I Can Be Your Empress.. Brother Sister Complex Season 4

I Can Be Your Empress.. Brother Sister Complex Season 4
Wildest dreams in wonderland..


__ADS_3

Di sebuah ruang konsultasi seorang psikiater.


"kamu mengalami haphephobia dan cherophobia.. kamu tahu kan semua phobia itu..?? "tanya dokter lucas, aku mengangguk, iya aku tahu.


Dimana aku menderita karena sentuhan dan merasa takut kalau aku senang akan ada kesialan menghampiri ku.


Aku hanya bisa menghela nafas ku, ini semua sangat menganggu ku, dokter lucas melihat ku.


"kamu harus bisa memberanikan diri kamu maria.. kamu akan sangat kesulitan dengan ini semua.. "ucap nya sambil melihat ku lebih dalam.


Semua berawal dari 3 tahun yang lalu.


Nama ku Lee sarang atau maria, aku berasal dari korea tapi besar di indonesia, orang tua ku aisha wang dan aiden lee sangat menyukai indonesia sehingga aku di besarkan dengan budaya indonesia sedangkan kakak ku raizhel lee menetap di korea mengurus perusahaan kakek ku yang sangat sukses.


Aku lulus high school dan memilih kuliah di amerika saat ini, ibu ku mengantar ku ke sebuah asrama yang akan aku tempati.


Mommy alias ibu ku sangat khawatir dengan keputusan ku tinggal di asrama.


"hei sarang.. kamu tahu kan.. ayah kamu masih bisa membelikan sebuah rumah atau apartemen untuk mu.. bahkan rayi akan langsung menberikan tempat tinggal kalau kamu meminta.. "tukas mommy.


"no.. dont tell rayi please...mom aku hanya mau mandiri.. "tukas ku sambil menarik koper ku, mommy sudah melihat-lihat cemas keadaan sekeliling, aku tahu dia hanya khawatir, dia pernah tinggal cukup lama di amerika, dan sangat tahu bagaimana kehidupan di amerika.


Sampai lah aku di kamar asrama ku, aku membuka pintu nya dan cukup kaget melihat teman sekamar ku yang seorang wanita, dengan seorang wanita juga, mereka terlihat cukup dekat.


"hai.. "sapa nya.


"oh.. hai..."sahut ku, aku menoleh ke mommy, wajah nya terlihat sangat tidak nyaman, aku menaruh koper ku, lalu mommy menarik ku.


"you sure about this honey.. " tanya mommy, aku sadar dengan melihat teman sekamar ku mommy semakin khawatir, yang akhir nya aku ketahui teman sekamar ku bernama monica, dia tinggi dengan sebuah tindikan seperti kerbau di hidung nya apalagi dia terlihat sangat dekat dengan teman wanita nya membuat mommy khawatir tidak karuan.


"iam sure mom.. dont worry oke.. you know me so well.. " ucap ku mencoba menyakin kan mommy, mommy hanya bisa menghela nafas nya.


Tak lama mommy meninggalkan ku walau dengan berat hati.


"your mom looks so worried about you.. owhh iam monica by the way.. and this is my girlfriend irina.. " tukas monica, oke aku semakin tahu mommy pasti akan melarang ku bila tahu monica seorang penyuka sesama.


"yes.. she just worried because this is first time iam so far from home.. iam Sarang Lee or you can call me Maria.. "aku mencoba menjelaskan kalau ibu ku hanya khawatir karena aku jauh dari rumah.


" i think your mother worried because of me.. " tukas monica yang merasa ibu ku khawatir karena nya, aku tersenyum.


"oke.. i know from your smile.. good girl.. " monica cukup peka walau aku hanya tersenyum, dan merasa kalau aku anak baik yang tidak akan macam-macam.


Aku membereskan pakaian ku di lemari ku, sembari sesekali memperhatikan dua sejoli itu, aku cukup merinding karena sesekali mereka berciuman, mereka tidak terlihat canggung walau ada aku di kamar itu, justru aku yang merinding melihat mereka.


"irina..what do you think about maria..??"tanya monica ke kekasih nya, irina pun memperhatikan ku, aku cukup risih di perhatikan wanita seperti itu.


"she's beautiful very beautiful.. maybe you can get trouble because your face.. " sahut irina, dia memuji ku sangat cantik namun seperti memberikan peringatan karena kecantikan ku.


"what..?? sound so ridiculous.. "sahut ku yang merasa aneh dengan ucapan irina.


"irina right maria.. be carefull.. "tambah monica, aku hanya tersenyum.


Keesokan nya


Aku memasuki kelas ku, lalu duduk di tempat strategis paling depan, seorang wanita tersenyum ke arah ku.


"hei iam amy.. " tukas nya sembari menjulurkan tangan nya mengajak kenalan.


