![Heart Breaker - Hope & Future - [ SEASON 2 ]](https://asset.asean.biz.id/heart-breaker---hope---future-----season-2--.webp)
Waktu pukul 15.00, sudah saatnya jam sekolah selesai, bel pulang berbunyi.
" Akhirnya kelas berakhir jugaaa ".
Ucap salah satu siswa kelas 3 - B sambil mengulat.
" Hari ini kita ada latihan tidak sih " tanya salah satu siswi.
" Hmm.. Masih ada kan, sebab memang diwajibkan " jawab salah satu siswa.
Kebetulan sekali disaat anak-anak kelas 3 sedang berdiskusi masalah latihan, pengumuman sekolah berbunyi.
" Selamat sore siswa-siswi Sekolah Akademi Militer Sakurazaka, harap jangan pulang terlebih dahulu, kita akan melakukan latihan seperti biasa. Terima kasih atas kerjasamanya ".
Setelah pengumuman dari salah satu guru berakhir, anak-anak segera pergi ke lapangan sesuai divisi mereka.
Soal divisi, disini mereka belum ada pembaharuan dan penambahan bagi anggota yang telah gugur. Maka dari itu, semuanya dikumpulkan di lapangan.
Anak-anak telah berkumpul semua di lapangan sesuai divisi. Kaito, Okita dan Tatsu telah berkumpul kembali di divisi lama mereka yaitu Heart Breaker karena Yuiji telah lulus bersama dengan Melodia dan juga George, untuk sementara belum ada pembagian ketua divisi.
" Selamat sore, sudah lama sekali ya kita tidak bertemu ".
Sapaan seorang laki-laki berambut pink dengan model rambut dicepak.
" HARU?! ".
Kaito dan Tatsu terkejut dengan penampilan yang begitu berbeda dari Haru, sudah lama sekali setelah masa libur panjang dan tidak ketemunya mereka.
" Wahhh, sudah pada kumpul ya~ ".
Seorang siswi dengan model rambut di kuncir satu kebelakang, nongol di tengah-tengah mereka semua.
" Ichigo, sudah lama sekali ya ".
" Hu um, benar sekali Haru, tapi kalian bertiga kok masih tetap sama ya? ".
Ichigo menatap ke arah Tatsu, Kaito dan juga Okita dengan tatapan mengejek. Kata-kata yang diucapkannya terasa seperti petir menyambar dan mereka bertiga tidak bisa menjawabnya.
" Maaf sudah menunggu lama teman-teman ".
Tiba-tiba terdengar suara laki-laki agak berat berjalan ke arah mereka bersama seorang wanita cantik berambut putih dengan rambut di gerai.
" Kak Melodia, cantikkk ".
" Sudah lama kita tidak bertemu ya, Ichigo ".
__ADS_1
Melodia memberikan senyuman hangat ke arah Ichigo dan menanyakan juga kabar ke yang lainnya. Hari ini adalah hari reuni yang penuh istimewa setelah terakhir kalinya pertempuran waktu itu.
Mereka memberikan waktu ruang untuk saling mengobrol satu sama lain di lapangan sebelum latihan dimulai.
" Oh ya, sebentar lagi akan ada yang datang kemari, mereka adalah anggota baru divisi ini, 1 cewek dan 1 cowok. Mereka adalah adik kelas kalian ".
" HAH?! " sontak mereka berlima.
" Nanti kalian akan tahu sendiri siapa orangnya " lanjut Yuiji.
Beberapa menit kemudian, datang 2 anak murid yang telah dibicarakan oleh Yuiji dan menghampiri mereka semua.
" Halo, perkenalkan nama saya Hakaze Yoku, saya dari kelas 1 - B. Salam kenal dan mohon kerja samanya ".
Sapaan dari gadis tomboy berambut pendek berwarna merah tua membungkukkan badannya.
" Saya Kazehaya Iori dari kelas 1 - A. Salam kenal dan mohon kerja samanya juga ".
Dilanjutkan kembali sapaan dari cowok berambut cepak berwarna cokelat dan dia juga membungkukkan badannya.
" Salam kenal juga~ " sapaan balik dari Ichigo dengan senyuman ramah.
" Hohoho.. adik kelas, halo halo~ ".
" Wahhhh... "
Sedangkan Okita tetap stay cool, tidak peduli dengan anak baru di divisinya.
" Nah, Iori dan Yoku ini akan menggantikan posisi almarhumah Arisa dan Iori sendiri sebagai penambahan saja, posisinya bisa seperti George. Yoku ini kemampuan dia hampir setara dengan Arisa jadi saya yang menarik dia ke divisi ini " jelas Yuiji.
" Oh ya, satu lagi, untuk divisi kita sekarang team 1 dipenggang Kaito beranggotakan, Ichigo, Haru, Tatsu, Iori, lalu team 2 dipenggang Okita, beranggotakan saya sendiri sebagai guru pembimbing kalian bersama Melodia, Yoku dan George, ngomongin dia karena dia masih di Amerika jadi kita keep dulu " lanjutnya.
