Heart Breaker - Hope & Future - [ SEASON 2 ]

Heart Breaker - Hope & Future - [ SEASON 2 ]
Heart Breaker ~ Hope & Future ~ CH. 5


__ADS_3

Setelah Yoku puas menangis, dia dengan Iori berpamitan ke 3 orang kakak kelasnya itu. Hari juga makin gelap. Mereka berdua harus segera pulang ke rumah.


" Kamu sudah mendingan, Yoku? ".


" Hu um, aku tidak apa-apa, jangan khawatir ".


Yoku tersenyum ke arah Iori, matanya kelihatan sembab dan juga sedikit bengkak karena menangis.


Sejujurnya, Yoku juga merasa malu karena Okita memeluknya dan baru pertama kalinya dia merasakan hal lain dari pria itu.


Mereka berdua berjalan menelusuri gang di malam hari dan akhirnya, mereka tiba di apartemen susun.


Mereka berdua naik keatas bersamaan dan berpisah di koridor. Yoku yang berdiri di depan rumahnya, sebelum dia masuk kedalam.


Dia menghela nafas terlebih dahulu,


" Aku pulang, Ibu ".


Ucapnya dengan suara khasnya dia dan disambut hangat oleh keluarganya.


Yoku melepas sepatunya dan bergegas membersihkan diri.


Beberapa menit dia telah mengganti pakaian rumahnya, dia berjalan ke sebuah ruangan dan terdapat foto kakaknya di lemari kecil.


" Kak, aku tidak bisa melupakan kejadian waktu itu... Apa yang harus aku lakukan.. Aku takut.. takut sekali.... "


Gumam Yoku sambil menatap foto almarhum kakaknya yang sudah tiada. Disaat dia sedang melamun, ibunya memanggil dia untuk makan malam.


Yoku menjawab panggilan ibunya dan pergi dari ruangan itu Ada sebuah permata liontin persia di depan foto kakaknya, tiba-tiba sekilas mengeluarkan cahaya dan itu hanya sebentar.


Semacam benda ini memberikan reaksi disaat Yoku ada di sana. Dulu benda ini sering dipakai kakaknya untuk bertarung, tapi setelah kakaknya meninggal tidak ada yang bisa memakainya.


Kata lain ketika Yoku sedang membatin kakaknya, benda ini mendeteksi Yoku untuk menjadi tuannya yang baru.


Disisi lain, di kediaman Yuiji. Dia masih mencari tahu apa mengenai Profesor Yohi melalui Internet.


Mungkin dari internet dia dapat menemukan jawabannya. Yuiji sangat serius mengotak-atik layar hologramnya di kamar dia.


Ketika dia begitu serius mencari informasi, Melodia datang mengetuk pintu kamarnya. Mereka memang sudah menikah, akan tetapi mereka masih tinggal bersama ibunya.


" Yuiji, ayo kita makan, ibu sudah menunggumu dibawah ".


" Ya, bentar lagi aku kesana ".


Melodia melihat Yuiji yang begitu serius di depan layar, dia tidak berani menganggunya. Melodia kembali keluar dari kamar, meninggalkan Yuiji sendirian disana.


" Kok tidak ada ya ".


Keluh dia karena tidak mendapatkan hasil apa-apa, Yuiji seketika langsung berpikir keras.


" Sebenarnya lendir-lendir itu apa dan juga kekuatan Profesor Yohi hanya sebatas bayangan saja... ".


Yuiji berpikir sejenak, pikirannya yang sudah begitu suntuk, hanya bisa membuat rambutnya berantakan karena dia mengacak-ngacak sendiri.


" Sudahlah, pusing aku lama-lama, makan dulu, ini belakangan ".


Yuiji memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya dan pergi ke ruang makan.


" Selamat malam, anakku ".


Ibu Meiko menyapa anaknya ketika dia menarik kursinya persis di hadapan beliau.


" Selamat malam juga, Ibu ".


" Bagaimana dengan pekerjaan kamu sebagai guru? ".


" Baik kok, hambatannya cuman di kelas 3 - B saja ".


" .... Kelasnya Kaito ya? ".


Sahut Melodia sambil memberikan mangkuk nasi ke Yuiji.


" Ya gitu.... ".


" Ha ha ha ha... namanya juga anak muda ".


Timpal Ibu Meiko sambil ketawa geli.


Kemudian, mereka bertiga memulai makan malamnya bersama.


Waktu terus berputar dan tidak terasa sudah pagi lagi. Melodia membangunkan Yuiji dan dia terbangun.


