I Can Be Your Empress.. Brother Sister Complex Season 4

I Can Be Your Empress.. Brother Sister Complex Season 4
The Deal..


__ADS_3

Siang hari.


Amy memasuki ruangan ku, aku sedang memijat dahi ku.


"kamu berhutang kepada ku.. "tukas amy, aki hanya mengangguk, maksud amy berhutang adalah hutang penjelasan kenapa aku di panggil raja tadi pagi.


"ingin makan apa...?? " tanya amy, aku hanya menggeleng.


"baiklah.. maybe Tteokbokki much better..ehmm spicy looks delicious.. " tukas amy lagi, aku diam saja,amy hapal sikap ku yang seperti ini, dia tahu kalau aku pasti punya masalah bila seperti ini.


Tak lama Tteokbokki datang, amy yang lapar langsung melahap nya tanpa menanyakan apakah aku mau atau tidak, aku hanya menelan ludah ku melihat dia memakan Tteokbokki yang terlihat lezat itu.


"so.. what prince want from you..?? "tanya amy, aku menoleh ke amy yang menanyakan apa yang lee joon ingin kan dari ku


"he is not prince but the king.. " sahut ku, meralat omongan amy kalau lee joon adalah raja bukan pangeran amy menoleh ke aku.


"oke.. the king.. my mistake.. " ucap amy merasa salah.


"she wants marry me.." amy langsung tersedak, bahkan sampai terbatuk-batuk karena pedas nya Tteokbokki, aku yakin tenggorokan nya saat ini sangat sakit.


"ma.. ma.. marry you mean married.. menikah.. " tanya amy, aku mengangguk sembari mengambil sesuap Tteokbokki.


"wah.. apa ini.. " amy melihat tubuh ku, aku melihat amy lagi aneh.


"whats wrong with your body hah.. you like magnet of kingdom.. " ledek amy, aku hanya manyun, amy memang sangat mengetahui nya, aku tidak hanya berurusan dengan kerajaan british, aku pun pernah di dekati seorang pangeran dari salah satu negara di asis tenggara.


"stop teasing me.. ini itu sebuah perjodohan.. bahkan orang tua ku setuju dengan pernikahan ini.. its so ridiculous.. " tandas ku kesal, amy tampak berpikir.


"iya.. aneh.. orang tua mu kan tahu kamu menderita HAPHEPHOBIA..kenapa mereka malah menjodohkan mu.. " tukas amy sambil minum, aku mengerutkan dahi ku yang melihat amy kepedesan.


"so what you gonna do now..?? " tanya amy, aku mengangkat bahu ku.


"Molla (몰라) (Entahlah).." sahut ku sambil keluar ruangan ku, lalu aku melihat semua anak buah ku melihat kaget ke arah ku, aku melihat kata pencarian teratas.


KEKASIH SANG RAJA...


Itu isi kata pencarian yang sangat trending, lalu aku melihat portal web ku dan mendapati, aku yang sedang di cium raja, semua orang yang mengenal ku dan melihat ini pasti sangat yakin itu aku.


Amy pun menoleh kaget ke arah ku.


"ini benar-benar bukan seperti yang kalian pikirkan.. raja ini.. ehmm.. raja.. ini benar-benar byeontae(m*sum).." tandas ku kesal.


"bos.. sekali lihat kami tahu ini anda.. dan bukan kah anda tidak di perbolehkan berkata seperti itu ke raja.. " tukas john menambah kekesalan ku.


"wah.. bos kenapa kamu bilang raja m*sum..dia kan kekasih mu.. itu mungkin alasan dia mengundang mu kemarin.. " tambah jasmine, aku menjadi sangat kesal, bukan dengan anak buah ku, tapi dengan orang yang sudah menyebarkan ini semua.


Aku memilih pergi meninggalkan mereka yang pasti sangat penasaran dengan apa yang terjadi.


Malam nya


Aku memilih minum sendiri, amy hendak menemani ku tapi aku meminta nya tidak datang.


Lalu seseorang datang, dia tersenyum duduk di hadapan ku, lalu menuangkan soju di gelas ku.


"gomawo(terima kasih) .." ucap ku, dia lagi-lagi tersenyum.


"yang mulia.. apa anda menaruh sejenis pelacak di tas ku... atau di tubuh ku hah..!!" tandas ku sedikit mabuk yang aneh dengan kedatangan nya.


"kamu tetap cantik walau sedang mabuk.. " puji nya, aku tersenyum mengangguk, aku melihat dia aneh lagi.


"but why you torturing(menyiksa) me like this.. i really hate attention.. " tandas ku mengatakan kalau si raja menyiksa ku dan aku sangat membenci perhatian, aku tahu karena hal-hal seperti ini hidup ku akan mulai terganggu.


