HUNTER

HUNTER
JEALOUS


__ADS_3

 


Pagi ini kepolisian pusat disibukkan oleh kasus pembunuhan berantai yang menyebabkan kepanikan pada masyarakat. Polisi kebingungan dengan tidak adanya bukti dilokasi. Seakan-akan ini adalah kasus pembunuhan sempurna.


 


Kasus pembunuhan pertama terjadi disebuah kamar hotel. dimana korban adalah seorang wanita muda yang sedang berlibur seorang diri. dia ditemukan oleh pelayan hotel yang akan mengingatkannya tentang masa sewa kamar hotel. kamar wanita muda itu masih dalam keadaan rapi, tas korban dan identitasnya masih tersimpan rapi. korban meninggal diatas tempat tidur seperti sedang tidur tapi diatas selimut korban tertulis angka satu dari cat semprot berwarna merah.


Korban kedua adalah seorang mahasiswi, ditemukan keesokan hari setelah kasus pertama dikamar apartemennya. dia juga tinggal seorang diri. Seperti korban sebelumnya dia juga meninggal diatas tempat tidurnya dalam keadaan rapi dengan selimut bertuliskan angka dua dengan cat semprot merah.


Korban ketiga adalah seorang wanita yang bekerja di bar. Korban ditemukan disebuah gang kecil dekat rumahnya dengan kondisi ditidurkan diatas kardus dan diselimuti. sama dengan korban-korban sebelumnya, terdapat angka tiga diselimut tersebut.


Polisi meminta tim khusus untuk menangani kasus ini. Dikhawatirkan akan ada kasus serupa, karena pelaku pembunuhan berantai masih belum tertangkap.


"geo... dan juga gio... kalian akan ditugaskan dalam misi membantu kepolisian pusat dalam menyelesaikan kasus pembunuhan berantai. yang mana semua korban adalah wanita". kapten charly memberikan sebuah dokumen kepada geo dan gio.


Geo dan Gio adalah nama samaran dari duo prajurit terbaik di Akademi HUNTER. Mereka berdua dapat menyelesaikan kasus tersulit dengan sangat baik. Saat ini mereka sedang menerima tugas dari kapten charly.


"Untuk misi ini kalian dibebaskan menggunakan nama pribadi. karena tersangka utama dibalik kasus ini adalah G-D-DRAGON. yang kita hadapi ini sangat cerdik dan sangat berhati-hati dalam melakukan kejahatan. mereka menggunakan orang lain dalam kejahatan mereka. mendanai setiap aksi kejahatan, menyediakan alat-alat pembunuh. dan menghasut orang lain untuk melakukan kejahatan. mereka juga tahu lokasi dan nama dari polisi yang bertugas. membuat kita ragu pada kepolisian karena menduga adanya mata-mata mereka". kapten charly menunjukkan beberapa rekaman yang menggambarkan seorang pria dengan topi hitam ada disetiap lokasi. Dia lari dari para polisi yang sedang patroli disekitar kejadian dengan sangat lincah.


"Baik... geo dan gio.. saya nyatakan kalian menerima kasus ini. bubar !!!


diperjalanan menuju pusat kota ... ....


"geo... eh.. teo !! aahhh.. sudah terbiasa dengan nama panggilan itu jadi lupa nama kita sendiri" leo mengeluh sepanjang perjalanan mereka menuju kantor kepolisian pusat.


"leo ... adaapa? .. sepertinya kau mengeluh sepanjang jalan. ini tidak seperti dirimu". leo mengambil majalah di tas pinggangnya. majalah itu tipis dan tergulung, menyesuaikan dengan tas pinggang yang kecil.


"teo.. lihat ini..." leo menunjukkan salah satu di halaman majalah yang tersebut.


"Apa??" teo memperhatikan dengan seksama majalah tersebut.


"Lihat ini baik-baik, gambar ini tentang sebuah rumah sakit yang terbakar. Aku sudah menyelidiki kesamaan korban-korban wanita itu. Kesamaan dari mereka adalah pernah berada dirumah sakit itu pada hari kebakaran terjadi".


"Jadi kau sudah memecahkan kasus tersebut??" teo tersenyum dan mulai bingung kembali. "lalu mengapa kau seperti tidak menyukai hal ini??". teo mengambil majalah itu. memperhatikan setiap detailnya.


"waahhh.. ternyata ada nama artis favorit mu dirumah sakit itu saat terjadi kebakaran". teo ternyum lagi dan mulai membuat mimik wajah ketakutan. "leo .. apa jangan-jangan pembunuh itu mengincar orang-orang yang namanya tertulis disini??". "jadi... artis Vivian Namikaami akan dibunuh juga??. Leo hanya menganggukkan kepalanya.


