Haruskah Ku Merelakanmu?

Haruskah Ku Merelakanmu?
Episode 8


__ADS_3

Setelah mendengar perkataan Aksa seperti itu, hati Deryl merasa tersentuh dan ia pun membiarkan air itu membasahi pipinya dan ia segera memeluk Aksa


"terima kasih, Sa. Aku titip Bianca ya! Tolong jaga Bianca dan tolong buat Bianca bahagia" ujar Deryl


"Iya. Aku akan berusaha untuk selalu memberikan yang terbaik pada Bianca." sahut Aksa


Keesokan harinya, semua berjalan dengan lancar. Deryl melakukan aktivitasnya seperti semula begitu juga dengan Aksa dan Bianca menjalani kehidupan barunya sebagai suami istri.


Satu tahun telah berlalu, kini Bianca diberi kepercayaan oleh Tuhan untuk mengandung. Rasa bahagia, sedih bercampur menjadi satu, sehingga mereka pun tidak tahu harus bagaimana untuk mengungkapkan rasa itu. Hanya rasa syukur yang terus mereka panjatkan. Bagaimana tidak, hal yang telah dinantikannya kini telah tiba, kini ia bisa merasakan apa yang ibu-ibu hamil pada umumnya rasakan. Mual di pagi hari, ngidam dengan berbagai macam bahkan bisa dikatakan ngidam yang aneh pun ia rasakan.


Tak terasa buah hati yang mereka tunggu-tunggu kini telah hadir ke dunia. Seorang anak kecil yang cantik, mungil dan imut yang merupakan anugerah dari Tuhan. Anak itu diberi nama Cantika Carissa Emmanuela, nama yang sangat cantik seperti anaknya. Dengan nama itu, Bianca dan Aksa berharap agar kelak anaknya bisa menjadi terang dan grama dunia serta bisa menjadi perpanjangan tangan Tuhan.


Dengan hadirnya Cantika di tengah mereka, hidup mereka menjadi lebih berwarna. Berkat dari Tuhan pun mengalir dengan begitu deras di keluarganya. Dan keluarga mereka semakin diberkati oleh Tuhan.


Dua puluh lima tahun telah berlalu benar-benar tak terasa untuk mereka. Kini Cantika dan adiknya sudah besar dan tumbuh menjadi seorang anak yang sangat memberkati banyak orang. Cantika dan adiknya selalu diajarkan untuk selalu berbagi dan bersyukur dalam keadaan apapun, karna didikan mereka, Cantika dan Alea menjadi sukses. Namun dibalik kesuksesan yang mereka raih ada kepahitan yang mereka terima. Ya, disaat Cantik berusia lima belas tahun, mereka harus kehilangan kedua orang tua akibat kebakaran yang telah terjadi.


Rasa sakit yang ada di hatinya membuat ia harus bertahan untuk menghidupi dirinya dan adiknya. Demi menyambung hidup, ia rela bekerja sebagai seorang pembantu diusia belasan tahun. Usia yang seharusnya masih untuk bermain namun ia gunakan untuk bekerja keras. Kerja kerasnya diusia belasan tahun membuahkan hasil yang sangat indah, kini ia telah membuka toko roti sendiri dan toko roti tersebut adalah miliki Cantika dan Alea. Mereka sama sekali tidak malu untuk bekerja sebagai art atau bahkan penjual roti keliling dan mereka selalu menguatkan satu sama lain ketika mereka merasa lelah dengan keadaan yang mereka jalani.


Tuhan amat baik, Tuhan selalu mengirimkan orang-orang baik dalam kehidupan mereka untuk membantu mereka.


Tak disangka, Deryl yang sudah lama menghilang dan tak tahu kabarnya tiba-tiba datang kembali dalam kehidupan keluarga Bianca dan Aksa. Namun dia tak tahu jika Bianca dan Aksa sudah tiada ketika kejadian kebakaran pada lima hingga sepuluh tahun yang lalu. Kini hanya Cantika dan Alea yang dapat ia temui.


(Daryl mengetuk pintu rumah Cantika) "permisi"


(Alea berjalan ke arah ruang tamu untuk membuka pintu) "iya sebentar"


(Alea membuka pintu rumahnya) "cari siapa ya?"


"Apa benar ini rumah Bianca dan Aksa?"


"Iya benar. Maaf, om siapa, ya? Dan mau mencari siapa?"


"Saya Daryl, saya ingin mencari Bianca dan Aksa. Bianca dan Darylnya apakah ada?"


Mendengar pertanyaan tersebut, Alea segera mengajak Daryl untuk masuk dan duduk di ruang tamu


"silakan masuk, om"


(Alea dan Deryl pun segera masuk ke dalam)


(Alea mempersilakan Daryl untuk duduk) silakan duduk, om. Om mau minum apa? biar saya buatin

__ADS_1


"oh, tidak perlu, tidak perlu repot-repot"


(Alea pun segera duduk) tadi om mencari mama dan papa?


