![Heart Breaker - Hope & Future - [ SEASON 2 ]](https://asset.asean.biz.id/heart-breaker---hope---future-----season-2--.webp)
" Maaf anak-anak sudah menunggu lama ya, maklum saya tinggal sendirian sekarang disini ".
Pria itu tiba-tiba muncul sambil mendorong roller yang diatasnya terdapat makanan kecil dan juga minuman ringan untuk mereka semua.
Yuiji yang tadinya sedamg melihat-lihat isi dokumen, segera menutup kembali dan menaruh di tempat yang seharusnya.
" Silahkan dimakan dan diminum hidangan yang sudah saya sajikan ini ".
Beliau menaruh semua makanan ini di meja panjangnya dan mereka kembali duduk di sofa, begitu juga dengan Yuiji.
" Saya senang bala bantuan telah datang tepat waktu, sebelum ada insiden ini saya tinggal bersama istri dan pelayan-pelayan di rumah ini...".
Mereka semua yang hendak ingin minum dan makan seketika berhenti. Mereka merasa simpati dan empati dengan beliau. Terlihat jelas dari raut wajah mereka semua yang begitu sedih.
" Maaf, kalau saya terbilang tidak sopan, tapi istri anda kemana Pak? ".
Yoku bertanya pelan-pelan kepada beliau sembari menyeruput minumannya.
" Istiri saya sudah meninggalkan saya terlebih dahulu bersama para maid dan butler saya disaat insiden ini berlangsung ".
"... kami turut berdukacita cita Pak.. ".
Ucap George sebagai perwakilan permintaan maaf anggota divisinya.
" Tidak apa-apa, Oh ya, saya belum memperkenalkan nama saya. Nama saya Koshiro Hirameshi, bisa panggil saya Pak Koshiro ".
Beliau memperkenalkan dirinya di hadapan anak-anak itu karena beliau memperkenalkan namanya. Mereka semua juga ikut memperkenalkan diri masing-masing.
" Pak Koshiro, bisa bapak jelaskan bagaimana insiden ini terjadi? ".
Beliau mengnarik nafas dan mulai menceritakan kronologinya.
" Berawal dari seorang pria tidak dikenal.. Jadi pria ini menebar sebuah asap yang keluar dari sejenis tabung. Asap ini berwarna hijau. Sesaat semua warga berubah menjadi monster dan menyerang sekitarnya, termasuk kota sebelah ".
" Apa bapak pernah melihat orangnya? ".
" Tidak nak Yuiji, saya tidak melihat langsung bagaimana ciri-cirinya, akan tetapi dia memiliki postur badan yang tinggi. Kalau saya pikir-pikir, ciri-ciri pria itu seperti cucu saya yang tinggal di kota dan dia lost kontak dengan saya ".
Beliau berdiri dari sofanya, berjalan ke arah buffet besar dan mengambil bingkai fotonya.
" Pria itu sangat mirip sekali... Dengan cucu saya, terakhir kali saya bertemu dengan dia sudah lama sekali. Mereka adalah adik kakak, saya masih terhubung dengan kakaknya, tapi saya lost dengan adiknya.. Saya harap tidak terjadi apa-apa ".
Pak Koshiro sambil mengelap-elap sedikit bingkai fotonya menggunakan lengan kemejanya. Terlihat jelas raut wajahnya yang begitu kangen untuk bertemu dengan cucunya yang sudah lama menghilang.
" Lalu, apakah ada orang lain yang masih hidup di kota ini selain bapak? "
" Sayangnya tidak ada, hanya saya satu-satunya yang bertahan disini, semua punah dimakan monster itu ".
Beliau kembali duduk ke sofanya sambil membawa bingkai foto dan menaruhnya di atas meja yang ada di depannya.
" Brutal sekali ya ... ".
__ADS_1
Sahut Tatsu sambil memakan kuenya.
" Pak, jika saya bawa bapak untuk melakukan evakuasi. Apakah bapak bersedia untuk ikut bersama kami? ".
" Saya bersedia untuk ikut dengan kalian, tapi sebelumnya saya akan membereskan pakaian saya terlebih dahulu ".
" Ah baik Pak, kami akan menunggu bapak beres-beres ".
" Terima kasih banyak anak-anak muda, tunggu sebentar ya ".
Beliau kembali beranjak dari sofanya dan segera mengepak barang-barang yang akan dibawa untuk evakuasi bersama mereka.
Menunggu waktu yang cukup lama beliau membereskan hingga malam semakin larut dan suasana sepinya semakin mencekam.
Setelah beberapa menit kemudian, Pak Koshiro telah selesai mengepakkan barang-barangnya, ada dua koper di tangan beliau.
Ichigo dan Haru inisiatif membantu beliau untuk membawanya. Mereka semua bersamaan dengan Pak Koshiro keluar dari rumah itu.
Rumah besar yang ada di hadapan mereka semua, benar-benar menjadi rumah kosong tanpa penghuni karena Pak Koshiro telah pergi dari sana.
Sekarang tugas para anggota untuk menjaga Pak Koshiro sepanjang perjalanan mereka menuju mobil. Suasana yang begitu menakutkan. Tidak ada seorangpun selain mereka di kota itu.
" Kalian tetap berhati-hati lah sebab monster ini masih ada, jangan lengah ".
Baru saja Yuiji memperingati para anggotanya, mereka muncul secara mendadak. Iori segera membuat barrier untuk melindungi Pak Koshiro.
GROAAAARRRRR
Terdengar raungan yang sangat keras. Ada banyak sekali monster Chimera muncul di hadapan mereka. Menghalangi perjalanan.
