Hello, My Heart

Hello, My Heart
chapter 9


__ADS_3

Hari ini adalah 1 tahun tepatnya kepergian dari kakak tersayangnya Samuel. Memang semenjak kepergian kakaknya di rumah Arline serasa ada yang kurang. Apalagi ditambah kesibukan papanya mengurus perusahaan dan yayasan. Malam ini di rumahnya keluarganya berkumpul untuk mengenang kepergian Samuel.


” Selamat malam.Maaf kedatangan kami tiba - tiba." suara seseorang memecah keheningan .


"Selamat malam. Eh ada Gea dan Vika masuk yuk. Lalu ini siapa ? Tante baru liat " tanya Mama Dira saat melihat Rae ada diantara mereka. Dan Mama Dira tertegun sesaat saat melihat Rae seperti ada perasaan dekat.


" Perkenalkan tanta saya Rae. Teman Arline di kampus." Terang Rae.


"Oh kirain pacar dari Vika atau Gea.hehe..Tante panggilin Arline dulu ya. Kalian duduk santai dulu disini ya. Bentar aja." suruh Mama Dira .


tok..tok.. Tok


" Line sayang mama boleh masuk ? " tanya mama Dira.


" Masuk aja ma ga dikunci kok." jawab Arline sambil menghapus air matanya. Ya sejak tadi memang Arline sedang menangis karena teringat Kak Sam.


" Ya ampun sayang kamu kenapa ? Jangan sedih lagi ya. Di bawah ada temen - temen kamu. Eh ada yang ganteng juga lho " sengaja Mama Dira mengalihkan agar Arline tidak sedih.

__ADS_1


" Siapa ma ? " tanya Arline.


" Gea , Vika sama Rae klo mama ga salah inget. Udah kamu temuin ya hapus air mata kamu dan dandan yang cantik ya. Masa anak mama cantik kucel begini. Mana bengkak lagi matanya. Mama keluar dulu ya klo gitu." sahut Mama Dira.


Mama Dira pun segera berjalan kearah kamarnya. Setelah menutup pintu Mama Dira langsung menangis dan itu mengejutkan Papa Rendi.


" Pa , mama kangen banget sama Sam. Kenapa kepergian Sam seperti ini. Mama nyesel klo aja waktu itu kita tau siapa penerima donor dari Sam. Mungkin bisa ngobatin kangen mama sama Sam. Huhuhu...." sesal Mama Dira. Papa Rendi yang melohat itu langsung memeluk Mama Dira.


" Ya uda ma kita cuma bisa doain Sam ya . Kamu juga ga boleh larut. Kita semua pasti sedih tapi Sam ga mungkin kembali. Kasihan Arline klo liat kamu kaya gini. Dia masih butuh perhatian kita." Hibur Papa Rendi.


" Hai semua. Makasi ya udah mau dateng ke sini. Eh Rae lo juga ikut." sapa Arline.


" iya Line . Kita ada di sini buat lo. Jadi lo jangan sedih dan ngerasa sendiri. " hibur Rae.


" Lo udah tau tentang kakak gue ? "


" Udah . Maaf ya gue ga bisa hadir di pemakaman kakak lo dulu."

__ADS_1


" Kan dulu lo blom kenal gue. Gimana lo bisa dateng. Gimana sih.hehe.." Bingung Arline.


" Mak..maksud gue klo dulu gue kenal lo. Gue pasti dateng. Gitu." gugup Rae.


" Maaf Line gur emang ga kenal lo .Tapi gue kenal Kak Sam. Gur bakal tepatin janji gue. " gumam Sam dalam hati.


" Ngomong - ngomong tumben lo pada diem aja. Vik Ge lo lagi pada sariawan. " tanya Arline.


"Ga kok Line. Tenang gue lagi bersikap anggun" jawab Vika. Gea dan Rae menahan tawanya saja.


Tok . . . Tok . . .Tok.


" Siapa ya ? tunggu bentar ya guys. Gue buka pintu dulu." potong Arline.


" Hai Line. Gimana kabar kamu? " sapa Rangga saat melihat Arline membuka pintu.


" Baik. Masuk kak .Didalem juga lagi ada Vika Gea." ajak Arline.

__ADS_1


__ADS_2