
Selesai kelas Pak Rangga akhirnya Rae bisa bernafas dengan lega karena Pak Rangga masih memberi keringanan tugas karena Rae mahasiswa baru. Jangan lupakan wajah Rae yang terlihat lesu. Arline dan kawan - kawan masih setia di kelas.
" Ah tega lo pada . Ga ngasi tau gue klo ada tugas. Untuk rejeki anak mami . Emang julukannya apa sich ? " sungut Rae.
" Mau tau banget ?" jawab ketiganya kompak.
" Please ya girls gue lagi males becanda. Udah letih lesu lunglai gue " ucap Rae sambil drama tangan di atas jidat pura -pura lemes bestie.
" Nich ya gue kasi tau . Klo lo mau cepet lulus kuliah di sini mending lo kerjain klo ada tugas dari siapapun itu dosennya. Terutama Pak Rangga . Siapa girls ? " tanya Vika.
" Dosen Rentenir !! " jawab mereka kompak.
" Kerjain klo lo ga mau tugas lo jadi berbunga. Bisa botak pala lo.hhaahaaha." Gea menakuti.
__ADS_1
" Ya uda yuk kantin gue laper dari pada liat ni anak ga jelas mana kenyang perut gue. " ajak Arline.
Waktu terus berlanjut Rangga dan Rae semakin gencar mendekati Arline. Bahkan Rae sudah dekat dengan Mama Papa Arline. Jika teman - teman Arline ke rumah Rae dan Rangga akan ikut bergabung.
Hingga suatu siang Arline pulang sendiri. Vika dan Gea sudah pulang lebih dulu. Dan kebetulan juga Rangga sedang tidak bisa mengantar. Mereka melihat Rae mengobrol dengan Arline dan menganggap Rae akan mengantar Arline.
Saat sore Rangga dikejutkan dengan telepon dari orang tua Arline yang bilang jika Arline belum pulang dan handphonenya tidak aktif. Rangga langsung menelepon Rae juga tidak aktif. Kemudian Rangga mencoba menghubungi Vika dan Gea mereka pun tidakntahu dimana Arline.
Setelah itu Papa Rendi dan juga Rangga mengerahkan anggota khusus mereka untuk melacak keberadaan Arline dan benar saja Arline terakhir terlihat bersama Rae. Hal itu membuat semua adalah perbuatan Rae. Dan Rae juga tidak ditemukan dimanapun.
" Sial. Ini pasti ulah Rae. Emang ga tau balas budi tuch anak. " rutuk Rangga dengan amarahnya.
Di lain tempat dua orang yang baru tersadar dari pingsannya dikejutkan dengan cipratan air di wajah mereka. Karena ditutup matanya mereka tidak tahu keadaan dan siapa yang ada di tempat itu.
__ADS_1
" Bangun lo berdua. Udah sadar pingsannya? " terdengar sinis dari cara bicaranya.
" siapa lo dan mau apa sama gue. Sampe lo berani ngapa - ngapain gue lo ga akan selamat." ancam Arline.
" Heh masi aja lo sombong dikeadaan lo kaya gini. Cih dasar ga guna. Buat ngelindungin diri aja lo ga bisa. Makanya ga heran Kakak lo yamg udah mati itu nyuruh orang buat jagain lo. Hidup itu berguna dikit." ledek orang itu puas.
" Kayaknya gue kenal siapa lo. Bilang lo siapa apa ada yang nyuruh lo." kesal Rae.
" Lo ga usah tau siapa gue. Yang jelas gue cuma mau balas apa yang udah lo perbuat." jawab orang itu.
Kemudian terdengar suara langkah kaki berjalan mendekat ke arah mereka. Terdengar sangat pelan. Hingga sampailah dia di depan mereka. Tanpa mengeluarkan kata dia diam dan suasana menjadi hening.
" Apa kabar Rae ku sayang. Masih ingat aku ? " Sapa perempuan itu misterius.
__ADS_1