"kamu akan terbiasa dengan hal-hal yang kamu benci itu.. " ucap nya, aku menangis, dia bingung.


"hei kamu sudah mabuk.. " tanya nya, aku masih sadar saat itu namun tiba-tiba kepala ku pusing, dan aku tidak bisa melihat apapun dan aku tahu, aku akan pingsan.


Aku membuka mata ku, aku memeluk guling yang ada di pelukan ku, guling dengan wangi yang sangat harum, wangi yang menenangkan yang sangat aku sukai, namun aku tiba-tiba mengingat sesuatu.


"bau guling ku tidak seperti ini.. " pikir ku masih dalam setengah sadar, lalu aku terbangun, aku melihat sesuatu yang aneh.


"ini bukan kamar ku.. " ucap ku lalu seseorang keluar dari kamar mandi mengeluarkan asap uap yang menutupi nya sekilas, lalu dia keluar hanya dengan handuk dan memamerkan otot serta tubuh sempurna nya.


"yang mulia.. " panggil ku, dia menoleh lalu tersenyum.


"ohh.. kamu sudah bangun.. "ucap nya sambil memasuki ruang wardrobe nya.


"sebenar nya..apa yang terjadi.. kenapa aku di sini.. " tanya ku bingung.


"apa kamu tidak ingat apa yang terjadi semalam..?? " tanya nya, aku mencoba mengingat nya tapi tak kunjung ingat.


"aku hanya ingat kalau aku mabuk.. " sahut ku

__ADS_1


"yups.. kamu sangat mabuk semalam.. " sahut lee joon, aku melihat beberapa rambut di tangan ku, aku geli dan langsung membuang nya.


"ahh pasti kamu bingung kan kenapa kamu berada di sini sekarang..?? " aku mengangguk.


"karena kamu semalam mengamuk, kamu huft.. menarik dan menjambak rambut anak buah ku ketika kami mencoba memulangkan mu ke apartemen mu.. kamu menolak nya dan meminta ke rumah ku untuk memberikan perhitungan dengan ku.. " jelas nya, iya aku mengingat hal gila yang baru aku alami, aku mengutuk diri ku sendiri, aku tahu mabuk ku akan menyusahkan ku, kebiasaan nenek ku ruby dan ibu ku aisha wang ternyata harus menurun ke aku, kami ketika mabuk akan sangat menyusahkan dan merugikan kami sendiri.


Lalu tiba-tiba aku mengingat sesuatu, aku melihat ke lee joon, aku melihat bibir dimana ada luka di bagian bawah bibir nya.


"yang mulia..itu.. " ucap ku ragu sambil menunjuk letak bibir nya, lee joon memegang bibir nya yang terluka.


"ahh.. ini.. balasan perhitungan mu semalam.."sahut lee joon, iya.. aku mengingat nya, aku memang mabuk tapi ingatan ku akan sangat bagus ketika aku sadar.


Malam itu setelah aku mabuk dan mengamuk ,aku langsung menghampiri lee joon, aku menarik lee joon untuk masuk ke mobil ku, hongjo pengawal lee joon mencoba menghampiri kami.


"stop.. dont you dare hah..!!! aku akan buat perhitungan dengan bos kalian ini.. gara-gara dia hidup ku akan sangaaaaattttt terganggu mulai sekarang.. " tandas ku, lalu aku melihat lee joon yang kerah kemeja nya aku tarik.


"yang mulia..!! bolehkan aku membuat perhitungan dengan anda.. " pinta ku, aku melihat lee joon tersenyum lucu, mungkin dia merasa aku sangat lucu.


"oke.. aku izinkan.. " ucap nya, aku tersenyum dan menarik nya ke mobil ku, dia aku dorong hingga terjatuh di jok mobil ku, aku duduk di hadapan nya.


Aku melihat ekpresi kaget nya.


"aku pikir kamu takut sentuhan.. " tukas lee joon, aku mengangguk


"memang.. aku takut ketika seorang pria menyentuh ku.. tapi aku baik-baik saja bila aku yang menyentuh nya.. " sahut ku sambil. memamerkan rentetan gigi rata serta putih ku, lee joon tersenyum.


"lagipula aku sedang mabuk.. dan aku akan menyesali nya besok pagi.. hihihihii.. " aku cekikikan menutup mulut ku.


"lalu.. apa yang akan kamu lakukan ke aku..??"tanya lee joon, aku melihat ke arah nya dan mencium bibir nya, tangan ku pun merangkul pundak nya dan telapak ku tangan ku selalu bermain di sekitar kepala nya meremas rambut nya, bibir kami terpaut sampai nafas kami tersengal sengal, aku melepas kan nya, aku bisa lihat ekpresi kaget lee joon.


