
Brukkkkk....
Suara seperti sesuatu yang berat jatuh ke lantai. Benar saja ada orang yg terjatuh dari tempat duduknya di kelas. Semua mata tertuju padanya terutama guru yg sedang menerangkan di kelas tersebut.
"Suara apa itu?" tanya Pak Sam yang sedang mengajar di kelas.
"Ehm. Itu Pak sy terjatuh tadi." Jawab Arline siswa yg terjatuh tadi.
"Mengapa kamu bisa jatuh? Yang lain baik-baik saja. Apa yang kamu lakukan tadi? Hmm" Pak Sam menatap Arline setajam lidah emak-emak di tukang sayur.
"Saya sedang berolahraga Pak. Biar tidak mengantuk. Iya itu olahraga Pak" Arline menjawab asal.
__ADS_1
"Ok kamu mau olahraga kan? Silahkan lari di lapangan basket 10 putaran!" Pak Sam membalas jawaban itu.
"Serius Pak? Di luar panas itu kasihani lah Pak. Saya olahraga di dalem kelas aja ya Pak?" Arline mencoba negosiasi kaya nawar di pasar.
"Baik kamu yg keluar atau saya yang keluar?" Pak Sam memberi jawaban yang membuat hampir seluruh siswa di kelas menatap sinis pada Arline.
"Iya Pak Sam" Arline melangkahkan kaki keluar kelas.
"Ish Kak Sam ga asik banget sih. Masa adek sendiri dikeluarin dari kelas. Untung sayang."gumam Arline.
Samuel mengajar bimbingan konseling di sekolah milik yayasan keluarganya. Begitu juga dengan Arline yang bersekolah kelas XI di sekolah itu. Sekolah yang bernama Samarline School. Dan di sana juga bersekolah anak dari Lukas yang bernama Lucy Taruna. Tapi di sekolah Lucy sering mengaku sebagai kerabat dari pemilik Tirta Group.
__ADS_1
Bel istirahat di sekolah berbunyi tapi ada yang aneh menurut Sam. Dia melihat ke lapangan tapi tidak melihat keberadaan adiknya. Kantin tempat yang akan dia tuju karena ia yakin adiknya pasti ada disana. Dan benar saja setelah sampai di depan pintu kantin ia bisa melihat adiknya sedang duduk sambil makan bersama teman-teman gengnya.
"Ehm... Apa ada yg merasa sudah berolahraga lari di lapangan tadi? “tanya Sam seolah menyindir adiknya
" Uhuk.. Uhuk.. Aduh mati keselek baso ini mah. Mana idung pedes banget lagi kena kuah baso."Arline malah sibuk sendiri karena kaget mendengar suara Sam.
Padahal Sam sedang menahan tawa melihat adiknya seperti itu. Tapi melihat itu dia juga merasa kasihan.
" Setelah ini kamu segera ke ruangan saya sekarang!! “ tegas Sam sambil menahan rasa khawatirnya. Dia tidak ingin sisawa lain berpikir yang tidak-tidak.
" Lo ga jadi mati keselek baso kan Lin?" tanya Vika dengan wajah polos.
__ADS_1
" Ya ampun Vik gue jadiin baso juga lo. Udah tau temen lo masi bisa ngomong malah lo nanya begitu.Ge urusin nih temen lo. Obatnya abis kayaknya."Arline berkata pada Gea karena gemas dengan Vika.
Arline mempunyai 2 sahabat yaitu Vika Ananta dan Gea Kirana. Mereka bersahabat dari kelas X.