Hello, My Heart

Hello, My Heart
Chapter 7


__ADS_3

"Line, ga usah nangis lagi ya. Semua udah terjadi. Kita semua harus lanjutin hidup lagi. Kak Sam pasti sedih klo liat kamu kaya gini. Papa mama juga pasti sedih. Kamu harus kuatin mereka juga. Kamu kuat Line." Rangga mencoba memberi semangat pada Arline.


Setahun kemudian perlahan Arline dan keluarganya sudah bisa melanjutkan hidup mereka seperti biasa. Walau terkadang mereka merasa Sam masih ada.


Saat ini Arline sudah masuk kuliah di Universitas Tirtajaya baru semester 2. Ghea dan Vika pun masuk universitas dan jurusan yang sama dengan Arline. Rangga sekarang menjadi dosen di Universitas Tirtajaya karena ingin dekat dan menjaga Arline.


Sementara di dalam mobil ada yang memperhatikan Arline dari jauh. Akhirnya dia menemukannya.


" Gue pastiin suatu saat lo ngerasain apa yang gue rasain Line." dengan seringai diwajahnya.


Waktu sudah menunjukkan waktu kuliah. Arline segera masuk ke kelas. Saat itu dibarengi dosen Rangga dan ada orang lain disampingnya yang baru mereka lihat.


" Morning class, sebelum kita mulai saya ingin memperkenalkan penghuni baru kelas ini. Oke boy kenalkan dirimu." perintah doaen Rangga.


" hai, saya Raeshard Morgan. Kalian bisa panggil Rae. Mohon bantuannya." jelas Rae.


"woah cogan"


" tar trending #calonistrirae."


" udah sold out blom? “


" ke pelaminan yuk"

__ADS_1


"eneng dah siap bang dilamar"


Dan masih banyak kekaguman dari kaum hawa dikelas.


" ya ampun calon masa depan gue" ucap Vika.


" lo mah liat yang ganyeng dikit langsung oleng. Kemaren aja bilangnya Pak Rangga paling ganteng. Tar oleng lagi klo ada yg ganteng" cibir Gea.


" biar ada cadangan gitu. Klo yang mapan blom dapet yang kaya oppa kore juga gpp lah." halu Vika.


" Noh opanya si Gilang nanyain lo. Hhaahaha." ledek Gea. Sementara Arline hanya geleng- geleng melihat kelakuan sahabatnya.


" Gila kali. Bukan opa yang itu Geat Geot. Gue ketok lo ya. "sungut Vika.


" ya elah gue salah gimana Vikap? Lah emang kan opa si Gilang dari Korea. Tanya aja sono sama dia " Gea tertawa puas setelah meledek Vika.


Di ruangan itu ada sosok yang mencuri pandang ke Arline. Dia menatap dengan intens setiap gerakan Arline.


" Hello, my heart ! “ batin Rae.


Rae duduk di belakang Vika. Jadi Rae leluasa untuk memandang Arline. Senyum Rae penuh rahasia.


Jam kuliah telah usai. Vika mengajak Rae untuk berkenalan.

__ADS_1


" Hai Rae. Gue Vika dan ini Gea yg ini Arline. Mereka sahabat gue. Lo boleh kok temenan sama kita. Ya kan girls?" ucap Vika.


" Gue Rae salam kenal. Bantuin gue ya kasi tau apa aja yang udah ketinggalan." mohon Rae.


Deg.. Deg.. Deg.


Entah kenapa Arline tiba - tiba merasa ada yang berbeda dengan Rae.


" Oke tenang aja kita bantuin kok. " balas Arline.


" Thanks banget ya. Gimana klo kita ke kantin gue supaya gue tau kampus ini. Sekalian gua traktir itung - itung perkenalan gue sama kalian. Oke? “ajak Rae.


" Yakin lo mau traktir kita? Lo ga tau apa ni si Vikap makannya banyak. Tekor lo ngajak dia."tanya Gea.


" Eh Geat Geot lo kalo ngomong gitu. Suka bener.. Hehehe" jawab Vika sambil cengengesan.


" Guys kalian mau ribut aja nih. Buruan yuk gue dah laper tau." sebal Arline sambil cemberut.


" Ini lagi satu horang kayah tapi demen banget klo ada traktiran. Kuy lah" ajak Gea.


" Dasar konglomelarat lo mah! Ledek Vika pada Arline.


" Gratisan mah enak tau! “jawab Arline.

__ADS_1


" Tenang aja lo mau pesen apa aja gue yang traktir. Oke ladies?" potong Rae. Yang lama - lama jengah juga dari tadi ga jafi ke kantin.


"kuy!!!!!" sahut mereka kompak.


__ADS_2