
Pagi nya
Sarang hendak ke kantor, dia pun di antar oleh keponakan yang juga menjadi bodyguard nya, sebelum nya dia sudah izin dengan lee joon dan berjanji tidak akan lama di kantor dan akan segera kembali ke penthouse.
Di perjalanan menuju kantor, sarang masih memperhatikan tab nya untuk melihat laporan yang amy berikan, lalu dia melirik ke keponakan nya, wajah Leah sudah menunjukan wajah cemas.
Sarang menengok ke belakang dan benar saja ada mobil asing yang mengikuti mereka, leah melihat ke sarang.
" imoo.. are you oke..?? " tanya leah, leah takut sarang mengalami panic attack lagi.
Sarang mengangguk.
"leah.. bisakah kamu menampar ku.." pinta sarang, leah bingung.
"wae..?? " tanya leah bingung.
"hurry.. yang keras.. " pinta sarang, leah ragu tapi sebuah pukulan menghantam keras ke sarang, bibir sarang langsung berdarah.
Leah kaget.
"wah...kamu seperti nya sangat dendam dengan imo mu yaa.. " sebuah suara berat terdengar dari sarang, leah sadar itu bukan imo nya melainkan joanna.
"leah-ssi.. bisakah kita mencari tempat yang cukup sepi..kita harus menghajar orang yang sudah jadi stalker sarang.. " tandas joanna.
Leah ragu.
"trust me.. aku tidak kalah tangguh dari mu.. " tandas joanna, leah pun mengangguk, dia menekan gas nya dan menuju tempat yang cukup sepi di mana tanah luas dan ilalang terbentang.
"wahh.. nice place.. good.. " puji joana ke leah, joanna keluar dari mobil begitu pun pria di mobil yang mengikuti mereka.
Leah dengan segera melaporkan ke hongjo perihal yang terjadi, hongjo yang memang sedang ada urusan dengan lee joon langsung di perintahkan menjemput sarang serta leah.
Leah mengikuti sarang menghampiri pria yang rapih memakai jas dan kacamata itu, leah bisa melihat wanita yang ada di dalam mobil.
"ahh.. i know thats girl.. " tandas leah joanna menoleh.
"who..?? " tanya joanna yang memang tidak tahu.
" ehm.. yeo rijin.. dia mengaku kalau dia adalah calon permaisuri raja yang sebenarnya.. " sahut leah, joanna mengangguk mengerti.
"hei.. you...come here.. i wanna talk to you.. with my mouth.. " ucap joanna, leah menoleh ke joanna, leah aneh dengan indentitas bibi nya yang satu ini, dia ingin bicara dengan pria itu dengan mulut nya, bukan kah kita memang bicara dengan mulut.
"before i talk with my punch.. " tambah joanna, leah mengerti sekarang, kalau joanna mungkin hobi juga menghajar orang.
Si pria tidak menghampiri, joanna melihat ke wanita itu, lalu dia mengambil batu yang cukup besar dan melempar dengan sangat keras ke arah mobil.
Kaca mobil rijin langsung retak, rijin yang berada di dalam mobil langsung kaget dan keluar mobil nya.
__ADS_1
"hei.. kamu sudah gila hah..!!!" teriak rijin.
Joanna tersenyum lalu menghampiri rijin, si pria yang menjadi sekertaris serta bodyguard rijin langsung memasang badan di depan rijin, leah pun begitu.
Joanna mendekat melihat ke rijin dari atas sampai bawah rijin.
"You doesn't look interesting..why you are so challenging to me..I'm far more attractive than you..is not wrong the king prefers me.." ledek joanna ke rijin yang bilang kalau rijin itu tidak menarik dan pantas kalau raja lebih memilih sarang ketimbang rijin.
Rijin yang kesal hampir memukul joanna namun tangan rijin lebih cepat di pegang joanna, sekertaris rijin langsung menodong kan pistol, begitu pun leah yang ikut menodong kan pistol ke kepala rijin.
"I can break your face..even though you have dozens of bodyguards..but I will let it go..because the king will act.." ucap joanna, rijin merinding, joanna mengancam rijin dengan mengatakan kalau dia bisa menghancurkan wajah rijin tapi dia membiarkan raja lah yang akan bertindak dengan rijin.
Joanna menarik kerah kemeja body guard rijin mengambil pistol yang di todong kan ke dia.
"take care of her well, because I can hurt him whenever I want.." ancam joanna ikut mengancam bodyguard rijin dan meminta body guard rijin menjaga rijin dengan baik karena dia bisa menyakiti rijin kapanpun dia mau.
Leah menelan ludah nya melihat imo nya bertindak, joanna melepas rakitan pistol body guard rijin dan membuang nya, lalu tersenyum dan jalan menuju mobil nya lagi.
