HUNTER

HUNTER
MISI DIMULAI


__ADS_3

teo dan leo telah mendaftar disekolah kirin, mereka berada disatu kelas dengan Ryona dan reryna. mereka langsung mendapat banyak perhatian gadis-gadis karena wajah tampan keduanya.


"teo... ayo kenalan denganku... "teriak seorang gadis. teo hanya menanggapinya dengan senyuman ramah. "leo.. lihat kemari.." leo yang ingin bersikap dingin malah lebih banyak menarik perhatian para gadis.


dari kejauhan nona Octavo sedang memperhatikan mereka berdua. dia sedang bersama para gadis bawahannya, mereka mengikutinya seperti seekor itik pada induknya.


ryona dan reryna memperhatikan teo dan leo yang seperti sedang minta tolong untuk mengusir para kerumunan gadis-gadis itu. akhirnya ryona berdiri dan ingin menuju kesana. tapi dihalangi oleh reryna.


"apa yang akan kau lakukan?". tanya reryna sambil memegang tangan ryona erat.


"menarik mangsa kita.. tanpa umpan dan pancingan dia tidak akan bergerak!". jawab ryona. sebenarnya itu adalah rencana yang bagus, tapi ryona memiliki tujuan sendiri untuk melakukannya. sedari tadi hatinya marah melihat leo yang berdekatan dengan para gadis-gadis itu. jadi dia menggunakan alasan untuk mendapatkan persetujuan dari reryna.


"ohh.. itu ide bagus, tapi apa kau siap mendapat tatapan tajam dari para gadis-gadis itu?!". reryna memastikan.


"iya.. aku sudah siap.,, lagipula ini tugas kita membantu mereka!!". ryona tersenyum menatap mata reryna dengan penuh keyakinan. dia sudah bertekat maka reryna melepas tangannya.


"jadi.. siapa??". tanya reryna membuat ryona membalikkan badannya lagi. dia membuat raut wajah bingung.


"siapa yang akan kau dekati?.. teo atau leo?.. kau harus memilihkan?". tanya reryna.


"leo..". wajah ryona memerah. dia tidak bisa menyembunyikan wajah meronanya dari reryna, jadi dia segera pergi mendekati leo dan teo.


"teo.. reryna bilang ingin menemuimu". ryona memulai percakapan dengan teo. memberi isyarat agar teo agar segera pergi. para gadis-gadis mulai menatap ryona tajam. dan leo yang melihat hal itu malah memulai inisiatif untuk mendekati ryona. seolah-olah dia yang ingin berkenalan, disana tidak ada yang tidak tahu bahwa ryona adalah salah satu primadona. dan ketika leo mendekatinya, para pria mulai menatap leo dengan pandangan ingin membunuh.


"eh.. apa kau mau jalan-jalan bersamaku?.." tanya leo pada ryona yang mengiyakan pertanyaan itu dengan anggukan. maka mereka berdua segera pergi dari tempat itu dengan berlari. mereka menuju atap sekolah yang jarang ada siswa kesana. keduanya tertawa bersama-sama.


"hhh... mereka menakutkan sekali... aku lebih baik melawan segerombol mafia dari pada harus pura-pura baik pada gadis-gadis itu". leo duduk ditepat teduh karena cuaca yang sangat panas diatas atap.


"eeehhh.. aku lihat kau cukup senang.. punya banyak penggemar". ryona mengikuti leo dan duduk disampingnya. mereka saling menatap satu sama lain dan tertawa.


"apa kau sedang cemburu". leo mulai menggoda ryona yang wajahnya sedang memerah karena malu.


"aku tidak!!". ryona memalingkan wajahnya dari leo. dia ingin menyembunyikan wajahnya yang merona. sedangkan leo tetap menatapnya dengan senyuman menggoda. mereka sedang berada pada dunia mereka sendiri.


dari kejauhan, dari jendela sebuah ruangan kelas, seseorang sedang memperhatikan mereka. dia tersenyum menyeramkan lebih seperti seringai.


sementara dikelas reryna dan teo sedang memperhatikan target mereka, sambil berpura-pura berbincang-bincang. tapi teo sepertinya lebih sering melirik reryna, entah apa yang sedang dia pikirkan.


