Haruskah Ku Merelakanmu?

Haruskah Ku Merelakanmu?
Episode 9


__ADS_3

Ketika Deryl melihat rumah Bianca, ia tak sengaja melihat fotonya saat masih bersama dengan Bianca. Ternyata Bianca masih menyimpan foto mereka berdua saat mereka masih bersama. Dan ia tak tahu apa alasan Bianca masih menyimpan foto mereka berdua. Foto itu kembali membuka memori Deryl yang telah lama terkubur dalam-dalam.


"Bi, andai saja dulu aku tak meninggalkan kamu pada saat itu dan andai saja aku bisa menerima pendapat kamu dan aku tidak terlalu egois, pasti kita akan bersama, Bi. Andai, waktu bisa diputar kembali, aku akan memilih kamu dan hidup bahagia bersamamu. Maafkan aku yang terlalu egois ini di masa lalu, maafkan aku, Bi." (air itu semakin deras membasahi pipinya)


"om, om tak perlu sedih, mama papa sudah tenang om."


"oh iya om, sebulan sebelum mama papa pergi, mama ada titipkan sesuatu untuk om ke Cantka."


"apa itu, Can?" (mulai menghapus air matanya)


"sebentar Cacan ambilkan di kamar, om"


Cantika mulai berjalan ke arah kamar untuk mengambil barang yang sudah dititipkan oleh Bianca dan memberikannya pada Daryl


"ini om" (menyerahkan kado itu)


Deryl yang dengan tak sabar mulai membuka bingkisan tersebut dengan semangat. Dengan rasa tak percaya, ia kini kembali membiarkan air itu membasahi pipinya. Dan ia semakin berbicara pada hatinya akan penyesalannya


"ini semua adalah barang favoritku, dan kamu masih mengingat itu semua, Bi. Begitu berarti diriku untukmu, Bi? Bahkan sampai kamu sudah menikah bersama lelaki lain pun kamu masih ingat denganku. Apakah aku layak untuk menerima ini semua, Bi? Bi, aku benar-benar tak sanggup. Aku sangat kehilangan kamu."

__ADS_1


"Biancaaaaaaaaaaa" (Deryl pun berteriak untuk melegakan hatinya


"kenapa Bi, kenapa? Tuhan, ini sungguh berat, aku tak sanggup Tuhan! Aku mohon kembalikan mereka berdua Tuhan, aku mohon."


"Cantika, Alea, bisakah kalian menemani om ke makam orangtua kalian?"


"bisa, om. Ayo om kita ke rumah mama papa."


Deryl, Alea dan Cantika segera menuju ke rumah baru Bianca dan Aksa.


Sesampai di makam, Deryl kembali untuk membiarkan pipinya basah untuk kesekian kalinya.


"Bi, aku datang ke rumah kamu. Aku bawa bunga untuk kamu, bunga mawar putih kesukaan kamu. Dan aku juga ke sini bersama dengan Cacan dan Alea, mereka adalah gadis yang baik hati, gadis yang hebat dan pantang menyerah. Dan aku percaya itu adalah didikan kamu dan Aksa. Cantika memiliki sifat yang sama persis denganmu, Bi. Bi, Sa, aku ingin meminta izin pada kalian, aku ingin mengangkat Cantika dan Alea menjadi anakku. Aku ingin menjaga Cantika dan Alea, aku akan menjaga dan merawatnya seperti anakku sendiri."


Tak tahan melihat Deryl yang menangis, Cantika mengajak Deryl untuk mengunjungi makam kakek dan neneknya. Ya, kedua orangtua Aksa dan Bianca sudah pergi akibat kecelakaan pada saat menuju ke Bandung. Cantika dan Alea benar-benar sudah tidak memiliki siapapun


"om, Cantika dan Alea ingin mengunjungi makam nenek dan kakek, om mau ikut?"


"kakek? Nenek? Orang tua Bianca juga sudah pergi?"

__ADS_1


"iya om, kakek dan nenek dari mama papa juga sudah pergi. Om mau ikut?"


"yasudah, kita ke kakek dan nenek."


Setelah berziarah ke pemakaman Bianca, Deryl dan kedua orang tua Deryl dan Bianca, mereka bertiga pun kembali ke rumah untuk beristirahat dan Deryl, mengatakan pada Cantika dan Alea jika ia akan mengangkat mereka sebagai anaknya


"Cantika, Alea, om ingin berbicara sesuatu pada kalian."


"apa om?"


"om ingin menjadikan kalian berdua sebagai anak om. Om ingin menjaga dan merawat kalian berdua, apakah kalian mau?"


"iya om, Cantika mau."


"Alea juga mau om."


"mulai sekarang kalian panggil om dengan sebutan papa."


"iya om. Eh, maksudnya iya pa."

__ADS_1


Dengan rasa bahagia, Deryl memeluk kedua anak angkatnya dan ia berjanji akan selalu merawat dan menjaga kedua putrinya seperti ia menjaga dan merawat dirinya sendiri. Dan kini mereka bertiga hidup bahagia.


SELESAI


__ADS_2