
Sudah beberapa hari dari kejadian kencan terakhir. semuanya berjalan seperti hari biasa. pergi kesekolah, menikmati fasilitas hotel, dan membuat strategi baru untuk mendekati selly Octavo. teo dan leo meminta bantuan dari markas besar HUNTER. seperti yang direncanakan leo sebelumnya tentang penelitian gua yang mereka temukan dan hubungannya dengan hotel labirin, dia meminta seseorang yang memiliki pengetahuan yang luas. dan juga seorang yang ahli dalam ilmu medis untuk menyamar sebagai guru diruang kesehatan sekolah.
"reryna, ryona ... perkenalkan mereka adalah tim bantuan yang telah dikirimkan oleh markas besar HUNTER, Rose dan Rise. mereka adalah ahli dibidang ilmu pengetahuan dan bidang kedokteran." jelas teo.
mereka berada diruangan tamu lantai sembilan yang dijadikan ruangan rapat. kini penghuni lantai sembilan bertambah dua orang. rose bukan nama sebenarnya melainkan kode nama yang diberikan HUNTER untuk anggota yang menjalankan misi. rose seorang wanita dewasa, namun penampilannya seperti seorang kutu buku dengan kacamata tebal. rambut hitam panjangnya terguncir namun nampak berantakan. sementara rise lebih tua dari rose, rise pria yang modis, dia terlihat seperti seorang dokter muda meski usianya telah berada di angka empat puluhan.
"hai semuanya... meski aku lebih muda dari kalian tapi karena aku menganggap kalian rekan jadi aku akan menggunakan bahasa informal saja. anggap ini rumah sendiri, fasilitas yang ada di lantai sepuluh semuanya gratis untuk kalian. Untuk rose jika membutuhkan ruangan penelitian kau bisa menggunakan ruangan kosong disini. dan untuk rise kau boleh bekerja di rumah sakit hotel jika sedang luang. sementara pekerjaan tetap mu akan segera di atur. untuk memenuhi syarat sebagai guru di KIRIN sangat susah, tapi akan aku usahakan." reryna menjelaskan semuanya dengan baik.
"hmmm .. anu.. apakah aku juga akan bekerja di KIRIN sebagai guru sejarah? bukankah disana sedang ada posisi guru yang kosong? komandan menggunakan informasi dari pihak mata-mata yang berada di KIRIN." tanya rose dengan nada terbata-bata.
"jika seperti itu, akan lebih mudah!! aku akan mengaturnya.. sekarang istirahatlah!!!" reryna mengakhiri rapat.
mereka kembali keruangan masing-masing karena hari memang sudah sangat larut.
keesokan harinya, reryna terlihat sedang sibuk dengan pekerjaannya. ryona juga sedang mengatur para pelayan. hari ini adalah hari libur, jadi mereka tetap berada di hotel. sementara itu teo dan leo berencana untuk pergi berjalan-jalan ke kota terdekat dari hotel.
mereka memilih untuk berlomba menuruni hutan untuk berolahraga. dengan gesit mereka melompati pohon-pohon dan berlari dengan sangat cepat. apalagi leo dengan kecepatan cahayanya. hanya setengah jam saja mereka sudah sampai di dekat kota.
"jadi. . kita akan kemana dulu??" tanya teo sambil membersihkan rambutnya dari daun yang jatuh ketika dia menuruni hutan.
"kita pergi ke pasar dulu, ada sesuatu yang ingin ku beli..." kata leo. dia sedang memakan apel yang tadi dia petik dihutan.
"mau beli apa?" tanya teo
"sebuah hadiah". leo tidak menunggu teo yang sedang merapikan rambutnya, dia langsung berjalan menuju arah pasar setelah melihat peta kota yang berada disana.
"ohh ... hadiah untuk berbaikan dengan istrimu ya?!" teo tertawa mengejek leo yang wajah nya memerah.
"diamlah....!!! sebaiknya kau juga mencari hadiah untuk reryna" leo melirik teo. teo nampak gugup saat dia membahas tentang reryna.
"kenapa aku harus memberikannya hadiah??" teo mengejar leo yang semakin jauh.
"bukannya kalian sedang dekat belakangan ini!!... jangan kira aku tidak memperhatikan kalian yang sangat mencurigakan itu.!!" leo tersenyum menggoda teo yang sedang panik.
"aahhh. . itu dia pasar nya... !!" teo berlari mendahului leo.
"hei.. jangan mengalihkan pembicaraan! !!" leo mengejarnya.
mereka telah sampai dipasar. berbagai benda dijual disana. bahkan ada barang-barang antik yang digelar untuk dilelang langsung. teo dan leo berkeliling namun sepertinya apa yang mereka cari tidak berada disana.
