Heart Breaker - Hope & Future - [ SEASON 2 ]

Heart Breaker - Hope & Future - [ SEASON 2 ]
Heart Breaker ~ Hope & Future ~ CH. 7


__ADS_3

Besokkan paginya, di kelas 3 - B yang mengajar hari ini adalah si guru killer dan apesnya lagi pelajaran yang mereka sedang pelajari terbilang susah.


" Pelajaran macam apa ini pula ".


Guman Tatsu sambil memegang kepalanya dan tiduran di meja.


" Stttts.. Kaito, kamu paham tidak? ".


" Boro-boro paham, masuk ke otak pun tidak ada yang sampai ".


Kaito menyenderkan badannya ke kursi sambil tetap fokus ke depan.


" Tuhan, gini amat hari ini... "


Keluh kesah Tatsu dan juga Kaito. Mereka harus bertahan hingga jam pelajaran selesai.


TING TONG TING TONG


Suara bel istirahat berbunyi, akhirnya, Kaito dan Tatsu bisa terbebas dari pelajaran tersebut.


" Kepala saya panas asli, mending lah kalau ada yang nyangkut, Tatsu aman kan ".


" ....... Tidak lihat apa, saya benci pelajaran ini ".


" Kalian berdua mau ke kantin? ".


Okita menawarkan diri ke Kaito dan juga Tatsu.


" Aku sih ayo saja, tidak tahu deh kalau Tatsu ".


" Aku dikelas saja, kalian berdua saja ke kantin ".


" Okelah, tidak usah nitip berarti ya ".


" APAAN, NITIP WOY " .


" Hahahaha ".


" Meresahkan.... ".


Kaito meninggalkan Tatsu di kelas dan dia mengajak Okita untuk menemaninya ke kantin.


" Btw dari tadi kamu diam saja, kamu sehat kan, Okita? ".


" Aku baik-baik saja, cuman hanya memikirkan kejadian semalam... ".


" Oooh .. kamu memikirkan rubahnya Yoku, Profesor Yohi atau jangan-jangan... Yokunya~ ".


Kaito menggoda Okita supaya dia tidak serius-serius banget dan mencairkan suasana.


" .... Kau minta di pukul? Profesor Yohi lah " .


" Aku kira.. Hahahahahahaha ".


" ........ ".


Beberapa saat kemudian, mereka berdua sampai di kantin, tapi ketika mereka ada disana, mereka berdua malah tidak sengaja bertemu dengan Yuiji dan Melodia.


" Wah, wah, wah, lihat siapa yang kita lihat ".


" Hm... Kaito sama Okita ternyata, kebetulan sekali ya ".


" Kebetulan? ".


Yuiji dan Melodia saling bertatapan satu sama lain.


" Sebenarnya tadi saya ingin memberikan pengumuman kepada kalian, hari ini ada pertemuan dadakan setelah pulang sekolah. Kepala Sekolah memberikan sebuah tugas ".


" Hmm.. kelihatannya urgent sekali ya ".


Kaito bertolak pinggang dan mengangkat alis kirinya.


" Bisa dibilang begitu, ini mengenai hal-hal yang telah terjadi di kota kecil pinggiran, semacam mereka mendapatkan wabah dan hampir setengah kota dimakan ".


" Hah?! Bentar, jangan bilang .. ".


" Benar, Chimera "


Melodia menyahut perkataan Kaito, sedangkan Okita berpikir secara keras.


" Kita tidak tahu bagaimana makhluk-makhluk bisa ada lagi dan bagaimana caranya, maka dari itu kita di perintahkan untuk menyelidiki kasus ini ".


" Oh ya, istirahat sudah hampir habis, sebaiknya kalian bergegaslah ke kantin, kita lanjutkan lagi pembicaraan setelah pulang sekolah ".


Yuiji menepuk pundak Melodia, dia sedang menjelaskannya kepada Okita dan Kaito. Mengingat waktu jam istirahat hanya sebentar, Yuiji menyuruh mereka bertiga untuk beristirahat dan Yuiji kembali balik ke ruang kerjanya bersama Melodia.


Mereka berpisah kemudian dan melanjutkan perjalanan menuju kantin.