"iam maria.. "


"you very beautiful... " puji amy, aku hanya tersenyum, lalu terdengar suara beberapa orang tertawa, aku menoleh, aku melihat beberapa pria masuk kelas dengan beberapa wanita juga, namun perhatian ku mengarah ke seorang pria yang cukup tinggi dan sangat tampan dengan wajah maskulin, dia memasuki kelas sambil di gandeng yang mungkin kekasih nya pikir ku saat itu, sambil tertawa dengan beberapa teman nya.


Aku cukup terpesona oleh nya.

__ADS_1


"hei maria.. you like jacob.. " tanya amy, aku langsung menoleh.


"who is jacob..?? " tanya ku, amy menunjuk pria maskulin yang telah mempesona ku dengan wajah nya.


"his name is jacob..??" tanya ku ke amy memastikan nya pria itu yang amy maksud.


"yeah.. He's so tall and handsome as hell


He's so bad but he does it so well..and his so famous here.. think again.. if want close with him.. his girlfriend like hyena can kills you.." ucap amy mencoba memperingati ku, kalau jacob itu memang sangat tampan, dia pria yang cukup nakal namun sejauh ini dia tidak macam-macam dan dia sangat terkenal tapi amy meminta ku berpikir lagi bila ingin dekat dengan jacob karena kekasih nya licik seperti binatang hyena, dan bisa sangat merugikan ku.


"thanks amy.. " ucap ku amy tersenyum.


Aku melihat lagi ke jacob dan pas mata kita bertemu, jacob pun melihat ke aku,aku melihat nya sebentar dan mengalihkan pandangan ku lagi ke hal lain.


Sore hari.


Aku sangat kesal karena pakaian ku yang basah ketika aku mandi dan terpaksa aku hanya memakai handuk ketika harus kekamar ku, kamar mandi dan kamar memang terpisah, aku masuk kamar ku dan menaruh peralatan mandi ku, lalu membuka lemari ku untuk mengambil baju ku, aku kaget melihat seorang pria terduduk sambil membaca buku di kasur monica.


"astaga.. "tandas ku, pria itu menoleh.


"who are you.. and what are doing here.. " tandas ku ke pria itu dan aku tahu sebenar nya siapa pria itu, yeah.. dia jacob yang terlihat sangat tampan sambil membaca buku.


" iam just reading a book.." sahut nya.


Lalu monica datang.


"hai maria.. " sapa monica,


"ehmm monica.. can i asking you something.." ucap ku.


"whats that..?? "tanya monica.


" can you ask your lover to come out I have to wear my clothes.." pinta ku, jacob melihat ku.


"He is not my lover you know thats.. ahh maria.. you wanna join us.. " tukas monica.


" a party... " aku hanya menghela nafas ku, monica mengajak ku untuk berpesta, aku melihat ke jacob yang masih membaca buku.


"sure.. "sahut ku, jacob pun bangun dari kasur monica, dan berjalan mendekat ke aku, dia berdiri sangat dekat dengan ku, hingga aku bisa merasakan nafas nya.


"see you.. " ucap jacob lalu pergi, aku menghela nafas ku, lalu aku melihat monica, dia tersenyum.


Tak lama aku sudah berada di sebuah rumah yang di jadikan tempat mereka berpesta, aku cukup terhibur dan banyak yang mengajaku berkenalan, aku melihat monica yang sedang berciuman dengan sangat intens dengan kekasih di sebuah sudut rumah, aku melihat jacob yang sedang bercanda dengan kekasih nya dan teman-teman nya, aku memilih pergi ke lantai atas, lalu memasuki sebuah kamar yang berisi banyak buku.


"wah.. ini keren.. "ucap ku sembari mengambil sebuah buku,lalu membaca.


"magic.. madness..heaven.. sins.. " tukas seseorang dengan suara berat, aku tahu itu suara siapa, aku langsung menoleh.


"what a nerd is doing here.." tanya nya, aku tersinggung, aku di bilang kutu buku.


" its bothering you..!! " tandas ku yang menanyakan apakah aku menganggu nya.


" no.. you make me interesting with you.. you draw my attention.. " sahut nya, dan dia bilang aku menarik perhatian nya, aku menaruh buku yang sebelum nya aku ingin baca, lalu mencoba berjalan keluar kamar namun jacob memegang tangan ku.


" i know you always keep your eyes to me maria.. and i like it..." ucap jacob berbisik di telinga ku, aku merasa merinding dengan nafas nya yang ku rasakan di telinga ku, aku tahu dia hanya menggoda ku.


"yeah.. you pay my attention jacob.. but just like that.. and i know i must to avoid you.. and please let me go.. " sahut ku mencoba membalas nya dan memastikan aku harus menjauhi nya.


Jacob membiarkan aku pergi, aku pun meninggalkan nya namun aku masih sempat melihat nya yang melihat ku pergi, wajah nya begitu membuat ku penasaran.