jam pelajaran dimulai, semua siswa sudah berada dikelas masing-masing, begitu juga para gadis-gadis dari kelas lain yang tadi mengerumuni teo dan leo. pelajaran di KIRIN berbeda dari sekolah lainnya. semua pelajaran di khususkan untuk berbagai jenis orang kaya. ada kelas kerajaan, dikelas kerajaan dimana semua hal yang dipelajari adalah hal-hal untuk menjadi raja, ratu, pangeran, dan putri.


kelas politik , kelas bisnis, kelas ceo, kelas saham, kelas ahli waris, kelas kekuatan, kelas kekuasaan, kelas sejarah dunia dan banyak kelas yang lainnya.


teo dan leo memilih kelas kekuatan dan kelas sejarah dunia, setidaknya hal itu kelebihan mereka berdua. reryna dikelas ilmuan dan juga dikelas sejarah dunia. ryona berada dikelas kekuatan dan sejarah dunia.


kelas kekuatan berfokus pada kekuatan elemen. bagi teo, leo, dan ryona hal itu bukanlah hal baru. leo dan ryona sudah mempelajari kekuatan elemen sejak kecil sebagai keturunan langsung keluarga pembunuh bayaran profesional. sedangkan teo, sejak kecil sudah berpetualang bersama ayahnya didunia baru.


elemen kekuatan ada beberapa jenis elemen inti yaitu; angin, air, api, tanah. sedangkan ada jenis elemen khusus yang tidak dimiliki orang kebanyakan, seperti ; es, petir/listrik, besi, cahaya dan kegelapan yang termasuk dalam elemen kombinasi. ada juga elemen yang sangat berbahaya yaitu elemen darah, dimana pemilik elemen ini bisa mengendalikan darah dalam makhluk hidup, mereka yang memiliki elemen ini bisa membunuh dalam sekejap sehingga elemen ini terlarang. jika ketahuan memiliki elemen ini akan dibunuh sejak kecil agar tidak menjadi masalah di masa depan.


teo memiliki elemen unik yang sangat langka, yaitu elemen tumbuhan, dimana dia bisa mengendalikan tumbuhan. tapi karena elemen ini langka, pihak Akademi HUNTER meminta dia menyembunyikan kekuatannya kecuali dalam keadaan terdesak. sementara yang sering dia gunakan dalam pertarungan adalah elemen tanah dan air.


setiap orang memiliki satu jenis elemen, tapi beberapa orang tertentu sudah terlahir dengan elemen kombinasi seperti hal nya teo. dari elemen tanah dan air bisa menjadi elemen tumbuhan. sedangkan leo memiliki elemen listrik dan angin. dengan kekuatannya dia bisa bergerak dengan kecepatan suara dan kecepatan cahaya.


ryona memiliki elemen kombinasi sejak kecil, dia memiliki elemen air dan angin yang membuatnya bisa menggunakan kekuatan es. semua siswa di KIRIN memanggilnya putri es. bukan hanya dari sikap dinginnya pada orang lain selain reryna tapi memang karena kekuatan esnya yang sangat kuat. (mirip elsa frozen :)


sementara reryna tidak pernah melatih elemennya. dia lebih fokus pada ilmu pengetahuan dan tekhnologi. dia sering membuat senjata untuk orang-orang tertentu yang bisa membayar mahal untuknya. dia bahkan membuat rumah lengkap dengan isinya yang bisa muncul dari sebuah kapsul ruang. tapi bagi reryna semua hal didunia ini tidak lah seberharga persahabatannya dengan Ryona.


sementara kelas sejarah dunia, bukanlah untuk mempelajari letak geografis dari dunia biasa, tetapi dunia baru yang belum semuanya terjamah manusia. sua berawal dari ditemukannya buku kuno dengan peta dunia yang kita tinggali dengan dikelilingi tembok es tebal, sementara dibalik tembok es, terdapat pulau-pulau baru yang belum terjamah. baru-baru ini, kelas ini sangat populer setelah ditemukannya retakan pada tembok es yang cukup untuk sebuah kapal melewatinya. ada beberapa penjelajah yang sudah pergi. ada yang tidak juga kembali, ada juga yang telah kembali tapi dengan kondisi yang aneh. para penjelajah yang mempunyai kekuatan berhasil kembali dalam keadaan yang baik-baik saja, mereka berhasil membawa pulang banyak tumbuhan unik dengan khasiat yang luar biasa. bahkan ada tumbuhan yang bisa menyembuhkan.


hal itu yang menarik para penjelajah berbondong bondong menuju ke dunia baru. ayah teo adalah salah satu penjelajah, setelah memasukkan teo ke akademi HUNTER, dia pergi dan belum juga kembali. teo bertekat saat dia semakin kuat dia akan pergi mencari ayahnya kesana.


kelas telah usai, teo dan leo masih berada dikelas kekuatan sementara ryona dan reryna sudah duluan ke kelas sejarah dunia.


