Hello, My Heart

Hello, My Heart
chapter 10


__ADS_3

” Kalian? Ada di sini ?" tanya Ranggga.


" Loh kok bisa di sini pak? Bapak sodaraan ma Arline ya? " tanya Vika yang malah balik bertanya.


" Bisa di bilang begitu. Oh iya Line dimana tante dan om ? Kok ga kelihatan." tanya Rangga. Jangan tanya dengan wajahnya disetting sedatar mungkin karena ada mahasiswanya jadi ke setelan pabrik.


" Ada di kamar kak eh pak.. Aduh jadi bingung manggilnya..hehe.. Di sini aja gabung ngobrol sama kita ya." ajak Arline.


" Oke saya ga masalah. Kalian ga usah sungkan sama saya. Ngobrol aja." Rangga hanya berusaha sesantai mungkin.


Pandangan Rae tidak lepas dari Rangga . Karena dia menangkap gelagat jika Rangga menyukai Arline.


" Jadi ini sahabat Kak Sam.. Boleh juga. Saingan gue lagi. Hadeh ternyata banyak rintangannya. Dah kaya satpam lagi." batin Rae .


" Eh dimakan dan diminum dong hidangannya . Masa dianggurin aja. Biasa juga lo pada ga malu - malu." ujar Arline.


" Ya elah Lilin . Lo mah buka aib gue aja di depan calon masa depan gue. Kan gue makannya dikit..Ya kan Geat Geot." Terang Vika karena takut imagenya rusak.

__ADS_1


" Serah lo lah Vikap..Gue ikut aja.Yang penting gue makan dulu lah. Dah disuguhin ma tuan rumah juga. Yuk Pak Rae Lin gue makan ya. Biarin gigit jari aja tuch si Vikap." cibir Gea.


" ehm..oh iya kamu anak baru kan Rae? Kamu pindahan dari mana? " tanya Rangga.


" Saya sebetulnya habis cuti pak. Tapi setelah cuti saya pindah. Pindahan dari kota X. " jawab Rae.


" Berapa lama kamu cuti? "


" Sekitar 1 tahun pak. Karena ada masalah kesehatan. "jawab Rae.


" Kenapa ya saya ngerasa ga asing ma kamu ? Seperti pernah lihat tapi saya lupa dimana." Rangga mencoba mengingat -ingat.


" Gue yakin pernah lihat dia . Tapi dimana. Terus dia cuti karena kesehatan." batin Rangga.


Tiba - tiba Rangga terkejut. Dia baru ingat siapa Rae. Tiba - tiba perasaan Rangga tidak enak. Kemudian Rangga pamit pulang mandadak dengan alasan ada urusan.


" Dunia kecil banget. Kok dia bisa kebetulan gitu. Apa dia udah tau semua. Tapi klo diliat Arline ga tau apa - apa kayaknya." gerutu Rangga. Dia bingung bagaimana menjelaskan pada Arline nanti. Kalau saja kecelakaan itu tidak merenggut Sam.

__ADS_1


Sesampainya di rumah Rangga segera masuk ke kamarnya dan mencari sebuah dokumen. Matanya membulat. Jadi orang itu benar Rae. Apa yang akan terjadi jika Arline tahu semua. Memikirkannya Rangga sampai pusing.


Keesokan harinya di kampus Arline , Vika dan Gea semakin dekat dengan Rae. Mereka mudah akrab karena Rae sangat sopan dan ramah serta mereka ga baperan klo diajak becanda.


" Morning class.. Gimana tugasnya ? Silahkan dikumpulkan sekarang." ya Rangga memang langsing menagih tugas. Dah kaya rentenir aja.


Jangan heran memang Rangga dijuluki " Dosen Rentenir" karena jika ada tugas pas masuk kelas langsung ditagih. Kalau ada yang ga bayar tugas maka tugasnya akan menjadi berbunga . Rentenir bunganya uang nah kalau dosen yang satu ini bunganya adalah tugas berkali - kali lipat.


" Siapa yang ga ngerjain tugas ? " tanya rangga dengan seringai iblisnya.


" Saya Pak ! " ucap Rae percaya diri.


"Omg Rae lo ga ngerjain tugas ? Hadeh siap - siap deh lo kena sama dosen rentenir." semua hanya bisa kasihan dalam hati.


"Oke . Kamu kerjakan tugas yang tadi ditambah satu bab lagi ya. Jadi 2 bab yang kamu kerjakan " seringai Rangga.


" What.? "

__ADS_1


" Silahkan kamu tanya ke yang lain apa julukan saya.! " tukas Rangga puas.


__ADS_2