
Suasana dalam gua menjadi semakin gelap, beberapa obor yang menerangi dinding gua sudah mulai padam. api unggun juga mulai padam, air laut mulai meninggi, hampir sampai dilantai dua gua. leo terbangun perlahan, dia merasakan kakinya basah.
"ryona bangun... ayo .. cepat..!!" kata leo membangunkan ryona yang masih tertidur didepan tenda.
"airnya.. !!" ryona terkejut dan mulai menekan tombol off pada tenda. seketika tenda berubah kembali menjadi kapsul kecil.
"kita masuk ke bagian dalam gua dulu" suruh leo.
mereka berlari menuju bagian dalam gua, disana ada lebih tinggi dari pada lantai dua.
"apa kita akan tenggelam?, aku tidak menyangka bahwa air laut bisa masuk sampai setinggi ini, biasanya hanya semalam saja sudah surut!" ryona murung, dia merasa bersalah telah menyebabkan mereka terjebak disana.
"sudahlah.. kita pikirkan hal lain nanti, sekarang pikirkan cara keluar dari tempat ini!" leo mengambil obor di dinding, dia berharap ada udara yang menandakan jalan keluar dari tempat itu.
api pada obor mulai bergerak, ada udara yang masuk melewati celah dinding dibelakang mereka. dengan cepat dia menjatuhkan patung yang berdiri didepan dinding dan mencoba menghancurkannya, namun batu gua terlalu tebal dan keras.
"dewi ini ... jarinya menunjuk kebawah!!!" ryona berteriak agar leo segera mendengarnya. tanpa basa-basi leo menghancurkan patung dewi itu dengan tinju apinya. ada sebuah jalan dibawah kaki patung.
"ayo cepat!!, kita masuk saja!!" ajak ryona
"tapi, jika hanya jalan buntu, kita akan terjebak didalam!!" leo ragu untuk masuk.
"aku akan masuk, terserah kau mau mengikutiku atau tidak". kata ryona yakin dan langsung melompat turun.
"ck.. sial, dia tidak berubah, tetap keras kepala!!" leo pun ikut melompat masuk.
didalam gua bawah sangat gelap, leo menggunakan kekuatan elemen api dengan tangannya untuk menerangi jalan. semakin jauh mereka berjalan, semakin sempit jalan gua. ada sebagian jalan yang mengharuskan mereka membungkuk dan merangkak.
"leo.. ada cahaya didepan sana!!" kata ryona senang.
leo mematikan apinya merangkak mendekati ryona.
"leo!!.. menjauh!!" teriak ryona. wajahnya memerah ketika leo berada tepat dibelakangnya
"kenapa?!.. cepat jalan saja" kata leo.
dengan kesal ryona terus merangkak menuju arah cahaya. mendekati cahaya jalan sudah mulai melebar, kini mereka bisa berjalan.
Sesampainya di ujung cahaya, terdapat gua yang lebih luas, namun gua ini terdapat tanaman rambat dan beberapa jenis bunga, air yang mengalir dari celah-celah dinding gua membentuk air terjun kecil. pemandangan gua itu lebih mirip sebuah taman. cahaya dalam gua tersebut berasal dari kristal-kristal yang bertaburan di langit-langit gua.
"aku ... merasa familiar dengan tempat ini" ujar ryona.
"apa kau pernah kemari sebelumnya?!?" tanya leo
"tidak pernah, kurasa!!" .. tapi bunga-bunga itu adalah bunga jenis langka yang ada di hotel labirin". ryona berkeliling mengitari gua. leo mengikutinya dari belakang.
"mungkinkah, jalur ini menuju hotel labirin?" tanya leo memastikan. " kau ingat patung-patung dewi sebelumnya, dan sekarang bunga-bunga langka yang sama dengan bunga-bunga yang ada di hotel labirin. pastinya hal ini berhubungan". jelas leo.
"disana ada jalan!!,, dibalik tanaman tambat itu!!" ryona menunjuk kearah tanaman rambat yang tumbuh lebat.
"kau benar!!... mungkin ini adalah jalan pulang kita" ujar leo gembira, dia menarik sulur-sulur tanaman rambat itu, dan memang terdapat jalan lagi dibaliknya.
"apa kita akan masuk kesana?." tanya ryona ragu.