"hai.. namaku selly ... boleh aku duduk disini?". selly duduk tanpa menunggu persetujuan teo dan leo. selly adalah target HUNTER untuk mencari informasi tentang G-D.DRAGON.


selly Octavo adalah putri pertama dari keluarga Octavo. kabar tentangnya yang merupakan anggota G-D DRAGON adalah hal yang masih belum pasti, dan mendekatinya bukanlah hal yang mudah. tapi saat ini dia sendiri yang berinisiatif mendekati teo dan leo.


"aku teo dan ini temanku leo". teo bersikap ramah seperti biasanya, sementara leo bersikap acuh, karena hanya ryona yang menarik baginya.


"hmm.. leo .. sepertinya kau punya hubungan khusus dengan putri es kami ya?!". selly nampak penasaran pada hubungan leo dan ryona.


"iya... dia sangat menarik perhatianku". leo tersenyum, dia sepertinya paham bahwa selly sangat ingin besaing dengan ryona.


"hhh.. dibandingkan dia bukankah aku lebih menarik". selly semakin mendekat kesamping leo. memang tidak bisa dipungkiri bahwa selly juga termasuk dalam kategori cantik. belum lagi tubuhnya yang seksi dan parasnya yang mempesona dibandingkan ryona yang lebih manis dan polos.


"aku akan pergi duluan ke kelas selanjutnya!!" teo ingin bergegas pergi meninggalkan leo.


"tunggu .. teo.. ayo pergi bersama!!" leo menyusul teo dan meninggalkan selly seorang diri.


"baru kali ini ada yang mengabaikan aku.. sial!!!, akan ku buat dia berpaling dari ryona dan akan menjadi salah satu pria ku" selly tersenyum licik sambil memandangi teo dan leo menjauh pergi.


menuju kelas sejarah dunia.


"teo.. kau jahat sekali!! .. kau ingin meninggalkan ku bersama wanita licik itu". leo mengomel dengan wajah marah pada teo.

__ADS_1


"ehh.. ku kira kau akan lama bersama dengannya untuk mendapatkan informasi". teo memberi alasan. dengan wajah polosnya bagaimana leo marah pada temannya itu.


"hhhh... kau kira mudah mendapatkan informasi pada wanita licik itu, kita harus menggunakan banyak strategi". jelas leo bangga dengan rencana yang dia buat.


"ohh begitu!!". teo menunjukkan dia kagum pada leo. membuat leo semakin menyombongkan dirinya. jalan pikiran teo yang polos membuat dia sangat cocok dengan karakter leo yang licik. hal itu juga yang membuat leo lebih ingin menjadi sahabat teo.


"dari mana saja kalian!!!" reryna memarahi teo dan leo yang baru saja sampai dikelas.


"memancing!!" jawab leo santai. teo hanya tersenyum dan duduk mengikuti leo.


"apa dia menggigit umpannya?" tanya ryona. leo yang duduk disebelahnya tersenyum.


"iya.. aku sedang mempertimbangkan tawarannya... bagaimana menurutmu?!" goda leo. ryona tidak menjawab tapi wajahnya cemberut membuat leo semakin tertawa.


pelajaran dimulai, teo sedang serius mendengarkan pelajarannya. dari kejauhan selly terus memperhatikan leo, sesekali saat leo melihatnya, dia akan tersenyum dan mengedipkan matanya. leo merasa tidak nyaman, bahkan hampir tidak bisa fokus mendengarkan pelajaran. sekujur tubuhnya jadi merinding, tatapan dari selly membuatnya merasa akan dimakan olehnya.


"sepertinya dia sangat tertarik padamu!" ryona mencoba mengalihkan perhatian leo dengan mengajaknya bercanda.


"kau bercanda!!.. ini membuatku sangat tidak nyaman!". leo menghela nafas. "kecuali kalau kau mau berkencan dengan ku!". leo tersenyum. sementara ryona wajahnya memerah.


selly yang melihat hal itu semakin ingin memisahkan mereka berdua.