"wahh.. you're d*mn hot.. " komen lee jon, aku mengigit bibir bawah lee joon sampai lee joon meringis, lalu aku melepaskan nya dan benar-benar pingsan di tubuh nya.


Masa sekarang.


Saat ini aku sangat ingat kejadian itu, lee joon mendekat ke aku, aku mundur sedikit.


"aku pikir kamu phobia sentuhan.. tapi kamu begitu ganas semalam.. " ucap lee joon, aku hanya terdiam bingung mau bicara apa.


"aku akan menunggu kamu menyentuh ku.. " ucap nya sambil tersenyum bangun dari kasur nya, nafas ku terasa sesak, tangan ku gemetar, lee joon melihat ku, keringat ku mulai mengucur deras padahal hari itu musim dingin mulai datang.


"hei.. kenapa..?? " tanya lee joon.


"aarrggghhhh... "teriak ku untuk membuang rasa takut yang tiba-tiba datang, aku yakin lee joon pasti mendengar nya, memang benar aku belum sepenuh nya pulih dari trauma masa lalu ku, aku akan mengalami panic attack bila mengingat hal yang telah aku lakukan, seperti ini contoh nya.


Aku mencari barang-barang ku, aku melihat pakaian ku berubah menjadi kemeja yang cukup besar, namun tidak begitu membantu karena tubuh tinggi ku, aku yakin aku muntah dan mengotori baju ku dan lee joon mungkin mengantikan nya untuk ku, berkali-kali aku mengutuk diri ku, betapa bodoh nya diriku saat mabuk.


Aku mengambil tas ku dan mengambil handphone ku, aku melihat banyak missed call dari amy dan rayi.


"mereka pasti khawatir.. " pikirku.


Aku langsung menelepon rayi, dan nana unnie yang menjawab nya.


"halo.. "


"ohh.. unnie.."


"ya tuhan.. sarang.. kamu darimana.. kami sangat khawatir karena kamu susah sekali di hubungi.. " ucap nana, aku tahu kakak ipar ku ini pasti khawatir.


"unnie.. aku sedang bersama raja saat ini..tolong bilang rayi oppa.. aku baik-baik saja.. " pinta ku


"iya.. unnie akan mengatakan nya.. dia baru saja tidur.. dia hampir melaporkan kamu ke polisi.. " aku tersenyum, pengalaman buruk masa lalu ku membuat semua orang trauma termasuk, rayi dan nana.


Aku menutup telepon dan menghubungi amy.


"hei.. you b*tch..!!! you wanna die hah..!!!.********" segala umpatan aku terima dari amy, aku tahu dia khawatir malah sangat amat khawatir.


"iam fine amy.. " balas ku


"you sure.. "


"yeah.. "


"where are you now..?? "


Aku melihat sekeliling lalu melihat ke jendela.


"i dont know.. its like iam in an apartemen.. iam with king now.. " sahut aku sambil mencoba mengenali jalanan yang aku lihat dari lantai entahlah lantai berapa.


"you mean.. the king..Lee Joon..?? " tanya amy memastikan


" yeah.. iam drunk and he took me..i think iam in penthouse now.. but i dont know where.. " tambah ku, menjelaskan kalau aku mabuk dan lee joon membawa ku

__ADS_1


"baiklah.. aku akan mencari tahu keberadaan kamu sekarang dimana.. " sahut amy.


"amy no.. i really in good condition now.. can i asking you something.. " ucap ku, aku meminta tolong sesuatu ke amy.


"whats that.. " tanya amy.


"aku ingin kamu cari tahu segala hal tentang raja.. aku ingin tahu siapa orang ini sebenar nya... " perintah ku, aku bisa mendegar helaan amy, dia pasti semakin mengkhawatirkan ku.


"please amy.. " pintaku


"oke.. i try.. " sahut amy.


"gomawoo.. " ucap ku, lalu aku berjalan ke luar kamar, aku melihat lee joon sedang berbicara dengan hongjo, hongjo yang melihat ku langsung menunduk, dan pamit keluar.


Aku tahu pasti dia sungkan karena aku hanya memakai kemaja yang mungkin kemeja lee joon tubuh tinggi ku, membuat kemeja yang harus nya menutupi hampir se dengkul ini hanya sebatas paha.


"wahh.. kamu memang sangat tinggi ya.. itu kemeja ku yang paling besar loh.. " ledek lee joon, aku tidak merespon dan mendekat ke lee joon, lalu aku mencium harum aroma masakan.