"lalu Leo.. apa kau sudah tau pelakunya??". teo penasaran apa motif dari tersangka. apakah dia salah satu dari korban kebakaran tersebut.


teo dan leo sampai di markas kepolisian pusat. beberapa polisi menyambut mereka. ada beberapa polisi yang berbisik-bisik, dan membuat raut muka mengejek. mungkin karena usia teo dan leo yang masih belasan tahun.


"mereka ternyata masih anak-anak. tidak jauh beda dari usia anakku yang masih SMA". Ujar salah satu polisi setelah teo dan leo menjauh.


"para atasan bilang, kalau yang datang adalah tim khusus dari HUNTER. Apa mereka meremehkan kita dengan mengirim anak kecil?". polisi itu nampaknya tidak suka dengan kedatangan teo dan leo kesana.

__ADS_1


Di dalam kantor rapat penyelidikan di kepolisian pusat. Teo dan leo disambut oleh para petinggi dari kepolisian. Mereka memperlakukan teo dan leo seperti layaknya orang-orang penting. Ada juga beberapa polisi senior yang berada dalam ruangan tersebut yang berbisik-bisik. mereka tidak yakin jika anak-anak muda yang ada dihadapan mereka akan memecahkan kasus ini.


"perkenalkan, namaku Leonean Kilnsey. kalian bisa memanggilku leo. dan temanku alteo Ringed, kalian bisa memanggilnya teo. kami dari tim khusus HUNTER, akan bekerja sama dengan kepolisian pusat dalam penyelidikan ini".


para polisi yang dari tadi meragukan mereka mulai berbisik-bisik lagi. "mereka tidak sopan sekali, bahasa mereka seakan-akan setara dengan umur kita". polisi disebelahnya menganggukkan kepalanya. "benar sekali, bisa apa anak muda ini".


"baiklah akan aku jelaskan hasil penyelidikan sementara kami". Ucapan leo membuat semua orang yang ada disana memperhatikannya. "perhatikan foto-foto dari korban pembunuhan ini. kesamaan dari mereka hanya ditidurkan dan diatas selimutnya bertuliskan angka. tapi latar belakang mereka semua berbeda-beda. hal ini yang sudah membingungkan kita saat ini". leo menjelaskan terlebih dahulu permasalahan yang terjadi saat itu. kemudian melanjutkan pembahasannya. "dan kemudian kami menemukan kesamaan yang lain dari para korban". leo menempelkan kertas majalah yang sudah dia robek dari majalah yang dia perlihatkan pada teo.


"apa kalian tahu. kesamaan dari korban-korban ini adalah pernah dirawat dirumah sakit yang sama pada hari yang sama". jelas leo.


para polisi mulai berbisik-bisik lagi. leo melanjutkan penjelasannya. "pada hari itu terjadi sebuah kebakaran dirumah sakit tersebut. beberapa dokter, perawat dan pasien yang berada dekat dengan kebakaran dapat menyelamatkan diri. kebakaran berasal dari ruang perawatan disana. setelah pemadam kebakaran datang, barulah ditemukan dua mayat laki-laki dan perempuan yang tewas terbakar. mereka bukanlah pasien, melainkan pasangan suami istri yang sedang mengunjungi anaknya".


para polisi yang ada diruangan tersebut mulai membuat percakapan sendiri-sendiri. "Brrakkk" teo memukul meja membuat para polisi memperhatikannya. dan leo melanjutkan penjelasannya lagi. "korban kebakaran ada tiga orang. selain pasangan suami dan istri tersebut ada juga pasien di ruang perawatan itu. dia tidak bisa melarikan diri karena sedang tertidur karena obat bius pasca operasi. korban adalah anak dari pasangan tersebut. sepertinya mereka hendak melarikan diri tapi pintunya dalam kondisi terkunci".


"jadi nak leo apa maksudmu pembunuhan berantai ini ada hubungannya dengan kasus kebakaran ini. apa ada anggota dari korban kebakaran yang balas dendam?". tanya komisaris ferdi.


"tidak, dari keterangan polisi yang menangani kasus ini, mereka tidak punya anggota keluarga yang lain". sanggah leo. "para korban pembunuhan dalam kasus ini adalah orang-orang yang berhasil selamat dari kebakaran tersebut dan mereka berasal dari kamar yang sama dengan korban kebakaran itu".


