![Heart Breaker - Hope & Future - [ SEASON 2 ]](https://asset.asean.biz.id/heart-breaker---hope---future-----season-2--.webp)
Besokkan paginya, anak-anak kelas 3 - B saling menyapa satu sama lain.
" Yo, pagi Okita~ ".
" Pagi juga Kaito ".
" Seperti biasa anda datar " ucap Tatsu.
Mereka berdua saling berpandangan, lalu..
" Hei, Okita, kamu jangan galak-galak sama Yuko, kemarin kamu tidak sengaja membentaknya loh, apa kamu sudah minta maaf? "
Kaito mempertanyakan soal yang kemarin sambil menopang dagunya dengan tangan kanan, menengok ke arah kanannya.
" Aku sudah meminta maaf kemarin ".
Okita menjawab secara singkat dengan nada dingin sambil menggantungkan tasnya di samping kanan meja.
" Hmm... ngomong-ngomong kita sudah lama tidak jenguk ke makamnya Arisa ya ".
" Kalau dipikir-pikir bener juga ya, Okita nanti mau ke makam adikmu? ".
" Kebetulan, aku belum menjenguknya lagi, selama ini aku terlalu sibuk dengan urusan hidup ".
" Okelah, pulang sekolah bisa ini ".
" Tunggu dulu, ada latihan tidak? ".
" Eh, bener juga ya ".
Mereka bertiga sedang berencana untuk pergi ke makamnya Arisa setelah pulang sekolah, akan tetapi mereka harus mencari tahu terlebih dahulu apakah hari ini mereka ada kegiatan atau tidak.
Bel masuk berbunyi, semua murid-murid masuk ke dalam kelas masing-masing. Mereka semua belajar seperti biasa.
Selain mereka ini statusnya adalah pelajar militer tapi untuk kulikurum sendiri sama halnya dengan sekolah biasa. Hari yang begitu tenang, tapi bisa bikin bosen juga.
Disisi lain, di pusat kota, seorang laki-laki memakai jubah yang begitu rusuh sedang duduk di pinggiran trotoar seperti seorang pengemis.
Ada seseorang memberinya uang, tapi dia tidak mengambilnya, orang itu berjalan terhuyung-huyung memasuki gang sempit yang ada di sana karena dirinya lapar, dia menemukan segerombolan geng di dalam gang itu.
Geng anak punk melihat dan menyadari keberadaan pria itu, langsung membullynya. Awalnya pria itu dia, tapi ketika dirinya sudah tidak bisa menahan rasa laparnya.
Dia berubah menjadi sosok monster yang sangat familiar, tepat sekali, itu adalah chimera. Dia langsung memakan orang itu.
Teman-temannya yang melihat kejadian ini reflek histeris ketakutan, tapi sayangnya mereka juga tidak selamat.
Suara mereka semua terdengar hingga keluar dari gang, membuat orang-orang yang ada di sekitarnya mendengar dan memanggil polisi setempat.
Beberapa menit kemudian, ketika polisi tiba dan memeriksa dalam gang tersebut dimana sumber suara barusan. Mereka tidak menemukan apa-apa, tapi paling mengejutkan mereka malah menemukan bercak darah dimana-mana dan beberapa potongan pakaian yang tertinggal sebagai jejak.
Kebetulan disaat kasus ini terjadi Profesor Tori ada di tempat kejadian, beliau segera menyelidiki kasus ini dan sekejap dia langsung menyadari sesuatu.
" Mustahil.... hampir seluruh sample sudah diamankan bukan, tapi.. kenapa bisa ada chimera disini..... jangan bilang dia masih hidup tapi menggunakan tubuh orang lain... ".
__ADS_1
Gumam Profesor Tori dalam hati sambil mengambil beberapa sample darah untuk ia periksa di labnya.
Kepolisian memberikan tanda garis kuning disana karena mereka masih menyelidiki kasus yang misterius ini dan sampai masuk kedalam berita koran maupun televisi.
Di sekolah sendiri, Okita tumben-tumbennya melamun karena kejadian kemarin. Dia kembali mengingat Yuko yang tiba-tiba saja berubah siluet menjadi Arisa.
Memikirkan hal ini membuat dirinya pusing seketika karena dia sendiri masih berat untuk membiarkan orang lain menggantikan posisi adiknya, tapi disisi lain sebenarnya dia masih memiliki sisi lembut.
Ketika jam istirahat usai, Kaito mengajak Tatsu dan juga Okita pergi ke kantin. Mereka bertiga berjalan menelusuri koridor dan juga lorong sekolah menunju kantin.
Pas di kantin, mereka melihat Yoku yang sepertinya sedang kesusahan untuk mengantri karena badannya dia yang terlalu pendek.
" Itu Yoku kan? ".
" Ya, dia sepertinya butuh bantuan, disana rame banget, kayak ngantri sembako ".
" Hey, kamu mau kemana Okitaa!! ".
Tatsu memanggil Okita yang tiba-tiba saja pergi meninggalkan mereka berdua, berjalan menghampiri Yoku. Lalu, masuk kedalam desakkan orang-orang.
" Bu, roti yang ini satu! ".
Okita ternyata membantu Yoku untuk memberikan sebuah roti yang ia pengen dan kebetulan roti yang ia incar sama seperti roti yang disukai adiknya.