"aah.. sop ku.. " lee joon berlari ke dapur nya, lalu mengambil panci yang sudah berisi sup, aku mengenali sup ini, ini sup untuk menghilangkan rasa pegar alias rasa mabuk.


"ayoo duduk dulu..kita sarapan.."ajak nya


"dimana pakaian ku..?? "tanya ku.


"aku sedang men laundry nya.. hongjo akan mengambil kan nya untuk mu.." sahut nya.


"yang mulia..bisakah kita bicara dengan serius saat ini.. " pinta ku, lee joon melihat ku.


"tentu saja bisa.. tapi aku sangat lapar saat ini..biarkan aku makan dulu.. aku sudah buat ini dari pagi loh.. " sahut nya dengan wajah memelas, sesungguh nya aku ingin sekali tertawa, di lihat dari mana pun pria ini tidak seperti seorang raja, bahkan pesona pangeran henry lebih memukau ketimbang pria yang kadang terlihat konyol ini.


"baiklah.. " aku pun menurut dan memakan sarapan ku dengan nya, aku cukup kagum karena masakan nya enak, bahkan bisa di bilang sangat enak.


Tak lama di kamar raja.


" kenapa kita bicara di kamar...?? " tanya ku, lee joon menarik sesuatu dari lampu tidur nya dan beberapa sudut lain nya, aku kaget karena semua itu adalah alat penyadap.


"ibu ku akan mengerti kenapa aku mencabut nya.. " ucap nya, aku masih tidak mengerti maksud lee joon apa.


"seperti nya kamu tidak mengerti ya.. ibu ku memberikan penthouse ini untuk ku.. tapi dia memantau ku selama 24 jam, dan aku tidak ingin pembicaraan kita saat ini di ketahui oleh nya.. jadi aku cabut penyadap ini.. ibu ku akan berpikir kita melakukan sesuatu.. dia bahkan tahu kamu menginap di sini.." jelas lee joon, aku merinding, aku tidak ingin berada di situasi seperti ini, aku menyakinkan diri ku untuk menolak pinangan ratu.


"tapi jangan berpikir untuk menolak lamaran dari ratu.." tambah lee joon.


"ohh wae..?? " tanya ku bingung.


"karena keluarga kamu tidak akan baik-baik saja.. " sahut nya, aku mengerutkan kening ku.


"jadi maksud yang mulia.. aku tidak dalam kondisi bisa menolak..?? " tanya ku, lee joon tersenyum sangat tampan.


"ahh **** ..senyum menyebalkan.. " umpat ku.


"yup.. kamu betul.. kamu dan keluarga mu tidak akan bisa menolak kami.. lagipula keluarga kamu dan kamu akan mendapat keuntungan bila kalian masuk ke kerajaan.." ucap lee joon.


"keuntungan..?? "


"come on.. you're not stupid right.. bisnis keluarga kamu akan di utamakan segala investor karena kalian menjalin kerja sama dengan keluarga kerajaan.. dan termasuk portal web kecil kamu itu .. bukan kah sudah ada peningkatan sejak foto ciuman kita tersebar.." tukas lee joon, aku tidak heran, aku sudah tahu memang foto ciuman kami itu lee joon lah yang menyebarkan nya, dan aku tidak memungkiri sejak foto itu tersebar banyak iklan yang ingin di tampilkan di portal web ku.


"di lihat dari ekpresi kamu seperti nya kamu sudah tahu kalau akulah yang menyebarkan foto ciuman kita.. " tanya nya


"bukan kah kamu bilang tadi aku tidak bodoh.. tentu saja aku tahu kamu lah pelaku nya.."sahut ku, lee joon tersenyum.


"lalu apa yang kamu dapatkan dari pernikahan ini..??" tanya ku.


"seorang keturunan.. aku berharap seorang keturunan dari mu.. " sahut lee joon, aku melotot.


"Yang mulia..!!! anda sadar kan saya mempunyai phobia terhadap sentuhan.. ini bisa mengecewakan anda..." tandas ku yang merasa permintaan nya konyol menurut ku.


Lee joon mendekat ke aku, aku mundur, dia menatap wajah ku, melihat lebih lekat ke mata ku, memegang pelan wajah ku, tubuh ku mulai merespon nya, gemetar dan sesak mulai menghampiri ku.


"aku.. akan menyembuhkan mu.. itu janji ku bila kamu mau menjadi permaisuri ku.. " ucap nya, aku hanya melihat nya sinis dan khawatir.


To be continue..


Saran dan kritik sangat membantu..


dukung author terus yaa readers kesayangan..


Like Comment and vote serta favorit nya..


biar kalau aku update ada notifikasi nya..


terima kasih readers kesayangan.. 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2