HUNTER

HUNTER
BACK TO SCHOOL


__ADS_3

Teo dan leo menerima misi baru, yaitu kembali ke sekolah. Bagi teo dan leo ini adalah misi yang paling sulit daripada misi ke medan perang.


Sebelumnya mereka harus menemui informan HUNTER yang telah menyusup ke sekolah itu. Lokasinya adalah sebuah kastil tua yang telah direnovasi menjadi hotel. hotel ini berada di sebuah bukit dengan akses jalan yang jauh dari keramaian. selama perjalanan kesana kiri kanan jalan hanyalah pepohonan. setelah melalui sebuah hutan, barulah nampak menara kastil. dari ukuran menaranya bisa dipastikan bahwa itu hotel yang sangat besar.


Sesampainya di depan gerbang hotel, sudah ada penjaga yang datang menjemput. dari gerbang masih harus menaiki mobil untuk sampai di hotel. melewati pagar tanaman yang menutupi kanan kiri jalan. alasan mengapa harus dijemput pengawal adalah lokasi hotel yang ternyata masih jauh, dengan jalan yang berbelok-belok. Seakan-akan berada disebuah labirin. hanya untuk sampai disebuah hotel memakan waktu 20 menit dari gerbangnya.


mendekati hotel, nampak ada sebuah gerbang lagi, kali ini ukurannya lebih kecil dari gerbang sebelumnya. memasuki gerbang kedua, mereka langsung berada di taman bunga yang indah, tepat didepan pintu hotel.


teo dan leo memasuki hotel, mereka disambut oleh para pelayan dan seorang kepala pelayan yang mempersilahkan mereka menuju sebuah ruangan. didalam ruangan tersebut terdapat kursi tamu dan sebuah piano. disekeliling dinding banyak lukisan indah dan bervariasi.


leo terpaku pada sebuah lukisan gadis kecil mengenakan gaun biru muda. rambut panjang terurainya yang kehitaman dan mata birunya memancarkan kecantikan alami seorang gadis kecil.


"leo.. kau suka lukisan itu?, lukisan itu sangat indah seakan-akan gadis pada lukisan itu benar-benar sedang bermain". teo menunjuk lukisan itu.


"teo.. kau tau .. lukisan itu sangat familiar". ucap leo.


"hmmm.. apa kau pernah melihat lukisan itu?". tanya teo penasaran.


"bukan lukisannya, tapi latar belakang lukisannya... itu mirip dengan salah satu halaman belakang rumah ku...!!.


dari ucapan leo itu, teo jadi memperhatikan lukisan tersebut dengan seksama. tapi hal itu dia pikir percuma saja karena rumah leo seluas satu pulau kecil dan halaman rumahnya terdiri dari sebuah gunung dan pantai pribadi. jika ingin jalan-jalan dengan berjalan kaki dirumah leo, akan membutuhkan waktu berhari-hari.


"jadi apa kau mengenal gadis kecil dalam lukisan itu?" tanya teo..


leo menjawabnya dengan gelengan kepala.


Tiba-tiba pintu terbuka dan dua orang gadis muncul. gadis yang berjalan di paling depan, terlihat sangat modis. dan gadis kedua, penampilannya biasa tapi terkesan sedikit manis. Jika dilihat sekilas, mereka nampak sangat mirip. jika bukan karena gaya rambut yang berbeda.


"silahkan duduk tuan-tuan. namaku Reryna, aku pemilik hotel labirin ini. dan dia adalah rekanku Ryona". mereka memperkenalkan diri setelah teo dan leo duduk.


kemudian kepala pelayan datang bersama pelayan untuk menyajikan teh dan camilan.


"dia adalah Gard kepala pelayan disini.. jika ada yang kalian butuhkan katakan saja pada gard" jelas reryna.


Dari penampilan Gard yang sangat rapi, sudah jelas dia seorang pelayan profesional. Meskipun dia nampak tua, tapi dari dia melayani tamu masih cukup terampil.


"baiklah tanpa basa-basi lagi, ayo kita mulai saja pembicaraan ini. karena setelah ini aku ada rapat penting di swiss". gaya bicara Reryna memperlihatkan bahwa dia adalah seorang wanita muda yang dingin. Berbeda dengan Ryona yang selalu tersenyum. dia terlihat sangat ramah.


"Baik, kapten ferdi sudah menjelaskan misi ini secara garis besar. Kalian akan membantu kami untuk masuk ke sekolah KIRIN. dan memberikan kami informasi mengenai seorang anggota G-D DRAGON yang ada disana...!!". teo memperlihatkan foto seorang wanita dengan seragam KIRIN.