"lalu siapa pelakunya??" tanya seorang polisi. "kau bilang korban kebakaran tidak punya keluarga yang lain". imbuhnya.


"Ya.. tapi anak korban kebakaran tersebut memiliki kekasih yang akan dinikahinya setelah dia keluar dari rumah sakit". sambung teo


"jadi apakah dia pembunuhnya?.. kita bisa langsung menangkapnya". saut polisi itu.


"kekasih dari korban kebakaran itu sudah menikah saat ini. dia adalah seorang perawat wanita dirumah sakit itu. pada saat kejadian kebakaran dia sedang pulang dari rumah sakit. dan setelah kasus kebakaran ini berakhir dia menikahi seorang dokter dari rumah sakit yang sama. suaminya memberikan kesaksian bahwa istrinya tidak mungkin melakukan tindak kejahatan". leo menjelaskan


"jadi kalian mengatakan bahwa kasus ini masih belum ada solusinya?" tanya seorang polisi.


"tidak juga". sanggah leo. "dalam video kamera pengawas ada satu jam si perawat tidak ada di kamera. saat itu perawat itu bilang kalau dia sedang berada di toilet". tambah leo.


"satu jam?, apakah itu cukup untuk membunuh para korban?". tanya komisaris ferdi.


"tidak, mengingat lokasi korban yang jauh dari lokasi rumah sakit". jawab teo.


"pelakunya memang si perawat wanita itu". leo menegaskan. "tapi dia memiliki alibi, bukti dan saksi". lanjut leo.


"lalu bagaimana kalian bisa mengatakan kalau perawat itu yang melakukan pembunuhan berantai itu?" tanya komisaris ferdi lagi.


"point pentingnya adalah pelaku yang berprofesi sebagai perawat. akses obat-obatan dirumah sakit tersebut bisa dengan mudah dia dapatkan. seperti obat tidur dan lain-lain nya". leo memperlihatkan foto-foto korban. "bisa kita lihat disini, kondisi kematian para korban yang seperti sedang tertidur. jika pelaku membius korbannya dan mengatur kamar seperti dilokasi kejadian maka kasus ini bisa dijelaskan". leo menjelaskan detail dari setiap foto.


"jadi maksudmu pelaku membius korban dan membuat lokasi seperti halnya pasien yang sedang tidur dirumah sakit". jelas komisaris ferdi.


"komisaris ferdi memang hebat bisa menebaknya." teo memuji. komisaris ferdi merasa bangga.


"tepatnya adalah kondisi korban kebakaran dirumah sakit itu, kekasih dari si perawat wanita". tambah leo

__ADS_1


"lalu apalagi yang kita tunggu?.. cpat tangkap si pelakunya!!!". komisaris memberi isyarat kepada bawahannya. "siaaap". jawab serentak dari para polisi.


"apa kalian punya buktinya komisaris?" teo tersenyum. "menangkap tersangka harus dengan bukti yang lengkap". mengisyaratkan tangannya untuk membuat para polisi duduk kembali di tempatnya.


"lalu bukankah kalian sudah memiliki buktinya?" komisaris ferdi yakin bahwa teo dan leo memiliki bukti dari kasus ini.


"tidaak!!" jawab teo dan leo bersamaan, dengan wajah tersenyum manis. jika saja disana ada polisi wanita, mungkin mereka akan pingsan karena ketampanan mereka berdua.


"apaa???" komisaris ferdi dan para polisi terlihat kecewa dengan raut muka lucu.


"tapi kita bisa menangkap basah pelaku yang sedang beraksi". teo tersenyum lagi. kali ini bukan senyuman manis tapi lebih mirip seringai.


Disebuah rumah didaerah perumahan mewah. Nampak ada yang sedang menyeret seorang gadis muda berambut coklat. dia menyeretnya hingga ke kamar tidur dan menyelimutinya. menyemprotkan cat semprot berwarna merah, membentuk angka 4.


"Jangan bergeraaak..." para polisi menerobos rumah tersebut. "Anda ditahan atas pembunuhan berantai". polisi memborgol pelaku yang memang benar dia adalah sang perawat wanita. gadis yang ada ditempat tidur adalah artis muda Vivian Namikaami, untungnya dia belum dibunuh, hanya tertidur karena obat bius.


Pelaku membius korban dan membuat dia tertidur. kemudian memberikan obat yang dikenal juga dengan nama methamphetamine.