Beberapa hari berlalu, aku cukup sibuk dengan tugas ku dan kuliah ku, lalu saat makan siang aku bertemu jacob di kantin, aku cuek duduk sambil memakan makan siang ku, sambil sesekali melihat ke dia yang sedang berbicara dengan teman-teman nya, setelah selesai makan aku hendak pergi, namun aku dikagetkan dengan jacob yang sudah berdiri di hadapan ku.


"astaga.. hei you suprise me.. "tandas ku, jacob tersenyum, aku terlena melihat senyum pria tampan ini.

__ADS_1


"are you busy..?? " tanya nya


"of course.. " sahut ku, namun dia malah menarik ku dan membawa ku dengan mobil nya, aku cukup takut karena dia membawa ku ke hutan, dia bilang jangan khawatir namun aku tetap khawatir tiba lah kami di sebuah danau yang sangat indah bahkan air nya sangat bening dan bersih.


"its beautiful.. " ucap ku.


" i know you can said that.. " tukas jacob sambil tersenyum, senyum itu lagi, senyum yang hampir membius ku.


Dia membuka baju serta celana, dan menyisakan celana dalam nya aku cukup risih.


"what are you doing.. "


"swim.. " sahut nya sambil menceburkan diri nya ke air.


"Come on.. " ajak nya, aku berpikir baju ku akan basah namun melihat dia berenang menarik minat ku.


" you can wear my shirt.. " tukas nya, aku melihat baju nya dan memutuskan ikut berenang.


"give me a privasi please.. " pinta ku, jacob membalikan badan aku pun membuka dress mini ku dan mengganti nya dengan shirt jacob yang cukup besar namun karena aku tinggi, shirt jacob tidak begitu membantu, aku duduk di pinggir ujung jembatan danau, jacob menghampiri ku dan membantu ku turun ke danau.


"wow.. you so tall.. "ucap jacob, aku tersenyum, aku memang cukup tinggi karena tinggi ku 172cm, aku pun berenang mencoba menikmati alam yang indah, tak lama jacob menarik ku hingga sangat dekat dengan nya.


"lets talk.. " ajak nya.


"are you have boyfriend.. " tanya jacob.


" i never think about mens.. " sahut ku yang memang tidak pernah memikirkan pria dan hanya fokus belajar, ayah dan ibu serta kakak ku adalah orang pintar tentu saja aku terbebani dan ingin menyamai mereka.


"wow.. are you like monica.. " tanya jacob, maksud jacob apa aku penyuka sesama juga seperti monica, aku tertawa.


"of course not.. iam normal.. i just never have so much time for that.. " sahut ku, jacob tersenyum lalu semakin mendekat ke aku.


"you have girlfriend right.. " tanya ku.


"we just friend.. " sahut jacob.


"just friend.. " aku sangat meragukan jawaban jacob, jacob tertawa kecil.


"of course but we share a kiss and slept together too.." jawaban jacob ini membuat ku menjauh dari nya, namun jacob menarik ku lagi.


"why.. you disgusting to me.. "tanya jacob, aku tidak tahu mau menjawab apa, aku hanya terdiam.


"are you afraid with me.." tanya jacob, aku memang takut dengan jacob, takut di perlakukan sama dengan wanita-wanita yang dekat dengan nya.


"Yeah.."sahut ku singkat


"you different maria.. " ucap jacob.


"what makes me different from the others.." tanya ku yang penasaran dengan maksud jacob aku berbeda dengan yang lain.


"because you attract my attention.. not like the others who close to me.. " dia bilang aku menarik perhatian nya, mata jacob begitu membius ku, aku benar-benar terlena oleh nya, jacob mendekat ke aku dan semakin mendekat, bahkan aku bisa merasakan nafas nya di wajah ku, lalu sebuah kecupan menghampiri bibir ku, aku memejam kan mata ku, dan merasakan bibir ku yang semakin intens di lum*t jacob, hingga lidah nya juga memasuki mulut ku, ini ciuman pertama ku dengan lelaki dan aku begitu menyukai nya.


Tak lama kami naik ke jembatan, aku membelakangi nya dia pun begitu, aku memegang dress ku hendak memakai baju ku, namun jacob memeluk ku dari belakang, aku bisa merasakan tubuh kekar nya, tangan nya perlahan berjalan ke pundak ku dan semakin jalan ke lengan ku lalu perut ku, aku menahan nafas ku karena nafas nya begitu mengelitik di telinga ku, namun jacob menarik lagi tangan nya.


Aku kecewa.


"why you stop..??" tanya ku, jacob berbisik.


"we can do it slowly and not now.. " ucap nya, aku kecewa namun jacob benar.


Aku pun pulang dengan jacob dan malam nya aku memimpikan nya, aku terbangun dan merasa aku sudah benar-benar gila karena jacob, aku melihat ke monica yang tertidur dengan kekasih nya, aku pun memutuskan untuk kembali tidur


To be continue..

__ADS_1


Readers aku hanya mencoba menulis lagi...


semoga kalian semua suka yaa dengan cerita baru ku ini....


__ADS_2