"leo.. apakah kita bisa ke dunia baru?" tanya teo yang sedari tadi diam memperhatikan.


"tentu, kita akan semakin kuat untuk melewati dunia baru." jawab leo. teo semakin bersemangat, dukungan dari sahabatnya membuat dia semakin ingin menjadi kuat dan menyusul ayahnya ke dunia baru.


pelajaran sudah selesai semua orang sudah meninggalkan kelas.


dari sebuah kelas nampak kerumunan siswa. leo, teo, ryona dan reryna yang sedang melewati kelas tersebut berhenti karena penasaran.


"ada apa?" tanya reryna pada salah satu siswa berkacamata yang sedang berada di dalam kerumunan.


"ada seorang siswi dikelas selebriti yang dibunuh!!.. para guru sedang memeriksanya. sepertinya sebentar lagi polisi juga datang kemari!.." jelas siswa berkacamata itu.


"pembunuhan?! di KIRIN?!" Reryna tidak percaya apa yang dia dengar.


"bisa dipastikan pembunuhnya adalah salah satu orang-orang yang ada di KIRIN!!" leo buka suara. "mustahil orang luar jika kita melihat keamanan yang ada di KIRIN.


deduksi leo sangat masuk akal. tidak mungkin orang luar bisa keluar masuk ke KIRIN dengan keamanan dan yang luar biasa ketat. sangat jelas pelaku pembunuhan itu adalah orang-orang yang berada di KIRIN.


"leo... kita tidak bisa ikut dalam penyelidikan ini!... identitas kita akan ketahuan!!" teo mengingatkan.


"kau benar teo.... biarkan polisi yang menangani hal ini..!! kita perhatikan saja..!!". leo mundur perlahan menjauhi tempat kejadian diikuti teo, ryona dan reryna.


"semuanya .... harap berkumpuk di aula sekarang juga!!!" kepala sekolah KIRIN membubarkan kerumunan siswa dan meminta mereka menuju aula.


para siswa sudah berkumpul di aula.. polisi memeriksa satu per satu siswa. ada yang sudah dipulangkan. siswa yang tidak berkenan di ijinkan pulang, mengingat status para siswa yang bukanlah berasal dari keluarga biasa.


"apa kita pulang saja?!" Reryna merasa bosan setelah lama menunggu.


"jika kalian berdua ingin pulang, silahkan saja!!.. sepertinya leo masih ingin bertemu polisi itu!." teo menunjuk leo yang sedari serius.


leo merasa hal ini tidak sesederhana kelihatannya. dia akan menunggu gilirannya dan mencari info dari pada polisi.


"bagaimana ryona?" Reryna melambaikan tangannya pada ryona yang sedang melamun. dia dari tadi diam saja, seperti ada yang mengganggunya. melihat hal itu leo juga menjadi penasaran.


"pulanglah..!! nanti ku hubungi ..!!" leo tersenyum pada ryona dan menunjuk ke hp nya yang sedari tadi berada dikantong saku depannya.


"i...iya.. baiklah!!" ryona akhirnya buka suara setelah diam beberapa lama.


ryona dan reryna pulang, sementara teo dan leo masih menunggu.


hampir seluruh siswa telah pulang, hanya ada sepuluh orang yang menunggu. mereka adalah teman-teman dari korban yang juga berada satu kelas dengan korban.


sudah tiga jam berlalu dari kejadian. teo dan leo merasa polisi buang-buang waktu, tidak seperti para HUNTER yang akan dengan cepat menyelesaikan masalah ini.


kini tiba giliran teo dan leo yang masuk keruangan introgasi. di dalam ruangan terdapat dua meja yang berbeda dengan petugas kepolisian disetiap sisinya.


" baiklah tuan teo disebelah sini dan tuan leo disebelah sana!" seorang petugas polisi mempersilahkan keduanya untuk duduk di kursi yang disediakan.


komisaris ferdi yang berada dibalik ruangan memperhatikan melalui kamera pengawas merasa mengenal mereka berdua.


"bawa kedua orang itu keruanganku" perintah komisaris ferdi kepada petugas.


petugas itu langsung bergegas dan membawa kedua nya kesebuah ruangan dimana komisaris ferdi menunggu mereka.


