Haruskah Ku Merelakanmu?

Haruskah Ku Merelakanmu?
Episode 4


__ADS_3

"ma-maksud kamu?" tanya dengan bingung


"aku berharap kamu orang terakhir di hidupku, Bi. dan aku juga berharap kamu bisa membuka hatiku yang masih terkunci. Dan aku tidak akan sia-siakan kamu." ujar Aksa


"apakah kamu yakin? aku saja tidak yakin dengan diriku sendiri apakah aku bisa menerima orang baru dan aku juga tidak yakin bisa membuka hatimu yang telah terkunci. Apa kamu tak ingin menutupnya? Apa kamu tidak takut jika kamu akan kecewa dan trauma itu akan mendatangimu?" tanyaku untuk meyakinkannya


"aku yakin. Dan aku akan membuka hatimu yang telah terkunci. Bi, kita sama-sama trauma dengan pasangan kita, dan kita sudah tahu bagaimana cara menghargai pasangan kita dan bagaimana membuat pasangan kita tidak kecewa pada kita. Kita sama - sama berjuang Bi untuk mengubah semuanya. dan aku yakin kita pasti bisa." ujar Aksa untuk meyakinkanku


"akan aku coba ya, Sa. Dan aku tidak masih yakin dengan apa yang kamu katakan. aku masih trauma, Aksa." jawabku


"kita akan mulai semuanya dari nol ya, Bi." ujar Aksa


Setelah mendengar perkataan Aksa, Bianca hanya bisa tersenyum tipis.


"Aksa, pulang yuk." ajak Bianca


"ya sudah, yuk kita pulang." jawab Aksa


Sesampai di rumah, Bianca masih memikirkan perkataan Aksa dan tanpa berpikir panjang, Bianca segera menelepon ketiga sahabatnya Aleshya, Cia dan Zefa.


*via telepon*

__ADS_1


"halo" ujar Aleshya, Cia dan Zefa


"halo. Kok kalian bertiga kompak gitu sih jawabnya." tanya Bianca


"iya dong" jawab Cia


"ada apa, Bi?" tanya Zefa


"kalian tahu tidak" ujar Bianca


"kami tidak tahu nona Bianca Dealova Christabel, S.Pd. Yang terhormat dan tercantik" ujar Cia


"M.Pd-nya mana?" ujar Bianca dengan bergurau


"Aleshya, kamu tahu gak teman kamu itu yang kamu kenalkan ke aku?" ujar Bianca


"maksud kamu Aksa? Ada apa dengannya?" tanya Aleshya


"dia tadi katakan semoga aku ini orang yang terakhir di dalam hidupnya. Dan berharap semoga aku bisa membuka hatinya yang lagi terkunci."ujar Bianca


"bagus dong, Bi. Itu artinya dia taruh harapan padamu. Setelah kami lihat kamu dan Aksa itu sangat cocok." sahut Zefa

__ADS_1


"100 untuk anda Zefa! Saya setuju dengan anda saudari Zefanya Ananda Emmanuela" ujar Cia


"jelas dong." jawab Cia


"apa yang di katakan oleh Zefa itu benar, Bi. Bisa saja ia sudah mulai menyukaimu namun belum 100%. dan Aksa sudah memberi lampu hijau bukan padamu?


"lampu hijau? M-maksudnya?"tanya Bianca dengan bingung


"iya lampu hijau dengan kalimat dia berharap semoga kamu wanita yang terakhir di dalam hidupnya dan semoga kamu bisa membuka pintu hatinya yang sedang terkunci. Apa itu bukan lampu hijau?" sahut Cia


"memang itu bisa di katakan sebuah lampu hijau?" tanya Bianca


"sangat bisa. Itu adalah sebuah lampu hijau. Dan aku pribadi yakin kalau Aksa itu adalah lelaki yang tepat dan terbaik untukmu." ujar Zefa


"aku setuju pada Zefa. Itu adalah salah satu lampu hijau untukmu yang diberikan pada Aksa. Dan kamu harus yakin kamu bisa membuka hati Aksa dan Kita bertiga juga yakin kalian adalah pasangan yang tepat." sahut Cia untuk lebih meyakinkan Bianca


"hmm. . . . aku sendiri tak tahu. dan apa yang harus aku perbuat?" tanya Bianca


"yang harus kamu lakukan adalah bagaimana caranya agar kamu semakin dekat dengannya. Dengan demikian, kamu dan Aksa akan bisa bersatu." ujar Aleshya


"apakah kalian bertiga yakin?" tanya Aleshya dengan tak percaya

__ADS_1


"ya, kami yakin." ujar Cia


__ADS_2