Hello, My Heart

Hello, My Heart
Chapter 5


__ADS_3

Di rumah Rangga kembali memikirkan percakapannya tadi dengan Samuel. Menurut Rangga keputusan Samuel terlalu aneh. Seakan seperti sebuah firasat. Entah apa tapi yang jelas perasaan Rangga tidak enak mengenai itu.


Di lain tempat Arline pun memiliki perasaan yang sulit diungkapkan. Kehidupannya yang bahagia bersama keluarganya dia bersyukur akan hal itu. Arline ingin seterusnya bahagia hidup bersama keluarganya. Terutama sang kakak Samuel. Arline sehari - hari dekat dengan kakaknya. Dia bercerita segala hal. Dengan tersenyum dia tertidur.


Esok harinya seperti biasa Arline dan keluarganya sarapan bersama. Dengan pembicaraan seperti biasa disertai canda dari mereka.


"De, kamu di sekolah gimana? Ga ada yang kamu suka? “tanya Sam.


"Yang aku suka di sekolah cuma bakso. Udah,." jawab Arline.


"ih kamu mah. Ditanya apa jawab ngelantur. Kamu ga suka apa sama Rangga?" selidik Sam.


"suka sama spesies kaya kakak? Ya ampun kak hidup aku jadi apa entar. Udah galak, ga ada becandanya. Ga asik lah pokoknya. Apalagi di sekolah ngomong kaya disuruh bayar aja. Irit banget. Tapi ganteng sih.."ucap Arline.

__ADS_1


" klo dia suka sama kamu gimana? "canda Sam.


Kedua orangtua mereka hanya mendengarkan. Sambil tersenyum sambil memperhatikan. Karena pemandangan seperri itu sudah biasa untuk mereka. Jika benar Arline suka dengan Rangga atau sebaliknya mereka tidak mempermasalahkan. Karena keluarga mereka cukup kenal akrab.


"Ga mungkin lah kak. Ke aku aja di sekolah tuh galak loh. Jangankan senyum. Aku sapa aja cuma dijawab ehem klo ga pagi aja. Udah datar. Masa iya sikapnya begitu suka sama aku. Never kak." jelas Arlinr panjang lebar.


"tapi ganteng kan sayang? Klo kita punya mantu kaya gitu sich anak kamu sama dia cakep banget pasti." ledek papa Rendi.


"Betul itu pah biar mama ga di ghibahin trus karena anak mama yang cantik ini punya pasangan ganteng. Ya kan sayang? “ ucap Mama Dira.


" Ayo de, kamu mai bareng ma kakak ga ke sekolah? “tanya Sam.


"makasi kak. Aku masih sayang ma sekolah aku. Aku ga mau ya pada caper ma aku klo tau aku adiknya Kak Sam. Pasti pada pura - pura baik ma aku." jawab Arline.

__ADS_1


"oke lah adekku sayang. Tapi hati - hati ya di jalan. Jangan sampe nyasar. Hahaha.." ledek Sam yang masih saja ingat waktu Arline nyasar waktu pertama kali ke sekolah.


" ya ampun kak aib begitu diumbar - umbar. Malu aku tuh. Kaya kakak ga pernah nyasar aja. Ya udah aku berangkat ya. Pa, ma dan kakakku yg ganteng. Dahhh" pamit Arline.


" ya udah klo gitu aku berangkat juga ya pa ma. Ehm papa sama mama harus sehat - sehat ya. Aku sayang kalian semua." pamit Samuel kepada kedua orang tuanya. Seakan ini adalah terakhir kali dia berpamitan.


Papa Rendi dan Mama Dira memandang anaknya dengan sedih. Mereka merasa ini saat terakhir merwka melihat Sam.


" kamu ngomong apa sih Sam jangan ngaco. Ya udah hati - hati bawa mobilnya. Jangan ngebut - ngebut!" nasihat Papa Rendi.


" Siap pak bos. Dahh.."


Belum Papa Rendi masuk ke mobil untuk berangkat ke kantor tiba - tiba handphonenya berdering. Dijawabnya telephone itu.

__ADS_1


" Iya saya sendiri. Apaaaaa.. Tidak mungkin!!!! "teriak Papa Rendi.


__ADS_2