![Heart Breaker - Hope & Future - [ SEASON 2 ]](https://asset.asean.biz.id/heart-breaker---hope---future-----season-2--.webp)
Profesor Tori kembali ke laboratoriumnya untuk melanjutkan penelitian dia dalam menangani kasus ini sambil membawa satu sample yang terbekas di tubuh korban.
Beliau ingin memastikan apakah dugaan dia selama ini benar atau tidak bahwa Profesor Yohi masih hidup, dia mengambil beberapa sample dari abunya dengan darah yang ia ambil.
Dia mengambil kaca kecil dan dia gabungkan sample darah dengan abu Profesor Yohi. Memeriksanya di mikroskop, hasilnya seperti yang dia duga selama ini.
Hasilnya sama dengan gen Profesor Yohi, dari sini Profesor Tori mengetahui kenyataan bahwa Gilbert telah ternoda dengan darah beliau.
Jadi Gilbert sempat dimasukkan ke dalam tabung dan disini beliau memasukkan gen dia dengannya. Inti dari semua dia lakukan jika sewaktu-waktu dia berhasil dikalahkan oleh seseorang.
Dengan memakai tubuh Gilbert sebagai pengganti tubuhnya dia yang telah hancur dan Profesor Yohi melihat Gilbert juga memiliki potensi untuk menghancurkan dunia jika dia mencuci otak semuanya. Menyetir pikiran Gilbert.
Lalu, Profesor Tori menemukan fakta lain yang dia temukan dari darah tersebut, ada sel yang belum pernah dia lihat selama ini dan sel ini dapat berkembang biak.
Dalam artian Gilbert sewaktu-waktu bisa menjadi monster yang menakutkan dan memiliki level tingkatan yang lebih kuat dari monster chimera sebelumnya.
Hal ini, Profesor Tori segera melaporkannya ke Kepala Sekolah bahwa suatu saat bencana yang lebih besar bisa terjadi lagi, dia mengirimkan pesan Hologram ke beliau.
Disisi lain, Kaito, Tatsu dan Okita, berada di pemakaman Arisa. Mereka bertiga menaruh buffet bunga di makamnya.
" Sudah lama sekali kita tidak bertemu, Arisa... "
Ucap Tatsu sambil memandangi batu nisan Arisa dengan angin sepoi-sepoi menerbangi rambut dan pakaian mereka.
Okita hanya bisa terdiam di depan makam adiknya, dia selalu memikirkan seandainya dulu dia bisa datang tepat waktu. Adiknya mungkin bisa selamat.
Takdir berkata lain, Arisa harus pergi meninggalkan dirinya. Okita dapat berubah jadi sekarang ini karena adiknya, dia berusaha menepati janji adiknya.
Okita tidak pernah lupa akan kematian adiknya dan tetap ingin membalaskan dendam atas kematiannya.
Dia tetap memegang omongannya sendiri, Kaito pun juga begitu. Kebetulan makam Arisa dengan Renji bersebelahan.
Mereka berdua sama-sama kehilangan orang yang mereka sayangi. Kepergian mereka membuat Kaito dan Okita sangat terpukul.
Setelah mereka bertiga mampir di makamnya Arisa dan juga Renji, mereka bertiga pergi dari sana dan balik pulang ke rumah masing-masing.
Malam telah tiba, di sebuah toko pakaian. Yoku dengan ditemani Iori sedang belanja pakaian. Yoku yang kekurangan pakaian dalam meminta tolong ke Iori untuk menemani dirinya.
Sebenarnya hubungan Iori dengan Yoku adalah teman masa kecil dan sama-sama tetanggaan. Jadi wajar mereka selalu bersama-sama.
" Iori, kamu tunggu sebentar ya disini ".

" Baiklah ".
Iori menunggu Yoku duduk di sofa yang ada di dalam pertokoan itu. Dia sambil menunggu, menyempatkan dirinya untuk membaca buku yang ia beli sebelum mereka ke toko pakaian.
" Iori, Iori, lihat deh bagus tidak? ".
Yoku memamerkan pakaian dalamnya di hadapan Iori, padahal dia itu cowok, tapi Yoku tidak memperdulikannya.
__ADS_1
"..... Kebiasaan kamu daei kecil... ".
Iori menepuk jidatnya dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.
[ DUAAARRRR ]
Tiba-tiba ada suara ledakan cukup keras dari depan pertokoan, membuat getaran dan juga kaca menjadi pecah.
Untungnya disaat ledakan ini terjadi, Iori berhasil memberikan barrier ke seluruh orang yang ada dalam pertokoan tersebut.
" Kamu tidak apa-apa, Yoku?! ".
" Aku.. aku tidak apa-apa ".
Orang-orang yang lain berada di dalam juga ikut panik dan saling bertanya dengan kondisi masing-masing.
Yoku dan Iori keluar bersamaan dari pertokoan itu, mereka berdua ingin melihat keadaan di luar.
Mereka berdua sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat di luar. Ada 4 monster sedang berkeliaran dan membuat kerusuhan.
Tidak tahu berasal darimana asalnya, tapi monster-monster ini telah membuat kekacauan.
Iori dan Yoku segera mengevakuasikan warga setempat yang ada di sana. Disaat mereka sedang memberikan jalan evakuasi untuk warga-warga yang ada disana.
Yoku dan Iori melihat seorang adik sedang berusaha mengangkat plang besar yang jatuh persis di atasnya dan menimpa sang kakak.
Mereka berdua segera bergegas dan berlari diantara kerumunan orang yang sedang berlari berlainan arah.