Sesampainya, mereka berdua membeli makanan yang mereka inginkan dan tidak lupa membelikannya untuk Tatsu.


Setelah itu, mereka berdua kembali ke kelasnya sambil membawa belanjaan di tangannya.


Ketika mereka berada di dalam kelas, Kaito memberikan pesanan Tatsu ke dirinya. Menaruhnya di atas meja dia.


" Thanks bro ".


" Nope, btw tadi kita ketemu Yuiji di tangga lantai 2, dia mau naik ke atas ".


" Lalu? ".


" Ya, nanti kita semua disuruh kumpul ".

__ADS_1


Disaat mereka bertiga sedang melakukan percakapan di kelas, tiba-tiba ada pengumuman dari Yuiji melalui pengeras suara yang ada di dalam kelas dan tersiar ke seluruh dalam lingkungan sekolah.


Yuiji mengumumkan untuk divisinya sendiri untuk tidak pulang terlebih dahulu dan segera berkumpul di lapangan setelah pulang sekolah sebab ada hal penting.


Pengumuman pun berakhir dan bel masuk berbunyi, anak-anak kembali masuk ke dalam kelas. Melanjutkan kembali pelajaran selanjutnya.


Tidak terasa waktu cepat berlalu, pelajaran hari ini telah usai, bel pulang sekolah berbunyi. Kaito, Tatsu dan Okita membereskan tas mereka, tidak lupa untuk melakukan piket sebentar dan kemudian, mereka pergi meninggalkan kelas.


Mereka berjalan menuju belakang sekolah sambil membawa tas mereka masing-masing. Ternyata sudah ada Ichigo, Haru, Yoku, Ioru, Yuiji dan Melodia disana.


" Kalian terlambat ".


Melodia menegur mereka bertiga dengan nada tegas.


" Ya maaf, kita ada piket hari ini makanya telat ".


" Sudah, sudah karena kalian disini sudah pada kumpul semua, jadi saya akan memberikan pengumuman penting ini kepada kalian, tapi sebelumnya ada tamu istimewa yang datang hari ini ".


Yuiji melirik ke arah belakang mereka bertiga, mereka semua ikut melihat ke arah yang sama. Ada seorang pria berambut pirang panjang, postur tubuh yang tinggi dan badan bidang.


" GEORGE?! ".


Mereka bertiga kaget terutama Ichigo dan Haru melihat kedatangan George yang sudah lama sekali tidaj bertemu dan mengalami perubahan banyak.


" Dia... siapa? ".


Iori bingung dengan pria tersebut dan menanyakannya ke Haru yang ada di samping kiri.


" Dia Kak George Christopher, mantan anggota ini, dia dulu berperan sebagai ketua Team 2, divisi kita " .


" Kerennn .... ".


Yoku terpesona dengan kegantengan George karena dia merasa diperhatikan oleh Yoku. George menghampiri Yoku sambil melepaskan kacamata hitamnya.


" Halo, nona manis, apakah kalian ini anggota baru divisi ini? Anda manis juga ".


George mendekatkan wajahnya di hadapan Yoku, membuat dia menjadi salting parah. Seketika Yoku gugup di hadapan George.


" Ah perkenalkan saya Kazehaya Iori dan dia ini Hakaze Yoku, salam kenal kak ".


Iori memperkenalkan diri sendiri dan memperkenalkan Yoku juga ke George sambil membungkukkan badannya.


" Sopan sekali ya hahahaha... Tapi bagus-bagus, salam kenal juga ".


George kembali berdiri tegak dan bertolak pinggang.


" Nah, Yuiji, apa yang akan kita lakukan setelah karena kita semua sudah kumpul disini ".


George melirik ke arah Yuiji sambil tersenyum dan mengedipkan mata kirinya ke arah dia.


" Baiklah, kita langsung keintinya saja... ".


Yuiji sedikit menghela nafas sebelum melanjutkan pembicaraannya.


" Menakutkan... ".


" Kota sebelah mendapatkan serangan brutal dari kota yang terkena wabah ini, sekarang orang-orang yang tinggal di daerah sana sedang dievakuasikan, tugas kita adalah menanangani kasus ini ".


" Lagi... haaaaa ".


