
Sarang membuka mata nya, dia menutup mata nya sedikit karena cahaya matahari begitu menyilau kan mata nya, dia melihat pria di dekat jendela melihat ke arah luar sambil menenguk segelas kopi, lalu pria itu melihat ke sarang.
"ohh thanks god.. " ucap pria itu, sarang bingung, badan nya terasa sakit, termasuk di bagian tertentu.
"you had a fever last night..aku langsung memberikan kompres air hangat dan maaf membuka baju mu.. " ucap joon, yang memberitahu kalau sarang demam.
Sarang tertawa kecil.
"bukan nya kamu sudah membuka baju ku semalam.. " sahut sarang, joon terlihat gugup.
"ehmm maksud ku.. aku tidak memakai kan nya lagi untuk menurunkan panas mu.. tapi kamu sudah baik-baik saja kan..??" tanya joon sembari memegang dahi sarang, sarang menggeleng.
"wae..?? "
"seluruh tubuh ku sakit.. "sahut sarang, joon merasa tidak enak dan mendekati sarang.
"maaf.." ucap joon, sarang terdiam.
"this is my first time joon.. and I am grateful that I have passed it well..i worried.. " ucap sarang, yang merasa bersyukur karena baik-baik saja setelah melakukan nya dengan joon, dia khawatir akan mengecewakan joon.
"you're not okey.. you got fever its mean.. you still have trauma.. " sahut joon yang merasa kalau sarang tidak baik-baik saja karena dia mengalami demam tinggi sampai hampir kejang, yang mungkin saja sarang tidak menyadari nya.
Lalu ingin memeluk sarang namun dia urungkan, karena sesuatu, sarang menyadari nya dan, joon mengambilkan baju mereka lalu keluar.
Di luar sudah menunggu hongjo serta leah yang sedang menyiapkan sarapan.
hongjo menyerahkan draft kegiatan joon hari ini lalu sarang keluar dengan ekpresi malu, namun dia melihat semua orang sibuk dengan tugas nya masing-masing, sarang pun jadi ikutan cuek dan duduk lalu sarapan, tak lama joon pamit untuk kembali bertugas kembali.
Di sebuah ruangan di istana,
Woojin melihat seseorang wanita yang cukup familiar untuk nya memasuki ruangan ratu berada, lalu beberapa orang keluar begitu pun ibu nya yang memang sedang menemani ratu saat itu.
"bu.. wanita itu sedang apa di sini..?? " tanya woojin ke ibu nya.
"entahlah.. ibu pikir bu mentri saat ini tidak terlalu sibuk dengan tugas nya hingga mengunjungi istana atau.. dia penasaran siapa calon permaisuri yang berhasil menyingkirkan dia.. " sahut ibu nya, woojin tersenyum.
"wahh.. yang jadi permaisuri harus benar-benar wanita yang kuat ya.. setelah rijin yang gila itu ada badai yang lebih menggila lagi yang akan menghampiri nya.. bukan kah lebih baik calon permaisuri itu bersama ku ya bu.. ketimbang dengan raja.. " ledek woojin, ibu nya mencubit woojin kesal dengan candaan anak nya.
__ADS_1
Lalu woojin melewati ruangan ratu dan melihat bagaimana ketat nya pengamanan tamu tersebut.
"wahh.. menarik ya.. " komen woojin.
Di dalam ruangan ratu
Di hadapan ratu adalah seorang wanita yang sangat berkharisma dengan jabatan sebagai mentri keuangan yang sangat terkenal dengan ketegasan serta kecantikan nya yaitu Im Noeul, noeul selain menjadi mentri dia juga anak seorang jendral yang juga sangat dihormati dan ibu seorang pengusaha sukses.
Noeul meminum teh nya.
"saya dengar raja akan segera menikah.. " ucap noeul, ratu tersenyum.
"benar.. " sahut ratu.
"apa akhir nya anda menemukan orang yang pantas untuk raja selain saya.. " tanya noeul
"tentu saja.. "
"ini terlalu gegabah ratu.. anda tahu itu kan.. semua keuangan kerajaan di pertaruhkan di sini.. tapi kenapa bisa-bisa nya saja tidak bisa menikah dengan raja.. " tandas noeul blak-blakan, ratu tertawa.
" Bu mentri.. anda sadar apa yang sedang anda katakan saat ini.. anda seperti sedang memohon untuk bersama raja.. anda memang cukup jeli membidik siapa saja yang bisa membuat anda aman di posisi anda saat ini.. " tandas ratu, noeul tersenyum.
"minta anak mu mengawasi wanita itu.. dia akan sangat mengacau nanti nya.." perintah ratu.
"seperti nya dia sudah waspada ratu.. jangan khawatir ya.. semua akan berjalan sangat lancar saya jamin.. " janji ibu woojin, ratu mengangguk.
Di mobil Noeul
Noeul mendapat laporan, lalu dia tertawa.
"wanita ini sungguh beruntung.. sudah beberapa kali mendapatkan ancaman pembunuhan namun dia tetap ingin menjadi permaisuri.. baiklah.. bagaimana kalau kita juga ikut campur.. " ucap noeul ke sekertaris nya dan bodyguard di mobil
Beberapa minggu berlalu, sarang merebahkan tubuh nya di kasur super nyaman nya, dia sangat kelelahan dengan semua aktifitas yang harus dia lalui sebelum menjadi permaisuri, dia harus tahu cara berjalan permaisuri hingga cara makan serta menyapa tamu dan cara menyenangkan suami atau raja.
Sarang melihat hp nya, tidak ada panggilan masuk dari orang yang dia harapkan, siapa lagi kalau bukan calon suami nya Lee Joon, joon sangat di sibukan dengan tugas nya sebelum pernikahan nya hingga dia selalu berada di luar negri.
"menyebalkan.. dia itu apa engga kepikiran aku sedikit pun..aku sangat tersiksa di sini.. hiks.. hiks.. " air mata sarang menetes, leah melihat nya dari pintu yang terbuka sedikit.
__ADS_1
"apa orang yang akan menikah akan mengalami sindrom seperti ini ya.. aku tidak akan pernah menikah.. " ucap leah
Sementara itu di pesawat, sekertaris istana memberikan hp joon ke joon, joon manyun karena hp nya di sita oleh sekertaris nya agar dia fokus menyelesaikan pekerjaan nya sebelum pernikahan.
Joon melihat-lihat hp nya, tidak ada panggilan dari sarang.
"menyebalkan..padahal.. aku sedang merindukan nya.. " hongjo melihat ke raja nya.
"apa..??jatuh cinta membuat orang menjadi anak kecil seperti ini..?? " joon menoleh ke hongjo
"apa aku terlihat seperti anak kecil..?? " hongjo mengangguk.
"landaskan aku di penthouse sekarang juga.. aku ingin menemui permaisuri.. " perintah joon.
Dini hari
Leah kaget dengan kedatangan joon, dia. menunduk memberikan hormat lalu joon langsung masuk kamar nya.
"lanjutkan istirahat mu.. " perintah hongjo ke leah.
Pagi hari
Sarang membuka mata nya, dia melihat seseorang berada di hadapan nya, dia memegang wajah orang itu pelan, lalu menepuk-nepuk nya pelan.
"aaww... " keluh orang itu.
"*joon..?? "
"yeah.. its me*.. "
Sarang langsung menjauh
"i think you miss me but you never call me even once.." joon mengeluh karena sarang tidak pernah menghubungi nya.
"mianne.. (maaf).. "
Joon pun bangun.
__ADS_1
"are you ready..??" tanya joon, sarang mengangguk.