Hello, My Heart

Hello, My Heart
chapter 13


__ADS_3

Brraakkkk... Suara pintu di dobrak dari luar. Memberikan kelegaan pada Seira. Para orang bayarannya memasuki gudang itu. Lalu berusaha membantu Seira yang saat itu sedang dibekuk Arline.


” Lepaskan Nona Seira ! Atau kau akan menyesal nona cantik. " dengan seringai di wajahnya.


" Huuaaaa,..mama papa ! " teriak Arline.


" Lo berisik Line. Udah tau kita lagi dikepung gini lo malah teriak." cibir Rae.


" Gue belom selesai ngomong. Lo dah potong aja. Liat ya apa yang gie lakuin." seringai Arline.


Tiba - tiba ia melepaskan Seira. Lalu langsung menyerang para preman tersebut dengan gerakan yang cepat. Rae pun tak mau kalah langsung menyerang juga. Ada sekitar 20 orang yang. Mereka 2 lawan 20 orang. Tapi kemudian dimenangkan oleh mereka berdua.


" Gimana Rae ? Masih bilang gue berisik. Ini ga ada apa - apanya buat gue. Jadi lo ga usah nepatin janji lo buat jaga gue. Karena gue bukan cewek lemah. Gue bebasin lo dari janji sama Kak Sam. Lo bisa pacaran lagi sama Seira." Arline berkata seperti itu sambil berbalik dan menahan tangis yang sedari tadi ditahannya. Mendengar nama Sam disebut seperti tadi membuat memorinya langsung mengingat Sam lagi.


Gubrraaakkk...

__ADS_1


”siapa lagi sich yang dateng ? perasaan dari tadi gubrak gubrak aja itu pintu " gerutu Arline.


Kemudian masuklah orang - orang berpakaian hitam. Mereka menatap heran dengan keadaan di dalam. Seharusnya yang mereka cari sedang disekap kenapa malah mereka yang menyekap. Dengan langkah panik ada dua orang yang langsung berlari ke dalam.


" Loh kok cepet banget? Perasaan kalian baru masuk tadi." ucap Rangga heran.


" kami masuk sudah seperti ini bos.!" jawab salah satunya.


" Ya ampun tau gitu papi biarin aja tadi. Udah bikin mama papanya panik ga taunya udah beres." gerutu papa Rendi.


" ih papa tuh. Orang mah anaknya ditanyain kek apa kek. Ini malah ngedumel."


" telat pa.masa harus dikodein dulu. Ga asik dech." gerutu Arline.


"anak papa kan pinter bela diri. Oh jadi ini dalangnya.? " tanya papa Rendi.

__ADS_1


" iya pa. Pacarnya Rae. " jawab Arline menyindir Rae.


" mantan elah. Lo mah kan tadi dah gue bilangin.Gur dah putus. Masalah gue deket ma lo ga ada hubungannya sama Kak Sam " terang Rae.


" Wait.kok bawa - bawa Sam . Kamu kenal? " tanya Papa Rendi.


”Gara - gara anak om itu aku putus sama Rae. Karena permintaan konyol anak om yang misahin aku sama Rae. Jadi tolong kembaliin Rae sama aku.!" teriak Seira.


" Sei udah berapa kali aku bilang kita emang harusnya putus. Om kasih aku kesempatan buat jelasin " pinta Rae. Papa Rendi hanya mengangguk.


Mereka mendengarkan cerita Rae dengan seksama. Awal pertemuan mereka bagaimana Sam bisa menjadi donor untuk Rae dan permintaan Sam kepada Rae. Dan juga putusnya Rae dan Seira. Sekaligus ia menunjukkan bukti atas perbuatan Seira.


" udah yuk pegel ini cerita sambil berdiri. Ga ada inisiatif gitu cerita di kafe atau di rumah. Udah diculik diiket terus sekarang disuruh berdiri." gerutu Arline.


" Iya juga ya. Eh tunggu bentar jangan jalan dulu kaki papa kesemutan ini kelamaan berdiri ." Ucap Papa Rendi sambil tertawa.

__ADS_1


" udah beras tua ya Pa? "ledek Arline sambil tertawa dan berlari keluar gudang.


" ARLINEEEEEE...Ya ampun anak tinggal sebiji kelakuan kek gitu.hufh.." Papa rendi hanya bisa menghela nafas.


__ADS_2