Haruskah Ku Merelakanmu?

Haruskah Ku Merelakanmu?
Episode 5


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian, Bianca dan Aksa kini semakin dekat. Dan hati yang ia tutup dengan rapat kini terbuka kembali begitu juga dengan Aksa. Perlahan rasa trauma yang mereka rasakan juga kian menghilang dan berubah menjadi benih-benih cinta. Dengan rasa cinta dan sayang yang begitu besar, kini Aksa memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya


*via telpon*


"hai" ujar Bianca


"hai" jawab Aksa


"lagi di mana?" tanya Aksa


"di rumah nih." jawab Bianca


"oh iya, besok sibuk kah?" tanya Aksa


"hmm... Nggak. Kenapa?" jawab Bianca


"besok jalan yuk" ajak Aksa


"kemana?" tanya Bianca?


"taman, nonton terus nongkrong di cafe tempat biasa" jawab Aksa


"Jam berapa?" tanya Bianca


"jam 5. Biar kamu ada waktu untuk siap-siap" ujar Aksa


"hmm.... Oke. Tapi jemput ya " ujar Bianca


"siap tuan putri" ujar Aksa


Keesokan harinya, di tempat Aksa bekerja, ia selalu terlihat tampak bahagia. Dengan keadaan yang tak biasa, Zefa mencari tahu penyebab dari kebahagiaan Aksa.


"Sa, kamu kenapa? Tidak biasa sebahagia ini." tanya Zefa dengan rasa penasaran

__ADS_1


"hmm... Tidak apa-apa." jawab Aksa


"yakin?" tanya Zefa yang semakin penasaran


"iya aku yakin" jawab Aksa yang sedang berusaha menutupi semuanya


Tiba saatnya pukul 15.30wib, yang menandakan bahwa jam pulang sudah tiba. Aksa dengan buru-buru pulang ke rumah agar bisa segera bersiap-siap untuk bertemu dengan Bianca.


Zefa yang mencoba untuk bertanya kembali tentang mood Aksa yang sedang baik, diabaikan oleh Aksa


"Aksaaaa" teriak Zefa


Aksa pun menghentikan langkahnya dan berbalik ke belakang. Dengan cepat Zefa pun berlari untuk menghampiri Aksa


"cepat sekali pulangnya. Mau kemana?" tanya Zefa


Setelah mendengar pertanyaan dari Zefa, Aksa pun segera pergi meninggalkan Zefa.


Sesampainya di rumah, Aksa segera mandi dan bersiap-siap untuk bertemu dengan Bianca. Aksa berdandan rapi dan wangi begitu juga dengan Bianca.


Sesampainya di rumah Bianca, Aksa pun menekan bel yang berada di samping pintu rumahnya.


*kriiiiiinggggg* bunyi bel


*cari siapa ya mas?" tanya mba


"Biancanya ada mba?" tanya Aksa


"oh non Bianca, ada mas. Mari silakan masuk mas. Tunggu sebentar ya mas, mba panggilkan non Bianca" ujar mba Lila


Mba Lila pun segera memanggil Bianca


*tok tok tok* mba Lila mengetuk pintu kamar Bianca

__ADS_1


"silakan masuk" ujar Bianca dari dalam kamar


"non, ada teman non di bawah" ujar mba Lila


"perempuan atau laki-laki, mba?" tanya Bianca


"laki-laki non. Pacar non ya?" goda mba Lila


"ah, bukan mba. Bianca kan belum punya pacar" ujar Bianca


"tapi non, teman non yang di bawah cocok kok dengan non." ujar mba Lila yang semakin menggoda Bianca


"ah mba Lila bisa aja. Ya sudah saya sebentar lagi turun ke bawah. Mba bilangin ke teman aku, tunggu sebentar dan tidak perlu dibuatkan minum" ujar Bianca


"loh, kenapa non? Bukankah tamu harus diberi minum?" tanya mba Lila


"iya benar mba. Tapi kami mau jalan maka dari itu Bianca bilang tidak perlu dibuatkan minuman." jawab Bianca


"oh begitu. Baik non. Kalau begitu mba permisi ya non" ujar mba Lila


Mba Lila pun segera turun ke bawah untuk menemui Aksa. Dan tak lama kemudian, Bianca pun segera menyusul mba Lila untuk ke bawah


"hai Aksa" sapa Bianca


"hai" jawab Aksa yang tercengang melihat penampilan Bianca


"kenapa? Ada yang salah ya dari penampilan dan pakaianku?" tanya Bianca


"oh tidak ada kok. Kamu sangat cantik hari ini" ujar Aksa


"kamu bisa saja. Yasudah yuk, kita pergi." ujar Bianca


"mba, aku dan Aksa pergi sebentar ya. Nanti kalau mama papa pulang lalu cari aku, bilang saja sedang keluar dengan temannya. Nanti aku juga akan menelepon mama supaya mama tidak khawatir." ujar Bianca

__ADS_1


"siap 86 non" jawab mba Lila


__ADS_2