Heart Breaker - Hope & Future - [ SEASON 2 ]

Heart Breaker - Hope & Future - [ SEASON 2 ]
Heart Breaker ~ Hope & Future ~ CH. 6


__ADS_3

Jam pelajaran terakhir selesai, anak-anak keluar dari kelas masing-masing. Bagi yang piket melakukan pekerjaannya.


Sesuai janji, Yoku meminta izin kepada Iori untuk menunggu seseorang persis di depan pintu gedung sekolah.


" Memangnya siapa yang kamu tunggu? ".


" Nanti juga kamu tahu hehe ".


Beberapa menit kemudian, Okita bersama dua temennya berjalan menuju pintu keluar.


" Kak Okitaaa ".


Yoku memanggil namanya dan melambaikan tangan ke arah dia. 3 Orang kakak kelas itu bersamaan melihat ke arah Yoku.


" Kamu barengan sama Yoku? ".


" Tumben sama cewek ".


Okita tidak menjawab perkataan Tatsu dan juga Kaito. Setelah dia mengganti sepatuny, Okita menghampiri Yoku dan Iori.


" Kalian tunggu lama? ".


" Tidak, kami juga belum lama kok disini ".


" Oh ya, kalian berdua mau ikut? "


Okita menengok kebelakang dan mempertahankan ke dua temannya. Tatsu dab Kaito saling bertatapan.


" Kami sih mau-mau saja ".


" Sama ".


Akhirnya, mereka jalan rombongan. Iori merasa bingung sebab 3 kakak kelasnya ini tidak searah pulang dengan mereka berdua.


Kenapa mau mengantarkan mereka pulang, mungkin karena kejadian kemarin kakak kelas ini sangat mengkhawatirkan mereka.


Sepanjang perjalanan pulang, mereka semua tidak banyak bicara, tapi ketika mereka memasuki lingkungan perusahaan dan melewati taman.


Mereka semua melihat benda aneh dan mencurigakan disana. Otomatis mereka semua menghampiri benda itu.


" Itu lendir yang kemarin kan? ".


Tanya Kaito dengan nada tegas. Diwaktu bersamaan, ada seorang pria duduk di permainan anak-anak. Berbentuk bulat yang biasa anak-anak panjat.



" Wah, wah, wah kalian memiliki anggota baru ya ".


Mereka semua menengok ke arah sumber suara itu dan bertaoa terkejutnya sekali mereka melihatnya.


" Gilbert.... ".


3 orang kakak kelas itu langsung melindungi Iori dan juga Yoku. Siap siaga, Gilbert turun dari panjatan itu dengan cara melompat ke bawah.


" Sudah lama sekali ya kita tidak berjumpa ".


" Mundurlah ".


Kaito melihat ada yang aneh dari Gilbert, tidak tahu kenapa perasaannya berkata seperti itu. Dia menanyakan hal ini kepada musuh.


" Kau itu siapa, aku merasa kau itu bukan Gilbert ".


" .... haha... hahahahahahaha ".


Sesaat Gilbert tertawa sangat horror dan menjawab perkataan Kaito.


" Kamu ingin tahu siapa saya? ".


Badannya tiba-tiba membungkuk dan tiba-tiba badannya berubah menjadi besar persis di hadapan mereka semua.


" Itu apa?! ".


Yoku dan Iori kaget melihatnya, para kakak kelas siap dengan senjata masing-masing.


" รคץค.. รคץค ค๔คɭคђ קг๏Ŧєร๏г ץ๏ђเ ץคภﻮ ค๔ค ๔เ ๔คɭค๓ Շย๒ยђ ﻮเɭ๒єгՇ.. ђคђคђคђค ( Saya.. saya adalah Profesor Yohi yang ada di dalam tubuh Gilbert.. hahahaha ) ".

__ADS_1


" Mustahil ".


" Profesor Yohi itu siapa? ".


" Orang yang telah menciptakan kekacauan ini, Yoku ".


" Tapi kenapa orang ini..... tunggu itu batu apaan ".