"tentu, menunggu disini juga tidak akan membawa kita pulang!." jawab leo.
leo memasuki gua diikuti ryona. mereka berjalan pelan, gua itu berbentuk lorong panjang dengan cahaya dari kristal cahaya sepanjang jalannya. hingga di ujung jalan terdapat ruangan yang lebih lebar. di dalam ruangan besar itu, terdapat beberapa bunga langka lagi. kali ini mereka menemukan sebuah rumah kecil yang sepertinya berpenghuni. ada lampu minyak yang menyala, rumah yang rapi dan bersih.
"permisi!!!,, apa ada orang?" tanya leo memanggil sipenghuni rumah.
"mungkinkah penghuninya sedang keluar?" tanya ryona setelah beberapa kali leo memanggil.
"mungkin saja!! tapi aku yakin baru saja ada hawa keberadaan seseorang yang tidak jauh dari sini." jawab leo yakin.
__ADS_1
"lalu siapa yang akan tinggal ditempat seperti ini?" tanya ryona lagi.
"dia sedang menuju kemari, aku bisa mendengar langkah kakinya" leo melihat ke arah lorong lainnya. disana terdapat tiga lorong, termasuk lorong dimana mereka telah lewati.
ryona semakin menempel pada leo, dia memegang erat tangan leo, dan menyembunyikan wajahnya dipunggung leo, membuat leo tersenyum dan wajahnya memerah. dia tidak tahan ingin menggoda ryona yang sedang berwajah ketakutan.
"kau ini kenapa?, takut?" tanya leo menggoda
"ti..tidak, hanya adegan seperti ini.. sering ada di film-film horor!! kemudian monster, zombi dan hantu muncul tiba-tiba." ryona membayangkan film horor yang sering dia tonton bersama reryna.
leo tertawa.. "Jika memang yang muncul adalah monster .. kita bisa menghajarnya, kita bisa memanggangnya atau membekukannya". leo tidak habis pikir, bagaimana ryona sangat ketakutan dengan monster, padahal dia bisa saja membekukan apapun.
suara langkah kaki itu semakin mendekat, ryona semakin mempererat pegangannya. dan langkah kaki itu berhenti saat seseorang tiba di depan lorong. yang berdiri disana adalah seorang nenek tua. dia tersenyum pada keduanya. ryona mulai melepas genggamannya perlahan.
"wahh.. lihat-lihat, setelah sekian lama... akhirnya ada tamu yang mengunjungiku" kata nenek itu sambil berjalan perlahan dengan sedikit membungkuk.
"halo... kami tersesat hingga sampai disini.. bisakah anda membantu kami menemukan jalan keluar?!" leo mencoba berkomunikasi dengan nenek tersebut.
"ho... ternyata tersesat, kasihan sekali...!! akan ku beritahukan jalannya nanti, jarang sekali ada tamu yang mampir. atau bisa ku katakan tidak pernah.. ha..ha..ha..!" kata nenek tersebut sambil tertawa.
mendengar nenek itu tertawa, tidak hanya ryona yang bergidik, leo pun merasa nenek itu menyeramkan.
"mari... duduklah,, aku akan buatkan teh dan kue!!" nenek itu masuk kerumahnya dan tidak lama setelahnya keluar kembali dengan nampan teh dan beberapa kue.
"eh.. nek .. kami tidak bermaksud tidak sopan, tapi jika tidak keberatan bisakah anda menunjukkan jalannya". leo mencoba menghindari interaksi yang lebih jauh dengan nenek itu.
sementara ryona terdiam sedari tadi. entah karena takut dia jadi tidak berani berbicara.
"tidak.. tidak.. jangan sungkan begitu.. aku akan memberitahukan jalannya setelah kalian duduk dan minum teh bersama ku... ha..ha..ha..!!" nenek itu memaksa, dan suara tawanya sangat seram. leo jadi berpikir hal-hal yang seram, di film horor ada nenek yang membuat anak kecil memakan permen dan memasaknya anak kecil setelah itu.
sementara leo masih ragu untuk duduk, tiba-tiba ryona duduk dan memandangi nenek itu.