"namanya Selly Octavo, dia tidak mudah didekati, sikapnya sombong dan selalu menindas orang lain yang kastanya dibawahnya. jadi jika kau tidak cukup kaya, maka kau tidak bisa mendekatinya". Reryna menjelaskannya sambil mengambil teh di meja. "aku sudah menyiapkan identitas kalian. teo kau berperan sebagai sepupu jauh ku, dan leo aku sudah melihat latar belakangmu, jadi bisakah kau berperan sebagai dirimu sendiri?.. hanya sedikit orang yang mengetahui kisahmu, dan sekolah KIRIN akan menjaga indentitas keluarga siswanya. jika salah satu anggota G-D DRAGON memeriksa latar belakang kalian, mereka akan curiga jika informasinya seorang putra dari keluarga besar pembunuh bayaran menyamar jadi orang lain. jadi leo, jadilah diri sendiri dan alasanmu bersekolah disana karena sahabatmu teo diminta keluarganya untuk belajar disana. jadi kau mengikuti teo dan tinggal bersamanya... paham.!!" penjelasan dari rencana Reryna sangat jelas dan tersusun rapi.


"kalian akan tinggal disini, jadi gard akan mengantarkan kalian ke kamar masing-masing". Ryona yang sedari tadi diam akhirnya memulai pembicaraan. suara Ryona memberikan kesan familiar kepada leo, sedari tadi leo tidak berhenti menatap Ryona.

__ADS_1


"nona Reryna, jet pribadi anda sudah siap". Gard memberikan tas kecil pada reryna dan dia bersiap pergi.


"baiklah, selanjutnya Ryona akan menggantikan aku sementara aku pergi...daaah!!!" Reryna melambaikan tangannya pada ryona dan berlalu pergi.


"aku akan mengantarkan kalian beristirahat, silahkan ...." ryona mengisyaratkan teo dan leo untuk mengukutinya.


mereka menuju lantai kedua, melalui tangga yang berada di aula besar. dari tangga yang mereka naiki bisa melukiskan betapa besar lantai pertama di hotel labirin.


dilantai kedua barulah terdapat lift menuju lantai selanjutnya. ryona langsung menekan angka sembilan pada tombol yang terdapat di lift. hanya terdapat sembilan tombol disana. kemudian dari samping tombol lantai muncul alat pendeteksi retina, sepertinya lantai sembilan adalah lantai khusus yang tidak sembarang orang bisa memasukinya, bahkan tombol angka sembilan berbeda dengan tombol yang lainnya. tombolnya terbuat dari kaca dan berwarna biru tua. jika diperhatikan dengan seksama terdapat scan sidik jari ditombol itu.


"kamar tamu dimulai dari lantai tiga hingga lantai delapan. setiap lantai memiliki fasilitas lengkap, seperti minimarket, spa, dan kolam renang yang terdapat disetiap lantai. sementara mall khusus tamu ada di menara barat. fasilitas outdoor ada di lantai atas menara timur, di menara timur terdapat juga rumah sakit pribadi milik hotel". jelas ryona.


hanya beberapa menit mereka sampai di dilantai sembilan. "lantai sembilan ini hanya ada sepuluh kamar. selebihnya adalah fasilitas khusus untuk penghuni kamar ini saja, dan tentu saja semuanya gratis. mall dan kolam renang ada di lantai sepuluh, kalian bisa kesana hanya dengan menaiki tangga yang ada di ujung lorong ini". sambil mendengarkan penjelasan ryona, teo dan leo merasa kagum dengan desain hotel dan fasilitasnya.


"kamar teo berada di sisi kiri lift dan leo di sebelahnya. jika ada yang kalian butuhkan silahkan menekan tombol bergambar pelayan yang ada disetiap kamar, pelayan akan segera datang". lanjut ryona.


kemudian ryona menyerahkan dua kartu kamar untuk teo dan leo.


"baiklah.. aku sudah merasa lelah, aku akan istirahat dikamarku, sampai jumpa teman.. semoga berhasil". teo mengangkat jempolnya kearah leo dengan kedipan mata. dia sengaja memberikan temannya itu waktu berdua bersama ryona karena sejak awal leo sering menatap diam-diam ryona.


wajah leo memerah, mengerti maksud sahabatnya itu, dia melirik ryona perlahan. ryona hanya tersenyum. leo menghela nafas dalam-dalam.


"baiklah nona ryona, dimana kamarmu?".. kata leo langsung.


teo yang menguping dibalik pintunya kaget dan wajahnya memerah. dia tidak percaya temannya itu akan begitu sangat blak-blak an.