Kaito pecah fokus karena melihat ada sebuah batu berwarna merah terpangsang di dada kanannya Gilbert.


" คkน Şน໓คh ๓ēຖคhคຖ lคpคr ໓คri tค໓i, ๖คງคi๓คຖค kคlคน kคliคຖ Şควค ฯคຖງ ๓ēຖวค໓i Şคຖtคpคຖkนนนน ( aku sudah menahan lapar dari tadi, bagaimana kalau kalian saja yang menjadi santapankuuuu ) ".


Tanpa basa-basi lagi monster besar itu menyerang mereka semua dan mereka semua menghindar.


" Maaf ".


" Heh? ".


Okita meminta izin ke Yoku untuk digendong dan dia menghindari serangan itu sambil menggendong Yoku. Dia terkejut.


BAMMM


Suara hantaman yang cukup keras dan membuat tanah yang di serang oleh monster itu menjadi hancur seperti ada galian. Mereka semua mundur ke belakang.


GROAAAARRRRR


Suara raungannya membuat sekitar terhempas seperti angin dan menimbulkan kerusakan yang parah sekitar di taman itu.


" Kaito, ayo ".


" Okee ".


" FLAMEEEEEEE ".


Kaito membuat kobaran api dari tangannya dan menyerang monster tersebut dengan api.


" THE STICK OF DIVINATION ".


Tatsu mengeluarkan sebuah tongkat andalannya dan ikut membantu melawan monster itu.


" Kalian mundurlah, biar kami yang mengatasi hal ini... DIVINATION GUN ".


Okita memanggil senjata apinya dan dia memegang sebuah pistol di tangan kanan. Siap untuk menembak. Satu peluru dia lepaskan.


Sayangnya, 3 serangan bersamaan tidak mempan dengan monster itu. Semua serangan dia tepas lagi.


" Tidak mungkin... ".


" Apa jangan-jangan pusatnya di benda itu? ".


" Hah, maksudnya apa, Kaito ".


" Lihatlah benda kayak crystal itu menempel di dada sebelah kanannya ".


Kaito menyuruh Tatsu melihat kearah dada kanan monster itu dan memang benar dengan apa yang dikatakannya.


" Lah itu apa lagi pula ".


" Mana saya tahu, kok tanya saya ".


Di sela-sela mereka berdua saling mengobrol, monster itu menyerang persis dari atas. Untungnya dengan sigap mereka berdua dapat menghindari.


" Nyaris woy ".


Mereka berdua kemudian mengatur kembali nafas mereka dan rehat sejenak.


Okita sambil berlari menuju monster itu sambil menembakkan pelurunya dan sang monster menghindari tiap serangan yang diberikan olehnya.


Okita yang tetap berfokus solo sendiri melawan monster tersebut, tetap mengeluarkan senjata apinya tiap isi pelurunya habis.


Tidak ada satupun yang kena dan akhirnya, dia kelelahan.


" Coy, jangan maksain diri ".


Tatsu menegur dan memperingati Okita untuk jangan gegabah. Baru saja diingatkan seperti ini, monster itu bergerak dan menyerang Okita.

__ADS_1


" AWASSSS ".


Teriak Kaito melihat Okita diserang mendadak dan sialnya Kaito masih begitu lelah untuk berdiri. Di saat bersamaan juga, sebuah rubah berekor enam raksasa.


Mendorong monster itu hingga menabrak mainan anak-anak, seketika benda-benda itu hancur berantakan karena ketimpa badan monster besar itu.


Kaito, Okita dan Tatsu terkejut tiba-tiba muncul rubah berekor enam raksasa mendorong keras monster tersebut hingga terpental.


" Kakak, kakak tidak apa-apa ".


Yoku dan Iori menghampiri Okita yang sedang kehabisan tenaganya.


" Ya... aku baik-baik saja... ".


Okita berusaha bangkit sendiri dan mengambil pistolnya yang ada di atas rumput.


" Biar aku saja ".


Yoku tiba-tiba menghalangi Okita untuk bergerak dan dia membalikkan badannya. Kebetulan monster itu bangkit kembali dan meraung lebih keras lagi.