"oh.. itu benar, ternyata kalian berdua!! tuan leo dan tuan teo dari HUNTER". komisaris ferdi memberi salam dan mempersilakan teo dan leo duduk. dia memperlakukan mereka seperti orang penting mengingat repuasi mereka terakhir saat terjadi kasus sulit dikepolisian.


"komisaris ferdi lama tidak berjumpa ya!" teo tersenyum melihat komisaris ferdi.


"iya.. jika kasus ini ditangani oleh komisaris ferdi pasti akan segera selesai". puji leo.


"aahhh.. anda terlalu memuji, kalianlah yang memiliki kemampuan seperti itu". ungkap komisaris ferdi.

__ADS_1


"komisaris ferdi, kami sedang dalam misi penyamaran saat ini, jadi kami minta tolong untuk tidak melibatkan kami" jelas leo


"ee.. i... iya baiklah,, tapi setidaknya bisakah kalian membantu kami kali ini!.. jika kami tidak menyelesaikan masalah ini segera, maka reputasi kepolisian akan jatuh!.. karena sekolah KIRIN ini akan menuntut kami!!.." pinta komisaris ferdi dengan keringat dingin mengucur banyak dari dahinya.


"baik ... kami bantu, langsung jelaskan pada kami hal yang sudah polisi selidiki" teo bersemangat mendengarkan.


"i .. iya.. siswi yang terbunuh adalah salah satu personil girlband, dia terbunuh dengan tali menjerat lehernya. ada bekas pukulan pada kepalanya. kejadian terjadi di ruang kelas selebriti, karena banyak sekali barang-barang yang berantakan, kami menyimpulkan bahwa dia dibunuh dilokasi itu dan melakukan perlawanan karena di jerat dengan tali dari belakang, dan dipukul benda tumpul yang mengakibatkan kematiannya". komisaris ferdi menjelaskan detail kasus.


"tersangkanya adalah teman-teman girlband nya yang berjumlah lima orang. mereka mengatakan akan pergi latihan sepulang sekolah, saat mereka akan menjemput korban dikelas, mereka menemukan korban sudah terbunuh!". jelas komisaris ferdi lagi.


"sebelum kejadian terjadi, para anggota girlband itu memiliki kepentingan sendiri-sendiri. gadis pertama mengatakan dia pergi kekamar mandi dilantai pertama karena sebelumnya dia datang kesekolah dan kekamar mandi disana sebentar, dan kembali saat itu karena ingat ada barang yang tertinggal"


"gadis kedua dan ketiga pergi ke kantin bersama saat kejadian, hal itu bisa dibuktikan pada kamera pengawas yang berada dikantin, jika mereka berdua tidak meninggalkan kantin selama kejadian terjadi"


"gadis keempat pergi menemui kekasihnya yang berada di kelas lain, dan kekasihnya menjadi saksi dari alibinya, apalagi dalam kelas tersebut terdapat banyak teman sekelas dari kekasihnya yang bisa memberikan kesaksian.


"gadis kelima, berada diperpustakaan sekolah untuk mengembalikan buku, kamera pengawas juga merekamnya".


teo dan leo terdiam sejenak setelah mendengar penjelasan itu.


"oh.. iya .. kami juga menemukan hal aneh ditangan korban. dia menggenggam kuku palsu ditangannya dengan sangat erat, dan kuku palsu itu bukanlah milik korban". tambah komisaris ferdi.


"kami ingin bertemu para tersangka". ungkap leo. dia sangat berbakat dalam hal ini. bahkan teo juga berpikir jika leo lebih cocok menjadi detektif dibanding pembunuh bayaran.


komisaris ferdi mengumpulkan para tersangka bersama teo dan leo disebuah ruangan. teo dan leo berpura-pura sebagai tersangka yang sedang dicurigai juga.


"haii.. kalian girlband itu kan!! aku sering mendengarkan lagu kalian, boleh aku minta tanda-tanda". teo menyapa para tersangka dengan menyodorkan sebuah kertas dan bolpoin.


"waah.. benar!.. bisakah aku berjabat tangan dengan kalian?!.. ini pertama kalinya aku bertemu kalian secara langsung". leo juga ikut berakting.


"aku tidak menyangka jika akan bertemu penggemarku disaat seperti ini, aku sangat sedih tapi harus tetap profesional". gadis pertama berjabat tangan dengan leo dan menandatangani kertas yang diberikan teo.