"sepertinya kita harus pergi ke toko yang lebih besar!!". leo menunjuk sebuah toko barang antik.
"memangnya apa yang kita cari?!" tanya teo.
"sebuah batu!!" jawab leo. dia tidak menjelaskan lebih lanjut dan langsung masuk kedalam toko. disana terdapat kasir dan deretan barang-barang yang diletakkan rapi didalam rak kaca.
"tuan-tuan ada yang bisa saya bantu". tanya seorang pelayan disana. ada beberapa pelayan didalam toko tersebut. mereka melayani pembeli yang datang.
__ADS_1
"kami mencari sebuah batu dengan tulisan kuno diatasnya" kata leo. dia memperlihatkan sebuah gambar melalui smartphone nya.
"baik, bagian batu ada disebelah sana, silahkan ikuti saya!" pelayan itu membawa leo dan teo menuju sebuah ruangan lain. "silahkan dipilih tuan-tuan, jika ada yang cocok, saya akan langsung mengantarkan pada kasir untuk pembayarannya". kata pelayan itu lagi.
leo sedang mencocokkan tulisan-tulisan yang ada pada batu-batu itu.
"hei.. kakak pelayan yang cantik.. batu-batu itu apa?" tanya teo yang penasaran. leo sedang sibuk memilih dia jadi tidak punya kesempatan untuk bertanya. apalagi jika leo membalik pertanyaannya nanti dan bertanya tentang hubungannya dengan reryna.
pelayan itu malu-malu setelah teo mengatakan dia cantik. "eh.. itu .. maksud saya batu-batu ini bernama batu mantra, hanya orang-orang tertentu yang bisa menggunakannya, batu ini berasal dari dunia baru yang terkenal kejam. untuk mendapatkan batu-batu ini harus melawan banyak monster. untuk tulisan atau mantera yang tertulis diatasnya masih merupakan misteri yang belum terpecahkan, siapa penulisnya? apa tujuannya? dan apakah disana ada peradaban manusia yang lebih modern? ini adalah sebuah misteri". jelas pelayan dengan wajah yang antusias.
"aku pilih ini!!" leo menunjuk pada batu yang sama dengan gambar yang dia tunjukkan. teo juga ikut memperhatikan gambarnya dan membandingkannya dengan batu yang leo pilih.
"apa kau yakin itu sama?!" tanya teo ragu.
"lihat saja polanya! !! garis-garis dan tulisannya sama!!" leo sewot karena teo meragukan penglihatannya. apa lagi teo memiliki penglihatan yang bagus.
"sepertinya kau benar!!" teo menganggukkan kepalanya menandakan dia setuju. leo yang mendengar hal itu jadi bangga dengan penglihatannya karena tidak kalah dari teo.
mereka berdua mengikuti pelayan menuju kasir untuk pembayarannya.
"wah.. harganya cukup mahal untuk sebuah batu!! memangnya kau tahu cara menggunakannya??" tanya teo.
"aku tidak tahu!!" jawab leo dengan wajah datarnya. "tapi rose tahu caranya!!" lanjutnya lagi.
"jadi rose yang meminta mu?!" teo mengikuti leo meninggalkan toko setelah selesai membayar dan barang telah dibungkus rapi.
"hmm... kita cari restoran saja!!" leo melihat sekeliling mencari restoran apa yang ingin dia datangi.
"kenapa tidak mencoba yang disana itu!!" tunjuk teo pada sebuah restoran mewah.
"sepertinya lumayan mahal!" leo memeriksa dompetnya. "kita makan ditempat lain saja!!" ajak leo.
"memangnya uangmu dikemanakan? bukankah pendapatan kita bertambah saat kasus terakhir!! dan untuk misi ini juga sudah kita terima saat di markas!! jangan katakan kalau kau sudah menghabiskannya?!!!!!" teo menghela nafas setelahnya, dia tahu kalau temannya itu sangat boros!!. "sudahlah lupakan saja, hari ini aku yang traktir! lain kali harus gantian!" teo menyerah pada temannya itu.
"iya.. iya... teo memang yang terbaik!!" leo mengacungkan jempolnya untuk teo.
didalam restoran. mereka menuju lantai dua restoran. sengaja memilih dekat dengan jendela agar bisa melihat-lihat area pasar dari sana.
"wah..wah.. siapa ini.. benar-benar jodoh bisa bertemu disini!!" seseorang mendekati meja mereka. leo merasa suara yang begitu familiar tapi tidak ingin dia temui. "boleh bergabung disini!". tanya selly.
leo merasa sial sekali hari ini, dia tidak menyangka niat nya untuk jalan-jalan malah harus bertemu misi nya.
