Hello, My Heart

Hello, My Heart
Chapter 6


__ADS_3

" ada apa pa. Kenapa kamu teriak begitu." sahut Mama Dira. Jantungnya berdegup kencang. Takut akan ada yang terjadi. Pikirannya langsung menerawang kepada perkataan Samuel setengah jam yang lalu.


" Samuel ma... Dia kecelakaan. Dan sekarang sedang dibawa ke rumah sakit. " lirih Papa Rendi.


" Sammmmmm.... Kamu pasti ga apa - apa kan sayang." Mama Dira langsung terguncang. Hampir saja jatuh jika tidak dipapah. Mereka langsung menuju ke rumah sakit.


Setiba di rumah sakit sudah ada Rangga di sana. Ternyata Samuel kecelakaan karena mobilnya tertabrak dari depan oleh mobil truk yang melaju dengan kencang.


" Maaf dengan keluarga pasien atas nama Samuel." ucap dokter begitu keluar dari ruang UGD.


" kami keluarganya Dok. Bagaimana dengan keadaan anak kami? Apakah baik - baik saja?" cecar Mama Dira pada dokter.

__ADS_1


Sebelum dokter menjawab terdengar suara langkah kaki berlarian di koridor rumah sakit. Ternyata Arline sedang berlari kearah mereka. Dengan nafas terengah - engah ia sampai di depan ruang UGD.


" Gimana keadaan Kak Sam Ma Pa?" tanya Arline.


" Dengan berat hati kami menyampaikan bahwa pasien tidak bisa tertolong. Kami turut berduka cita sedalam - dalamnya." keadaan yang disampaikan sangat menyesakkan semua orang yang ada disana.


Brukkkk.. Arline jatuh pingsan dunianya seakan terpuruk. Mendengar berita kakak satu - satunya telah meninggal dunia.


" Aduh kepala aku sakit banget. Papa mama sama Kak Sam kemana ya. Kok sepi?" gerutu Arline.


" Lho kok ada Kak Rangga? kenapa aku ada di sini? “ cecar Arline karena bingung kenapa ia dirawat di rumah sakit.

__ADS_1


" Papa mama sama Kak Sam mana? Kok ga nungguin aku di sini? Mereka ga sayang ma aku ya. Apalagi Kak Sam. Masa aku mimpi Kak Sam pergi ninggalin aku" cerita Arline yg menganggap kejadian yang ia ingat sebagai mimpi.


"emh gini Line. Kamu makan dulu ya. Aku suapin ya. Mereka lagi sibuk jadi ga bisa jenguk kamu dulu. Pasti mereka jenguk kamu tapi kamu harus sembuh dulu ya! “ bujuk Rangga.


" Iya kak. Aku tau papa mama sama Kak Sam pasti lagi sibuk kan. Huft Kak Sam aku kangen banget sama dia. Pengen cepet - cepet ketemu." harap Arline yg masih belum menyadari dan memang tidak mau mengakui keadaan sebenarnya.


Keesokan harinya Arline sudah diperbolehkan pulang dan di rumah dia disambut oleh mama dan papanya. Dengan senyum yang dipaksakan mereka menyambut kepulangan anak satu - satunya yang tersisa.


" Ma Pa aku kangen kalian. Kak Sam mana? Kok ga nyambut aku juga? Pasti Kak Sam belum pulang ngajar ya? Kebiasaan banget sih kakakku itu klo dah kerja ga inget waktu. Ya uda nanti aku tunggu Kak Sam pulang ya." Arline berkata sambil menahan tangis padahal sebenarnya dia sudah mengetahui kenyataannya tapi dia berusaha menolak kenyataan tersebut.


Kedua orang tuanya dan juga Rangga menjadi bingung apa yang harus dikatakan. Rangga pun tahu bagaimana Arline sangat menyayangi kakaknya. Maka dari itu dia berusaha pelan - pelan agar Arline menerima kenyataan tersebut.

__ADS_1


Arline ke kamar kakaknya berharap semua baik - baik saja. Semua memori tentang kakaknya langsung memenuhi ingatannya.


"Kakkkk.... Kenapa kamu tega ninggalin aku sih. Aku janji bakalan jadi anak baik. Huhuuhuu.." tangis Arline. Diam - diam Rangga mendengarkan dan melihat apa yang Arline lakukan. Rangga masuk dan menenangkan Arline.


__ADS_2