" Cih, malah muncul beneran ".
Tatsu mengeluarkan tongkatnya.
" Mau tidak mau, kita harus melawannya... CHARM LEVIOSA ".
George menjetikkan tangannya ke arah monster-monster itu berbarengan dengan serangan yang diberikan oleh Tatsu. Sesaat monster-monster ini dibinasakan.
" AXELLLLL ".
Yoku memanggil rubah ekor sembilannya dan menyerang semua monster hingga rata tanpa sisa.
Kaito dan Okita melakukan gabungan kekuatan. Kaito membuat api, sedangkan Okita memakai senjata apinya. Mereka berdua juga berhasil mengalahkan monster ini.
Melodia dan Yuiji juga melakukan hal yang sama. Satu kota mereka hadapi bareng-bareng menghabisi semua monster-monster itu hingga tidak ada sisa satupun.
Beberapa menit kemudian, mereka semua telah membereskan semua kekacauan ini. Monster telah benar-benar dibinasakan.
Melalui layar hologram Haru tidak ada satu ekor pun tersisa, mereka telah lenyap semua tanpa sisa. Haru tidak mengikuti pertarungan. Dia berada di dalam barriernya Iori.
" Aaaa... capeknya... "
__ADS_1
keluh Kaito sambil jongkok. Dia merasa kelelahan karena sudah banyak mengeluarkan kekuatannya. Begitu juga dengan anak-anak yang lain.
Pertarungan melawan monster telah berakhir dan mereka semua melanjutkan perjalanan menuju mobil.
Sesampainya, Pak Koshiro naik di mobilnya Yuiji. Misi mereka telah selesai dan berhasil. Sebelum kembali ke sekolah, Yuiji sempat mengambil sample mengenai cairan yang tersisa disana.
Lalu, mereka semua kembali ke kotanya dan kembali ke sekolah sambil membawa sample sama membawa Pak Koshiro.
Jarak yang cukup jauh, mereka memakai alternatif lain lagi yaitu memakai portalnya Yoku.
Mereka sekarang berada di jembatan setelah keluar dari portalnya yang dibuat oleh Yoku.
Ketika mereka semua telah sampai di sekolah dan memakirnya persis di depan gedung sekolah. Ternyata mereka telah disambut oleh Kepala Sekolah dan juga Profesor Tori.
" Cucuku??! ".
" Ka...kakek? ".
Pas Pak Koshiro keluar dari mobilnya. Beliau sangat terkejut dengan Profesor Tori yang ada di hadapannya dan reflek menghampiri. Memeluknya dengan erat.
Ternyata foto cucu yang dimaksud itu salah satu anak yang ada di dalam foto adalah Profesor Tori.
" Sudah lama sekali, kamu sudah besar ya sekarang. Yohi.. kemana? ".
Beliau menyebut nama Profesor Yohi, seketika yang tadinya suasana terharu, berubah menjadi suram.
Profesor Tori tidak bisa menjawab, tapi beliau hanya bisa menjelaskan bahwa kakaknya sedang sibuk di luar.
Beliau mendengar perkataan Profesor Tori, dia pun memahaminya dan sebelum beliau lupa. Pak Koshiro mengeluarkan sebuah berkas dari tas selempang yang ia kenakan.
Beliau memberikannya kepada Profesor Tori. Dari mapnya seperti dokumen penting dan ternyata Profesor Tori lah yang meminta dokumen itu ke beliau.
Tanpa panjang-panjang lagi dan malam hari yang sudah begitu sepi. Profesor Tori dan Kepala Sekolah mengajak Pak Koshiro masuk kedalam, sedangkan para divisi HEART BREAKER karena tugas mereka berhasil dan mereka mendapatkan selamat untuk misi yang mereka jalanin.
Mereka semua diizinkan untuk kembali ke rumah masing-masing karena sudah tidak ada tugas lain yang mereka lakukan. Yuiji yang hendak ingin pamit, dia tidak lupa memberikan sample kepala Profesor Tori.
Mereka semua berpamitan dan Kepala Sekolah berpesan besok mereka tetap harus kumpul di lapangan karena pembicaraan belum selesai.
Mereka semua menganggukkan kepalanya dan pergi pulang ke rumah masing-masing.
Hari yang semakin gelap akhirnya, mereka semua memutuskan untuk pulang barengan. Dari mulai yang adik kelas dulu di antar dan baru yang kakak-kakak kelasnya. Terakhir Yuiji dan Melodia.
" Yuiji, kamu merasa aneh tidak soal kasus-kasus sekarang ini? ".
" Aku merasakan kok, kemungkinan Profesor Yohi masih menyimpan sedikit sample di tangannya dan tidak tahu bagaimana dia bisa menyimpan ".
" Benar, beliau ini makhluk yang benar-benar licik dan apapun bisa dia lakukan selama ada ambisinya yang dia pegang ".
" Kata lain, dunia kota tidak sedang baik-baik saja dalam jangka waktu ke depan... Kita harus segera bertindak dan menghentikannya lagi ".
Obrolan serius Yuiji dan Melodia. Membuat mereka berdua tidak sadar bahwa mereka telah sampai di depan rumahnya.
__ADS_1
Melodia masuk terlebih dahulu kedalam, diikuti oleh Yuiji di belakangnya. Mereka membereskan diri, makan malam dan setelahnya tidur.
Mengumpulkan energi yang banyak untuk esok hari. Mereka semua merasakan pegal-pegal di tubuh setelah mereka terlalu berusaha keras hari ini.