"boleh saja!!,, silahkan duduk!!" teo mempersilahkan selly duduk.
"aku sudah sering kemari,, sudahkah kalian mencoba steak nya?!, disini enak!! cobalah!!" selly menjentikkan jarinya, dan seorang pelayan datang. "siapkan steak yang biasanya untukku.. dan kalian bagaimana??" selly bertanya pada teo dan leo.
"aku samakan saja.. jika selly yang merekomendasikannya.. pasti itu enak!!" teo mencoba menarik perhatian selly meski pandangannya tidak bisa lepas dari leo. "leo kau juga mau steak?!" teo tersenyum melihat leo yang cuek saja.
__ADS_1
"ya.. terserah saja!! leo menjawab seadanya, dia bersikap seolah-olah tidak ingin diganggu.
setelah itu pelayan pergi dengan pesanan mereka.
"jadi.... apa rencana kalian hari ini!!.. aku sedang luang saat ini.. !!" selly tersenyum pada leo. jelas sekali dia sedang mencoba mendekati leo.
"kami mencari toko lelang!!.. ada benda yang ingin kami cari!!" teo menjawabnya karena leo diam saja.
"lelang!!.. jika itu barang yang langka, aku tau tempat yang mungkin sesuai...!! bagaimana jika ku antar kalian setelah ini??" selly mencoba membantu mereka.
"baiklah.. bagaimana menurutmu leo??" teo menendang kaki leo pelan dibawah meja. dia berharap temannya itu memikirkan kalau ini adalah kesempatannya untuk mendekati selly dan menyelesaikan misi.
"iya baiklah.. begitu saja!!" leo pura-pura setuju.
setelah dari restoran, selly membawa teo dan leo kesebuah bangunan tua.
"kau yakin ini tempatnya?!" tanya leo ragu.
"kalian tidak akan menyangka akan isinya!" selly tampak percaya diri. dia memberikan sebuah kartu pada penjaga yang berada didepan pintu bangunan tua itu. barulah setelahnya mereka dibukakan pintu. dari penjagaan yang ketat itu, pastilah benar disana bukanlah tempat yang bisa dengan mudah dimasuki.
"kita akan langsung menuju gudang, jadi tidak perlu ikut acara lelangnya.. inilah keuntungan dari keluarga Octavo. jadi kalian tidak kecewa mengikuti ku kan??!!" tanya selly dengan penuh percaya diri.
"tentu.. kau luar biasa sekali.. kami sangat berterimakasih. .." teo memuji selly. leo diam saja mengamati sekitar.
"baiklah.. disini gudangnya, silahkan kalian memilih barang-barang yang kalian inginkan, aku akan menunggu diluar saja!" selly meninggalkan mereka dan berbicara dengan beberapa pelayan.
"tuan-tuan silahkan ikuti saya kedalam gudang!" seorang pelayan mempersilahkan mereka berdua memasuki gudang.
gudang itu sangat luas, ada banyak rak besar yang menampung banyak barang. mulai dari senjata, alat-alat unik, baju perang, batu-batu mulia dan benda-benda aneh yang ditemukan hanya di dunia baru.
"benda seperti apa yang ingin kau cari, aku bisa bantu mencari disebelah sana!". Saran teo.
"hmm.. seperti sebuah batu mulia berwarna ungu, dan diatasnya terdapat pola gambar!, aku tidak punya gambarnya, jadi kau cari saja batu yang mirip seperti yang aku deskripsikan!!". jelas leo.
"baiklah.. !! kita berkumpul lima menit lagi!!" teo mencari batu yang leo deskripsikan di bagian lain gudang.
mereka berpencar dan lima menit pun tiba. teo mendapatkan lima batu ungu dengan pola gambar yang berbeda-beda. sedangkan leo mendapatkan tiga batu ungu.
"jadi ada delapan batu ungu, yang mana yang kamu butuhkan?!" tanya teo
"pola yang ... ini.. bukan.. ini .. tidak... ini berbeda...nah ini dia ... hampir mirip tapi ...., sepertinya tidak ada yang aku inginkan!!" leo menyerah melihat batu-batu itu.
"kau yakin tidak ada?!, itu semua batu yang aku ambil dari area sebelah sana!!.. ala mau coba cari lagi?!" teo menunjuk area dia mencari tadi.
"tidak perlu, tadi aku mendapatkan benda yang lain saat mencari batu, ayo kita tanya harganya!!" ajak leo. "lalu benda apa yang kau genggam sejak tadi itu?!" leo bertanya lagi karena penasaran.
"ehh sesuatu yang aku perlukan mungkin!". teo seperti menyembunyikan sesuatu dari leo.
__ADS_1