"baik... ikuti aku". ajak ryona setelah memastikan teo tidak menguping lagi. mereka berjalan menuju ujung lorong, melewati balkon dengan pemandangan bunga-bunga dan sebuah kolam air mancur dengan patung bidadari di sampingnya. kamar ryona berada tepat disamping balkon, didepan pintu kamarnya tertulis nama kamar ryona sedangkan disebelah kamar itu ada kamar lagi bertuliskan kamar reryna.


mereka berdua masuk ke kamar ryona. ryona langsung mempersilahkan leo duduk di sofa tamu. kamar ryona sangat besar dengan fasilitas lengkap seperti area tamu tempat leo duduk saat ini, area dapur mini dengan kulkas besar, area membaca, dan tangga menuju lantai kedua yang model lantainya terbuka dengan pagar kaca. disana terdapat tempat tidur yang tertutup tirai.


"silahkan ..." ryona tersenyum, kemudian menyuguhkan teh dan camilannya. sedari tadi mereka hanya saling pandang tanpa mengucap sepatah kata.


"jadi... bagaimana kabarmu yuna?" tanya leo membuka percakapan.


"ya.. aku baik-baik saja". jawab ryona singkat.


"setelah kau menghilang tujuh tahun yang lalu, aku terus mencarimu, ternyata baru bisa bertemu karena sebuah misi". leo tersenyum pahit. dia menunjukkan wajah sedih dan terus menatap ryona. sementara ryona memalingkan wajahnya dari leo menatap balkon yang pintunya terbuka dan tirainya bergerak perlahan tertiup angin.


"aku ada disini, terus berada disini. aku tidak sedang bersembunyi, hanya saja jika aku keluar dari tempat ini, maka aku akan dipaksa menjadi orang lain". ryona berdiri dan berjalan perlahan menuju balkon. leo mengikuti langkah ryona menuju balkon.


ryona adalah putri satu-satunya dari keluarga Armenians. Ryona Irisha Armenians adalah keluarga pembunuh bayaran yang menduduki posisi kedua setelah keluarga Kilnsey. namun sayangnya tidak ada penerus laki-laki dikeluarga itu, setiap anak laki-laki yang dikandung dikeluarga Armenians akan keguguran. hanya ryona yang lahir setelah sekian lama. tapi sejak kecil tubuhnya lemah dan sering sakit-sakitan. sebagai penyambung nama keluarga Armenians, ryona diserahkan pada keluarga Kilnsey saat berusia sepuluh tahun untuk dilatih. namun karena kondisinya yang tidak bisa menjadi penerus keluarga, akhirnya dia ditunangkan kepada putra kedua keluarga Kilnsey yaitu leo.


"nah.. leo !! kau sudah tahu aku disini, apa yang akan kau lakukan? .. apa kau akan membawaku kembali kekeluargamu? ".. tanya ryona

__ADS_1


"iya.. aku akan membawamu kesana, pasti!! tapi tidak untuk saat ini... karena kita akan kesana dengan nama keluarga kita sendiri!!!.." dari kata-kata leo menunjukkan jika dia tidak menginginkan nama keluarga sebagai pembunuh bayaran lagi. itulah juga tujuan leo masuk ke Akademi HUNTER.


"baiklah... aku akan menunggumu!!!". ryona tersenyum menatap mata leo yang penuh dengan tekat.


"yuna boleh aku bertanya satu hal?" leo memiliki beberapa pertanyaan yang dia sedang pikirkan saat sudah bertemu ryona kembali, tapi hanya satu yang saat ini dia ajukan.


"hmm... ??" ryona mendekat kearah leo. dia tidak akan menyangka pria kecil dingin yang dulu dia temui akan memiliki pandangan lembut padanya.


"kenapa kau meninggalkan aku dulu?? saat itu sepertinya kita terjatuh dari bukit dirumahku, tapi jika aku ingin mengingat kejadian itu, kepalaku sangat sakit". leo memegang kepalanya, rasa sakit dikepalanya akan semakin kuat saat ia ingin mengingat hal apa yang telah terjadi saat itu.


"aku hanya pulang saja, jika ayah tidak memberitahukan keberadaanku saat itu, mungkin karena saat itu aku sedang dirawat dirumah sakit". ryona berbalik badan dan kembali berjalan masuk.


"dirawat? apa sakitmu parah saat itu? apakah karena kita terjatuh? bukankah dibalik bukit itu adalah jurang? jadi pastinya kita terlukakan? tapi mengapa saat aku sadar, aku merasa baik-baik saja? yang kuingat saat itu, hanya kau yang menangis keras!!". leo mengikuti ryona kembali ke dalam meski kepalanya terasa sangat sakit karena mencoba mengingat kejadian tersebut.