Mendengar keterangan yang diberikan oleh Yuiji, Okita langsung terkejut karena dari awal dia tidak mau kalau posisi adiknya di geser, akhirnya, dia mengambil sikap yang sangat dingin di hadapan Yoku sendiri.
Melihat sikap Okita yang begitu dingin di depan anak-anak baru, mereka berusaha mencairkan suasana supaya anak-anak baru ini tidak takut.
Yuiji paham kenapa Okita mengambil sikap seperti ini karena dia tidak mau menggeser posisi adiknya sebagai bagian informasi. Dia masih belum terima jika adiknya digeserkan.
Hari yang semakin sore dan supaya pulangnya tidak terlalu kemalaman, latihan pun di mulai.
Selama latihan, Yoku yang masih anak baru bersama Iori butuh banyak adaptasi dalam hal masalah kerja sama se team.
Mereka terlalu ceroboh dalam hal pertarungan, termasuk barrier yang dibuat oleh Iori kurang kuat dan juga kurang sempurna membuat dirinya sering kali terluka karena jebolnya pertahanan.
Yoku sendiri tidak fokus dengan mengendalikan kekuatannya dengan benar dan sering kali melakukan kesalahan seperti Iori.
__ADS_1
Okita yang benar-benar kehabisan kesabaran melihat Yoku, dia tidak sengaja membentaknya sebagai ketua divisi. Yoku dimata Okita begitu fatal dan tidak pantas menggantikan posisi adiknya yang sudah tiada.
Teman-teman anggotanya kaget melihat Okita membentakkin Yoku dan baru pertama kalinya juga melihat Okita bentak orang.
Yoku yang merasa dibentak oleh Okita, agak sedikit terkejut dan merasa kecewa, dia segera meminta maaf di hadapan Okita.
" Aku minta maaf, aku benar-benar minta maaf, lain kali saya tidak akan mengulanginya lagi ".
Yoku sangat ketakutan terhadap Okita meskipun dia sudah meminta maaf, sayangnya Okita menghiraukan dia.
Okita yang memang tidak mau menggeserkan posisi adiknya, pergi begitu saja tanpa berpamitan juga dengan teman-teman se divisinya. Hati Yoku semakin campur aduk.
" Yoku, jangan sedih ya, jangan dimasukin ke hati, Kak Okita memang seperti itu ".
Ichigo berusaha menghiburnya karena Yoku tipe yang selalu berusaha tegar, dia langsung menggelengkan kepalanya dan tersenyum ke Ichigo. Menandakan dirinya tidak apa-apa.
Besokkan harinya, Yoku memutuskan berlatih sendirian di lapangan sekolah disaat jam istirahat, dia terus berlatih dan berlatih, berusaha tidak menjadi beban untuk teamnya bersama Iori.
Sampai ada saatnya, Okita tidak sengaja melihat mereka berdua latihan di lapangan ketika hujan turun.
Awalnya Okita ingin menghiraukan mereka, tapi pas Okita ingin pergi meninggalkan mereka berdua di tengah hujan. Dia tidak sengaja melihat siluet Arisa yang ada di diri Yuko. Okita terkejut.
Dia melihat Yoku seperti adiknya, keras kepala dan tekadnya dia yang begitu mirip karena hal ini, Okita menghampiri mereka berdua sembari hujan-hujanan.
Untungnya sudah jam pulang sekolah dan dia tadinya mau pulang tapi tidak jadi.
" Hey, kalian tidak pulang??? Hari makin malam dan kalian bisa sakit!!! ".
Panggil Okita sambil berjalan ke arah mereka berdua. Iori dan Yoku melihat Okita memanggil mereka, akhirnya, mereka berdua berhenti latihan dan kemudian, berteduh.
" Pakailah handuk ini, nanti kalian bisa sakit " ucap Okita sambil memberikan handuk kepada Iori dan juga Yoku.
" Terima kasih " ucap mereka berdua bersamaan.
Yoku dan Iori mengeringkan rambut mereka yang basah karena hujan, belum juga Yoku ingin berbicara dengan Okita. Dirinya malah sudah meninggalkan begitu saja.
" Lagi... huft " keluh Yoku.
Melihat punggung Okita yang semakin jauh dari mereka berdua, Yoku hanya bisa menghela nafas melihat sikap Okita yang belum terbuka untuk dirinya.
" Yoku, sebaiknya kita pulang, aku takut kalau ibuku malah cariin " ajak Iori.
" Eh, ya, daritadi ibuku juga nelfon, yuk, kita pulang saja " sahutnya.
Yoku dan Iori memutuskan untuk balik ke rumahnya masing-masing karena hari yang semakin gelap dan untuk latihan juga sudah cukup untuk hari ini.
__ADS_1
Mereka berdua benar-benar ingin terus berusaha dengan cara terus berlatih sampai membuahkan hasilnya untuk divisi mereka. Mereka tidak pantang menyerah.