"apakah kita pernah bertemu?" tanya ryona setelah si nenek menuangkan teh ke gelas ryona.
leo tidak habis pikir, beberapa jam sebelumnya, ryona terlihat ketakutan, sekarang dia duduk minum teh bersama nenek tersebut. akhirnya leo pun memutuskan untuk ikut duduk bersama mereka.
"siapa nama kalian..?" tanya nenek itu
"aku ryona dan dia leo" jawab ryona cepat. "lalu nama mu?" ryona bertanya balik.
"aku.. tidak punya nama... tapi kalian bisa memanggilku tuan putri..ha..ha..ha!!" jawab nenek itu dan juga diakhiri dengan tertawa.
leo merasa aneh dengan nenek itu, dia menyebut dirinya tuan putri meski usianya sudah tua.
"jangan berfikir terlalu keras, anak muda!! hal itu tidaklah baik untuk kesehatan.. ha.. ha... ha.." lata nenek itu seolah-olah tahu apa yang sedang leo pikirkan.
"anda bisa membaca fikiran ku?" tanya leo penasaran.
"ha..ha..ha.. tidak perlu membaca fikiran, dari raut wajah mu saja hal itu sudah sangat jelas..!! aku ini masih berusia muda.. ha..ha..ha.. kalian tidak percaya?" kata nenek itu lagi.
"aku percaya!!" jawab ryona singkat.
leo hanya terdiam. meskipun sulit untuk dibayangkan usia nenek itu yang jelas-jelas sangat tua tapi dia mengatakan jika usianya masih muda.
"jalan yang kalian inginkan ada disana!" nenek itu menunjuk lorong ketiga. "berjalanlah lurus.. ikuti saja cahaya kristalnya... dia akan menuntun kalian hingga permukaan.. setelah keluar dari sini, pintu akan tertutup dan kalian tidak akan bisa kembali kemari.. jalan yang sudah kalian lewati akan tertutup air laut hingga beberapa tahun lagi" jelas nenek itu dengan wajah serius. kali ini tanpa tawa menakutkannya lagi.
"jadi .. kita tidak akan bertemu lagi?" tanya ryona. dia merasa seperti sangat sedih tapi tidak tahu mengapa.
"jika berjodoh pasti bertemu lagi...!" jawab si nenek.
"apa anda tidak pernah meninggalkan tempat ini?" tanya leo penasaran dengan si nenek yang tinggal sendirian didalam gua ini.
"aku tidak bisa meninggalkan tempat ini.. jika keluar terlalu lama.. aku hanya akan mati...!! disini tidaklah buruk.. tumbuhan disini menghasilkan buah yang cukup.. air bersih selalu mengalir.. jika harus mati disini juga tidaklah buruk" kata nenek itu sambil menatap sekelilingnya.
__ADS_1
entah nenek itu sudah tinggal berapa lama dalam gua itu. namun benar kata nenek itu, disana semua kebutuhan untuk bertahan hidup tercukupi.
"pergilah... berada disini terlalu lama tidaklah baik untuk kalian.. hiduplah dibawah cahaya matahari yang hangat .. nikmati hidup yang kalian inginkan ... dan bahagialah..!! kata nenek itu memberikan nasehatnya.
ryona meneteskan air matanya. dan secepatnya menghapusnya. leo merasa ada yang aneh pada dua orang ini. tapi dia memilih untuk tidak bertanya. yang dia inginkan adalah pergi secepatnya dari tempat itu.
"ayo kita pulang!!" ajak leo pada ryona
ryona mengikuti leo setelah mereka memberi salam pada si nenek dan berpamitan. mereka mengikuti cahaya kristal yang ada disepanjang lorong. setelah dua jam perjalanan tanpa bicara sepatah kata pun mereka sampai disebuah taman yang cukup familiar untuk mereka. didepan mereka berdua ada pagar dari tanaman yang mengelilingi taman bunga tersebut. pintu lorong tertutup dengan sendirinya. ryona memandangi pintu lorong yang menghilang tertutup dinding tanaman.
"ini.. kita.. ada di..." leo melihat sekelilingnya, hari sudah semakin gelap disana. entah berapa lama mereka berada didalam gua.
"ini .. adalah taman yang berada ditengah labirin. kita sudah pulang!!" jawab ryona setelah diam sekian lama.