(mendengar jawaban tersebut membuat Daryl yang benar-benar kaget) "Mama? Papa?"


"iya, om, orang yang om cari adalah mama dan papa saya."


(masih dengan rasa yang tak percaya, Deryl mengulang ucapannya untuk memastikan) "Bianca dan Aksa mama papa kamu?"


"iya om."


"berarti nama kamu Cantika?"


"bukan om, namaku Alea, Cantika adalah kakak saya om."


(Deryl pun semakin kaget dan dibuat tak percaya oleh ucapan Alea) "Berarti anak mama papa kamu dua?"


"iya benar, om."


"kakak kamu di mana?"


"ada di kamar, om. Tunggu sebentar saya panggilkan kakak saya, om."


(sambil membuka pintu kamar Cantika) "kak, ada tamu yang cari kakak."


(sambil bermain handphone) "siapa dek?"


"aku juga tak tahu. Sepertinya om itu kenal dengan kakak"


(meletakkan handphone dan sambil berjalan menuju keluar) "yasudah, yuk kita temui om itu"


Alea dan Cantika pun berjalan bersama untuk menemui Deryl


(Alea dan Cantika duduk) "om cari saya?"


(Deryl mematung sejenak) "Cantika? Ini beneran kamu?"


(Cantik benar-benar tak menyangka bisa bertemu dengannya) "O-om Deryl? I-ini om Deryl? Ini beneran om Deryl?"


Deryl dan Cantika sama-sama tak menyangka, jika mereka bisa bertemu kembali. Deryl akhirnya memeluk gadis itu untuk menghilangkan rasa rindu dan untuk memastikan, Deryl rela mencubit pipinya.

__ADS_1


(memeluk Cantika) "Cantika, om benar-benar tidak menyangka bisa bertemu denganmu lagi nak setelah sekian lama."


(membalas pelukan Deryl) "Om, Cantika juga tak menyangka bisa bertemu dengan om lagi, om ke mana saja selama ini, om?"


Setelah puas memeluk Cantika, Deryl pun melepaskan pelukannya kepada Cantika


(sambil melepas pelukannya) "om kerja diluar negeri sayang."


Ta-tapi ini om sedang tidak bermimpi kan bisa bertemu dengan kalian berdua?


(sambil mencubit pipinya sendiri) "aw, sakit"


Alea dan Cantika pun tertawa bersama


(Cantika tertawa lepas dengan tingkah Deryl) "om sih, ngapain cubit pipi sendiri, sudah tahu sakit tapi malah dicubit


(sambil mengelus pipinya) "om hanya memastikan saja."


(Cantika pun mengajak Deryl dan Alea) "yasudah, yuk duduk."


"om, kesini mau cari siapa?"


"om ke sini ingin mencari mama dan papa kalian berdua."


(Cantika pun menceritakan kejadian yang mereka alami di lima hingga sepuluh tahun yang lalu) "om, pada lima hingga sepuluh tahun yang lalu, rumah kami kebakaran dan mama papa tidak bisa diselamatkan. Mama dan papa meninggal di tempat, om."


(Deryl melihat Alea dan Cantika) "kamu serius? kamu sedang tidak berbohong kan, Cantika?"


"tidak, om."


"lalu bagaimana dengan nasib kalian setelah kejadian itu? Kalian tinggal bersama siapa?"


"sejak kejadian itu, aku dan Alea tinggal di bawah jembatan, om. Aku tidak tega melihat Alea yang pada saat itu masih berumur tiga tahun harus tidur di bawah jembatan dan akhirnya aku memutuskan untuk mencari pekerjaan apapun itu. Dan puji Tuhan, Tuhan mengirimkan orang baik pada kami. Tuhan memberi jalan pada, aku mendapatkan pekerjaan sebagai pembantu, om. Dan majikan aku memperbolehkan aku untuk membawa Alea tinggal bersama dan beliau juga memperbolehkan aku untuk berjualan roti keliling ketika pekerjaan utamaku sudah selesai."


(tanpa disadari, Deryl mengeluarkan air dan membiarkan membasahi pipinya)


(Cantika melihat Deryl menangis) "om kenapa menangis?"


(segera menghapus air itu) "om tak menyangka perjalanan kalian seberat itu diusia kalian yang masih kecil"


"tidak apa-apa, om. Dengan kejadian itu, kami bisa menjadi mandiri dan lebih menghargai serta bersyukur dengan apa yang Tuhan beri dalam keadaan apapun itu"

__ADS_1


"kalian memang anak-anak yang hebat-hebat."


__ADS_2