudah sampai di depan rumah, mereka mendengar orang tuanya berteriak dan melontarkan kata-kata yang sangat tidak enak di dengar.


"Oh, jadi ini ceritanya senjata makan tuan!." ucap Alexa sambil berdiri dan menyilangkan tangan di dada.


"Apa yang kamu katakan Alexa?" tanya Bram dengan nada dingin.


"Ibu memberikan Karlina kepada laki-laki tua, tapi ibu sendiri yang bermalam dengan laki -laki tua itu. Sementara Karlina yang tidak tahu apa-apa justru bermalam dengan pria asing. Apakah ibu sudah puas? Karlina di rudapaksa oleh pria asing semalam." ucap Alexa.


Alexa menarik Karlina maju, Karlina menunduk tidak berani untuk menatap Bram Atau Jihan. Alexa menyikap sedikit gaun yang di gunakan oleh Karlina, nampak begitu banyak ****** di paha putih itu.

__ADS_1


"Lihat ini ayah, ini adalah perbuatan dari istri tercintamu. Lihat ini juga." Alexa berteriak sambil memperlihatkan beberapa bekas gigitan dan ****** di leher Karlina.


"Ayah, Karlina itu kalian bawa sebagai putri kalian. Kenapa ibu sampai hati menukar keperawanan nya dengan uang, ibu maafkan aku tapi Karlina itu kakakku dia akan tetap menjadi kakakku. Mungkin kamu benar mau membantu perusahaan ayah, tapi cara ini salah." lanjut Alexa dengan mata yang berair tak sanggup lagi melihat keluarganya pecah belah karena gara-gara ini.


"Ayah maafkan Karlina, ayah selalu bilang bahwa sebagai wanita yang paling penting adalah kehormatannya, dan aku sudah gagal menjaga itu. Selain itu ayah, izinkan aku sekolah di luar negeri aku tidak sanggup lagi tinggal satu atap dengan nyonya Jihan." ucap Karlina dengan air mata yang mengalir deras.


Nyonya Jihan, Karlina bahkan sudah enggan untuk memanggilnya ibu, ya mungkin saja memang benar orang seperti dia tidak pantas dipanggil ibu olehnya. Ibu mana yang menjebak putrinya, ibu mana juga yang membuat anaknya masuk ke lubang hitam seperti itu.


"Aku hanya berharap kelak ayah sekeluarga hidup bahagia selamanya, terimakasih untuk rumah yang kalian berikan. Walaupun mungkin ini belum bisa disebut rumah , tapi terima kasih." ucap Karlina selanjutnya.


Suasana menjadi hening, Alexa menangis di pelukan ayahnya, ibu yang sangat dia bangga kan menjadi jahat seperti itu siapa yang tidak sedih.


"Ayah, Alexa juga ingin ikut Karlina. Aku juga tidak ingin disini Ayah. Ayah aku lelah."


"Karlina biar bagaimanapun kamu tetap putri ayah, jika kalian berada di kampus yang sama tidak mustahil untuk saling menjaga. Aku mengizinkan kalian." ucap Bram sambil memeluk mereka berdua.


"Dan untukmu Jihan, aku akan menceraikan kamu."


Mendengar hal itu suasana menjadi sangat hampa, Jihan tidak bisa lagi berkata-kata kesalahannya sangat besar sehingga membuat dirinya harus kehilangan keluarga yang dia cintai.


"Aku sudah puluhan tahun menemani mu menerjang angin dan badai demi rumah tangga ini, dan sekarang kamu ingin bercerai denganku? Apakah kesalahanku benar-benar tidak bisa kau maafkan?"

__ADS_1


Dia tidak ingin bercerai dengan suaminya, apa yang harus dia lakukan agar suaminya tak menceraikan dirinya. Jihan menangis sambil bersimpuh,dia tidak menginginkan perceraian itu namun Bram dengan kekeuh ingin menceraikan dirinya.


Jihan terus menangis sambil memelas air matanya bercucuran tak henti-hentinya, kenapa bisa seperti ini kenapa sangat kejam dia.


"Kamu membela orang luar itu dan menceraikan aku, jika dia tidak pindah kamar bukankah kamu masih menjadi suamiku? Dia memang jal4ng pembawa sial di rumah ini. Aku menyesal membawanya dari panti waktu itu." ucap Jihan dengan sangat keras tentu saja kata-kata itu sangat menusuk hatinya.


"Bukankah dari dulu aku sudah bilang kalau kamu sudah tidak menginginkan dia kamu pulangkan saja dia. Namun kamu selalu memiliki alasan ini dan itu. Sekarang apa? kamu mau mengkambing hitamkan dia? Buka matamu kalau kamu tidak ada niat menjual nya maka ini tidak akan terjadi."


Bram berteriak dengan sangat keras, dia sangat kesal dengan Jihan. Namun benarkah dia menceraikan Jihan hanya karena hal itu, atau mungkin saja ada alasan lain dia bahkan seperti menatap Jihan tanpa rasa apapun, hanya ada rasa Jijik jika melihat wanita itu.


"Dan kamu silahkan pergi dari rumahku, tunggu aku di pengadilan besok."


Bagaikan tersambar petir, rumah yang sudah dia tempati bertahun-tahun harus dia tinggalkan, rumah itu adalah rumah yang dibeli Bram sebelum menikah wajar jika dia harus angkat kaki. Namun kemana dia harus pergi setelah ini dia tidak punya rumah, dan tidak ada orang tua untuk bersinggah, orang tuanya sudah meninggal sejak lama.


"Tapi kemana aku harus pergi, aku tidak punya rumah. Bukankah rumahku sudah kamu jual saat bisnismu krisis." ucap Jihan mengingatkan Bram akan masa lalunya.


"Kamu bisa membawa sisa uangmu untuk mencari tempat tinggal, namun aku tidak akan lagi menafkahi mu jika uang dalam rekening bank itu sudah habis tentu saja kamu harus mencari uang sendiri."


Bram menjelaskan dengan sedetailnya jika uang yang dia berikan pantang untuk dia minta lagi, namun setelah itu tidak akan ada lagi uang untuk Jihan.


"Dan untukmu Alexa ataupun Karlina, silahkan saja bersekolah dimanapun kamu inginkan aku masih akan mendanai hingga kamu lulus dan untuk Karlina aku akan membantumu."

__ADS_1


Mendengar hal itu Alexa dan Karlina mengangguk, melihat perceraian kedua orang tuanya di depan matanya memang menimbulkan banyak pertanyaan namun Alexa ingin mencari tahu bukan dikasih tahu.


__ADS_2