"apa kau tahu jalan menuju hotel?" tanya leo memastikan. dia sudah tidak sabar ingin berbaring di tempat tidurnya.
"tidak!!" jawab singkat ryona.
"eee.. lalu bagaimana cara kita untuk sampai di hotel?" leo mulai panik dan tidak berfikir tenang seperti dirinya yang biasanya.
"cara pulang.. tentu saja ada!!" ryona menunjuk kearah sudut dari tembok tanaman labirin. disana terdapat kamera cctv.
tidak beberapa lama, terdengar deru helikopter mendekat.
"jemputannya sudah datang" kata ryona sambil tersenyum. ryona akhirnya terseyum setelah berwajah sedih semenjak bertemu dengan nenek itu. hal itu membuat leo sedikit lega, meskipun dia juga merasa bahwa ryona penuh dengan misteri yang sangat ingin dia pecahkan. untuk mengerti seseorang wanita memang lebih sulit daripada menangani puluhan kasus.
"kalian!!!!" bentak reryna setelah mereka sampai dihotel. kali ini mereka berdua harus mendengar omelan dari reryna yang sudah mengkhawatirkan keduanya karena telah menghilang selama dua hari. teo berusaha menenangkannya. ryona hanya tersenyum mendengar omelan sahabatnya itu. sementara leo.. harus menunda keinginannya untuk berbaring di atas kasurnya.
namun petualangan yang mereka alami akan selalu mereka ingat. dua hari yang mendebarkan bersama seseorang yang spesial. kencan indah yang leo harapkan berubah menjadi petualangan. jika mengingatnya membuat leo ingin menangis saja.
berjam-jam setelah omelan dari reryna. leo mengunjungi kamar ryona. mereka duduk bersama dibalkon.
"aku tahu apa yang membawamu kemari!" kata ryona. "nenek itu .. mengingatkanku pada seseorang yang sebenarnya tidak aku kenal langsung.. perasaan yang sama ketika aku mengingat ibuku" ryona memandang kosong kearah labirin.
"ibumu?" tanya leo
"iya.. ibu yang kukenal hanya lewat fotonya!" jawab ryona.
"bukankah ayahmu mengatakan bahwa ibumu sudah tiada?.. dan nenek tua itu...?! tanya leo lagi.
"hmmm... entahlah... hanya bisa bertanya pada dia." ryona tersenyum, tapi senyumannya hanyalah sebuah topeng. "sudah waktunya tidur, pergilah sekarang juga.!!" ryona mendorong leo menuju pintu. leo menurut saja tapi dia terlihat tidak terima.
"bukankah kemarin kita sudah tidur bersama!!,, hari ini juga bisa sama kan?!" leo menggoda ryona dan mengedipkan matanya. ryona seketika memerah mendengar kata-kata itu.
"tidak!!... pergilah.. atau ku bekukan kau sekarang juga!!" ryona mendorong leo dan segera menutup pintunya.
"hei...!!" leo mencoba memanggil ryona dari luar.
sementara itu, teo dan reryna menyaksikan langsung kejadian itu dan serentak menggelengkan kepala.
"ck..ck.. ck.. aku menyaksikan pertengkaran suami istri." kata teo
"si suami baru saja ditendang keluar dari kamar karna ketidakmampuannya." sambung reryna
"kalian berdua mirip tetangga yang suka bergosip!!." leo tidak mau kalah, dia meladeni sindiran teo dan reryna. "dan kalian berdua, sepertinya sangat dekat belakangan ini!!" tanya leo curiga.
"kau terlalu banyak berfikir.. aku kembali ke kamar saja!!" reryna terlihat sewot dan buru-buru pergi.
leo menatap teo dengan pandangan curiga. teo menjadi grogi dan berkeringat. leo semakin mencurigainya.
"eee... wah .. sudah jam segini.. selamat malam leo!!" teo buru-buru masuk ke kamarnya dan menutup pintu meninggalkan leo sendirian dikoridor.
"ada hal yang sangat mencurigakan disini!!" leo dalam mode berfikir ala detektif dengan tangannya di dagu.
__ADS_1
dua hari berpetualang di dalam gua, menambahkan misteri yang belum bisa terpecahkan. selanjutnya di HUNTER akan ada pertarungan lagi... nantikan kelanjutannya ya!!