"iya baiklah ... jika hanya tanda-tangan saja.. yang terpenting kami tidak ingin ada kamera saat ini" gadis kedua maju berjabat tangan dengan leo.


"hanya tanda tangan saja ya!" gadis ketiga menolak berjabat tangan dengan leo tapi memberikan tanda tangan pada teo.


gadis keempat menggelengkan kepalanya, dia sedang berada dalam pelukan kekasihnya yang sedang mencoba menenangkannya.


gadis kelima memberikan tanda tangannya tapi tidak ingin berjabat tangan dengan leo.


kemudian, teo memberi isyarat pada komisaris ferdi untuk memanggil mereka dengan alasan jika kecurigaan pada mereka telah dihapus dan boleh pulang.


diruangan lainnya, teo dan leo menemui komisaris ferdi.


"komisaris ferdi... lihatlah!! aku memiliki tanda tangan mereka" teo memamerkan kertas yang dia pegang.


"apa itu .. bisa dijadikan petunjuk?" tanya komisaris ferdi bersemangat.


"tidak!!!" jawab teo


komisaris ferdi bingung, dia berfikir untuk apa teo minta tanda tangan mereka jika bukan untuk petunjuknya, dia semakin bingung karena teo sepertinya sangat senang dengan tanda tangan para girlband itu.


"tanda tangan dan jabat tangan hanyalah alasan kami untuk memeriksa tangan para gadis itu!". jelas leo pada komisaris ferdi yang nampak sedang kebingungan.


"kami memastikan kuku para gadis itu dan menemukan hanya gadis kelima yang sedang menggunakan kuku palsu". lanjut leo


"tapi kuku palsu tersebut berbeda dengan kuku yang berada pada korban". sambung teo. yang masih sibuk memperhatikan kertas tanda tangannya.


"gadis pertama memiliki bekas memakai kuku palsu, ada sedikit lem di kukunya, gadis kedua kukunya sangat bagus, sepertinya dia memeliharanya dengan baik, dan cukup percaya diri untuk tidak memakai kuku palsu, itu terlihat jelas saat dia terus memandangi kuku kuku nya saat kami disana". lanjut teo


"iya.. gadis ketiga juga memiliki bekas kuku palsu dan gadis keempat dia nampaknya memiliki kuku yang bagus dia menggunakan cat kuku berwarna warni. jadi tersangkanya bisa kita kecilkan menjadi dua orang". jelas leo


"jadi gadis pertama dan ketiga?" tanya komisaris ferdi memastikan.


"tepat sekali!!" jawab teo


"gadis ketiga memiliki alibi bersama gadis kedua, jadi dengan hal itu kita bisa mencurigai hanya gadis pertama saja!.." leo memberikan potongan lem kecil berwarna bening.


"ini??" komisaris ferdi masih bingung.


"itu adalah sisa lem yanga ada pada kuku gadis pertama, aku mengambilnya saat berjabat tangan dengannya. silahkan diperiksa apakah lem itu sama dengan kuku palsu yang ditemukan". jelas leo


"bagus!! dengan begini kita memiliki bukti yang kuat". seru komisaris ferdi.


"tidak...!!" kata leo


komisaris ferdi merasa sedikit dipermainkan oleh kedua pemuda itu, sejak pertama kali bertemu kedua pemuda itu tidak langsung memberikan bukti yang kuat tapi malah berputar-putar menjelaskan.


"jenis lem kuku memang ada banyak sekali, tapi tidak menutup kemungkinan akan ada orang yang memakai jenis yang sama, jadi saat berjabat tangan tadi aku juga memeriksa tangan mereka apakah baru saja memegang tali dengan kuat. apalagi mereka adalah selebriti yang pastinya anggota tubuh mereka terawat. jadi ditangan gadis pertama ada bekas tali yang hampir memudar, dan ada serat tali pada bajunya. silahkan diperiksa pada tim forensik apakah itu jenis tali yang sama yang digunakan pada korban".


dengan begitu akhirnya kasus itu selesai. teo dan leo pun segera pulang.


didalam hotel labirin. tengah malam. dibalkon lantai sembilan. ada seorang gadis berambut hitam berdiri dipinggir pembatas balkon. dia tersenyum pada leo yang berada di hadapannya. kemudian dia melompat kebawah, dengan elemen angin, dia terbang dan menghilang.

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2