Dia menarik Yoku dari kerumunan orang-orang sambil membawa sekantong roti di tangan kirinya.
" Kenapa seleramu seperti selera adikku, tapi lupakan ".
Okita membuang mukanya dan berusaha stay cool.
Yuko tersenyum lembut ke Okita dan tidak ada angin, tidak ada hujan, wajah Okita menjadi merah padam.
" Tidak perlu pasang muka seperti itu, dahlah, mending saya pergi ".
Okita membalikkan badannya, pergi meninggalkan Yoku sendirian dan mengajak teman-temannya untuk mencari makanan.
Tatsu dan Kaito melambaikan tangan mereka ke arah Yoku dan dia bales melambaikan tangannya juga.
" Kak Okita itu lucu ya, meskipun dia itu kaku dan dingin, sebenarnya dia orang yang baik dan berhati lembut ".
" Apanya yang berhati lembut? "
" HEH?! ".
Iori muncul di belakang Yoku dan membuat dirinya terkejut. Iori melihat muka Yoku memerah.
" Wajahmu kenapa?? ".
" Tidak ada apa-apa, lupakan, lupakan, ayo, kita duduk ".
" Baiklah... ".
Mereka berdua mencari tempat duduk di kantin, lalu, memakan cemilan yang mereka beli barusan.
__ADS_1
Di ruangan Pak Kepala Sekolah, Yuiji dan Melodia dipanggil oleh Mr. Mashiro. Beliau ingin membicarakan hal yang selain melibatkan Profesor Yohi dari laporan yang beliau terima juga.
Suara pintu ruangan beliau berbunyi, Mr. Mashiro mempersilahkan mereka berdua untuk masuk kedalam.
" Permisi Mr, kenapa anda memanggil kami berdua? ".
" Silahkan duduk, Yuiji dan Melodia. Ada hal penting yang harus saya bicarakan ke kalian ".
Dari raut wajah beliau, sepertinya hal ini bukan main-main, tapi hal penting yang ingin disampaikan oleh beliau. Yuiji dan Melodia duduk berhadapan dengan beliau, menyimak dengan tatapan serius.
" Begini, barusan saya mendapatkan laporan dari Profesor Tori. Jadi di pusat kota ada kejadian aneh yang telah terjadi saat ini dan para kepolisian masih melakukan penyelidikan disana. Profesor Tori sendiri menemukan sebuah tanda bahwa Profesor Yohi masih hidup ".
" Mustahil... bukannya tubuh beliau sudah hancur, Mr. Mashiro ".
" Benar Yuiji, akan tetapi kemungkinan besar dia memakai tubuh orang lain ".
" Tubuh orang lain..... tunggu... apa jangan-jangan dia menggunakan tubuh Gilbert?! ".
Ruangan langsung hening seketika setelah Melodia menyebut nama Gilbert, sebab lawan satu-satunya yang masih hidup hanyalah dia.
" Berarti.... secara logika, beliau menjadi sebuah bayangan dan merasuki tubuh Gilbert untuk menjadikan tubuh dia yang baru... ".
" Kurang lebih begitu, Yuiji ".
Melodia menundukkan kepalanya dan sedikit meremas kain bajunya yang ada di paha. Yuiji melihat ekspresi Melodia yang berubah menjadi pucat setelah mengetahui bahwa Gilbert telah dirasuki oleh Profesor Yohi.
" Sementara ini tolong berita ini jangan kalian sebar kemana-mana dulu, biarkan pembicaraan ini hanya kita bertiga saja ".
" Baik, saya mengerti. Mr. Mashiro ".
Setelah lama pembicaraan, Yuiji dan Melodia keluar dari ruangan beliau, berjalan sepanjang koridor sekolah.
" Yuiji... ".
" Ya? ".
" Jika memang benar kenyataannya seperti itu... apa aku harus benar-benar membunuhnya? ".
Melodia berhenti di tengah-tengah jalan sambil menundukkan kepalanya, dia terlihat begitu lemas setelah mendengar kabar barusan. Yuiji mencoba menenangkannya.
" Melodia, dengar, kita akan memakai cara ini untuk menyadarkan Gilbert dan mengeluarkan Profesor Yohi dari sana, sudah jangan murung begini ".
Yuiji mengusap kedua pipinya dengan menempelkan kedua telapak tangannya disana dan mendekatkan dahinya dengan dahi Melodia. Dia sudah sedikit tenang.
Kebetulan bel masuk telah berbunyi, hari ini Yuiji ada jadwal mengajar di kelas 2 - C, sedangkan Melodia di kelas 1 - A. Jadi mereka berpisah di tangga.
Selama jalan Yuiji masih memikirkan omongan Mr. Mashiro mengenai Profesor Yohi.
" Bagaimana bisa dia hidup kembali? Padahal waktu itu aku menyerang bagian jantungnya ".
Gumam Yuiji dalam hati dan tidak sadar dirinya telah sampai di depan kelas 1 - C. Yuiji menghela nafas dan masuk kedalam kelas tersebut.
" Selamat siang anak-anak ".
__ADS_1
Yuiji menyapa anak-anak itu dengan ramah dan seketika melupakan soal Profesor Yohi, berfokus untuk mengajar. Pelajaran dimulai.