Tatsu mengeluh dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.


" Untuk kendaraan sendiri, saya dan George yang akan menyetir untuk kalian, saya juga guru pembimbing kalian dan untuk bisa sampai kesana dengan waktu yang singkat. Kita akan memakai teleportnya Yoku ".


" Ah, Baik! ".


" Pemberitahuan ini sampai disini, sudah cukup sepertinya, bukan begitu, Melodia ".


" Benar, siapkan mental kalian ketika berada disana dan selalu waspada karena monster ini bisa kapan saja muncul di hadapan kita ".


" Sudah klasik lah kalau begini, kami paham kok ".


Kaito menyahut ucapannya Melodia sambil bertolak pinggang.


" Baik, kalau begitu kita berangkat sekarang, George kunci pegang ".


Yuiji memberikan aba-aba kepada seluruh anggotanya dan melemparkan kunci ke arah George. Dia menangkapnya.


Kelompok dibagi dua, Haru, Ichigo, Yoku, Iori masuk ke dalam mobilnya George, sedangkan Kaito, Okita, Melodia masuk kedalam mobilnya Yuiji.


Masing-masing mobil menyalakan mesin mereka dan mencapkan gas bersamaan dengan Yoku mengeluarkan sebuah portal persis di hadapan mobil.


Mereka semua masuk kedalamnya dan hilang dalam sekejap. Sesaat mereka telah sampai di sebuah kota terpencil dan kota ini terlihat menakutkan. Hening sekali, seperti kota mati tanpa penduduk.


Bangunan-bangunan telah habis rata dengan tanah dan banyak sekali kerusakan dimana-mana. Mobil Yuiji berada di depan dan di konvoi mobil George belakangnya.


Ketika mereka semua berada di tempat yang kosong, kedua mobil terpakir disana. Mereka semua keluar dari mobil masing-masing.


" Hati-hati ".


Hari semakin gelap, suasana hening semakin mencekam. Hanya ada lampu yang masih menyala di kota itu.


Mereka segera mencari orang-orang yang masih hidup di kota itu sekaligus membinasakan semua makhluk-makhluk mengesalkan bagi mereka.


" Bisakah kita libur gitu loh dari monster macam gini ".


" Hush, ngomong sembarangan, kan emang tugas kita, Tatsu ".


George menegur halus ke Tatsu sambil berjalan di depan mereka.


" Teman-teman, lihat ini ".

__ADS_1


Haru tiba-tiba menemukan sebuah radar manusia dari layar hologramnya. Mereka mendapatkan tanda-tanda kehidupan adanya manusia asli di kota ini.


" Semuanya ayo kita kesana ".


Yuiji memerintahkan semua anggotanya untuk pergi ke tempat titik tersebut dan bergegas mereka semua ke sana.


Kota yang begitu kecil membuat mereka tidak lama untuk mencari sebuah rumah kosong dan tidak butuh beberapa lama, mereka semua sampai. Mereka masuk dengan hati-hati.


" Haloo, adakah orang di rumah iniii, kalau ada tolong jawabbb ".


Ichigo memanggil-manggil di dalam rumah besar itu sambil melihat sekelilingnya, begitu juga dengan yang lain.


Tidak lama kemudian, mereka mendengar sebuah langkah kaki dari sepanjang koridor dimana mereka semua berada disana dan terdengar dari belakang mereka. Otomatis mereka semua menoleh kebelakang.


Suasana yang begitu gelap dan hanya penerangan senter yang mereka pegang membuat bulu kuduk mereka semua berdiri.


" Jangan nakutin lah.... tidak lucu, woy ".


" Lah, tapi itu tadi tidak salah denger kok ".


Langkah kaki itu semakin mendekat dengan mereka.


Glek


Mereka semua menelan ludah masing-masing dan seketika keringat dingin. Siluet bayangan gelap tiba-tiba muncul di hadapan mereka.


AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA


Reflek mereka semua berteriak histeris karena munculnya mendadak bayangan itu dan mereka semua lari ketakutan.


" LAH MALAH LARI JUGA KAU, OKITA ".


" BERISIK KAITO, KALAU SAMA HANTU BEDA CERITA ".