Dari jauh anak buah hongjo merekam apa yang terjadi dan mengirimkan ke hongjo, hongjo pun melaporkan ke lee joon.
"wahh.. ini bukan main-main.. " ucap joon
Malam nya di penthouse.
Joon menghampiri sarang, sarang merasa tidak enak bertemu joon.
"tadi.. joanna keluar.. dan seperti nya dia mengancam kekasih mu.. " sahut sarang, joon mengerutkan kening nya, mendekat ke sarang, namun sarang menjauh tapi joon menarik nya hingga sarang tertarik ke pelukan nya, wajah mereka hampir sejajar karena tinggi nya sarang yang berbeda hanya beberapa senti dari joon.
"kekasih ku itu kamu.. " ucap joon, lalu mencium bibir sarang, sarang memejam kan mata nya.
Joon semakin memegang leher sarang namun sarang melepaskan nya.
" ada apa..?? " tanya sarang, joon melihat ke sarang.
" aku tidak suka.. melihat kamu terlihat hebat di depan orang lain.. " ucap joon, sarang bingung.
" joanna terlihat sangat luar biasa ketika mengancam rijin.. dan aku tidak suka melihat nya.. " jelas joon, sarang semakin tidak mengerti dengan joon
" tapi kenapa..?? apa..kamu takut reputasi mu rusak karena itu..?? " tanya sarang, joon tersenyum sembari menggeleng.
"karena kamu terlihat sangat luar biasa dan bila ada yang menyukai mu.. aku tidak akan segan-segan mem*nggal kepala orang yang menyukai mu.. " sahut joon, sarang menelan ludah nya.
"jangan berlebihan.. " tandas sarang.
"aku harus berlebihan untuk menjaga permaisuri ku.. " sahut joon
"even you're not love me or like me.. its ridiculous.. " ucap sarang sambil tertawa meledek joon, yang merasa joon berlebihan untuk orang yang tidak menyukai nya itu hal yang konyol, joon melihat sarang serius sehingga membuat sarang terdiam.
__ADS_1
"apa menurut kamu.. aku tidak menyukai mu..?? " tanya joon, sarang terdiam, dia tidak tahu harus menjawab apa.
"aku bahkan rela kehilangan apapun demi kamu.. " sahut joon.
"bohong.. kamu lakukan ini demi youl.." tandas sarang.
"yeah.. awal nya memang demi youl.. tapi.." joon tidak bisa meneruskan kata-kata nya karena wajah sarang yang membuat nya tergoda.
Bukan nya meneruskan kata-kata nya joon malah semakin mencium sarang, sarang kaget, joon mencium nya sampai sarang tersudut di tembok, sarang memukul pelan joon mencoba mendorong joon, namun joon tak gentar hingga dengan sekuat tenaga sarang mendorong joon hingga joon terdorong melepas ciumannya.
Sarang mengatur nafas nya, dia nyaris tidak bisa bernafas karena joon mencium nya dengan sangat kasar.
Joon merasa tidak enak dan hendak pergi namun sarang memegang tangan nya joon, joon menoleh.
"jangan pergi.. temani aku malam ini.. " pinta sarang, joon menelan ludah nya.
"kamu tidak akan aku lepaskan.. jangan meminta ku untuk menemani mu.. " sahut joon.
"kapan kita akan menikah...??" tanya sarang
"minggu depan.. " sahut joon
"kalau gitu.. tak apa kamu menemani ku malam ini.." ucap sarang, joon pun tersenyum.
Sementara itu, Di sebuah gudang.
Woojin menguncir rambut nya, di tangan serta wajah nya penuh dengan darah, di hadapan nya seorang pria sudah hampir kehilangan nyawa nya.
"lempar dia ke rumah rijin.. beri peringatan ke rijin untuk tidak lagi menganggu permaisuri.. katakan itu perintah raja.. " tukas woojin ke sekertaris nya, woojin melihat ke bodyguard rijin yang juga sekertaris rijin yang sudah babak belur penuh darah.
"kamu tahu kan konsekuensi bila berurusan dengan raja.. " ucap woojin sambil tersenyum.
Di Penthouse.
Hp joon berdering, joon melihat ke sarang yang tertidur di samping nya, dia menjawab telepon dari woojin.
"hyung.. aku membiarkan nya hidup.. sesuai perintah hyung.. " lapor woojin.
Joon tidak menjawab nya dan mematikan telepon nya dan mencoba tidur lagi sambil memeluk sarang.
Woojin adalah orang yang selalu di tugaskan joon untuk meng eksekusi musuh-musuh gelap joon serta kerajaan, dia adalah orang tersadis no 2 setelah hongjo.
To be continue...
maaf up nya telat yaa readers karena selalu bentrok sama jadwal yang lain..
makasih yang sudah nunggu cerita ini up ya..
__ADS_1