
kini diatas pohon Aslan dan Arthur tengah mengawasi tempat orc tinggal hampir ada seribu monster orc yang berada tepat didepan Aslan.
" apa rencana kita tuanku " Arthur yang berada di belakang Aslan sudah bersiap dengan tangan yang sudah menyentuh gagang pedang nya.
" kita akan membuat Serangan kejutan sekala besar namun kita perlu bantuan tambahan " turun dari atas pohon Aslan mengarahkan tangan nya kedepan seketika muncul tanah yang berbentuk seperti telur didepannya.
" Dia yang terlahir dari ayah dewa dan ibu manusia mendapatkan berkah dari sang surya " ucapan dari Aslan membuat tanah didepan nya mulai bersinar " dengan kekuatan nya dia menerangi dunia menjadi petarung yang gagah berani dan menjunjung keadilan dengan tombak nya dia akan membawa kan kemenangan " tanah didepan Aslan mulai retak " BANGKIT LAH PUTRA SANG SURYA KARNA "
' BLARRRRRRR ' tanah didepan Aslan meledak setelah beberapa saat debu mulai menghilang kini didepan Aslan terlihat seorang pemuda berambut putih dengan kulit pucat sedang berlutut dihadapan nya dirinya kini memegang tombak yang terbuat dari emas .
" tuanku " ucap karna memberikan hormat kepada Aslan.
" bangunlah karna " Aslan pun mendekati karna dan menyuruh nya bangun dari posisi berlutut nya.
" terima kasih tuan ku "
" apakah kau tidak ingin menyapa teman lama mu Arthur " kata Aslan sambil melihat Arthur.
" sudah lama kar.... " belum selesai Arthur berbicara tiba tiba terdengar raungan dari para orc menghentikan pembicaraan mereka Aslan mulai bersiap.
" sepertinya kita tunda dulu pembicaraan kita dan membereskan mereka terlebih dahulu" Aslan maju didepan sedangkan Arthur dan karna berada di samping kanan kiri nya.
" berikan perintah tuanku " ucap Arthur karna bersamaan.
" keluar kan serangan terbaik kalian " perintah Arthur.
__ADS_1
mendapatkan perintah dari tuannya Arthur langsung mengeluarkan pedangnya dan sambil memasang kuda-kuda sedangkan karna melompat ke udara tombak berwarna emas diselimuti api yang membara muncul di tangannya.
" earth magic ombak tanah "
" Excaliburn tornado "
" brahmastra kundala "
" Duarrblarrrrrr "
tiga serangan bersekala besar dilepaskan membuat ledakan besar dan memberikan damage kepada para orc.
' level up '
' level up '
' level up '
Aslan yang melihat kekacauan di depannya memerintahkan kepada Arthur dan karna untuk menyerang.
" Serang bunuh mereka semua "
" dimengerti tuan"
15 menit telah berlalu kini Aslan berhasil membunuh semua orc yang ada kini didepannya terdapat sebuah pintu yang akan menghubungkan nya ke level kedua dari dengon.
__ADS_1
" kita akan istirahat 10 menit sebelum melanjutkan perburuan "
" dimengerti tuan ".
Aslan kini sedang mengecek status dia berhasil naik 4 level kalo seperti ini terus dan menyelesaikan ke lima level mungkin dia bisa mencapai level 50.
setelah selesai beristirahat kini Aslan memasuki pintu untuk menuju level kedua.
" selamat datang di level kedua kalahkan bos singa neraka untuk mendapatkan hadiah khusus " suara sistem muncul Aslan yang mendengar itu tersenyum berbeda dengan level sebelumnya dia tidak mendapatkan hadiah kini dia akan mendapatkan hadiah khusus.
" hmm benar benar tempat yang cocok untuk singa neraka " Aslan memandang pemandangan bebatuan yang terdapat aliran lava di kiri dan kanan tubuhnya.
" Arthur bagaimana kalo aku memanggil seseorang untuk mendinginkan nya " ucap Aslan sambil mengarahkan telapak tangannya kedepan.
" jangan jangan tuan ingin... " belum selesai Arthur berbicara Aslan sudah terlebih dulu mengucapkan mantranya.
" gadis yang mendedikasikan dirinya untuk pedang rambut putih nya berkibar di tiup angin utara siapapun yang berhadapan dengan nya akan terpesona akan kecantikan nya dengan kedua pedang nya dia akan membekukan semua musuhnya...... BANGKIT LAH MIYAMOTO MUSASHI ".
" blarrrrrrr "
.
..
...
__ADS_1