Mereka berdua bergegas untuk berangkat kerja, begitu juga dengan Ibu Meiko.

__ADS_1


Yuiji tidak menggunakan sepeda lagi melainkan kendaraan umur seperti bus dan kereta api.


Dalam perjalanan, Melodia menanyakan apakah dia mendapatkan informasi mengenai Profesor Yohi soal lendir itu dan Yuiji hanya menggelengkan kepalanya.


" Begitu ya... kemungkinan itu adalah kemampuan barunya .. ".


" Benar, aku juga berpikiran begitu semalam ".


Pas Yuiji dan Melodia sedang fokus dengan aoa yang mereka bicarakan, tiba-tiba ada klakson mobil dari arah belakang mereka samping kiri Yuiji.


Padahal mereka sedang berjalan di trotoar dan mereka berdua kaget. Mobil itu sempat berhenti di samping mereka berdua.


Seorang laki-laki berambut gondrong sepundak warna kuning, memakai kacamata hitam, keluar dari mobilnya yang mewah.


Dia melepaskan kacamatanya dan terlihat tidak asing.


" George? ".


Yuiji mengikuti instingnya bahwa itu adalah orang yang sudah lama dia kenal, tapi penampilannya sangat berbeda.


" Bingo, hahaha... masih ingat saja ".


George terlihat lebih dewasa dan gayanya sangat berbeda. Dia memakai kaos putih dalaman dengan kemeja warna hitam dan jeans ketat warna hitam merk Gucci


" Sudah lama kita tidak bertemu ya, btw kalian mau kemana? ".


" Kami mau ke sekolah, sekarang kami mengajar sebagai guru di sekolah itu "


Melodia menyahut omongannya George.


" Ah gitu ya, kalau gitu sekalian saja aku antar ".


George menawarkan mereka untuk masuk mobilnya. Awalnya, mereka berdua menolak, tapi karena George terus memaksa masuk.


Mau tidak mau, mereka akhirnya menerima dan diantarlah mereka ke sekolah menggunakan kendaraan itu.


" Bagaimana kabar kalian berdua sama adik-adik kelas kita itu? ".


George bertanya sambil menyetir dan posisi Yuiji berada di samping kanannya, sedangkan Melodia persis di belakang Yuiji.


" Kabar kita semua baik-baik saja dan kita juga mempunyai 2 anggota baru ".


" Wah, bagus dong, nanti aku boleh kenalan ya ".


Disela-sela pembicaraan mereka, George menanyakan berita hari-hari ini yang sedang gencar di ibukota.


" Yuiji, aku mau tanya, aku dengar monster muncul lagi? Bukannya semua barang sudah di sita? ".


Yuiji menyepatkan dirinya untuk menengok ke arah Melodia yang ada di belakang dan mereka saling bertatapan.


" Soal itu... tapi kamu hanya cukup tahu saja ya ".


" Baik, Yuiji... coba jelaskan apa yang sebenarnya terjadi? ".


" Mr. Mashiro mendapatkan informasi dari Profesor Tori bahwa Profesor Yohi telah bangkit lagi tapi beliau menggunakan tubuh Gilbert untuk alat ".


" HAH?! Demi apa?! ".


" Ya, ini belum pasti tentang kebenaran ini. Kita masih mencari informasi lebih lanjut ".


Tidak terasa mereka bertiga sedang asik mengobrol karena sudah lama sekali tidaj berjumpa dan mereka tiba di sekolah.


George mengantarkan sampai pintu depan gedungnya dan setelah berpamitan, George kembali pergi ke tempat lain.


Pas sekali Yuiji dan Melodia datang, bel masuk berbunyi. Mereka berdua bergegas masuk ke dalam. Berpisah di koridor ke kelas tunjuan mereka ngajar.


Yuiji mengajar di kelas 1 - B hingga jam pelajaran usai selama 3 jam. Bel istirahat berbunyi, semua bubar dari kelasnya, begitu juga dengan dirinya.


Yuiji yang berjalan di koridor hendak untuk balik ke ruang guru, dirinya dipanggil oleh seseorang dan dia menengok ke belakang.


" Okita, ada apa? ".


" Maaf, ganggu, tapi ada yang ingin aku tanyakan ".


Okita dengan tatapan serius, Yuiji mengajak dirinya ke taman yang ada di belakang sekolah. Dia mengikuti Yuiji kesana.


" Nah, kita akan membicarakannya disini. Lalu, apa yang ingin kamu tanyakan? ".