Yoku menjadi sangat fokus dan mengeluarkan kemampuannya. Dia mengangkat benda tersebut dan dia lemparkan ke tempat jauh dari orang itu ketimpa.
" Kakakkk ".
Sang adik menghampiri kakaknya dan dirinya terluka parah, mengalami patah tulang bagian kaki kanannya. Dia tidak bisa bergerak sama sekali.
Satu monster besar muncul persis di hadapan mereka berempat, Iori mengeluarkan sebuah barrier lagi dan sayangnya barrier yang dia buat tidak bisa menahan serangan monster itu.
Dia terkena hempasan sang monster ke arah kanan dan menabrak tembok cukup keras. Seketika jatuh pingsan, Yoku yang melihat kejadian ini, berteriak,
" IORIIIIIII ".
Hanya dia yang tersisa di sana, Yoku berusaha melindungi kedua adik kakak itu.

Lalu, sesaat terlintas sebuah ingatan yang tidak ingin dia ingat kembali. Benar saja, trauma dia ketika insiden waktu itu.
Padahal monster itu semakin dekat dengan dirinya dan dia melihat air liur yang sangat banyak mengalir dari mulut monster itu.
Mukanya yang tiba-tiba pucat dan berkeringat dingin, badannya gemetaran. Dulu Yoku mempunyai seorang kakak yang sangat mencintai dirinya, tapi sang kakak meninggal dimakan monster persis di hadapan dia.
Jadi inilah yang membuat Yoku menjadi patung tak melakukan perlawanan apapun. Dirinya hanya bisa terdiam tanpa berkutik, padahal monster tersebut sangat dekat dengan wajahnya dan siap untuk menyantapnya.
__ADS_1
" YOKUUUUUU?! ".
Iori yang melihat Yoku hanya diam seperti patung meneriakinya dari kejauhan. Melihat teman masa kecilnya yang siap disantap oleh monster tersebut.
Detik-detik Yoku ingin dimakan oleh monster tersebut, sebuah peluru menancap di kepala monster itu dan hancur seketika. Sekitarnya dipenuhi muncratan dari monster dan Yoku pun juga terkena muncratan ini.
" Kalian tidak apa-apa? ".
Ada seseorang memanggil mereka dari arah belakang, ternyata mereka itu adalah Tatsu, Okita dan juga Kaito datang untuk membantu.
" Tatsu, kamu urusin Iori ".
Suara Okita yang begitu tegas memberikan aba-aba ke Tatsu dan Kaito juga ikut membantu. Mereka berdua menangani Iori.
Anehnya disaat bala bantuan datang, para monster-monster ini berubah menjadi lendir berwarna hitam. Mereka semua menyaksikan adegan itu dengan ekpresi terbingung-bingung.
Sementara pertarungan sudah diselesaikan dengan adanya kemunduran para monster, Okita berfokus untuk menelepon Rumah Sakit terdekat.
Beberapa menit kemudian, ambulan datang. Kakak dan adik ini dilarikan langsung ke rumah sakit, sedangkan Iori sedang melakukan penyembuhan di tempat.
Yoku yang masih terlihat pucat dan tidak bergerak sama sekali barusan karena monster sudah tidak ada, dia menjatuhkan dirinya ke tanah.
Nafas yang tidak beraturan karena dirinya masih merasakan ketegangan dan traumanya dia. Okita menyadari hal ini.
" Kamu tidak apa-apa, Yoku? ".
Ketika Okita setengah jongkok di depannya dan menanyakan dirinya. Yoku agak mendangak ke arahnya dan tadinya dia terlihat pucat. Ekpresi dia berubah menjadi ingin menangis.
Dia yang sudah tidak tahan lagi, sesaat menangis di hadapan Okita. Dia pun terkejut.
Okita memang kaku dan dingin orangnya, tapi sebenarnya dia baik dan berhati lembut.
Yoku sedang menangis, dia merasakan sesuatu dari diri Yoku yang belum dia buka dan reflek Okita memeluknya.
" Tidak apa-apa, semua aman ".
Okita dengan nada lembut, memeluk dirinya dan mengelus kepalanya.
Dari kejauhan, Tatsu, Kaito dan Iori melihat adegan ini. Tatsu dan Kaito tidak tahu apa yang sedang terjadi disana, jadi mereka berdua hanya memerhatikan saja.
Iori sedang di sembuhkan dan mengetahui sesuatu mengenai Yoku karena disaat insiden tersebut. Dia lah yang membantu menyelamatkannya.
" Pasti Yoku mengingat hal itu lagi... Wajar kalau dia belum bisa melupakannya, bagi dia kakaknya adalah orang terbaik sepanjang masa... Yoku... " .
Gumam Iori dalam hati sambil memandangi Yoku yang dipeluk oleh Okita dari kejauhan dengan ekpresi ikut prihatin.
Untungnya juga tidak ada korban jiwa, melainkan banyak sekali korban luka-luka akibat serangan brutal secara mendadak barusan.
Tatsu tidak lupa melaporkan hal ini ke Yuiji, selaku guru pembimbing mereka. Yuiji juga harus mengetahui hal ini.
Kaito terlihat seperti orang berpikir karena seharusnya monster-monster ini sudah punah, tapi kenapa bisa muncul kembali dan satu lagi, barusan itu apa.
__ADS_1
Mereka si para monster tiba-tiba berubah menjadi lendir berwarna hitam pekat dan terlihat sangat menjijikkan. Sebenarnya apa yang telah terjadi.