Monster ini kembali menyerang mereka, Yoku membalikkan badannya dan bersamaan memerintahkan si rubah besar itu.


" HIMERUUUUUUUU ".


Rubah itu memiliki nama dan Yoku menyebutkan namanya. Secara bersamaan dengan kekuatan yang rubah itu miliki, kedua kalinya dia berhasil menubruk itu monster hingga pentalan kedua kalinya lumayan jauh.


Kaito dan Tatsu menghampiri Okita. Mereka semua melihat adegan ini.


" Itu salah satu kemampuan yang Yoku punya, monster itu dia buat dari darahnya sendiri ".


Iori menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada 3 orang kakak kelasnya bingung dan mereka masih bengong dengan apa yang mereka lihat.


" คภคк-คภคк кยгคภﻮ คןคг, קєг๓คเภคภ รค๓קคเ ๔เรเภเ ๔ยɭย, คฬคร кєՇเкค קєгՇє๓ยคภ รєɭคภןยՇภץค.. รคץค קครՇเ คкคภ ๓є๓คкคภ кคɭเคภ รє๓ยคค ( anak-anak kurang ajar, permainan sampai disini dulu, awas ketika pertemuan selanjutnya.. saya pasti akan memakan kalian semuaa ) ".


Monster ini pun pergi sendirinya akibat serangan brutal yang dia terima dari rubah ekor sembilan itu. Dia merasa tidak sanggup untuk menanganinya dan memilih untuk kabur.


Sementara ini mereka mendapatkan kemenangan untuk saat-saat ini.


" Ngomong-ngomong, kamu sanggup jalan, Okita? ".


" Hm, Ya, cuman masih kerasa capek saja, tapi no problem ".


Okita menggerakkan badannya ke kanan dan ke kiri. Rubah ekor sembilan yang dipanggil oleh Yoku sesaat menghilang tanpa jejak dan hanya meninggalkan sebuah asap tebal di hadapan mereka semua.


Hari juga mau gelap, mereka semua melanjutkan perjalanan menuju rumah Yoku dan Iori. Sesampainya, Yoku dan Iori mengucapkan terimakasih kepada 3 kakak kelasnya itu karena sudah mengantarkan mereka sampai ke rumah.


Mereka bertiga kembali pulang ke rumahnya masing-masing.


" Bentar, ada angin apa kita anterin adek kelas hahahaha ".


" Aku saja juga tidak paham, tanyalah ke Okita, Tatsu ".


" Aku pun juga bingung ".


" LAH?! ".


Ucap Kaito dan Tatsu serantak. Okita memandangi langit sambil berjalan. Dia melakukan aneh-aneh hari ini tanpa dia sadari, mungkin karena Yoku mirip dengan adiknya karena ini tanpa dia sadari malah memprotect Yoku.


Okita takut kalau Yoku mendapatkan hal yang serupa dengan mendiang adiknya dulu. Okita menghela nafas.


" Kau kenapa? ".


" Tidak apa-apa ".


" Khawatir ya.. jangan-jangan kamu demen Yoku? ".


" Apaan sih, gak jelas ".


Kaito tertawa sambil merangkul Okita. Mereka bertiga melanjutkan perjalanan kembali menunju rumah masing-masing setelah mengantar Yoku dan Iori ke rumahnya dengan canda-tawa sepanjang perjalanan.


Hari juga semakin gelap dan disisi lain, sela-sela gang di perkotaan.


" Sial, anak-anak itu kenapa semakin hari, semakin kuat... ".


Ucap Gilbert yang dikendalikan sepenuhnya oleh Profesor Yohi. Beliau bersemayam di tubuhnya dan dia menyuntikkan sesuatu ke tangan kirinya. Sebuah zat berwarna hijau dan tiba-tiba lukanya tertutup sendiri.

__ADS_1


Dia merasa begitu sehat setelah dia menyuntikkan zat tersebut dan menghilang kembali begitu saja, mencari tempat persembunyian yang lebih aman.


__ADS_2