" Aku ingin mengetahui tentang Yoku ".


Yuiji sontak kaget mendengar pertanyaan Okita, tumben-tumbennya dia menanyakan anak perempuan. Selama ini dia begitu cuek sama lawan jenis.


" Kenapa kamu menanyakan hal ini? ".

__ADS_1


" Hanya ingin bertanya saja, jangan mikir aneh-aneh ".


" hahaha... Oke, oke, aku berikan sedikit info soal Yoku.. ".


Okita menyimak dengan penyampaian dari Yuiji.


" Dulu dia mempunyai seorang kakak, memang di pusat kota tidak terjadi apa-apa, tapi di area lain ternyata banyak sekali korban waktu insiden penyerangan itu ".


" ... Jadi... jangan bilang.. ".


" Benar, salah satu korbannya adalah kakak Yoku, dia menyelamatkan adiknya dari serangan monster dan menjadikan dirinya tumbal ".


Okita shock mendengar cerita mengenai Yoku dari Yuiji dan dirinya tidak bisa berkata apa-apa.


" ... Okita.. kamu tidak apa-apa? Mukamu... ".


" Tidak perlu pikirkan saya, lanjutkan ceritanya... ".


" ... Ya.. jadi... semenjak saat itu dia begitu trauma dengan monster tersebut dan tiap kali melihat monster, seketika dia langsung teringat kejadian pada saat itu ".


Yuiji selesai bercerita dan Okita sendiri sudah mendapatkan gambaran kenapa Yokus semalam menangis.


" Yuiji, terima kasih atas semua infonya, aku mau pergi dulu ".


" Lah, hei, tungguu... ".


Tanpa basa-basi lainnya Yuiji malah ditinggalkan begitu saja di taman belakang sekolah.


Dia sepertinya tidak sadar dengan apa yang dirinya lakukan, tapi Yoku sangat mirip dengan mendiang adiknya, mungkin ini juga yang bikin Okita ingin melindunginya.


Okita sempatkan diri dulu ke kantin untuk mencari Yoku dan ternyata tidak ada disana, malah bertemu dengan Tatsu dan Kaito. Dia menghiraukan mereka berdua.


" Dih, woy, Okitaaa ".


Tatsu memanggilnya tapi Okita tidak mendengarnya.


Kemudian, dia memutuskan untuk datang ke kelasnya di 1 - B . Agak canggung memang baru pertama kalinya, dia menghampiri seorang wanita selain adiknya dulu.


" Kakak, mau cari siapa? ".


Hendak ingin membuka ruangan kelasnya, seorang siswi lain yang ingin keluar juga melihat Okita berdiri persis di hadapannya.


".. Ehem.. itu.. Yoku ".


Walaupun terlihat dingin dan juga kaku, siswi itu membantu Okita memanggil Yoku. Dirinya sedang melamun sambil memandangi keluar jendela.


" Yoku, kamu dipanggil tuh ".


" Siapa? ".


" Cowok, kakak kelas rambut biru pakai kacamata ".


" Kak Okita? Sedang apa dia disini? ".


tanyanya dalanm hati dan beranjak dari tempat duduknya. Berjalan menuju pintu depan kelasnya dan dia melihat Okita berdiri disana.


" Kak Okita, ada apa? ".


tanya ramah terhadap dirinya sambil tersenyum lembut.


" Tidak apa-apa, buatmu ".


Gerakan Okita begitu kaku menyerahkan sepotong roti kepada Yoku dan dia terkejut.


" Untukku? ".


" Ya ".


" Terimakasih ".


" Tidak usah senyum kayak gitu ".


Melihat tingkah Okita yang sangat kaku, Yoku seketika tertawa dihadapannya. Tanpa disadari juga, muka Okita memerah karena melihat Yoku tertawa.


" Sudahlah, aku mau balik ke kelas.. nanti pulang sekolah, tunggu di pintu gerbang... saya antarkan kamu pulang... ".


" Eh, tapi aku selalu pulang dengan Iori... ".


" Tidak apa-apa, aku permisi dulu ".


Yoku sebenarnya bingung dengan sikap Okita yang seperti ini, dia tidak tahu apa yang merasuki kakak kelas itu. Disisi lain, dia juga senang diperhatikan olehnya.


Gara-gara ini juga pas Yoku masuk kembali kedalam kelasnya, dia digodain satu kelas karena dikira kakak kelas itu gebetannya.

__ADS_1


Yoku hanya bisa bersabar dan menghelas nafas saja karena teman-temannya menggoda dia.


__ADS_2