Crystal Meth adalah obat-obatan yang sangat mudah menyebabkan ketergantungan dan juga berdampak buruk terhadap sistem syaraf pusat si penggunanya. Biasanya Crystal Meth berwarna sebening kristal, biru terang atau berbentuk kristal putih tulang dengan penggunaannya biasanya dihisap atau disuntikkan.


Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Crystal Meth akan membuat penggunanya terganggu sistem syaraf pusatnya. Si pengguna akan merasa melayang gara-gara mereka sudah tidak bisa merasakan kesadaran. Penggunaan yang berlebihan akan membuat si pengguna mati dalam hitungan menit.


Dengan barang bukti ditangannya si perawat tidak bisa lagi mengelak. Dari penjelasannya, bahwa kekasihnya adalah seorang pemuda yang tampan dan baik hati. para wanita yang dia bunuh adalah pasien wanita yang pernah menggoda kekasihnya itu. dia membunuh mereka hanya sebagai pelampiasan kecemburuannya yang tidak berdasar. bahkan artis vivian yang dikala itu dirawat dirumah sakit merupakan idola kekasihnya. hal yang mengejutkan lagi adalah yang menyebabkan kebakaran dirumah sakit itu adalah si pelaku sendiri. karena kecemburuannya dia mengunci kekasihnya dan orang tuanya. membakar gudang rumah sakit yang dekat dengan lokasi kamar rawat kekasihnya.


"hhaahh.. kasus ini membuatku tidak ingin punya pacar". teo duduk disamping leo yang sedang membaca majalah artis. "kau begitu mengidolakan artis vivian ini ya?.. kenapa tidak menjadikan kasus kemarin sebagai alasan mendekatinya??.. kau bisa bilang, kau sudah selamat nona cantik. hampir saja aku terlambat menyelamatkan mu". teo terus menggoda leo.


"apa kau tau teo... artis vivian ini mengingatkan ku pada tunanganku". leo tersenyum.


"naaaniiii.....???" (bahasa jepang dari apa) teo membuat raut muka lucu. tidak percaya dengan yang dikatakan leo. bagaimana tidak sahabatnya itu bukan berasal dari keluarga kaya normal. Kilnsey adalaha nama dari keluarga pembunuh bayaran profesional.


seluruh anggota keluarganya adalah pembunuh bayaran. leo adalah anak kedua dari keluarga itu. karena tidak ingin menjadi penerus keluarga pembunuh bayaran dia kabur dari rumah saat usia 12 tahun dan masuk ke akademi HUNTER. keluarga Kilnsey memang kaya raya. Bahkan polisi tidak bisa menyentuh mereka, karena status pekerjaan mereka dilegalkan pemerintah. Entah kisahnya seperti apa.


Tiba-tiba telfon teo berdering. itu telfon dari kapten Charly. mereka berdua dipanggil untuk tugas selanjutnya.


Di markas HUNTER. Kapten Charly sedang menjelaskan tugas selanjutnya selanjutnya pada teo dan leo.


"apakah kalian menemukan petunjuk pada kasus ini??" kapten charly memberikan sebuah dokumen yang tebal pada teo dan leo.


"perawat yang menjadi tersangka mengatakan bahwa dia bertemu seorang laki-laki bertopi hitam disebuah bar. dia mengatakan akan membantu masalahnya dengan sebuah trik sempurna sehingga polisi tidak akan tau pelakunya. tapi si perawat hanya bertemu orang bertopi hitam itu dua kali di bar yang sama. di pertemuan kedua mereka, orang bertopi hitam hanya memberikannya rencana pembunuhannya saja. ciri-ciri si topi hitam juga sama dengan yang digambarkan oleh pelaku-pelaku lainnya". jelas teo.


"baiklah kasus ini akan dimasukkan ke arsip G-D DRAGON lainnya. tugas kedua kalian akan menyelidiki seseorang yang dicurigai adalah anggota G-D DRAGON. Jadi persiapkan diri kalian". jelas Kapten charly.


"kemana tugas kali ini kapten??" tanya teo.


"tugas kali ini kalian akan kembali bersekolah". senyum kapten charly mengisyaratkan sebuah kabar buruk.

__ADS_1


"sekolah??? kapten lebih baik memberikan kami tugas ke medan perang. kenapa ke sekolah???" teo mengacak-acak rambutnya. berbeda dengan leo yang terlihat tenang tapi wajahnya menunjukkan ketakutan.


apa yang akan mereka alami di sekolah?.. kasus apalagi yang akan mereka hadapi? dan dimana letak kisah cinta mereka akan dimulai? semuanya akan terungkap di episode kedua....


__ADS_2