"ssssttt" ryona meletakkan jarinya dibibir leo. "berhenti mengingatnya, bukankah kau bilang hanya satu pertanyaan!!.. kita lanjutkan nanti.. istirahatlah dulu.. aku yakin temanmu pasti sedang khawatir saat ini". ryona mengantar leo keluar. leo yang masih belum mendapatkan jawaban dari pertanyaannya hanya bisa mengikuti keinginan ryona, apalagi kepalanya masih terasa sakit. dia memutuskan untuk beristirahat dan menanyakanmya lagi jika ada kesempatan.


keesokan harinya.. pagi itu leo dan teo memutuskan untuk sarapan di restoran lantai satu. mereka ingin mengetahui para tamu yang ada dihotel labirin.


total ada delapan tamu direstoran itu. dengan mereka berdua jadi sepuluh orang jika para pelayan yang mondar-mandir melayani tamu tidak dihitung. para tamu yang berada direstoran itu nampak bukanlah orang biasa, tiap orang dijaga setidaknya dua sampai empat bodyguard.


"permisi tuan-tuan, bagaimana dengan makanannya? apakah sesuai selera anda?." gard membungkuk memberi salam pada teo dan leo.


"gard.... bisakah memberitahukan pada kami siapa saja tamu dihotel ini?". tanya leo


"baik,, tamu yang berada direstoran ini memang bukan orang biasa. ada mafia besar hingga raja dan ratu dari suatu negara. mereka berlibur di hotel labirin ini karena selain privasi yang terjaga, hotel labirin adalah tempat khusus yang bersejarah. ada beberapa mitos tentang hotel yang berhubungan dengan keberuntungan dan kejayaan. jika seorang pangeran datang kemari dia akan segera menjadi raja, seorang mafia kecil yang ingin memiliki kedudukan, setelah dari hotel ini akan segera memiliki kekuasaan yang luas. kepercayaan itu berkembang dikalangan orang-orang tertentu, tapi tidak semua orang bisa masuk ke hotel labirin tanpa izin nona Reryna". gard menjelaskan perihal hotel dengan sangat baik.


"apa ada yang bisa saya bantu lagi tuan-tuan?, jika tidak saya permisi untuk mengerjakan pekerjaan yang lainnya". gard pergi setelah teo menggelengkan kepalanya.


"ayo.. kita juga harus bersiap untuk pekerjaan kita.. yaitu bersekolah". leo terlihat bersemangat berbeda dari dia yang biasanya yang menganggap semua misi membosankan. teo mengikutinya menuju lift khusus yang berada di lantai dua, sidik jari mereka sudah ditambahkan sebagai sandi menuju lantai sembilan.


dari lantai sembilan mereka langsung menuju lantai sepuluh.


" kenapa kita kesana? bukannya mau mengambil barang-barang dan berangkat sekolah?". teo penasaran mengapa leo menuju lantai sepuluh, tapi dia tetap mengikutinya.


"hal yang terpenting sebelum berkenalan dengan para siswa dari sekolah elit adalah berbelanja barang-barang mewah". leo menunjuk mall pribadi yang berisi peralatan dan baju-baju yang tak terhitung jumlahnya. berbaris rapi seperti di mall pada umumnya, tapi kali ini semuanya gratis.


pada barisan busana nampak deretan baju-baju merek terkenal, tas-tas bermerek dan aksesoris. teo dan leo langsung memilih-milih barang yang mereka sukai.


pakaian, tas, sepatu dan jam tangan bermerek telah mereka pakai. kini teo dan leo nampak seperti anak orang kaya dibanding sebelumnya yang terlihat seperti prajurit militer yang kaku.


"ohh.. kalian disini rupanya!!" ryona menghampiri mereka. "helikopter akan segera datang, kita harus segera kesana!!. ryona memberi isyarat untuk diikuti. mereka menuju lantai atas, disana ada landasan helikopter. teo tidak habis pikir, begitulah rasanya menjadi orang kaya untuk pertama kali. dia yang berasal dari keluarga biasa tidak mungkin merasakan hal-hal seperti ini. bahkan saat di akademi HUNTER, menaiki helicopter hanya untuk misi bukan untuk mengantarkannya kesekolah. dunia orang kaya memang berbeda, begitulah yang sedang teo pikirkan.


berbeda dengan teo, leo nampak biasa saja.

__ADS_1


tetapi hal-hal yang tidak biasa akan segera mereka alami. apasaja hal-hal tersebut?!,, yang pastinya teo dan leo sedang menuju sekolah .....


bersambung....!


__ADS_2