" SELAMATKAN DIRI KITAAAAA ".


George teriak lebih histeris dibandingkan yang lainnya dan lari lebih cepat karena saking takutnya.


Disaat mereka lari-lari sepanjang koridor, Ichigo tersandung dengan kakinya sendiri dan jatuh. Haru yang melihat hal ini segera menolongnya. Anggota yang lain malah meninggalkan mereka berdua karena terlalu takut.


Bayangan itu semakin dengan mereka berdua. Haru dan Ichigo tidak bisa berkutik. Mereka berdua hanya bisa berteriak.


" Kalian, jangan lari, saya bukan hantu kok, tenang, tenang ".


" He? ".


Sontak kaget Haru dan Ichigo bersamaan setelah mereka menutup mata karena takut. Mereka berdua bersamaan mendangak ke atas dan apa yang dikatakan orang itu benar.


" Bentar, saya nyalakan senternya dulu ".


Seorang pria paruh baya sedang berusaha menyalakan senter yang ada di tangan kanan.


" Nah, sudah menyala, kalian tidak ap.... aduh, kakimu itu berdarah.. akan saya obati.. sebentar ya.. ".


Belum juga Haru dan Ichigo bicara, pria ini menawarkan dirinya untuk menyembuhkan Ichigo. Beliau memakai kemampuannya untuk menutup luka kecil yang dimiliki Icigo di lutut kanan dia.


" Bagaimana, apakah kamu masih merasakan nyeri? ".


Ichigo menggelengkan kepala.


" Terima kasih, Pak ".


Haru membantu Ichigo untuk berdiri.


" Anu, soal barusan.. ".


" Tidak apa-apa, saya paham, ayo kita menyusul teman-temanmu ".


Pria paruh baya itu tersenyum lembut kepada Haru dan juga Ichigo. Mereka berdua saling berpandangan satu sama lain.


Disisi lain, para anggota telah keluar dari rumah besar dengan nafas tidak beraturan karena mereka berlarian dari lantai atas.


Mereka semua mengatur nafas ketika di luar dan duduk di halaman rumah tersebut. Iori menyadari kalau kedua kakak kelasnya tidak ada.


" Kak Haru dan Kak Ichigo kemana? ".


Serentak anggota yang lain menyadari hilangnya dua orang ini setelah Iori membuka percakapan.


" Jangan bilang mereka di dalam, Tatsu coba masuk ke dalam ".


" Saya tidak mau masuk oke, NO, kamu saja mending, Kaito ".


" Dih ".


Beberapa saat ada 3 orang keluar dari rumah itu dan benar saja itu adalah Haru sama Ichigo beserta Pria Paruh Baya.


" Maafkan atas tidak sopannya saya sudah membuat kalian takut ".


" Teman-teman, tadi itu bukan hantu, ternyata kita salah persepsi ".


Timpal Haru sambil nyengir di hadapan para anggota.


" Oh ya, diluar sini sangat berbahaya, sebaiknya kita masuk kedalam karena di dalam lebih aman ketimbang di luar. Silahkan masuk ".


Pria ini menawarkan mereka semua untuk masuk ke dalam rumahnya, dengan perasaan tidak enak mereka semua mengikuti arahan beliau. Mereka semua diarahkan ke sebuah ruangan terima tamu. Ruangan yang begitu besar.


Di salah satu sudut ruangan ada sebuah buffet tinggi sambil menunggu mereka semua melihat-lihat isi rungan ini.


Yuiji mentok dengan satu sudut itu yaitu buffet tersebut. Foto pria itu dengan 2 anak laki-laki di depannya dan beliau berada di tengah-tengah 2 bocah laki-laki ini.


Salah satu wajah bocah laki-laki ini, Yuiji merasa tidak asing, seperti melihatnya tapi dimana.

__ADS_1


Lalu, Yuiji juga menemukan sebuah dokumen, sepertinya dokumen penting kalau dari tulisannya mengenai penelitian. Sesaat Yuiji menaruh kecurigaan dengan Pria ini.


Orang ini siapa dan kenapa ada dokumen penting di ruangan itu. Foto yang dia lihat juga terlihat tidak asing, bocah yang ada di dalam fotonya.


__ADS_2